Mari Shalat Di Rumah Bukan Di Masjid

jalan-ke-masjid

Saya mempunyai seorang sahabat yang tinggal di rumah kontrakan. Di rumah kontrakan itu ia hidup bersama seorang istri dan dua anak gadisnya. Tampaknya mereka keluarga yang bahagia tidak kekurangan suatu apa.

Di dekat rumah (kontrakan)-nya itu ada sebuah Masjid, tidak seberapa jauh. Jadi kalau sang sahabat ingin shalat berjamaah ia tidak perlu berjalan kaki jauh-jauh, karena Masjid sudah ada di pelupuk mata.

Sebenarnya rumah kontrakannya yang sekarang ini adalah kontrakannya yang kedua. Sebelumnya, sang sahabat mengontrak rumah di tempat lain. Dan yang saya perhatikan adalah, rumah kontrakan yang ia tempati pasti berdekatan dengan Masjid. Sahabat ini berkata kepada saya, bahwa ia memang sengaja mencari rumah kontrakan yang dekat dengan Masjid, supaya masalah shalat berjamaahnya tidak keteter. Maklum, sahabat ini termasuk Muslim yang taat.

Sahabat ini adalah seorang Muslim yang mempunyai visi, bahwa shalat yang baik menurut tuntunan Islam adalah shalat yang dilakukan secara berjamaah di Masjid, dan menghindari shalat (berjamaah) di rumah.

Benarkah demikian?

Saya sampaikan kepadanya, bahwa menurut ajaran Rasulullah, shalat (berjamaah) haruslah di rumah, bukan di Masjid. Jadi, menurut ajaran Rasulullah, shalat berjamaah di Masjid itulah yang tidak Islami, dan yang IslamI adalah shalat berjamaah di rumah masing-masing.

  • Shalat berjamaah di Masjid = tidak Islami.
  • Shalat berjamaah di rumah = Islami.

Saya katakan kepadanya, “kalau Anda shalat di Masjid, lantas anak-anak Anda ini, siapa yang meng-imami? Bukankah sebagai ayah mereka Andalah yang harus meng-imami shalat mereka? Dan bukankah anak-anak Anda adalah tanggungjawab Anda Dunia akhirat?”. Sahabat terdiam tidak mempunyai jawaban.

Tidak ada Alhadis Nabi

Tidak ada satu pun Alhadis yang menyatakan bahwa shalat berjamaah harus lah di Masjid. Atau, tidak ada satu pun Alhadis yang menyatakan bahwa shalat berjamaah akan lebih besar pahalanya kalau ditunaikan di Masjid.

Kalau shalat berjamaah yang nilai dan derajatnya lebih tinggi daripada shalat sendiri, memang ada Alhadisnya; semua Muslim pun sudah tahu Alhadis tersebut. Namun kalau Alhadis yang menyatakan bahwa shalat berjamaah adalah lebih besar pahalanya kalau ditunaikan di Masjid, jelas tidak ada Alhadisnya. Atau juga, Alhadis yang menyatakan shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjid, tidak ada.

Oleh karena itu, kalau kita melihat kecendrungan kaum bapak atau kaum pria Muslim berduyun-duyun ke Masjid untuk shalat berjamaah, baik shalat Maghrib, Isya mau pun shubuh, maka hal itu dapat dikatakan sebagai suatu hal yang bathil – karena tidak ada dasarnya di dalam fiqih Islam: Muhammad Saw tidak pernah ajarkan hal yang demikian.

Dan terlebih lagi, kalau pria Muslim shalat (berjamaah) di Masjid, maka pertanyaannya adalah, siapakah yang meng-imami shalatnya anak-anak dan istri mereka? Bukankah para lelaki itu adalah ayah dan suami mereka?

Muhammad Saw selalu shalat di Masjid.

Banyak Muslim yang shalat (berjamaah) di Masjid, karena mereka berkeyakinan bahwa hal itu merupakan sunnah Rasulullah. Memang menurut fakta dan sejarahnya, Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya selalu menunaikan shalat di Masjid, baik itu Masjid Al-haram, mau pun Masjid Nabawi (dan juga Masjid Al-Aqsa). Dapat dikatakan bahwa Muhammad Saw tidak pernah shalat di rumahnya sendiri. Kisah hidup Nabi dan para sahabat inilah yang dijadikan dasar mengapa seluruh Muslim selalu shalat di Masjid.

Sampai pada level ini, benarkah shalat di Masjid merupakan sunnah Rasulullah karena Rasul dan seluruh sahabatnya selalu shalat di Masjid?

Jawabannya adalah tidak benar. Shalatnya Muhammad Saw dan para sahabat yang selalu di Masjid, bukanlah tuntunan bahwa seluruh Muslim harus shalat di Masjid, karena sebenarnya seluruh Muslim harus shalat di rumahnya untuk menjadi imam atas istri dan seluruh anak-anaknya, keponakannya, dan juga cucu-cucunya.

Alasan pertama.

Nabi Muhammad Saw bersabda,

“Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.

Alhadis ini mengajarkan bahwa, tidak ada tempat yang diutamakan untuk dikunjungi selain ketiga tempat tersebut. Artinya, selain ketiga tempat itu tidaklah diutamakan untuk dikunjungi, termasuk di dalam hal ini Masjid selain ketiga Masjid ini.

Mengapa Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu shalat di Masjid, adalah karena Masjid Nabawi mau pun Masjid Masjid Al-Haram (dan juga Masjid Al-Aqsa) merupakan keutamaan untuk dikunjungi. Pada bagian lain pun Muhammad Saw bersabda yang kita sudah sama-sama mengetahui,

“Pahala shalat di Masjid Nabawi adalah 10.000 kali dari pada shalat di Masjid lain kecuali di Masjid Al-Haram, dan pahala shalat di Masjid Al-Haram adalah 100.000 kali daripada shalat di tempat lain”.

Alhadis ini menurut permukaannya saja sudah jelas, bahwa hanya shalat di ketiga tempat itu saja yang pahalanya berlipat ganda. Namun ada juga arti lain yang lebih mendalam, yaitu bahwa shalat di Masjid lain selain ketiga tempat itu, tidak mempunyai keutamaan apapun.

Jadi mengapa Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya selalu shalat di Masjid, adalah karena ketiga tempat itu merupakan keutamaan untuk dikunjungi. Ketiga tempat itu dikunjungi bukan karena kemesjidannya, melainkan karena kemonumentalan-nya. Harus difahami, bahwa Masjid lain selain ketiga tempat tersebut tentulah tidak monumental.

Maka dari hal ini sudah jelas, mengapa seluruh Muslim tidak mempunyai alasan untuk shalat di Masjid, karena shalatnya Rasulullah di Masjid itu sendiri mempunyai background yang berbeda: bukan karena ketiga tempat itu adalah Masjid, namun karena ketiga tempat tersebut adalah monumental.

jadikan-rmh-t4-shalat

Alasan kedua.

Muhammad Saw bersabda,

“Setiap kamu adalah pemimpin atas istri dan anak-anakmu”.

Alhadis ini menunjukkan, bahwa kehadiran seorang pria, suami mau pun ayah di muka bumi ini adalah untuk menjadi pemimpin dan imam atas istri dan anak-anaknya. Kalau hal ini sudah difahami dengan baik, maka artinya, menjadi imam shalat di rumah atas istri dan anak-anaknya (juga keponakan dan cucu) merupakan hal terpenting dari menjadi pemimpin / imam di dalam Alhadis tersebut, tidak bisa dihindari sama sekali. Tidak masuk akal, seluruh Muslim menerima Alhadis tersebut (bahwa mereka adalah pemimpin dan imam atas istri dan keturunan), sambil menolak untuk menjadi imam shalat di rumah.

Oleh karena itu kalau seorang pria shalat di Masjid, bagaimana ia dapat menunaikan tugasnya sebagai imam atas istri dan anak-anaknya? Kalau seorang pria shalat di Masjid berarti ia menanggalkan kewajibannya sebagai imam atas keluarganya, darah dagingnya. Dan ini merupakan suatu penyimpangan menurut azas-azas Islam.

Alhadis teritorial.

Dari Abu Hurairah, dia berkata,

“Seorang buta menemui Nabi saw dan berujar, “wahai Rasul, saya tidak mempunyai seseorang yang akan menuntunku ke Masjid”. Lalu dia meminta keringanan kepada Muhammad Saw untuk shalat di rumah maka beliau saw pun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar adzan?”. Laki-laki itu menjawab Ya. Muhammad Saw bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri shalat berjamaah di Masjid)”.

Di dalam Alhadis yang lain, ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya) berkata,

“Wahai Rasul, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas”. Nabi berkata “apakah kamu mendengar adzan hayya alash shalah, hayya alal falah?”. Jika Ya, penuhilah adzan tersebut”.

Di bagian lain, Muhammad Saw bersabda,

Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka”. – HR Al-Bukhari No. 141 dan Muslim No. 651.

Alhadis di atas menggariskan (dengan tegas) bahwa seluruh Muslim haruslah shalat di Masjid, dan Allah Swt menjanjikan hukuman yang keras bagi Muslim yang menolak untuk shalat di Masjid. Sekaligus, Alhadis di atas (dan banyak Alhadis lainnya yang senada) menjadi dalil dan alasan bahwa seluruh Muslim harus shalat di Masjid, bukan di rumah.

Secara permukaan, tampaknya ketiga Alhadis di atas benar-benar mengindikasikan bahwa shalat WAJIB ditunaikan di Masjid, tidak bisa tidak. Satu hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa Alhadis tersebut adalah Alhadis TERITORIAL.

Memang benar bahwa ketiga Alhadis di atas mengisyaratkan bahwa shalat harus ditunaikan di Masjid, dan juga berjamaah. Namun ketiga Alhadis di atas tidak bisa dilepaskan dari konteks kewilayahannya, yaitu kota Mekah mau pun Madinah: inilah yang disebut dengan Alhadis teritorial.

Kalau seorang Muslim pria berada di salah satu kota suci Islam (Mekah, Madinah, atau Yerusalem), maka haruslah ia shalat di ketiga Masjid monumental tersebut, apakah dia di Mekah, atau di Madinah mau pun ada di kota Yerusalem. Kalau perjalanan dari tempat kediamannya menuju ke salah satu Masjid monumental tersebut tidak lah menyulitkan, maka hendaklah ia shalat di salah satu ketiga Masjid tersebut.

Aplikasinya, kalau Abdul berada di Mekah, maka haruslah ia shalat di Masjid Al-Haram. Dan kalau perjalanannya dari tempatnya menginap di Mekah menuju Masjid Al-Haram tidaklah menyulitkan, maka hendaklah ia shalat di Masjid monumental tersebut. Begitu pula kalau Abdul berada di Madinah mau pun di Yerusalem.

Kemudian, kalau Abdul berada di Baghdad, dan perjalanan dari rumahnya di Baghdad ke Masjid Al-Haram tidaklah menyulitkannya, maka wajiblah baginya untuk shalat di Masjid Al-Haram; dengan kata lain, wajiblah ia melakukan perjalanannya dari rumahnya di Baghdad ke Masjid Al-Haram untuk menunaikan shalat. Atau kalau Abdul berada di Kuala Lumpur, begitu juga. Namun, karena pada dasarnya perjalanan mana pun dari suatu tempat di Baghdad, Kuala Lumpur, London, atau Netherland, atau Kinsasha dan lain lain, menuju Masjid Al-Haram (mau pun Masjid Nabawi mau pun Masjid Yerusalem) pasti menyulitkan, maka TIDAK ADA KEWAJIBAN atasnya untuk shalat di ketiga tempat monumental tersebut.

Ketiga Alhadis di atas menunjukkan bahwa adalah wajib untuk shalat di Masjid suci bagi umat yang sedang berdomisili di sekitar Masjid suci yang mana perjalanan dari kediamannya ke Masjid suci tidak lah menyulitkan. Jadi, ketiga Alhadis tersebut (dan banyak lagi yang lainnya) hanya menunjukkan betapa wajibnya shalat di Masjid suci khusus bagi umat yang berdomisili di sekitar ketiga Masjid suci. Dengan kata lain, Alhadis tersebut TIDAK BERLAKU untuk Muslim yang tidak berdomisili di sekitar Masjid tersebut, atau yang perjalanan dari rumahnya menuju ketiga Masjid suci tersebut menyulitkan (Islam tidak pernah menyulitkan umat).

Ketiga Alhadis di atas harus diselaraskan dengan satu Alhadis lainnya yaitu,

“Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.

Alhadis ini merupakan titik-tengah di dalam pembahasan mengenai di mana sebaiknya seorang Muslim menunaikan salatnya, apakah di rumah atau di Masjid, berkenaan dengan adanya Alhadis bahwa shalat haruslah ditunaikan di Masjid. Ya, Alhadis mengenai betapa wajibnya shalat ditunaikan di Masjid harus selalu diiringi dengan Alhadis ini, bahwa berkunjung ke tiga Masjid ini merupakan suatu keutamaan, yang mana Masjid di luar dari tiga Masjid ini tidaklah merupakan suatu keutamaan untuk dikunjungi. Aplikasinya adalah, untuk seorang Muslim yang berdomisili di Jakarta, mau pun di Bangkok, di Beijing, di Nebraska, di Manila, di Adelaide, di Manchester, di Bronx dlll, tetaplah ia harus shalat di rumah masing-masing untuk menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya, bukan di Masjid setempat: itu mutlak.

Ada suatu kontradiksi di dalam pembahasan ini. Kontradiksi itu adalah,

  1. Di satu pihak, terdapat Alhadis yang mewajibkan Muslim untuk shalat di Masjid.
  2. Di pihak lain, terdapat Alhadis yang menyatakan bahwa setiap pria adalah pemimpin atas keluarganya: ia harus menjadi imam di rumahnya.

Kalau seorang Muslim shalat di Masjid, maka bagaimana ia dapat menjadi imam atas keluarganya? Dan kalau seorang Muslim shalat di rumahnya untuk menjadi imam atas keluarganya, maka bagaimana dengan Alhadis yang mewajibkan setiap Muslim untuk shalat di Masjid? Kalau pilihan SATU yang ditunaikan, maka pililhan DUA harus ditinggalkan, begitu juga sebaliknya. Sementara kita Muslim percaya bahwa di dalam Islam tidak pernah ada satu kontradiksi pun.

Jawabannya adalah mudah, yaitu dengan Alhadis di atas yang menerangkan bahwa Muhammad Saw hanya mengutamakan perjalanan ke tiga Masjid suci, yaitu Al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa. Jadi, Alhadis ini hanya berlaku untuk Muslim yang berdomisili di ketiga tempat di sekitar 3 Masjid suci ini. Dengan Alhadis ini, maka jelaslah bahwa merupakan suatu kebathilan untuk beranggapan bahwa seluruh Muslim harus shalat di Masjid, karena dengan demikian maka kewajibannya untuk menjadi imam atas keluarganya harus ditelantarkan. Dan dengan Alhadis ini, maka tidak ada lagi kontradiksi di dalam ajaran Islam.

