Teks Berita Mungkin Lebih Baik Kalau Begini

alamandang-ray

Di dalam menikmati berita di dalam bentuk tulisan (bukan media dengar), pasti teks dari berita tersebut harus menyisipkan narasumber. Bagi saya, untuk membaca atau melahap informasi tentang narasumber, cukup membuat kenikmatan membaca berita jadi kacau dan membingungkan. Mungkin akan lebih baik kalau di dalam teks suatu berita, narasumber ‘disembunyikan’ saja, atau juga dijadikan seperti ‘catatan kaki’ saja, supaya pembacaan teks berita menjadi lancar. Hal ini didasarkan pada, bahwa informasi narasumber sebenarnya tidak lah begitu penting. Penting memang penting, namun menurut saya, kelancaran di dalam menikmati suatu berita harus didahulukan daripada mengetahui si narasumber.

Sebagai contoh.

Berikut ini adalah teks berita yang biasa disuguhkan yang saya ambil dari http://id.berita.yahoo.com/arab-saudi-minta-moratorium-tki-dicabut-070938309.html , 20 Maret 2013. Perhatikan teks yang saya bold yang merupakan informasi narasumber.

Arab Saudi Minta Moratorium TKI Dicabut

Kuta (ANTARA) – Arab Saudi meminta Pemerintah Indonesia untuk segera mencabut moratorium pengiriman tenaga kerja asal Tanah Air ke negeri tersebut.

“Hal itu karena mereka membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia yang dikenal pekerja keras dan merasa sudah sangat dekat” kata Deputi Bidang Koordinasi Kerja sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr Rizal Affandi Lukman, di sela-sela pertemuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan pengusaha dari Arab Saudi, di Kuta, Senin.

Dia mengatakan, pihak Pemerintah Arab Saudi menjamin dan melindungi hak-hak yang diperoleh para tenaga kerja Indonesia selama berada di negara tersebut.

“Saya rasa mereka telah berupaya memperbaiki serta melindungi apa yang menjadi hak para TKI selama bekerja di sana, dan tampaknya komitmen itu ditunjukkan dengan cukup serius,” ujarnya.

Rizal menuturkan, dengan dicabutnya moratorium pengiriman TKI tersebut, akan memberikan peluang bagi tenaga kerja dari Tanah Air yang lainnya menjajaki sektor formal, seperti di bidang jasa dan perhotelan.

Seperti diketahui, lanjut dia, banyak warga Indonesia yang datang untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh sehingga hotel-hotel di sana membutuhkan tenaga profesional untuk melayani para jemaah tersebut.

“Hampir sepertiga jumlah jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji berasal dari Indonesia sehingga akan lebih enak jika mereka dilayani oleh pekerja hotel dari Tanah Air juga,” ucapnya.

Rizal menjelaskan, jumlah TKI di Arab Saudi sampai sekarang sekitar 1,5 juta orang dengan pemasukan dari pekerja itu selama 2011 sebesar Rp5,7 triliun. (rr)

Demikian asli dari teks beritanya.

Di bawah ini adalah format dari teks berita di atas yang menurut saya pasti lebih nyaman untuk dibaca, karena informasi mengenai narasumber dijadikan catatan kaki saja yaitu di dalam simbol bintang di dalam tanda kurung.

Arab Saudi Minta Moratorium TKI Dicabut

Kuta (ANTARA) – Arab Saudi meminta Pemerintah Indonesia untuk segera mencabut moratorium pengiriman tenaga kerja asal Tanah Air ke negeri tersebut.

“Hal itu karena mereka membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia yang dikenal pekerja keras dan merasa sudah sangat dekat,” (*)

Pihak Pemerintah Arab Saudi menjamin dan melindungi hak-hak yang diperoleh para tenaga kerja Indonesia selama berada di negara tersebut.(*)

“Saya rasa mereka telah berupaya memperbaiki serta melindungi apa yang menjadi hak para TKI selama bekerja di sana, dan tampaknya komitmen itu ditunjukkan dengan cukup serius,” (*)

Dengan dicabutnya moratorium pengiriman TKI tersebut, akan memberikan peluang bagi tenaga kerja dari Tanah Air yang lainnya menjajaki sektor formal, seperti di bidang jasa dan perhotelan.(*)

Seperti diketahui, banyak warga Indonesia yang datang untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh sehingga hotel-hotel di sana membutuhkan tenaga profesional untuk melayani para jemaah tersebut.(*)

“Hampir sepertiga jumlah jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji berasal dari Indonesia sehingga akan lebih enak jika mereka dilayani oleh pekerja hotel dari Tanah Air juga,” (*).

jumlah TKI di Arab Saudi sampai sekarang sekitar 1,5 juta orang dengan pemasukan dari pekerja itu selama 2011 sebesar Rp5,7 triliun. (rr) (*).

* – Deputi Bidang Koordinasi Kerja sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr Rizal Affandi Lukman, di sela-sela pertemuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan pengusaha dari Arab Saudi, di Kuta, Senin.

Bagaimana? Dengan format penulisan berita seperti ini, dijamin pembaca jadi lebih lancar dan mudah di dalam menikmati suatu berita karena informasi mengenai narasumber dijadikan catatan kaki saja, dan itu pun ditulis sekali saja yaitu di bagian paling bawah dari badan teks berita.

Mudah-mudahan ‘jeritan’ saya ini dibaca dan disambut baik oleh insan pers para penulis berita. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s