Berkuda Di Jalan Sudirman Mungkinkah

alamandang-endarbsi

Dewasa ini Jakarta mempunyai agenda yang berbasis lingkungan hidup yaitu Car Free Day, alias Hari Bebas Kendaraan yang diselenggarakan di hari Minggu. Banyak pihak menyambut positif agenda rutin ini.

Di dalam event ini seluruh warga Jakarta mempunyai kesempatan dan keleluasaan untuk menikmati jalan-jalan di Jakarta tanpa harus takut akan kemacetan dan polusi yang menyesakkan dada dan mata. Sepanjang jalan, dari kawasan Ratu Plaza sampai kawasan Harmoni Jakarta Pusat, akan menjadi ajang tetenger bagi warga Jakarta untuk menikmati pagi yang indah di hari libur itu.

Beragam acara dapat digelar dan dinikmati warga Jakarta, seperti lari pagi, bersepeda, berjalan kaki, skateboard dan lain lain. Dengan adanya event ini, diharapkan Jakarta dengan seluruh warganya mendapatkan keuntungan yang strategis. Bagi Jakarta, Jakarta untuk sementara terbebas dari polusi dan penyedotan BBM. Sementara bagi warga, warga dapat berolahraga dan relax, sembari mengurangi tingkat stress karena setiap hari terlanjur menelan mentah-mentah pemandangan macet dan kendaraan yang bejubel.

Lebih dari itu, menurut saya moment itu juga teramat sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk acara berkuda. Saya mendambakan Car Free Day juga dijadikan ajang untuk berkuda untuk warga Jakarta, karena pastilah akan menjadi lebih unik dan sehat.

Pastilah akan menarik di mana salah satu kota besar di Dunia ini mempunyai event berkuda rutin yang melintas di salah satu jalan utamanya secara berkala. Dengan adanya event ini, diharapkan sasana berkuda yang ada di sekitar Jakarta (seperti Depok, Puncak Bogor dan lain lain) akan turut berpartisipasi menerjunkan kuda-kuda kebanggaan mereka berikut dengan para petunggang-petunggangnya yang handal ke Jakarta untuk turut meramaikan event tersebut.

Kalau kita adalah individu-individu yang selama ini larut di dalam fantasi masa silam di mana berkuda merupakan kegagahan dan status yang wah, dan sebagian besar pahlawan Dunia –dan Indonesia- merupakan para petunggang kuda yang kharismatik, maka patut sekali event CFD ini juga dimeriahkan dengan acara berkuda untuk mewujudkan nostalgia masa silam. Dan kalau selama ini kita berfikir bahwa berkuda hanya boleh dilakukan di alam liar dan atau pegunungan, maka kita akan merasa ‘terbebas’ sekali kalau kita melihat puluhan kuda ‘ternyata’ sedang berlari bebas di lintasan jalan panjang yang membentang dari kawasan Ratu Plaza sampai Simpang Harmoni.

Bagi kuda-kuda itu pun event ini pasti akan menjadi ‘pembebas naluri’ alamiahnya. Selama ini satwa-satwa ini ‘terkungkung’ di dalam kandang-kandang sasana berkuda, dan itu pun dilarang berlari dengan kencang menempuh jarak yang panjang. Para kuda itu sebenarnya mendambakan hak asasinya, yaitu diperbolehkan untuk merefleksikan naluri alamiahnya yaitu berlari kencang melintasi jalan yang panjang tanpa henti-hentinya. Pendek kata, berkuda di CFD itu, baik bagi para manusia-nya (para petunggang), dan juga baik bagi satwa itu sendiri.

Dengan adanya acara berkuda di event CFD ini, tentunya akan meningkatkan minat warga Jakarta untuk olahraga berkuda, dan lebih positifnya lagi adalah, bahwa berkuda biar bagaimana pun juga merupakan olahraga yang menyehatkan. Dengan  berkuda di CFD ini, kita akan memperoleh keuntungan yang berlipat karena olahraga berkuda itu sendiri mengandung unsur olahraga, pariwisata, hiburan, global warming, ketangkasan, dan pelestarian semangat perjuangan.

Semoga saja acara berkuda di event Car Free Day ini dapat segera terwujud sehingga memberi keuntungan yang amat banyak bagi Jakarta dengan seluruh warganya. Amin.

One comment

  1. Demikianlah tuntunan Islam mengenai hewan peliharaan, antara hewan yang diperbolehkan untuk dipelihara karena tujuannya adalah untuk dimakan, dibeban, mau pun untuk pencarian nafkah, dan hewan yang terlarang untuk dipelihara karena tujuan pemeliharaannya adalah hanya untuk kesenangan dan kebanggaan. Tujuan Islam tentulah mulia dan Agung:

    Pertama, adalah alasan kemubaziran.
    Kedua, adalah lebih baik menyantuni sesama manusia daripada membelanjai hewan yang sebenarnya rejekinya sudah ditanggung oleh Allah Swt.
    Ketiga, menjaga keamanan hewan tersebut untuk bebas hidup di luar kandang, supaya tidak menganiaya hak para hewan.
    Keempat, menjaga hewan tersebut dari ancaman kepunahan karena diperjualbelikan.

    Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s