Nabi tinggal di Beijing.

Sejarah menulis bahwa Muhammad Saw hanya berdomisili di Mekah mau pun di Madinah. Kalau Muhammad Saw sedang tidak berada di Mekah, berarti Muhammad Saw sedang berada di Madinah, begitu juga sebaliknya. Dan di tempat domisilinya itu, Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu menunaikan shalat di Masjid suci yaitu di Masjid Al-Haram kalau di Mekah, dan Masjid Nabawi kalau berada di Madinah. Dan dari fakta ini, umat Muslim jadi berpatokan kepada kehidupan Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya yang selalu shalat di Masjid, dan menjadikannya dasar untuk shalat selalu di Masjid.

Kalau Muhammad Saw dan para sahabatnya pernah berdomisili di Beijing, maka apakah Muhammad Saw dan sahabatnya akan juga shalat di Masjid? Tentu saja tidak: Muhammad Saw dan para sahabat pasti akan shalat di rumah masing-masing karena di Beijing tidak ada Masjid suci.

Ketika sejarah menunjukkan bahwa Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu shalat di Masjid suci, itu sebenarnya karena Muhammad Saw dan para sahabatnya tinggal di dekat Masjid suci ini, atau perjalanannya dari rumah ke Masjid suci tidak lah mempersulit kehidupan. Latar belakang inilah yang menjiwai perkataan Muhammad Saw tadi: “Aku mengutamakan perjalanan pada ketiga tempat ini”. Kalau Muhammad Saw dan para sahabatnya berdomisili tidak di Mekah mau pun di Madinah, atau kalau perjalanannya ke Masjid suci itu merupakan suatu kesulitan, pastilah Muhammad Saw dan para sahabatnya akan shalat di rumah untuk menjadi imam atas seluruh keluarganya.

Bagaimana dengan shalat Zuhur dan Ashar?

Untuk setiap Muslim, khususnya kaum pria yang telah berkeluarga, SEDAPATNYA untuk shalat di rumah untuk menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya, karena itu merupakan perintah dan kewajiban di dalam Islam atas seluruh pria Muslim. Kata SEDAPATNYA di sini, adalah diusahakan untuk selalu shalat di rumah supaya menjadi imam: untuk imam shalat shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan terakhir Isya.

Namun di siang hari di mana setiap pria biasanya berada di tempat kerja tentulah tidak mungkin untuk shalat Zuhur dan Ashar di rumah dan menjadi imam atas anak-anaknya. Tidak mengapa untuk shalat di Kantor, karena keadaan memang demikian. Namun untuk shalat malam yang meliputi shalat Maghrib, Isya dan shubuh maka sudah sepatutnya seorang pria tetap shalat di rumah sehingga dapat menjadi imam atas keluarganya.

Wallahu a’lam bishawab.

Note,

Artikel ini merupakan satu rangkaian di dalam Enam Artikel Serangkai. Dipersilahkan kepada para pembaca untuk lanjut membaca artikel lainnya yang serangkai. yaitu

  1. Mari Shalat Di Rumah Bukan Di Masjid
  2. Dasar Dan Fondasi Untuk Shalat Di Rumah
  3. Keunggulan Menjadi Imam Shalat Berjamaah Di Rumah
  4. Maghrib Dan Isya Adalah Moment Tarbiyah Keluarga Muslim
  5. Syariah Islam Versus Jam Malam
  6. Anak-Anak Jangan Keluar Rumah Saat Maghrib Dan Isya

156 comments

  1. Mohon maaf, anda terjebak dalam memahami “IMAM” Sebagai “Pemimpin SHOLAT. Jadi, kalau laki2 yang berumah tangga diwajibkan jamaah dirumah, Masjid hanya akan dipakai beribadah bujangan dan gadis2 belum menikah? Padahal Masjid pun butuh seorang IMAM masjid yang dituakan dalam hal pengetahuan agama. Kira2 seorang Imam masjid itu akan lebih banyak orang2 tua yang kemungkinan penguasaan ilmu agama lebih baik atau bujangan?

    Kemudian, kalau seorang ayah harus selalu sholat dirumah meng-imami anak istri, kapan dia mendidik anak-anaknya (yang belum menikah) untuk beribadah dan meramaikan masjid?

    Begini, orang tua harus sholat dirumah mengimami anak istri. Anak-anaknya harus sholat dirumah juga untuk DiIMAMI ayahnya.Terus siapa yang sholat di MASJID?

    Atau masjidnya dibakar saja?

    Alamandang,

    Mohon maaf, anda terjebak dalam memahami “IMAM” Sebagai “Pemimpin SHOLAT. Jadi, kalau laki2 yang berumah tangga diwajibkan jamaah dirumah, Masjid hanya akan dipakai beribadah bujangan dan gadis2 belum menikah?

    Tidak lah demikian. Bujang dan gadis berarti masih status anak-anak. Dan kalau anak-anak, maka pastilah shalat di rumahnya di-IMAMI oleh ayah mereka masing-masing. Tidak harus benar bahwa bujang dan gadis shalat di Masjid, apalagi yang namanya gadis, yang adalah seorang wanita, yang lebih baik shalat di rumahnya sendiri. Bujang pun demikian, ia harus turut menjadi makmun shalat di mana sang ayah adalah imamnya, di rumahnya.

    Padahal Masjid pun butuh seorang IMAM masjid yang dituakan dalam hal pengetahuan agama. Kira2 seorang Imam masjid itu akan lebih banyak orang2 tua yang kemungkinan penguasaan ilmu agama lebih baik atau bujangan?

    Masjid memang butuh seorang imam, namun bukan berarti umat harus selalu shalat di Masjid – seperti yang sekarang berlaku.
    .
    Dan memang benar bahwa imam harus lebih baik pemahaman agamanya. Dan itu tidak berarti bahwa harus seorang bujang. Pun kalau memang imam seorang yang dituakan, bukan berarti seluruh umat harus shalat di Masjid.
    .
    Shalat berjamaah akan terus berlangsung di Masjid, atau, shalat berjamaah akan tetap diselenggarakan di Masjid, namun dengan jemaah yang bukan dari kalangan keluarga. Kalau seluruh keluarga, kalau seluruh ayah, kalau seluruh suami, shalat di rumah masing-masing untuk menjadi imam, MUSTAHIL karenanya Masjid jadi KOSONG MELOMPONG ….. INGAT, pasti akan ada musafir, para pedagang, para pelajar yang kelelahan dst ….. mereka semua pasti NUMPANG shalat di Masjid.

    Kemudian, kalau seorang ayah harus selalu sholat dirumah meng-imami anak istri, kapan dia mendidik anak-anaknya (yang belum menikah) untuk beribadah dan meramaikan masjid?

    Mendidik anak untuk shalat di Masjid dan meramaikan Masjid, menurut saya tidak harus diajarkan, apalagi kalau diajarkannya dengan cara di mana sang ayah selalu shalat di Masjid. Dengan sendirinya sang anak akan terbiasa shalat di Masjid, karena toh suatu saat dia akan berperjalanan, bersama teman2nya, dan lain lain kondisi. Apalagi nanti akan ada yang namanya shalat Jumat, pasti sang anak akan jatuh cinta kepada Masjid. Jadi masalah mendidik anak untuk meramaikan Masjid, tidak perlu dikhawatirkan bila sang ayah selalu shalat di rumah dan menjadi imam atas anak dan istrinya.

    Begini, orang tua harus sholat dirumah mengimami anak istri. Anak-anaknya harus sholat dirumah juga untuk DiIMAMI ayahnya.Terus siapa yang sholat di MASJID? Atau masjidnya dibakar saja?

    Masjid jangan dibakar.
    .
    Ada musafir, ada pedagang keliling, ada pelajar yang menuntut ilmu, ada para pekerja atau karyawan, mereka semua akan shalat di Masjid.
    .
    Sebenarnya pandangan Anda ini hanya merefleksikan situasi yang sudah berlangsung dan mendarahdaging selama ini. Dan oleh karena itu Anda jadi berfikir bahwa apa yang sudah menjadi kebiasaan inilah yang menjadi kebenaran.
    .
    Kalau suatu saat yang menjadi kebiasaan umat adalah seluruh laki-laki shalat di rumah menjadi imam atas anak dan istri, pastilah Anda akan terbiasa juga, dan pada saat itu Anda akan melihat bahwa toh Masjid tidak akan kosong melompong ….
    .
    Lebih dari itu, Anda akan melihat keuntungan, hikmah atau keutamaan yang luar biasa jika seluruh umat shalat di rumah masing-masing ….. dibanding dengan kebiasaan sekarang ini, di mana seluruh umat shalat di Masjid, karena dengan kebiasaan tersebut, umat yang shalat ya shalat, sementara umat yang tidak shalat, ya tidak shalat: jadinya jalan masing-masing …. karena para ayah jadi tidak perduli apakah anak, cucu dan keponakan sudah shalat atau belum ….. ini tentunya berbahaya. Namun kalau sang ayah shalat di rumah, maka mau tidak mau, anak, keponakan, cucu, istri dan menantu sudah terjamin shalatnya, karena sang ayah sendiri yang jadi imamnya.
    .
    Demikian penjelasannya. Terima kasih atas respons Anda, semoga nanti bisa disambung lagi. Jazakumullah!

  2. Apakah kaum muslimin di sekitar mekah dan madinah istri dan anak anaknya sholat wajibnya pada terbengkelai/nggak terurus karena ditinggal sholat berjamaah oleh ayahnya di masjid? Kalau jawabannya nggak berarti yang salah Hadistnya atau pemahaman anda?

    Alamandang,
    pertama, kalau memang hal itu yg dikhawatirkan, setidaknya toh HANYA ADA 3 KOTA di dunia yg salat umatnya KETETERAN ……. yaitu mekah medinah dan jaruselam. itu masih jauh lebih baik, bukan???

    daripada kita MENSYARIAHKAN semua manusia khususnya seluruh pria salat di mesjid di seluruh dunia, maka akibatnya seluruh manusia salatnya jadi KETETERAN di semua kota di dunia ini. MANA YANG LEBIH PARAH????

    kedua, mekah, madinah, dan yerusalem, merupakan kota tuhan, yang artinya kesalehan umat sudah menjadi JAMINAN ALAMI bagi seluruh warganya ….. Jadi kalau pun seluruh pria / suami / ayah salat di mesjid shg para wanita yg salat di rumah TIDAK DIIMAMI oleh para lelaki mereka, TOH MEREKA TETAP dalam ketaatan dan kesalehan, yg artinya mereka akan tetap salat. jadi salatnya tidak akan terbengkalai….

    ini mekah lho. ini medinah, lho. ini jerusalem, lho. jangan disamakan dg kota2 lainnya di dunia.

    jadi, bukan alhadisnya yg salah, pun bukan pemahaman saya yg salah, tapi cara anda mencernakannya lah yg harus disempurnakan lebih baik lagi….

    terima kasih.

  3. afwan, saya yang benar2 awam ini ingin ikut berkomentar. belakangan ini saya mendapat ilmu, bahwa hukum syar’i itu memiliki derajat derajat dan paling tidak harus berdasar ijma para ulama yang memang benar2 faham keilmuan nya (keilmuan al-qur’an, hadist dan ilmu pendukung lain nya). saya membaca tulisan di blog ini dan hanya tidak mau mendahulukan mempercayai pendapat satu orang dibandingkan dengan pendapat (ijma) para ulama sejak jaman dahulu hingga sekarang, dimana ijma para ulama dengan berbagai kalangan ilmu sudah ber-ijma bahwa shalat di masjid bagi “laki-laki” merupakan keutamaan dan kewajiban, ijma tersebut secara sah dan sepakat juga di kuatkan oleh imam 4 mazdhab. tentunya ijma para ulama ini bukan sekedar isapan jempol, melainkan ditetapkan dengan keluasan ilmu dan keikhlasan dalam menentukan hukum tanpa campur tangan hawa nafsu, melainkan berdasarkan dalil syar’i. dan dilihat dari konteks yang anda jabarkan tentu saja ada kecacatan, bilamana “baiknya” seorang laki-laki mengimami sholat di rumah dengan anak istrinya, tentu setiap waktu sholat itu seharusnya suami, anak dan istri harus di rumah nya masing2 tidak bersekolah dan lain sebagainya, karena keutamaan nya shalat itu ya di rumah, dan pendapat anda tentang kata “sedapatnya” mengerjakan shalat di rumah ini sangat janggal sekali kedengaran nya dan lebih banyak bermuatan pribadi dibandingkan syar’i, tidaklah sesuatu itu wajib dan utama, tetapi dilain pihak cukup dengan “sedapatnya” . wallahu ‘alam bi shawab.

    Tanggapan Moderator

    Assalamu alaikum wr wb ….

    Sebenarnya hal ini sudah jelas saya paparkan di artikel ini, pada bagian terakhir.

    terima kasih.

    1. Bro…kok panjenengan ga mau gali lagi ttg statement anda yg kleru.coba didenger tanggepannya saudara2 kita…setidaknya kalo afa bikin statement sdh byk masukkan dari luar…yah tapi sekali lg mudah2an Allah ga tutup mata hatinya yg kekeh py opini seperti itu.justru dgn masjid islam itu indah,silaturrahim erat,rumah Allah hidup,tarbiyah juga hidup.mudah2n ini blog dibuat bukan udang dibalik batu krn bermuatan politis sekali ini.

      Alamandang,

      Bro… kok panjenengan ga mau gali lagi ttg statement anda yg kleru. coba didenger tanggepannya saudara2 kita… setidaknya kalo afa bikin statement sdh byk masukkan dari luar…yah tapi sekali lg mudah2an Allah ga tutup mata hatinya yg kekeh py opini seperti itu.

      Alamandang,
      Justru kebalikannya ….. mudah2an Allah Swt membuka mata hati Sdr2 semua sekalian untuk dapat menerima kebenaran dari shalat di rumah, supaya dapat menjadi Imam atas anak dan seluruh keluarga. Faham?

      justru dgn masjid islam itu indah, silaturrahim erat, rumah Allah hidup, tarbiyah juga hidup. mudah2n ini blog dibuat bukan udang di balik batu krn bermuatan politis sekali ini.

      Alamandang,
      Siapa bilang? Justru shalat di rumahlah, untuk menjadi Imam shalat atas anak dan keluarga, yang indah, silaturahmi keluarga erat, dan rumah setiap keluarga menjadi terang benderang oleh cahaya shalat. Faham?

      ini blog dibuat bukan udang di balik batu krn bermuatan politis sekali ini.

      Alamandang,
      udang di balik batu? Maksudnya? Apakah Sdr. Tidak melihat ajaran dan kebenaran pada prinsip untuk shalat di rumah, yang mana itu semuanya bersumber dari ajaran Nabi Muhammad Saw? Siapa di sini yang kerdil?

      1. jika pemahan anda seperti itu, masjid2 akan sepi.
        lantas, utk apa dibangaun masjid?
        bagaimana dgn jumatan? apakah laki2 harus jumatan di rumah juga? utk mengimami anak dan istrinya?

        Alamandang,
        dikasi tauk gakyaaaa ……

      2. Masjid adalah rumah allah,lalu mengapa umat muslim membangun masjid jika tidak dikunjungi?mengapa mereka mengutamakan sholat dirumah,”MUNGKIN ANDA SALAH MENANGKAP ILMU”,jika penghetauan ini tersebar maka tidak ada yang sholat di masjid,dan tidak ada pula yang adzan,jika bumi tidak adzan maka akan kiamat qubro,dan satu lagi anda belajar itu tidak dari al-quraan?tidak ada ayat al-quran dan hadist yang menyuruh sholat di rumah “Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sholat berjamaah lebih utama dari sholat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (muttafaq alaihi) hadist ini mengajarkan bukan hanya sholat di masjid al-haram-al-aqsa,dan masjid nabawi

        Alamandang,
        orakmudhenx!!!

        nabisaw hanya bersabda, Sholat berjamaah lebih utama dari sholat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.

        apakah dalam hadis tsb disebutkan bhw berjamaahnya di mesjid???

        anak kecil maen komputerrrr!!!!

  4. Cara استدلال dan penyimpulan anda asli bego banged! :Dmending belajar dulu yg bener baru nulis. Kasian yg awam. Oh ya. Itu nama asli saya ada di FB😀

    Tanggapan Moderator

    Bego nya di mana??

    salah nya di mana??

    terima kasih.

  5. Ya jelaslah bego. Kan tidak ada dalil yang melarang suami shalat di masjid, kenapa anda justru melarang? Juga tidak ada dalil yang mengharuskan suami berjamaah di rumahnya dengan keluarganya, kenapa Anda menyalahkan? Bahkan, shalat jamaah sendiri adalah sunnah muakkad (atau fardhu fikayah menurut Imam Nawawi) dan tidak ada syarat harus dikerjakan di masjid atau di rumah, mengapa kemudian Anda mempersulit? Islam itu mudah, jangan dipersulit.

    Sebetulnya, kita bsia saja berdebat soal mana yang lebih utama antara shalat jamaah di masjid atau di rumah. Tapi perdebatan soal ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Namun, tidak satu ulama pun yang melarang keduanya. Tidak ada satu ayat atau hadis pun yang mencela keduanya. Kalau semua suami harus shalat di rumah, berarti imam masjid harus orang-orang bujang dong? Ini sama sekali bertentangan dengan fakta yang ada di dunia Islam. Lihatlah masjid-masjid di seluruh dunia. Apakah yang berjamaah di sana hanya para musafir dan kaum bujangan? Jawabannya pasti tidak. Kalau begitu berarti praktik yang dilakukan umat Islam di masjid-masjid seluruh dunia adalah keliru? Coba Anda pikirkan sendiri. Nabi Saw bersabda, “Umatku tidak akah bersepakat dalam kesesatan.”

    Jadi, yang mau shalat berjamaah di rumah, silakan. Yang mau shalat di masjid, ya silakan. Namun memang ada sebagian ulama, berdasarkan suatu hadis, lebih mengutamakan shalat jamaah di masjid bagi orang yang tinggal di dekat masjid. Wallahu a’lam
    —-

    Tanggapan Moderator,

    Ya jelaslah bego. Kan tidak ada dalil yang melarang suami shalat di masjid, kenapa anda justru melarang? Juga tidak ada dalil yang mengharuskan suami berjamaah di rumahnya dengan keluarganya, kenapa Anda menyalahkan? Bahkan, shalat jamaah sendiri adalah sunnah muakkad (atau fardhu fikayah menurut Imam Nawawi) dan tidak ada syarat harus dikerjakan di masjid atau di rumah, mengapa kemudian Anda mempersulit? Islam itu mudah, jangan dipersulit.

    Dalilnya ada, yaitu Alhadis Muhammad Saw: SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN.
    .
    Alhadis ini, tidak lain dan tidak bukan, implementasinya adalah bahwa setiap laki-laki (yang merupakan suami atau ayah) harus menjadi pemimpin di dalam shalat untuk keluarganya, dan itu artinya shalat harus di rumah.
    .
    Kalau seorang laki-laki (yang merupakan suami atau ayah) selalu shalat di Masjid, maka bagaimana ia dapat menjadi pemimpin di dalam keluarganya?
    .
    Mengenai LARANGAN SAYA untuk shalat di Masjid, sudah saya jelaskan di artikel / thread ini, yaitu bahwa tidak ada Alhadis Nabi yang memerintahkan untuk shalat di Masjid, karena kalau pun memang ada perintah untuk shalat di Masjid, maka perintah itu bersifat TERITORIAL. Tolong baca dan fahami lagi artikel di atas.

    Sebetulnya, kita bsia saja berdebat soal mana yang lebih utama antara shalat jamaah di masjid atau di rumah. Tapi perdebatan soal ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Namun, tidak satu ulama pun yang melarang keduanya. Tidak ada satu ayat atau hadis pun yang mencela keduanya.

    Sekarang coba alihkan fikiran Anda kepada AZAS MANFAAT DAN EFEK, dari shalat di Masjid dan shalat di rumah: manakah yang lebih bermanfaat?
    .
    Jelaslah bahwa shalat berjamaah di rumah (BUKAN DI MESJID SEPERTI SELAMA INI) JAUH LEBIH BERMANFAAT baik secara moralitas mau pun mentalitas. ITULAH sebabnya shalat itu wajib di rumah, bukan di Masjid, kalau kita MENILIK AZAS MANFAAT DAN EFEKnya.
    .
    Coba lihat sekarang ini di mana seluruh umat ditradisikan untuk shalat di Masjid. Apa manfaatnya? Sementara kaum pria shalat di Masjid, maka di luar Masjid terjadi KESIA-SIAAN: anak-anak kecil, para wanita, para abege, para tukang bakso, para tukang rumpi, remaja laki-laki, remaja wanita, bertebaran di sepanjang jalan tidak karu-karuan …. ada yang asyik menonton tv, ada yang asyik rumpi, ada yang asyik makan bakso, ada yang asyik maen game, ada yang asyik maen bola, ada yang asyik pacaran, ada yang asyik nongkrong2, ada yang asyik bbm-an …… …. Mengapa bisa begitu? Apakah mereka tidak ada yang mengawasi di dalam hal shalat? Apakah mereka sudah shalat? Dan siapa yang MENGIMAMI MEREKA?
    .
    Sedih sekali. Ayah mereka yang seharusnya mengimami mereka, suami mereka yang seharusnya mengimami mereka, justru shalat di Masjid, dan membiarkan anak-anak, para wanita, para abege dlllll TERKATUNG-KATUNG di sepanjang jalan ….
    .
    Karena para ayah / suami shalat di Masjid, maka seluruh anggota keluarga JADI TERCERAI BERAI di jalanan kota dan kampung, dan tidak ada satu pun yang memperhatikan shalatnya mereka. Kalau sudah begini, maka hadis “SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN” tidak lagi mempunyai arti dan maknanya.
    .
    Mengapa Anda tidak melihat ke sana?
    .
    Dan coba renungkan, apa yang akan terjadi kalau setiap laki-laki (yang merupakan suami atau ayah) shalat di rumah? Bukankah artinya tidak ada lagi – –
    .
    anak-anak kecil,
    para wanita,
    para abege,
    para tukang bakso,
    para tukang rumpi,
    remaja laki-laki,
    remaja wanita, dllll
    – – yang terkatung-katung di pelataran Dunia?
    .
    Kalau seluruh laki-laki shalat (berjamaah) di rumah, maka pastilah seluruh jalan-jalan kampung jadi sepi, lengang, karena semua anak-anak, anak abege, remaja laki-laki, remaja wanita, para istri, dllll, sedang manut berdiri di belakang para imam yang adalah para lelaki saleh ini. Tidakkah Anda berfikir seperti ini?
    .
    Ingatlah, kalau ada kebajikan di Dunia ini, pastilah hal itu diajarkan oleh Islam, dan kalau ada kesia-siaan di Dunia ini, pastilah DITOLAK OLEH ISLAM.
    .
    Jadi berdasarkan asas manfaat, maka sekarang jelas bahwa shalat WAJIB HUKUMNYA untuk diselenggarakan di rumah, untuk menjadi imam atas seluruh anggota keluarga.

    Kalau semua suami harus shalat di rumah, berarti imam masjid harus orang-orang bujang dong? Ini sama sekali bertentangan dengan fakta yang ada di dunia Islam.

    Mengapa harus Anda katakan bahwa yang menjadi imam Masjid adalah para bujang? Saya tekankan di sini, bahwa para bujang merupakan manusia yang berstatus ANAK. Dan ANAK di sini, pastilah manut berdiri di belakang ayah mereka sebagai imam shalat berjamaah di rumah. Saya harap ini sudah jelas.

    Lihatlah masjid-masjid di seluruh dunia. Apakah yang berjamaah di sana hanya para musafir dan kaum bujangan? Jawabannya pasti tidak. Kalau begitu berarti praktik yang dilakukan umat Islam di masjid-masjid seluruh dunia adalah keliru? Coba Anda pikirkan sendiri. Nabi Saw bersabda, “Umatku tidak akah bersepakat dalam kesesatan.”

    Mengapa Anda harus merujuk kepada fakta KEKINIAN? Fakta kekinian memang menunjukkan bahwa Masjid dipenuhi jemaah dari berbagai lapisan umat. Namun bukan itu yang saya maksud.
    .
    Anda dan siapa pun tidak perlu mengkhawatirkan siapa yang akan MERAMAIKAN Masjid jika seluruh lelaki (mereka adalah para suami dan ayah) shalat (berjamaah) di rumah. Pun Anda tidak perlu khawatir, bahwa KALAU seluruh laki shalat di rumah, akibatnya nanti Masjid hanya akan dipenuhi para musafir. Mengapa hal itu Anda risaukan? Tidak relevan.
    .
    Yang penting adalah PEMBANGUNAN MENTALITAS DAN MORALITAS umat Muslim, yang mana pembangunan itu hanya dapat dicapai dengan MENTRADISIKAN shalat berjamaah di rumah. Saya tekankan lagi, kalau bukan karena AZAS EFEK DAN MANFAAT dari shalat berjamaah di rumah, maka pastilah Islam tidak akan mengajarkan hal yang demikian.

    Jadi, yang mau shalat berjamaah di rumah, silakan. Yang mau shalat di masjid, ya silakan. Namun memang ada sebagian ulama, berdasarkan suatu hadis, lebih mengutamakan shalat jamaah di masjid bagi orang yang tinggal di dekat masjid. Wallahu a’lam

    Kembali ke masalah AZAS EFEK DAN MANFAAT. Mengingat besarnya manfaat kalau shalat diselenggarakan di rumah, maka MUTLAK, SHALAT BERJAMAAH HARUS DISELENGGARAKAN DI RUMAH, karena kalau tetap di Masjid, maka nasib umat Muslim TETAP AKAN TERKATUNG-KATUNG DI SEPANJANG JALAN KOTA DAN DESA tanpa ada yang mengawasi shalat mereka, dan tanpa ada yang bersedia menjadi imam atas mereka. Itu menyedihkan, bukan?
    .
    Kalau Anda tetap fokus pada AZAS EFEK DAN MANFAAT, atau AZAS CAUSALITAS, pasti Anda akan sependapat dengan saya, bahwa shalat (berjamaah) haruslah di rumah, agar dengan demikian tidak ada lagi anak-anak manusia yang sia-sia terkatung-katung di jalanan kota dan desa pada jam shalat khususnya Maghrib, Isya dan shubuh. Hal sebaliknya akan terjamin, yaitu seluruh anak manusia akan manut di dalam shalat berjamaah bersama ayah / suami mereka SELAMA ayah dan suami tersebut MENJADI IMAM SHALAT DI RUMAH MASING-MASING….. wallahu a’lam.

    Terima kasih.

    1. Yg benar, adalah laki laki sholat fardhlu di masjid berjamaah lebih dulu setelah selesai baru pulang dan mengimami sholat isteri dan anak perempuan nya di rumah dan jika memiliki anak laki laki seharusnya di ajak sholat di masjid, gitu. Sholat fardhlu utk lelaki lebih utama di masjid, dan kalau sholat sunat lebih utama di rumah, sedangkan utk perempuan sholat fardhu lebih utama di rumah, namun jika perempuan hendak sholat fardhu ke masjid jangan di larang asal kan mentaati ketentuan syar i, kemudian utk perempuan sholat sunnah juga boleh di rumah

      Tanggapan ALamandang,
      ada dasarnya????

      ngarang yaaa??

      tidak baca artikel dg benar yaaa???

      1. Bodoh, dijelaskan di hadist shahih laki laki wajib berjamaah di masjid. lalu pulang ia wajib mengimami istri dan anak perempuannya. laki laki shalat dirumah doss besar bahkan ulama ada yanh berkata shalatnya tak sah. PEMAHAMAN ANDA DANGKAL !

        Alamandang,
        tunjukkan hadis nya ke sini…… bisaaaa???

        terima kasih.

    2. Belajarlah lagi bung..jangan anda salahkan berjama’ah nya dimesjid..seharusnya anak dan istri itu diajak kemesjid..bukan disuruh jema’ah dirumah…atau anda yang malas shalat jema’ah?jangan merefleksikan hadis Rasulullah SAW..seperti itu..kasihan generasi muda yang terpengaruh pola pikir Anda yang nyeleneh gitu..

      Alamandang,
      JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

      PERTAMA.
      ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
      ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
      DAN APA ARTINYA??

      KEDUA.
      ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
      ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
      DAN APA ARTINYA?

      KETIGA.
      ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
      ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
      DAN APA ARTINYA?

      KEEMPAT.
      KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

      KELIMA.
      KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

      -O0O-
      DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

      KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

      DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

      -O0O-
      BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
      ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
      PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
      DAN APA ARTINYA?

      1. maksudnya terangilah rumah dengan sholat dan mengaji adalah sholat sunah dan mengaji atau sholat yang tidak tepat waktu maka boleh dirumah

        Alamandang,
        ngarang indah yaaa??? mana hadisnyaaa???

  6. Buat apa kita berkeras bahwa salat (berjamaah) harus diselenggarakan di mesjid, KALAU HAL ITU BERAKIBAT kesia-siaan, yaitu anak-anak, wanita, remaja dllll BERHAMBURAN DI JALAN-JALAN KAMPUNG TIDAK SHALAT – MALAH ASYIK RUMPI, MAEN BOLA, MAEN GAME, PACARAN DLLL????

    ingatlah, kalau salat (berjamaah) di rumah, maka pasti EFEKNYA adalah bahwa para lelaki tsb (yang merupakan para ayah dan suami) akan memanggil dan memastikan bhw anak-anak mereka, wanita-wanita mereka, turut salat berjamaah di rumah. Dengan demikian, hidup di dunia ini menjadi indah karena tidak ada lagi anggota keluarga yang tidak salat.

    wallahu a’lam bishawab.

  7. Blog ini menyesatkan..laki2 muslim wajib hukumx shalat fardhu dimasjid tidak ada uzur baginya kecuali iaa sakit keras dan ada bahaya baru bz shalat dirumah

    Tanggapan Moderator,
    anda keliru ….. yg sesat adalah tradisi yg MEWAJIBKAN LAKI2 SALAT DI MESJID ….. KRN tidak ada hadis yg mendukung tradisi tsb ..

    lebih dari itu tampaknya anda tidak membaca dan memahami artikel ini.

    terima kasih.

    1. Kita sebagai umatnya Muhammad sebaiknya mengamalkan ibadah sesuai tuntunan beliau karena tidak ada manusia dibumi yang lebih sempurna iman dan ibadahnya selain beliau, dan tidak ada manusia dibumi yang mendapat ridho-Nya dan dijamin masuk suga selain beliau. Karena itu akan lebih baik jika dalam beribadah, kita tidak lebih pintar dari beliau.

      Sesuai tuntunan nabi, laki-laki shalat dirumah, menjadi imam shalat bagi keluarganya. Tapi hanya untuk shalat sunnat. Kenapa? karena banyak riwayat shahi yang menyebutkan aktivitas nabi shalat sunnah dirumahnya.

      Sebaliknya untuk shalat fardhu, banyak riwayat shahih yang menjelaskan bahwa nabi selalu shalat fardhu dimesjid. Tidak pernah ada riwayat yang menjelaskan bahwa nabi shalat fardhu dirumah. Jika nabi shalat fardhu dimesjid dan shalat sunnah dirumah, kenapa tidak kita ikuti amalan beliau?

      Khusu shalat sunnah, dalam riwayat yang shahih, nabi menganjurkan kita untuk bangun sepertiga malam terakhir untuk shalat malam, dan tidak berhenti sampai disitu; kita dianjurkan membangunkan istri kita dan memercikkan air kewajah istri jika mereka enggan bangun untuk berjamaah shalat tahhajud.

      Dalam riwayat yang shahih lainnya, setelah mengimami jamaah dimesjid ketika maghrib dan Isya, nabi tidak mengerjakan shalat rawatib dimesjid, akan tetapi beliau langsung pulang kerumah aisyah dan mengerjakan shalat rawatib dirumah.

      Sebagian ulama sepakat akan faedah dan keutaman shalat fardhu dimesjid, diantaranya:

      Faedah shalat fardhu dimesjid:
      =======================
      1. Mengikuti tuntunan nabi.
      2. Menghidupkan mesjid, karena mesjid bukan hanya simbol/tanda islami disebuah lingkungan saja.
      3. Memperkuat jamaah/persaudaraan kaum muslimin.
      4. Mempererat tali silaturahmi diantara lingkungan tempat tinggal.

      Faedah shalat rawatib dirumah:
      ========================
      1. Menghindari riya’, menyembunyikan amalan shalat.
      2. Mengimami keluarga dan memberi contoh pada anggota keluarga.
      3. Tidak hanya mesjid, rumah pun harus dishalati selain harus sering dibacakan ayat Al-Qur’an.

      KESIMPULAN
      ==========
      Muslimin dianjurkan/lebih utama melakukan shalat fardhu dimesjid, sementara untuk shalat sunnah bisa dilakukan dirumah, sendiri atau berjamaah.

      Silahkan, barangkali ada tanggapan dari akhi sekalian.

      Tanggapan,
      tidak demikian adanya.

      kalau berjamaah salat sunnah di rumah, maka di mana letak urgensi nya??

      apakah jamak utk salat dhuha atau salat tahajud atau salat rawatib berjamaah di rumah??? umumnya salat sunnah itu sendirian, tidak berjamaah (selain tarawih dan salat ied tentunya).

      mengapa muhsaw sll salat fardu di mesjid?? jawabannya hanya satu, yaitu spt yg sudah saya utarakan berkali2 sebelumnya, yaitu adanya sabda nabi muhsaw:

      AKU MEMENTINGKAN PERJALANAN KETIGA TEMPAT INI — YAITU MASJID HARAM, MESJID NABI, DAN MESJID AQSA …

      jadi selain menuju ketiga tempat / mesjid itu, perjalanan adl tidak penting.

      sudah saya uraikan di artikel ini, bhw kalau muhsaw pernah tinggal / berdomisili di beijing misalnya, pastilah muhsaw akan selalu salat di rumah, karena di beijing tidak ada ketiga mesjid dimaksud.

      jadi jangan di-confuse. nabi muhsaw sll salat di mesjid BUKAN KARENA KEAFDHALAN salat di mesijd, MELAINKAN karena mesjid ybs MERUPAKAN MESJID HARAM yaitu mesjid haram, mesjid nabawi, dan mesjid aqsa.

      jadi tidak ada alasan utk salat di mesjid, salatlah di rumah, utk mjd imam atas seluruh keluarga, karena itulah sabda, titah dan ajaran nabi muhammad saw.

      terima kasih, harap difahami dg baik.

      1. ah, anda kurang teliti meneliti komentar daya. seperti saya sebutkan ada beberapa hadits yang menyebutkan nabi Muhammad membangunkan aisyah untuk sholat tahajjud berjamaah🙂

        mungkin hadits yang ini belum sampai kepada pengetahuan anda.

        Jawaban anda kenapa Muhammad sholat fardhu dimesjid karena “perjalanan ke tiga mesjid” saja.

        Ah, mungkin hadits berikut belum sampai kepada keilmuan anda: Dimana nabi berniat menyuruh orang menyalakan kayu bakar untuk membakar rumah org yang enggan untuk berangkat sholat berjamaah.

        Tapi sepertinya anda orang yang paham hadits2 diatas. anda hanya memanfaatkan logika anda saja untuk menolak hadits2 yang sebenarnya anda sudah tahu.

        Dengan kata lain, anda menutup mata dan telinga anda akan kebenaran hadits2 tsb.

        Untuk apa anda berbuat demikian? saya yakin untuk kepuasan logika anda tentang sholat berjamaah dimesjid.

        dan kini anda tidak puas jika belum mempengaruhi orang lain kan?

        Kalau demikian saya mahfum, silahkan lanjutkan🙂

        Tanggapan,

        yah, anda kurang teliti meneliti komentar saya. seperti saya sebutkan ada beberapa hadits yang menyebutkan nabi Muhammad membangunkan aisyah untuk sholat tahajjud berjamaah🙂
        .
        mungkin hadits yang ini belum sampai kepada pengetahuan anda.

        saya katakan TIDAK JAMAK. Apakah Anda tidak faham apakah itu TIDAK JAMAK?
        .
        Memang benar bahwa muhsaw pernah shalat tahajjud berjamaah, namun apakah itu jamak? Dan ini tidak ada hubungan dengan kewajiban shalat di rumah.

        Jawaban anda kenapa Muhammad sholat fardhu di mesjid karena “perjalanan ke tiga mesjid” saja.
        .
        Ah, mungkin hadits berikut belum sampai kepada keilmuan anda: Dimana nabi berniat menyuruh orang menyalakan kayu bakar untuk membakar rumah org yang enggan untuk berangkat sholat berjamaah.

        Emang! Perjalanan ke tiga Masjid tersebut adalah penting. Artinya jalan atau berangkat ke Masjid di luar itu, TIDAK PENTING. Yang penting adalah shalat di rumah untuk menjadi imam shalat atas seluruh keluarganya.
        .
        Penjelasannya, kalau KITA MAMPU berjalan ke TIGA MESJID HARAM, maka wajib untuk shalat di ke TIGA MESJID HARAM tersebut.
        .
        Namun kalau KITA TIDAK MAMPU berjalan ke TIGA MESJID HARAM tersebut, maka KITA TIDAK WAJIB UNTUK MENCARI MESJID LAINNYA, melainkan cukup shalat di rumah untuk menjadi imam atas seluruh keluarga.
        .
        Anda tulis: [[ — JAWABAN ANDA KENAPA MUHAMMAD SHOLAT FARDHU DI MESJID KARENA “PERJALANAN KE TIGA MESJID” SAJA — ]]. Memang kenapa? Anda keberatan karena itu merupakan jawaban saya? Memang Anda mau-nya saya bagaimana?
        .
        Alhadis membakar rumah itu pun udhe saya baca, berkali-kali. Namun bukankah juga berkali-kali juga saya jabarkan, bahwa IMPLEMENTASI DARI ALHADIST TERSEBUT hanya untuk di TIGA KOTA yaitu Mekah, Madinah dan Yerusalem?

        Tapi sepertinya anda orang yang paham hadits2 di atas. anda hanya memanfaatkan logika anda saja untuk menolak hadits2 yang sebenarnya anda sudah tahu.

        Yap, saya faham Alhadis-Alhadis tersebut, Alhamdulillah (semoga Allah menambah pemahaman saya, amin!).
        .
        Dan yap, saya HANYA MEMANFAATKAN LOGIKA SAYA SAJA, dan logika manusia satu dengan manusia lain pasti sama, dan benar. Tidak ada logika yang salah. Dan tidak mungkin logika manusia satu berbeda dengan logika manusia lainnya. 1 + 1 = 2 adalah logika semua orang.
        .
        Saya tidak menolak Alhadis mana pun. Tolong tunjukkan di sini, bahwa saya telah menolak Alhadis-Alhadis. Kalau Anda tidak tunjukkan itu kepada saya, Anda terkutuk karena telah fitnah saya.

        Dengan kata lain, anda menutup mata dan telinga anda akan kebenaran hadits2 tsb.

        Tutup mata terhadap kebenaran Alhadis yang mana? Bisakah Anda tunjukkan? Anda yang tidak mengerti, atau saya yang menolak beberapa Alhadis? Anda tidak sedang asal tuduh dan fitnah, kan?
        .
        Atau Anda yang tutup mata di sini? Bukankah jelas Alhadis Muhammad Saw, bahwa:
        .
        1 – muhsaw bersabda bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin, dan itu artinya tugas perdana-nya sebagai pemimpin adalah menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya. Kalau laki-laki shalat di Masjid, kapan laki-laki Muslim itu menjadi pemimpin atas keluarganya? Anda tidak faham juga?
        .
        2 – Muhsaw bersabda, AKU MEMENTINGKAN PERJALANAN KETIGA MESJID INI …dst. Alhadis tersebut artinya apa? Bukankah itu artinya berangkat ke SELAIN KETIGA MESJID INI adalah tidak penting, dan lebih baik shalat di rumah saja untuk menjadi imam atas seluruh keluarga untuk point (1)?
        .
        3 – muhsaw telah bersabda TERANGILAH RUMAH KALIAN DENGAN SHALAT DAN MENGAJI. Lantas kalau seluruh laki-laki shalat di Masjid, bagaimana dengan Alhadis ini, bahwa seluruh laki-laki harus shalat di rumah untuk mencahayai rumah tersebut? Atau Anda yang tutup mata terhadap Alhadis tersebut?
        .
        Sekali lagi, saya yang tutup mata, atau Anda yang tutup mata sambil merasa sok-tauk?

        Untuk apa anda berbuat demikian? saya yakin untuk kepuasan logika anda tentang sholat berjamaah di mesjid.

        Saya lakukan ini untuk kebenaran, untuk keridhaan Allah Swt, dan untuk mengamalkan ajaran mulia dari baginda Muhammad Saw, untuk kebaikan umat, untuk tarbiyah umat, untuk kemaslahatan anak-anak di rumah supaya mereka ada yang mengimami shalat mereka, supaya shalat mereka ada yang mengontrol, yaitu ayah-ayah mereka, supaya anak-anak di rumah tidak keluyuran di saat Maghrib, Isya dsb melainkan sedang shalat berjamaah di rumah yang diimamkan oleh ayah mereka. Itu sudah tepat, bukan?
        .
        Bukan untuk kepuasan logika saya, melainkan untuk kepuasan logika semua orang, seluruh Muslim: bahwa itulah yang benar, itulah yang maslahat. Dan itulah pesan Muhammad Saw.

        dan kini anda tidak puas jika belum mempengaruhi orang lain kan?
        .
        Kalau demikian saya mahfum, silahkan lanjutkan🙂

        Apakah Anda mau-nya saya terus dipengaruhi oleh tradisi yang tidak maslahat dan tidak nabawi? Bagaimana dengan Anda ini? Memang apa dasarnya laki-laki harus selalu shalat di Masjid dengan tidak menjadi imam atas keluarganya? Bukankah laki-laki diciptakan untuk menjadi imam atas keluarganya?
        .
        Tidak ada satu pun Alhadis yang menyatakan bahwa seluruh laki-laki harus shalat di Masjid, harus berapa kali saya katakan itu? Ribuan? Jutaan?
        .
        Anda kalau ga ngerti apa-apa, diam saja. Itu lebih baik!

      2. Wah ceroboh kamu dalam mentafsirkan hadist.satuhal lg baru kali ini ada blog yg nyebut Rasulullah dengan “muhsaw”.salam dan salawat kepada junjungan nabi kita Muhammad SAW..jgn ceroboh dong mass…

        Tanggapan Alamandang,
        Bukannya Sdr. Yang ceroboh? Kok nyasar yaaaa?

      3. وَأَعُوذُ بِكَ أَن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيطَانُ عِندَ المَوتِ

        walaupun ana telat baca blog ini tapi harap yang punya blog tetap menanggapinya.,.,
        “IMAM bagi keluargamu” makna dari imam tidak sesempit yang anda utarakan diartikel ini.sebaliknya imam berarti juga kepala.pimpinan dalam keluarga,karna anak dan istrinya menjadi penghalang seorang muslim masuk surga kelak jika dia tidak membimbingnya dengan baik,maka dari itu luangkan waktu untuk bersama anak,mengajarkannya sholat setelah dia lancar maka ajaklah dia ke mesjid untuk sholat berjamaah.sedangkan untuk membimbing istri hendaklah sebelum tidur,itulah cara terbaik menurut kesepakatan ulama.
        boleh juga berjamaah saat sholat tahajut atau dhuha seperti yang disepakati para ulama

        jika anda tetap memaksakan kehendak anda.itu sama saja mengikuti hawa napsu anda.imam yang empat dalam kitab2nya sama mewajibkan sholat fardu dimasjid,merekalah yang terbaik dizamannya.zaman tabi’in dan zaman tabi’un tabi’in.,.,maka pendapat siapakah yang anda ikuti?
        apakah ada mazhab imam bru yang mewajibkan mulim sholat dirumah,.setau saya tidak ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang masalah kewajiban sholat di masjid bagi laki2.

        “umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan” bagaimana anda menjelaskan hadist ini?
        bukakankah para ulama sudah bersepakat,lantas kesepakatan siapa yang anda ikuti,

        ada sebuah riwayat ketika Ali bin abi thalib ra. hendak dibunuh oleh ibnu muljam,ketika itu beliau sementara membangunkan orang untuk sholat subuh berjamaah maka mereka bangun dan mengikuti Ali ra. untuk ke masjid,di tengah perjalan beliau ditikam dengan pedang yang beracun oleh ibnu muljam.,.,kurang lebih seperti itulah riwayatnya.,.,
        sekarang apakah anda tau dimana beliau waktu itu? beliau berada di irak.,.,seperti yang anda sampaikan di artikel ini bahwa masjid yang utama itu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem),.sekarang pertanyaanya apakah ke tiga masjid itu ada di irak? lantas kenapa Ali bin abi thalib ra. membangunkan manusia untuk sholat subuh berjamaah dimasjid?

        harap anda lebih banyak membaca riwayat2 sahabat lainnya agar anda tidak membuat artikel serupa diatas dikarenakan hanya mengikuti hawa nafsu anda,.,

        banyak cara mendidik anak untuk taat beribadah,banyak buku2 atau kitab2 para ulama yang memuat tentang cara cara mendidik mereka

        Tanggapan
        “IMAM bagi keluargamu” makna dari imam tidak sesempit yang anda utarakan diartikel ini.sebaliknya imam berarti juga kepala.pimpinan dalam keluarga,karna anak dan istrinya menjadi penghalang seorang muslim masuk surga kelak jika dia tidak membimbingnya dengan baik,maka dari itu luangkan waktu untuk bersama anak,mengajarkannya sholat setelah dia lancar maka ajaklah dia ke mesjid untuk sholat berjamaah.sedangkan untuk membimbing istri hendaklah sebelum tidur,itulah cara terbaik menurut kesepakatan ulama.
        .
        boleh juga berjamaah saat sholat tahajut atau dhuha seperti yang disepakati para ulama

        .
        Alamandang,
        Tunjukkan dasar alhadisnya utk menguatkan pandangan sdr. Bisa? Bagaimana sdr bisa meyakinkan, bhw tugas seorang laki2 adl imam utk keluarganya, NAMUN KEIMAMAN ITU T IDAK TERMASUK MENJADI IMAM SHALAT ATAS ANAK DAN KELUARGANYA????
        .
        Oleh karena itu, sdr tunjukkan saja dasar alhadisnya utk menguatkan pendapat sdr itu, spy tidak menyesatakan. Faham?

        .
        jika anda tetap memaksakan kehendak anda. itu sama saja mengikuti hawa napsu anda.imam yang empat dalam kitab2nya sama mewajibkan sholat fardu dimasjid, merekalah yang terbaik dizamannya. zaman tabi’in dan zaman tabi’un tabi’in.,.,maka pendapat siapakah yang anda ikuti?
        .
        apakah ada mazhab imam bru yang mewajibkan mulim sholat dirumah,.setau saya tidak ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang masalah kewajiban sholat di masjid bagi laki2.

        .
        Alamandang,
        Saya dan kita semua tidak berhak UTK IKUT PERKATAAN SELAIN DARI PERKATAAN / ALHADIS NABI MUHAMMAD SAW., INGAT, PARA ULAMA, TERMASUK PADA IMAM MAHZAB, ADL MANUSIA BIASA JUGA, YANG BISA SALAH. JANGAN MENGKULTUSKAN PARA ULAMA MAZHAB KE ATAS DERAJAT PARA NABI YANG TIDAK PERNAHJ SALAH.
        .
        BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
        ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA
        .
        Yang kita ikuti di sini adl alhadis nabi, bukan yg lain. Faham??

        .
        “umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan” bagaimana anda menjelaskan hadist ini?
        bukakankah para ulama sudah bersepakat,lantas kesepakatan siapa yang anda ikuti,

        .
        Alamandang,
        Kesepakatan para ulama??? Apakah ulama yang memasukkan kita ke surga???
        .
        jelas Sudah ada alhadisnya, bhw setiap kamu (laki2 / suami / ayah) adl imam atas keluarga. Mengapa sdr juga menoleh kanan kiri??? Kalau nabi saw sudah berkata bhw setiap kamu adl imam atas anak dan kelaurganya, maka apakah itu artinya setiap laki2 masih harus shalat di mesjid, meninggalkan anak dan keluarganya di rumah????

        .
        ada sebuah riwayat ketika Ali bin abi thalib ra. hendak dibunuh oleh ibnu muljam,ketika itu beliau sementara membangunkan orang untuk sholat subuh berjamaah maka mereka bangun dan mengikuti Ali ra. untuk ke masjid,di tengah perjalan beliau ditikam dengan pedang yang beracun oleh ibnu muljam.,.,kurang lebih seperti itulah riwayatnya.,.,
        .
        sekarang apakah anda tau dimana beliau waktu itu? beliau berada di irak.,.,seperti yang anda sampaikan di artikel ini bahwa masjid yang utama itu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem),. sekarang pertanyaanya apakah ke tiga masjid itu ada di irak? lantas kenapa Ali bin abi thalib ra. membangunkan manusia untuk sholat subuh berjamaah dimasjid?

        .
        Alamandang,
        Lha itu kan Ali ra. Beliau bukan nabi, bukan? Apakah apa yang dilakukan selain nabi dapat dijadikan hujjah di sini??? Apa jawab sdr???

        .
        harap anda lebih banyak membaca riwayat2 sahabat lainnya agar anda tidak membuat artikel serupa diatas dikarenakan hanya mengikuti hawa nafsu anda,.,
        .
        banyak cara mendidik anak untuk taat beribadah,banyak buku2 atau kitab2 para ulama yang memuat tentang cara cara mendidik mereka

        .
        Alamandang,
        Bukannya sdr yg mengikuti hawa nafsu sesat? Kalau saya di sini mengikuti hawa nafsu, lantas apa buktinya??? Sudah ribuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnn kaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii saya katakana bhw nabi saw telah bersabda bhw setiap kamu adl imam atas anak dan keluarganya. Itu apa artinya???
        .
        Sudah ribuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnn kaaaaaaliiiiiiiiiiii saya katakana alhadis nabi bhw terangilah rumah kalian dg shalat dan mengaji …….. itu apa artinya??????
        .
        Tolong jangan orak mudhenk lagi!!!!!!!!!!!

    1. kalo di tempat terpencil ada masjid & disitu tidak ada orang dagang,musafir dll . .
      APAKAH masjid itu akan sering kosong setiap harinya karena semuanya sholat dirumah . .
      aq jadi curiga sbenarnya kamu ini mulim apa bukan . .

      Moderator:

      saya balik:
      kalo seandainya semua laki2 salat di mesjid, apakah artinya wanita dan anak2 DIBIARKAN SALAT SENDIRI???

      dan apakah ini artinya SETIAP LAKI2 BUKANLAH IMAM, SPT YG DIGARISKAN DLM HADIS???

  8. jangan membuat onar di agama islam loe . .
    dasar YAHUDI . .
    AGAMAMU agamamu & AGAMAKU agamaku . .

    Moderator:

    sepertinya anda tidak bisa membaca dan memahami kandungan artikel ini.

    di mana bagian artikel ini yg salah??? bisakah anda tunjukkan kepada saya, spy dapat saya perbaiki???

    1. seorang bapak menjadi imam bagi keluarga….jangan di terjemahkan menjadi imam shalat di rumah….tetapi seorang bapak menjadi pemimpin bagi keluarganya…dia mengajari anak dan isterinya tentang agama,sementara ketika dia shalat berjamaah…ajaklah anak dan isterinya ke masjid,sabda Rasulullah..”terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Alqur’an” tapi maksudnya adalah untuk shalat shalat sunnah….sementara untuk shalat wajib lebih utama dan lebih afdhal di masjid

      Tanggapan,
      pendapat sdr tidak berdasar.

      justru, bagaimana seorang bapak dapat mjd pemimpin atas keluarganya, kalau sang bapak terus salat di mesjid???

      dg salat di rumah dan menjadi imam salat atas seluruh anggota keluarganya, maka tugasnya sbg pemimpin atas keluarganya sudah terpenuhi dg baik.

      lagian, sdr sendiri yg mengajukan alhadis, bhw “terangilah rumahmu DENGAN SHALAT dan membaca Alqur’an”, semakin menguatkan hujjah dan argumen kita semua bhw umat muslim haruslah salat di rumah, bukan di mesjid. harus diingat lagi, bhw TIDAK ADA KEWAJIBAN utk salat di mesjid (baik salat fardhu maupun salat sunnah), SEJAK TERDAPAT alhadis bhw nabi muhammad HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA MESJID.

      jadi (mengadakan perjalanan) ke mesjid selainnya hukumnya TIDAK PENTING.

      kesimpulan,

      yg lbh afdhal adl para bapak / suami harus salat di rumah dan mjd imam salat berjamaah atas seluruh anggota keluarganya.

      semoga difahami lebih baoik, dan terima kasih.

      1. Ada hadist yg mengatakan…seorang pria boleh bersedekah kpd keluarganya utk mengimami solat setelah ia melakukan solat fardhunya dimasjid”
        Kedua:didlm hadist dikatakan:datanglah seorang perempuan menghadap rasulullah,ia mengatakan bahwa ia mewakili para wanita dan istri dan berkata sungguh rasulullah kedudukan pria itu sangatlah byk keutamaan mendapatkan pahala namun bagi kami byk pengecualiannya pria solat di masjid berjamaah sungguh besar pahalanya sdg kami dirumah”rasulullsh berkata sungguh bila aku terangkan kepada para susmi maka akan irilah para suami.sesungguhnya para istri akan mendapatkan pahala yg sama dengan para suami ketika suami beribadah

        Ada hadist yg mengatakan… seorang pria boleh bersedekah kpd keluarganya utk mengimami solat setelah ia melakukan solat fardhunya di masjid”.
        Kedua: didlm hadist dikatakan: datanglah seorang perempuan menghadap rasulullah, ia mengatakan bahwa ia mewakili para wanita dan istri dan berkata sungguh rasulullah kedudukan pria itu sangatlah byk keutamaan mendapatkan pahala namun bagi kami byk pengecualiannya pria solat di masjid berjamaah sungguh besar pahalanya sdg kami dirumah” rasulullsh berkata sungguh bila aku terangkan kepada para susmi maka akan irilah para suami.sesungguhnya para istri akan mendapatkan pahala yg sama dengan para suami ketika suami beribadah.
        Tanggapan Alamandang,

        Ada hadist yg mengatakan… seorang pria boleh bersedekah kpd keluarganya utk mengimami solat setelah ia melakukan solat fardhunya di masjid”.

        Ya tentu saja, karena Alhadis tersebut hanya berlaku untuk umat yang tinggal dekat dengan Masjid Haram, atau Masjid Nabawi, atau Masjid aqsa. Faham?

        Kedua: didlm hadist dikatakan: datanglah seorang perempuan menghadap rasulullah, ia mengatakan bahwa ia mewakili para wanita dan istri dan berkata sungguh rasulullah kedudukan pria itu sangatlah byk keutamaan mendapatkan pahala namun bagi kami byk pengecualiannya pria solat di masjid berjamaah sungguh besar pahalanya sdg kami dirumah” rasulullsh berkata sungguh bila aku terangkan kepada para susmi maka akan irilah para suami.sesungguhnya para istri akan mendapatkan pahala yg sama dengan para suami ketika suami beribadah.

        Alamandang,
        Ya tentu saja, karena Alhadis tersebut hanya berlaku untuk umat yang tinggal dekat dengan Masjid Haram, atau Masjid Nabawi, atau Masjid aqsa. Faham?

  9. assalamu alaikum..
    Ilmu sy mengenai islam masih begitu dangkal, tp sekedar saling sharing nih yaa..
    ayah sy jg seorang muslim, sholatnya juga alhmdulillah biasa dimasjid, malahan dia mengajak agar adik-adik laki laki sy untuk ikut barengan sholat di masjid.
    Ibu sy yg mengontrol anak perempuannya agar jamaah dirumah.
    jadi tidak ada anak yang terbengkalai karna mereka sudah tau porsinya masing masing.
    Syukron. Wassalam.

    Tanggapan.
    Saya sudah mengerti maksud anda.

    mari kita lihat.

    ayah anda itu, kapan akan menjadi imam atas anak-anaknya, kalau ayah anda itu selalu shalat di mesjid??

    dan juga istri dari ayah anda, siapa yg menjadi imam atas nya, kalau suaminya selalu salat di mesjid??

    kalau sang ayah terus salat di rumah, maka pasti dia akan menjadi imam atas anak-anaknya. dan anak-anak pun jadi mempunyai imam di rumah, yang memang demikian seharusnya. begitu juga dengan sang istri, sudah ada imam nya di rumah, karena memang demikian seharusnya.

    harap anda cermati dg baik. terima kasih.

  10. Begini saja…., lebih percaya kepada pembuat artikel ini, atau sepakat jumhur ulama ? kalau kita terjebak dalam pemikiran yang satu ini , itu artinya kita mundur lagi….., dulu juga ya ada pemikiran seperti yang satu ini, makanya ada ijtima para ulama, dan hasilnya sudah kita ketahui bersama…..untuk shalat yang hukumnya wajib dilakukan berjamaah di masjid,…

    Tanggapan,

    Ulama, maupun Ijtima Ulama, adalah manusia biasa…..

    intinya, kalo semua laki2 atau para suami / ayah salat di mesjid, maka bagaimana mereka dapat menjadi imam atas anak2nya???

    bukankah tugas utk mjd imam atas anak2nya merupakan fardhu aliaas wajib??

    ingat, muhammad saw sendiri TIDAK PERNAH PANTANG UTK SALAT DI RUMAH, lantas mengapa kita seolah PANTANG salat di rumah???

    terima kasih.

    1. Tak ada gunanya beradu argumentasi untuk hal ini……..ikut saja cara Rasulullah dan para sahabat Rasulullah

      Tanggapan,

      justu cara rasulullah saw dan para sahabatnya adl, SALAT DI RUMAH, karana itu juga merupakan amanat dari alhadisnya….

      ingat, muhammad saaw sendiri tidak pernah pantang salat di rumah. maka dari itu, kita pun juga harus salat di rumah.

      terima kasih.

      1. Dulu saya shalat suka di rumah, sekarang alhamdulillah tidak pernah shalat 5 waktu di rumah kecuali untuk shalat2 sunat, tapi saya tetap jadi imam ( pemimpin ) anak dan istri, mengajarkan mereka sholat, baca qur’an dll. Kalau shalat 5 waktu harus di rumah, bagaimana muamalah saya ? khan wajib cari nafkah ( kecuali untuk orang yg cari nafkahnya memang tak pernah keluar rumah, atau memang tidak punya pekerjaan alias nganggur, ada terus di rumah )

        Tanggapan,

        yg benar adl, anda jangan pantang utk salat di rumah, karena muhammad saw sendiri tidak pernah pantang salat di rumah.

        salat di rumah, tidak mengganggu muamalah spt mencari nafkah. khususnya salat di rumah utk salat malam spt magrib isya dan subuh. kalo hari libur kerja yg suami tetap di rumah, maka itulah saatnya suami salat di rumah dan mjd imam atas anak dan keluarganya.

        mengajarkan bacaa alquran itu baik, tapi di sini intinya hrs mjd imam salat atas anak dan keluarga. karena itulah amanat muhammad saw.

        terima kasih.

  11. DALIL HADITS

    Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan dengan kayu bakar lalu dibakar, kemudian aku memerintahkan agar adzan dikumandangkan. Lalu aku juga memerintah seorang untuk mengimami manusia, lalu aku berangkat kepada kaum laki-laki (yang tidak shalat) dan membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari 644 dan Muslim 651)

    Imam Bukhari membuat bab hadits ini “Bab Wajibnya Shalat Berjamaah”. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa shalat berjamaah fardhu ain, sebab jika hukumnya sunnah maka tidak mungkin Rasulullah mengancam orang yang meninggalkannya dengan acaman bakar seperti itu.” (Fathul Bari 2/125).

    Ibnu Mudzir [3] juga mengatakan serupa, “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang sangat jelas tentang wajibnya shalat berjamaah, sebab tidak mungkin Rasulullah mengancam seorang yang meninggalkan suatu perkara sunnah yang bukan wajib.” (Dinukil Ibnu Qoyyim dalam kitan Sholah hal. 136).

    Ibnu Daqiq Al-I’ed berkata, “Para ulama yang berpendapat fardhu ain berdalil dengan hadits ini, sebabb jika hukumnya fardhu kifayah tentunya telah gugur dengan perbuatan Rasulullah dan para sahabat yang bersamanya. Dan seandainya hukunya sunnah tentu pelanggarnya tidak dibunuh. Maka jelaslah bahwa hukunya adalah fardhu ain. (ikamul Ahkam I/164)

    Dari Abu Hurairah berkata, “Ada seorang buta [4] datang kepada Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, tidak ada seorang yang menuntunkuke masjid, adakah keringanan bagiku?” Jawab Nabi, “Ya.” Ketika orang itu berpaling, Rasulullah bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Jawab orang itu, “Ya.” Kata Nabi selanjutnya, “kalau begitu penuhilah.” (HR . Muslim 653)

    Ibnu Qudamahberkata dalam Al-Mughni2/130, “Kalau nabi saja tidak memberi keringanankepada orang buta yang tidak ada penuntun baginya[5] maka selainya tentu lebih utama.”

    Al-Khoththobi berkata dalam Ma’alim Sunnah I/160-161, “Dalam hadits ini tekandung dalil bahwa menghadiri shalat berjamaah adalah wajib. Seandainya hukumnya sunnah niscaya orang yang paling berhak mendapatkan udzur adalah kaum lemah seperi Ibnu Ummi Maktum.”

    Di hari Hisab nanti amalan yang pertamakali ditanya oleh malaikat yaitu “SHALAT” setelah itu baru amalan yang lainnya, maka dari itu kita sangat diharuskan untuk mengerjakan rukun islam yang ke2 ini. Tapi dengan catatan shalatnya harus berjamaah dimasjid, karena Rasulullah SAW bersabda : “Shalat dengan berjamaah dimasjid itu lebih utama dari pada shalat sendiri”. (HR. Bukhari-Muslim). Dimana syariat islam memberikan penghargaan yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan shalat berjamaah lima waktu yaitu 25 atau 27 derajat dibanding shalat dirumah sendirian, Rasulullah SAW bersabda : “Shalat berjamaah lebih unggul dua puluh tujuh derajat dibandingkan dengan shalat sendirian.” (HR. Bukhari-Muslim)

    Tanggapan,
    tanpa bosan-bosannya kembali ingin saya jelaskan.

    pertama, kalau suami / ayah selalu salat di mesjid, maka bagaimana dg tugasnya sbg imam atas keluarga yaitu anak-anak, istri, keponakan, cucu dan menantu? bukankah alhadis menjelaskan bahwa setiap laki2 adalah imam atas ahlul baitnya??

    kalau seorang suami / ayah selalu salat di mesjid, TIDAK MUNGKIN ia dapat menjalankan tugasnya sbg imam atas ahlul bayt nya. itukah yg anda maksudkan di sini? maaf, itu adalah salah.

    kalau seorang suami / ayah selalu salat di mesjid, praktis ia TIDAK DAPAT MJD IMAM atas ahlul baytnya. apakah anda-anda semua mempunyai penjelasannya????

    sekarang begini saja, tolong sebutkan alhadis yg menyatakan bhw seorang suami / ayah BUKAN IMAM atas ahlul baytnya; daripada saya capek menanggapi komen yg mandeg-mandeg saja setiap ada posting masuk. pada tidak baca artikel ini dg baik yaaa??? pada tidak baca tanggapan2 saya sebelumnya yaa??? bukankah sudah selalu saya tegaskan bhw tugas seorang suami / ayah adl menjadi imam atas keluarganya????? lantas mengapa masih ada postingan yg spt ini????

    kedua.
    pun sudah saya jelaskan di artikel ini, bahwa alhadis yg mengindikasikan keutamaan salat di mesjid, hanya berlaku utk kota mekah, madinah dan yerusalem, ini alhadisnya:

    Aku (muhammad saw) mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu mesjid haram, mesjid nabawi, dan mesjid aqsa

    artinya, perjalanan ke SELAIN TIGA TEMPAT TSB tidaklah penting. jadinya, perjalanan ke mesjid di tempat tinggal masing-masing, tidaklah penting, karena yg penting adl MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA – KARENA MEMANG ADA ALHADISNYA…..

    masih lupa juga yaaa???

    ketiga,
    pun juga sudah saya tegaskan, bahwa muhammad saw dkk TIDAK PERNAH PANTANGKAN untk salat di rumah masing2. kemudian, mengapa saudara-saudara tetap saja mandeg dengan berfikiran bhw umat muslim harus PANTANG SALAT DI RUMAH (DEMI UTK SALAT DI MESJID)????

    Dari kemaren kok tanggapannya spt ini???? kalo ga baca artikel saya dg baik, lebih baik tidak usah memberi tanggapan. itu akan sangat saya hargai.
    terima kasih.

    1. Setuju ga kalo artikel ini kyk musuh dalamselimut pura2 muslim tp kata2nya bukan muslim.hadist ada itu doang dan mentafsirkannya salah lagi.udah gitu kok tega Rasulullah disingkat muhsaw.akhlaknya juga kurang…trus ngeyel lg…

      Tanggapan Alamandang,
      Di mana letak ngeyelnya? Bukankah sudah jelas adanya Alhadis Rasulullah, bahwa setiap laki-laki adalah Imam atas anak dan keluarganya? Dan bukankah ada Alhadis lain, bahwa Muhammad Saw hanya mengutamakan untuk pergi ke tiga Masjid suci? Yang mana itu berarti selain ketiga Masjid tersebut maka tidak penting untuk dikunjungi?
      .
      Siapa yang ngeyel di sini? Maling kok teriak maling?

    2. Sholat di masjid lebih utama itu sdh jelas. Nabi muhammad SAW itu adalah seorang Rasull utusan Allah SWT, setiap hadists yg disampaikannya, pandangannya sdh jauh ke depan dan bukan buat 3 masjid yg ada saja. Dan lihatlah sekarang Islam ada dimana2, kata Rasulullah Islam itu masuk ke rumah2 yg ada siang dan malamnya. Kira2 begitulah Akhi.

    3. – – – DELETED BY MOD – – –

      Alamandang,
      spt yg saya janjikan terdahulu, segala posting yg tidak menjhawab pertanyaan saya, akan saya delete.

      kalo tidak puas dg debat di sini, silahkan mencari portal lain yg sesuai dg kehendak dan fikirannya.

      terima kasih.D

      1. Yg nulis artikel ini adalah iblis -hati hati, dia berusaha menjauhkan kita dari mesjid. dia bilang ulama adalah manusia biasa… trus apakah kamu iblis yg luar biasa hingga menafsirkan hadis seenak jidatnya. kamu pasti bukan muslim dan mungkin juga liberal laknatullah.

        Alamandang,

        mana kalimat saya yg berusaha ingin menjauhkan kita dari mesjid??? lantas alhadis bhw SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU mau dikemanakan??

        kamu yg iblis, ato saya yg iblis??? kamu berani melawan hadis??
        kalo tidak bisa menjawab artikel ini, maka sebaiknya sdr diem saja …..

  12. saudaraku mudah”an ALLAH memberikan hidayah kpd kita semua.
    suatu hadits harus di pahami dg seksama.,kalo blm paham tanyakan kpd ahlinya yaitu ulama,ustadz atau kyai,.yg dalam ilmunya.,.krn hadits “setiap kalian adalah pemimpin…Maka pemimpin di sini artinya bukan imam sholat di rumah tp pemimpin atas suatu permasalahan rumah tangga…dari judul aja udh salah kaprah ..harusnya “MARI SHOLAT SUNNAH DI RUMAH DAN SHOLAT 5 WAKTU DI MASJID”

    Tanggapan,
    pendapat anda tidak berdasar. pun tidak ada dasar alhadisnya.

    pemimpin atas keluarga, merupakan sinyal bhw seorang suami / ayah harus menjadi imam atas shalat berjamaah untuk keluargannya.

    untuk ungkapan sdr, bhw “MARI SHOLAT SUNNAH DI RUMAH DAN SHOLAT 5 WAKTU DI MASJID” …, jelas tidak ada dasarnya.

    harus diingat lagi, bhw TIDAK ADA KEWAJIBAN utk salat di mesjid (baik salat fardhu maupun salat sunnah), SEJAK TERDAPAT alhadis bhw nabi muhammad HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA MESJID.

    jadi (mengadakan perjalanan) ke mesjid selainnya hukumnya TIDAK PENTING.

    harap difahami dg lbh baik lagi.

    terima kasih.

  13. gini aja sangka baik aja penulis emang naturally really stupid, dan tak berniat jadi sesat dan menyesatkan, in this condition perbanyak istighfar, percaya aja dan minta ke Allah gini, sebenarnya gimana sih ya Allah, sebenarnya kalo dalam تعليم متعلم ga ditulis begini رجل لايدري ولايدري انه لا يدري فهو جاهل فاتركوه maka saya mungkin tertarik mengupas satu satu kebodohan anta, mohon maaf sebelumnya….

    Tanggapan,
    Letak bodohnya di mana? bisa lebih spesifik lagi??

    terima kasih.

  14. Sebelumnya saya memohon maaf baik krpada penulis maupun jepada para pembaca yg sedang berdiskusi d blog ini. Mari sama sama kita selaraskan dulu menjadi satu tujuan terlebih dahulu agar sama sama membuka diri dalam ilmu agama. Jadi maksud saya, kita satukan tujuan untuk niat berdiakuai dan bukan untuk berdebat, karena Rasulullah menganjurkan untuk menghindari perdebatan. Mari sebisa mungkkn kita jg hindari hujatan2 yg menimbulkan permusuhan d antara saudara kita sesama muslim. Jangan samapai kita d tertawakan umat lain bahwa kita sedang berpecah belah.

    Disini saya mencoba memahami isi tulisan dari penulis, dan saya mencoba memahami tanggapan para pembaca. Saya memposisikan diri sebagai pihak yg d jalir tengah2.

    Penulis mungkin berupaya ingin menjelaskan bahwa sebagai muslim yg d amanahkan Allah untuk menjadi khalifah d bumi jangan sampai meninggalkan sebagian perintah Allah unuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Solat adalah bagian dr kebaikan karena mengandung hal yg baik, karena itu wajib bagi kita semua untuk mengingatkan solat. Dari hadist yg d angkat kita memahami secara eksplisit bahwa solat d masjid adalah hal yg utama, saya sendiripun memahaminya demikian. Tapi perlu jg kita mengkajinya, bagaimana kalau status khalifah atau pemimpin apabila yg sepatutnya kita pimpin menjadi tidak terpimpin secara sementara (dalam arti bahwa kita menjalankan ibadah untuk diri kita sendiri dan tidak mengajak org lain ikut dalan kebaikan tersebut, atau dalam hal ini membiarkan/tidak mencari solusi bagaimana orang lain yg sedang kita tuntun sulit untuk d ajak kebaikan).

    Oke, sementara dasar pemahaman diskusi ini munggunakan penjelasan dlm kurung terlebih dahulu untuk menyamakan pandangan.

    Solat adalah ibadah, mengajak dan membimbing adalah bagian dari ibadah yang finalnya adalah ibadah yg utama yaitu solat. Dari beberapa hadist yg d angkat d ats oleh salah satu pembaca, sebagian besar isinya ttg suruhan untuk solat berjamaah, sedangkan sebagian kecilnya langsung spesifik menjelaskan solat d lakukan d masjid. Dari pemahaman saya, dapat disimpulkan bahwa mendirikan solat jamaah itu lbh utama dr solat sndr. Berarti apabila solat d rumah d lakukan berjamaah bukan menjadi sesuatu yang salah dan menjadi hal yg d benarkan. Untuk status hukumnya dengan demikian sama dengan solat berjamaah d masjid. Karena sama2 d lakukan secara berjamaah, hanya bedanya pada tempat.

    Kemudian, untuk hadis yg lgsg spesifik menjelaskan bahwa solat itu d masjid. Dari yg saya pahami hadisnya, memang benar solat d masjid itu d utamakan, tp bukan keharusan. Karena, hadis2 tersebut bersifat keras terhadap muslim yg tidak mendirikan solat secara berjamaah serta bagi muslim yg tidak mengerjakan solat.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa solat d masjid memanglah utama bagi seseorang, mereka, maupun keluarga yg sudah ideal sisi ketakwaan untuk beribadah (para anggota keluarga/teman2/saudara seatap rumah sadar bahwa solat d masjid adalah utama). Sedangkan bagi yg msh membutuhkan bimbingan ketakwaan, ajaran2 agama, maupun pemahaman ttg arti ibadah berjamaah dalam segala hal dan masih dlm taraf sulit untuk menjalankan ibadah dengan baik, alangkah levih baiknya d kerjakan d rumah sembari mengarahkan dan mengajarkan untuk mencapai hukum dr ibadah itu yg lbh utama jarus d kerjakan dmn. Karena sifat dakwah adalah tidak memaksa, melainkan pemahaman, maka baiknya kita semua berkewajiban menanamkan akhlak islami dengan pelan2 dan pemahaman agar yg menerimanya jg secara lapang dada.

    Demikian sedikitnya penjelasan dr saya, mudah2an ini sedikit membantu baik penulis maupun pembaca terhindar dr perdebatan maupun saling menghujat. Harapan saya dapa , bermanfaat bagi ikita semua.

    Tanggapan,

    terima kasih atas respon-nya yang berbunyi sebagai berikut,

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa solat di Masjid memanglah utama bagi seseorang, mereka, maupun keluarga yang sudah ideal sisi ketakwaan untuk beribadah (para anggota keluarga / teman2 / saudara seatap rumah sadar bahwa solat di Masjid adalah utama). Sedangkan bagi yang masih membutuhkan bimbingan ketakwaan, ajaran2 agama, maupun pemahaman tentang arti ibadah berjamaah dalam segala hal dan masih dalam taraf sulit untuk menjalankan ibadah dengan baik, alangkah lebih baiknya dikerjakan di rumah sembari mengarahkan dan mengajarkan untuk mencapai hukum dari ibadah itu yang lebih utama jarus dikerjakan di mana. Karena sifat dakwah adalah tidak memaksa, melainkan pemahaman, maka baiknya kita semua berkewajiban menanamkan akhlak islami dengan pelan2 dan pemahaman agar yang menerimanya juga secara lapang dada.

    Ini tanggapan saya.
    Anda mengajukan fikiran, bahwa bagi Muslim yang sudah faham dan sudah baik ketaqwaannya, maka hendaklah ia shalat di Masjid, sementara Muslim yang masih lemah pemahamannya, dan yang masih lemah taqwanya, maka hendaklah ia shalat di rumahnya.

    Bagannya:
    @Sudah faham agama dan sudah taqwa = shalat di Masjid.
    @Belum faham agama dan belum taqwa = shalat di rumah.

    Pertama.
    Sejauh yang kita cermati, TIDAK ADA ALHADIS yang mengajarkan demikian, yaitu kalau belum bertaqwa maka hendaklah ia shalat di rumah, dan kalau sudah bagus faham dan taqwanya, maka shalatnya di Masjid. Yang kita jumpai adalah Alhadis bahwa seluruh pria / suami / ayah Muslim harus shalat berjamaah di rumah untuk menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya.

    Kedua.
    Yang benar adalah, bahwa baik @-sudah bagus faham dan taqwanya, mau pun @-belum bagus faham dan taqwanya, tetaplah seorang pria / suami / ayah Muslim harus shalat berjamaah di rumah untuk menjadi imam shalat atas seluruh anggota keluarganya.

    Kalau ia bagus faham dan taqwanya, maka berarti ia akan shalat berjamaah di rumah menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya. Pun demikian, kalau belum bagus faham dan taqwanya, maka mutlak ia harus shalat berjamaah di rumah supaya semakin bagus faham dan taqwanya.

    Ketiga.
    Yang utama adalah shalat di berjamaah di rumah untuk menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya, BUKAN SHALAT DI MESJID; dan hal ini mempunyai daya dukung dari seluruh ajaran dan pesan Nabi Muhammad Saw, plus logika. Logikanya, kalau seorang pria / ayah / suami Muslim terus shalat di Masjid, maka siapakah yang akan menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya di rumah?
    -o0o-

    Bahkan ada Alhadis yang menyatakan bahwa terangilah rumah kalian dengan shalat dan mengaji. Maka kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, maka bagaimana rumah tersebut akan mendapat cahaya Illahi?

    Mengapa Sdr2 tidak dapat memahami juga kandungan dan tujuan dari artikel ini? Bukankah sudah jelas dan gamblang secara dalil Alhadis, sejarah mau pun logika bahwa shalat berjamaah harus diselenggarakan di rumah? Apakah susahnya memahami hal yang gamblang seperti ini?

    Apakah kita biarkan rumah-rumah keluarga Muslim menjadi sepi dan kelam karena setiap pria / suami / ayah Muslim selalu shalat di Mesjid, sementara anggota keluarganya berceceran di pelataran dunia berketerusan sepanjang masa karena tidak ada yang mengimami shalat mereka? Apakah hal ini terlalu susah untuk difahami oleh saudara-saudara?

    Apa seeh faedahnya shalat di Masjid untuk pria / suami / ayah Muslim? Buat apa seorang pria / suami / ayah Muslim khusyuk shalat di Masjid, eh tau-tau nya anggota keluarganya malah sedang asyik BERCECERAN di perempatan jalan tidak karu-karuan? Mereka tidak shalat, mereka pacaran, mereka maen gamesonline, mereka makan bakso, mereka maen raket, mereka bbm-an, mereka ngerumpi, mereka asyik nonton tv, dsb., karena tidak ada yang mengimami shalat mereka di rumah. Apakah itu yang kita inginkan dari umat Muslim?

    Belum ada yang bisa menjawab. Kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, lantas siapa yang menjadi imam shalat di rumah atas seluruh anggota keluarganya? Lantas bagaimana dengan Alhadis bahwa setiap pria Muslim adalah pemimpin atas anak-anak dan keluarganya?

    Dari sejak artikel ini saya turunkan (dengan segala kerendahan hati) tetap saja tanggapan yang datang menunjukkan ketidak-mengertian akan Alhadis dan logika. Apakah Saudara-saudara tidak mempunyai logika dan sistem berfikir yang matematis? Dari kemaren selalu beginiiiiiiiiiiii yang diajukan, bahwa shalat sebaiknya di Masjid, selalu di Masjid, selalu di Masjid, selalu di Masjid. Kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, lantas siapa yang menjadi imam atas seluruh anggota keluarga? Harus berapa kali saya katakan hal itu? Ribuan kali? Jutaan kali?

    kalau tidak mengerti kandungan artikel ini, lebih baik tidak usah komentar. baca2 saja lebih baik kandungan artikel ini, dan baca juga komen ulasan yg saya berikan pada setiap dialognya.

    daripada saudara2 memberi komen2 yg tidak berdasar. lebih baik jawab pertanyaan2 yg saya ajukan di atas.

  15. Untk semua umat islam yg baca jgn trpengaruh. saya tau tujuanxa menuliskan ini. biar hubungan umat islam dilingkungan kita ga saling kenal biar ga ada siar islam biar masjid sepi. jgn terpengaruh ya sauda”ku.

    Tanggapan.
    anda fitnah yaaa???

    kalo tidak mengerti dan sok tahu. lebih baik tidak usah komen!

    Dari sejak artikel ini saya turunkan (dengan segala kerendahan hati) tetap saja tanggapan yang datang menunjukkan ketidak-mengertian akan Alhadis dan logika. Apakah Saudara-saudara tidak mempunyai logika dan sistem berfikir yang matematis? Dari kemaren selalu beginiiiiiiiiiiii yang diajukan, bahwa shalat sebaiknya di Masjid, di Masjid, di Masjid, di Masjid …….. Kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, lantas siapa yang menjadi imam atas seluruh anggota keluarga? Harus berapa kali saya katakan hal itu? Ribuan kali? Jutaan kali?

    kalau tidak mengerti kandungan artikel ini, lebih baik tidak usah komentar. baca2 saja lebih baik kandungan artikel ini, dan baca juga komen ulasan yg saya berikan pada setiap dialognya.

    daripada saudara2 memberi komen2 yg tidak berdasar. lebih baik jawab pertanyaan2 yg saya ajukan di atas.

    1. Assalaamu’alaikum,
      Saudaraku seiman, mengenai pertanyaan tentang “Kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, lantas siapa yang menjadi imam atas seluruh anggota keluarga? ” Imam pengertian disini sebagai pempimpin keluarga yang mengajarkan shalat, mengaji,dan tuntunan kehidupan lainnya sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Rosulullah adalah uswatun hasanah antum sepakat yah… jadi ucapannya, perbuatannya, bahkan diamnya Rosulullah merupakan tuntunan dan landasan dalam menjalani kehidupan bagi kaum Muslim. Bagi laki-laki keutamaan shalat di Masjid bagi perempuan lebih utama di rumah bahkan lebih baik dibagian yg tersembunyi dr rumahnya. Apakah berdosa laki2 shalat di rumah berjamaah dengan keluarganya? Tentu tidak… sebagai bagian dari tugas seorang imam keluarga dalam syiar agama. Masjid adalah pemersatu umat Islam dan dimasjid semua sama kedudukannya sebagai hamba Allah tidak ada kesombongan dan merasa paling benar krn itu rumah Allah. Kalau shalat hanya boleh di 3 masjid seperti yg Rosulullah lakukan dan tidak ada masjid lain untuk shalat berjama’ah berarti shalat Jum’at di Masjid tidak wajib dong buat muslim di negara atau tempat lain. Cobalah saudaraku minimal lakukan shalat subuh dan ashar dulu berjama’ah di Masjid dan berdo’alah kepada Allah agar dibimbing olehNya. Itu menurut pendapat saya.. perbedaan penafsiran dan pendapat wajar dan islam melarang berdebat sesama muslim meskipun yg diperdebatkan itu hal yang haq(benar). Mohon maaf jika ada yg tdk berkenan… kebenaran hanya milik Allah.
      Wassalaamu’alaikum

      Alamandang,

      Saudaraku seiman, mengenai pertanyaan tentang “Kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, lantas siapa yang menjadi imam atas seluruh anggota keluarga? ” Imam pengertian disini sebagai pempimpin keluarga yang mengajarkan shalat, mengaji,dan tuntunan kehidupan lainnya sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

      tidak demikian. menjadi pemimpin atas keluarga, artinya juga meliputi menjadi imam shalat di rumah atas anak dan keluarganya. dan itulah bagian intinya dari menjadi imam. hal ini sudah dibahas pada dialog sebelumnya.

      Rosulullah adalah uswatun hasanah antum sepakat yah… jadi ucapannya, perbuatannya, bahkan diamnya Rosulullah merupakan tuntunan dan landasan dalam menjalani kehidupan bagi kaum Muslim. Bagi laki-laki keutamaan shalat di Masjid bagi perempuan lebih utama di rumah bahkan lebih baik dibagian yg tersembunyi dr rumahnya.

      orak mudhenk lagi, kan??? kalo seorang ayah / suami salat di mesjid, lantas siapa yg mjd imam atas kaum perempuannya?? bukankah nabisaw telah bertitah bhw setiap laki2 adl pemimpin / imam atas anak dan keluarganya???

      bagaimana ini?? apakah umat ini akan terus hidup dalam kemudhengan spt ini terus menerus???

      Apakah berdosa laki2 shalat di rumah berjamaah dengan keluarganya? Tentu tidak… sebagai bagian dari tugas seorang imam keluarga dalam syiar agama. Masjid adalah pemersatu umat Islam dan dimasjid semua sama kedudukannya sebagai hamba Allah tidak ada kesombongan dan merasa paling benar krn itu rumah Allah.

      intinya, laki2 / ayah / suami shalat berjamaah di rumah utk menjadi imam atas anak dan keluarganya merupakan titah dan perintah dari nabisaw. tidak bisa ditawar2 lagi.

      Kalau shalat hanya boleh di 3 masjid seperti yg Rosulullah lakukan dan tidak ada masjid lain untuk shalat berjama’ah berarti shalat Jum’at di Masjid tidak wajib dong buat muslim di negara atau tempat lain.

      terlihat sekali justru sdr yg tidak mengerti duduk perkaranya. yg beginian saja sdr masih keteteran!!

      kapan saya bilang bhw shalat jumat harus di tiga mesjid suci??? kapan???

      ude jelas ada ayatnya bhw semua umat harus salat jumat di mesjid.. jadi sdr anggap artikel ini membahas salat jumat hanya sah di tiga mesjid suci yaaaaa???? tololll!!!

      Cobalah saudaraku minimal lakukan shalat subuh dan ashar dulu berjama’ah di Masjid dan berdo’alah kepada Allah agar dibimbing olehNya. Itu menurut pendapat saya.. perbedaan penafsiran dan pendapat wajar dan islam melarang berdebat sesama muslim meskipun yg diperdebatkan itu hal yang haq(benar). Mohon maaf jika ada yg tdk berkenan… kebenaran hanya milik Allah.

      bimbingan allahswt dan rasulNya saw sudah jelas di sini, yaitu bahwa setiap laki2 / suami / ayah harus shalat di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarganya. jelas???

      soal debat, bukankah sdr sendiri di sini juga berdebat????

  16. satu kata untuk anda: OLENG
    satu nasihat untuk anda : TAUBAT

    Tanggapan.

    anda lah yg OLENG.
    anda lah yang harus TAUBAT ….

    tolong fahami lagi alhadis muhammad saw mengenai tempat yg utama utk salat. jangan termakan tradisi. tradisi belum tentu benar.

    Dari sejak artikel ini saya turunkan (dengan segala kerendahan hati) tetap saja tanggapan yang datang menunjukkan ketidak-mengertian akan Alhadis dan logika. Apakah Saudara-saudara tidak mempunyai logika dan sistem berfikir yang matematis? Dari kemaren selalu beginiiiiiiiiiiii yang diajukan, bahwa shalat sebaiknya di Masjid, di Masjid, di Masjid, di Masjid …….. Kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, lantas siapa yang menjadi imam atas seluruh anggota keluarga? Harus berapa kali saya katakan hal itu? Ribuan kali? Jutaan kali?

    kalau tidak mengerti kandungan artikel ini, lebih baik tidak usah komentar. baca2 saja dg lebih baik kandungan artikel ini, dan baca juga komen ulasan yg saya berikan pada setiap dialognya.

    daripada saudara2 memberi komen2 yg tidak berdasar. lebih baik jawab pertanyaan2 yg saya ajukan di atas.

  17. Kepada pemilik blog tolong anda respon hadist berikut ini.

    1. “ Barang siapa mendengar seruan Adzan, tetapi tidak memenuhinya tanpa suatu uzur, maka sholat yang dikerjakannya tidak akan diterima. “ Para sahabat bertanya : “ Apakah uzurnya ? “ Beliau SAW menjawab : “ Ketakutan atau sakit.” ( HR Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah – At Targhib ).

    2. Sahabat Abu Hurairah ra berkata : Barang siapa yang mendengar suara Adzan, tetapi tidak sholat berjamaah, maka lebih baik dituangkan cairan timah yang mendidih kedalam telinganya.

    3. Dari Abdulah bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata,
    “Aku bertanya kepada Rasulullah mana yang lebih utama: shalat di rumahku ataukah shalat di masjid?” Rasulullah menjawab, “Lihatlah rumahku, betapa dekatnya ia dengan masjid. Aku lebih suka shalat di rumahku daripada shalat di masjid, kecuali untuk shalat wajib.” (HSR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya).

    4. Dari Ibnu Abas radhiyallahu ‘anhu, At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa ia pernah ditanya oleh seseorang tentang seorang laki-laki yang senantiasa rajin puasa dan bangun malam (untuk shalat tahajud), tapi ia tidak pernah mengerjakan shalat berjama’ah (di masjid) dan shalat Jum’at, maka ia menjawab, “Jika ia mati, maka ia akan masuk neraka”

    Kepekaan seorang muslim terhadap seruan panggilan adzan untuk segera beranjak pergi ke masjid untuk shalat berjama’ah adalah merupakan tolok ukur seberapa besar ketaqwaan dan keimanannya. Selayaknya seorang muslim tidak meremehkan suatu perkara yang Allah malah menganggapnya besar.

    Tanggapan.
    1. “ Barang siapa mendengar seruan Adzan, tetapi tidak memenuhinya tanpa suatu uzur, maka sholat yang dikerjakannya tidak akan diterima. “ Para sahabat bertanya : “ Apakah uzurnya ? “ Beliau SAW menjawab : “ Ketakutan atau sakit.” ( HR Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah – At Targhib ).

    ))) Alhadis tersebut memang benar. Tapi alhadis tersebut adalah untuk masjid haram. Mesjid nabawi dan mesjid aqsa. Sudah saya bahas di artikel ini. Parah kalau anda tidak baca.

    Untuk muslim yg jauh dari ketiga mesjid tsb, maka alhadis tersebut TIDAK BERLAKU. Yang berlaku adalah alhadis bahwa setiap muslim adalah imam atas anak dan keluarganya. Itu artinya dia harus salat di rumah.

    2. Sahabat Abu Hurairah ra berkata : Barang siapa yang mendengar suara Adzan, tetapi tidak sholat berjamaah, maka lebih baik dituangkan cairan timah yang mendidih kedalam telinganya.

    ))) Ulasannya sama dg yang di atas.

    3. Dari Abdulah bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata,
    “Aku bertanya kepada Rasulullah mana yang lebih utama: shalat di rumahku ataukah shalat di masjid?” Rasulullah menjawab, “Lihatlah rumahku, betapa dekatnya ia dengan masjid. Aku lebih suka shalat di rumahku daripada shalat di masjid, kecuali untuk shalat wajib.” (HSR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya).

    ))) Ulasannya sama dg yg di atas.

    4. Dari Ibnu Abas radhiyallahu ‘anhu, At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa ia pernah ditanya oleh seseorang tentang seorang laki-laki yang senantiasa rajin puasa dan bangun malam (untuk shalat tahajud), tapi ia tidak pernah mengerjakan shalat berjama’ah (di masjid) dan shalat Jum’at, maka ia menjawab, “Jika ia mati, maka ia akan masuk neraka”

    ))) Pertama, dialog di atas bukanlah alhadis, bukan dialog nabi Muhammad saw. Jadi tidak dapat dijadikan acuan.

    Kedua. Pun dalam dialog tsb tidak disebut mesjid, KECUALI DALAM TANDA KURUNG. Jadi tidak ada alasan utk menguatkan hujjah bhw salat harus di mesjid.

    Kepekaan seorang muslim terhadap seruan panggilan adzan untuk segera beranjak pergi ke masjid untuk shalat berjama’ah adalah merupakan tolok ukur seberapa besar ketaqwaan dan keimanannya. Selayaknya seorang muslim tidak meremehkan suatu perkara yang Allah malah menganggapnya besar.

    ))) Salah. Keliru. Apa logikanya???? Tolong sertakan dasar alhadis dan ayat alqurannya. Jangan asal ngomong.

    Dari sejak artikel ini saya turunkan (dengan segala kerendahan hati) tetap saja tanggapan yang datang menunjukkan ketidak-mengertian akan Alhadis dan logika. Apakah Saudara-saudara tidak mempunyai logika dan sistem berfikir yang matematis? Dari kemaren selalu beginiiiiiiiiiiii yang diajukan, bahwa shalat sebaiknya di Masjid, di Masjid, di Masjid, di Masjid …….. Kalau seorang pria / suami / ayah selalu shalat di Masjid, lantas siapa yang menjadi imam atas seluruh anggota keluarga? Harus berapa kali saya katakan hal itu? Ribuan kali? Jutaan kali?

    kalau tidak mengerti kandungan artikel ini, lebih baik tidak usah komentar. baca2 saja lebih baik kandungan artikel ini, dan baca juga komen ulasan yg saya berikan pada setiap dialognya.

    daripada saudara2 memberi komen2 yg tidak berdasar. lebih baik jawab pertanyaan2 yg saya ajukan di atas.

    Terima kasih.

    1. UNtuk penulis:

      jika demikian silahkan anda beberkan kajian lengkap bahwa sholat yang wajib itu hanya untuk mesji Aqsa, Nabawi dan Haram. Sebutkan hadits yang menyebutkan ketiga mesjid secara jelas, lengkap dengan tahrij-nya.

      Umat muslim harus beribadah dengan ittiba’, mengikuti teladan nabi. Jika nabi sholat wajib dimesjid maka kita meneladaninya dengan sholat wajib dimesjid juga kecuali ada udzur.

      Masa kita yang ada di Indonesia harus sholat diketiga mesjid diarab tsb? islam tidak menyulitkan, cukup ikuti petunjuk nabi sholat dimesjid, bukan berarti sholat dimesjid yg ada diarab.

      Kedua,
      Setiap laki2 adalah pemimpin. coba beberkan kajiannya secara lengkap dengan tahrijnya, apakah hadits tersebut muncul oleh sebab nabi menganjurkan laki2 menjadi imam sholat dirumah masing2 diantara anggota keluarga, atau hadits tersebut muncul oleh sebab lain?

      Saya yakin anda ahli agama jadi pasti sebab musabab hadits itu ada, perawinya siapa, kedudukannya bagaimana, lalu pendapat hadits tersebut menurut 4 imam mazhab, dsb.

      Silahkan saya kebetulan butuh pencerahan, tapi yang benar2 ilmiyah, bukan berdasarkan logika(anda pasti tahu kedudukan logika menurut agama, bukan?) atau yang mengikuti jalan pikiran anda.

      Wassalam

      Tanggapan.

      jika demikian silahkan anda beberkan kajian lengkap bahwa sholat yang wajib itu hanya untuk mesji Aqsa, Nabawi dan Haram. Sebutkan hadits yang menyebutkan ketiga mesjid secara jelas, lengkap dengan tahrij-nya.

      Nabi Muhammad Saw bersabda,
      “Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.
      .
      Alhadis ini mengajarkan bahwa, tidak ada tempat yang diutamakan untuk dikunjungi selain ketiga tempat tersebut. Artinya, selain ketiga tempat itu tidaklah diutamakan untuk dikunjungi, termasuk di dalam hal ini Masjid selain ketiga Masjid ini.
      .
      Mengapa Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu shalat di Masjid, adalah karena Masjid Nabawi mau pun Masjid Masjid Al-Haram (dan juga Masjid Al-Aqsa) merupakan keutamaan untuk dikunjungi. Pada bagian lain pun Muhammad Saw bersabda yang kita sudah sama-sama mengetahui,
      .
      “Pahala shalat di Masjid Nabawi adalah 10.000 kali dari pada shalat di Masjid lain kecuali di Masjid Al-Haram, dan pahala shalat di Masjid Al-Haram adalah 100.000 kali daripada shalat di tempat lain”.
      .
      Alhadis ini menurut permukaannya saja sudah jelas, bahwa hanya shalat di ketiga tempat itu saja yang pahalanya berlipat ganda. Namun ada juga arti lain yang lebih mendalam, yaitu bahwa shalat di Masjid lain selain ketiga tempat itu, tidak mempunyai keutamaan apapun.
      .
      Note, jawaban ini merupakan paragraf yang berasal dari artikel ini. Berarti Anda tidak baca, namun Anda sok tenang, sok cool, padahal tidak baca.

      Umat muslim harus beribadah dengan ittiba’, mengikuti teladan nabi. Jika nabi sholat wajib di mesjid maka kita meneladaninya dengan sholat wajib di mesjid juga kecuali ada udzur.

      Ittiba? Lantas Alhadis yang berbunyi bahwa “Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”, – — mau dikemanakan? Bukankah Alhadis ini merupakan ajaran bahwa Muslim yang jauh dari ketiga Masjid suci tersebut harus shalat di rumah saja untuk menjadi imam atas seluruh keluarganya?
      .
      Memang benar bahwa faktanya Muhammad Saw dkk shalat di Masjid Suci (alharam mau pun nabawi), namun bukankah juga ada kalanya Muhammad Saw shalat di rumah, alias tidak berpantang shalat di rumah? Mengapa kita tidak ittiba untuk shalat di rumah, seperti baginda Muhammad Saw?

      Masa kita yang ada di Indonesia harus sholat di ketiga mesjid di arab tsb? islam tidak menyulitkan, cukup ikuti petunjuk nabi sholat di mesjid, bukan berarti sholat di mesjid yg ada di arab.

      Ini, paragraf di bawah ini saya ambil lagi dari thread ini, supaya Anda baca. Saya yakin Anda tidak baca artikel ini dengan baik (namun di sini Anda sok-cool). Biarlah!
      .
      “ …….. kalau Abdul berada di Baghdad, dan perjalanan ke Masjid Al-Haram tidak menyulitkannya, maka wajib baginya untuk shalat di Masjid Al-Haram; dengan kata lain, wajiblah ia melakukan perjalanannya dari rumahnya di Baghdad ke Masjid Al-Haram untuk menunaikan shalat. Atau kalau Abdul berada di Kuala Lumpur, begitu juga. Namun, karena pada dasarnya perjalanan dari Baghdad, Kuala Lumpur, London, atau Netherland, atau Kinsasha dan lain lain, menuju Masjid Al-Haram (mau pun Masjid Nabawi mau pun Masjid Yerusalem) pasti menyulitkan, maka TIDAK ADA KEWAJIBAN atasnya untuk shalat di ketiga tempat monumental tersebut.
      .
      Ketiga Alhadis di atas menunjukkan bahwa adalah wajib untuk shalat di Masjid suci bagi umat yang sedang berdomisili di sekitar Masjid Suci yang mana perjalanan dari kediamannya ke Masjid suci tidak lah menyulitkan. Jadi, ketiga Alhadis tersebut (dan banyak lagi yang lainnya) hanya menunjukkan betapa wajibnya shalat di Masjid Suci khusus bagi umat yang berdomisili di sekitar ketiga Masjid Suci. Dengan kata lain, Alhadis tersebut TIDAK BERLAKU untuk Muslim yang tidak berdomisili di sekitar Masjid tersebut, atau yang perjalanan dari rumahnya menuju Ketiga Masjid Suci tersebut menyulitkan (Islam tidak pernah menyulitkan umat).
      .
      Ketiga Alhadis di atas harus diselaraskan dengan satu Alhadis lainnya yaitu,
      “Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.
      .
      Note, apakah paragraf ini tidak ada pada thread ini? Tolong dijawab.

      Kedua,
      Setiap laki2 adalah pemimpin. coba beberkan kajiannya secara lengkap dengan tahrijnya, apakah hadits tersebut muncul oleh sebab nabi menganjurkan laki2 menjadi imam sholat di rumah masing2 di antara anggota keluarga, atau hadits tersebut muncul oleh sebab lain?
      .
      Saya yakin anda ahli agama jadi pasti sebab musabab hadits itu ada, perawinya siapa, kedudukannya bagaimana, lalu pendapat hadits tersebut menurut 4 imam mazhab, dsb.

      Jadi menurut Anda, Alhadis bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin, memang artinya apa, kalau bukan harus menjadi imam shalat atas seluruh keluarganya? Saya tidak tertarik untuk membahas apa itu tahrij-nya kek, sebab muncul Alhadisnya kekk, dsb-nya kekk, yang saya tertarik adalah pandangan Anda, apakah tidak ada Alhadis yang menyatakan bahwa laki-laki harus menjadi imam shalat atas keluarganya? Tolong dijawab saja, tidak usah bahas apa itu tahrij ato apalah.

      Silahkan saya kebetulan butuh pencerahan, tapi yang benar2 ilmiyah, bukan berdasarkan logika (anda pasti tahu kedudukan logika menurut agama, bukan?) atau yang mengikuti jalan pikiran anda.

      Pencerahan sudah Anda dapatkan pada thread ini, yaitu shalat di rumah sebagai imam untuk keluarga Anda, tinggal Anda sendiri apakah terlalu sok-cool untuk menanggapinya, padahal Anda tidak baca thread ini dengan baik (itu yang namanya cool?).
      .
      Apa yang saya paparkan ini adalah ilmiah dan logis, justru Anda yang tidak ilmiah, buktinya Anda tidak baca thread ini secara komprehensif. Apa itu yang namanya ilmiah?
      .
      Islam seluruhnya berdasarkan logika, bukan Islam namanya kalau bertentangan dengan logika. Sejak kapan Islam bertentangan dengan logika?
      .
      Logikanya adalah, laki-laki adalah pemimpin atas seluruh keluarganya, dan itu juga merupakan Hukum alam alias fitrah. Nah tradisi yang menyatakan bahwa suami / ayah yang shalat di Masjid, TIDAK LOGIS DAN TIDAK SESUAI DENGAN HUKUM ALAM, karena dengan begitu maka ia tidak lagi menjadi pemimpin atas keluarganya.
      .
      Teks ini Anda tidak faham juga?

  18. Setelah sya telusuri bbrapa artikel ddlm blog anda ini, sya bs mnyimpulkan kalo blog ini adlh “SESAT n MNYESATKAN”..!!!
    hati2 u/ para pembaca, jgn trlalu mudah trpengaruh o/ tulisan ini krn bs2 akidah anda rusak karenax..!!!
    lbh baik anda tanyakan lngsung kpd se2org yg lbh memahamix spt: ustad n alim ulama yg brpegang teguh kpd ahlus sunnah wal jamaah, krn mreka lah yg lbh memahamix drpda org yg hnya brpendapat mlalui hawa nafsux sndiri..!!!
    Salam Ukhuwah..🙂

    Tanggapan,

    anda tidak menjawab pertanyaan saya. udah begitu anda tuduh blog saya SESAT DAN MENYESATKAN ….

    kalo fitnah, anak SD putus sekolah juga bisa fitnah!!!

    skg tunjukkan kepada saya di mana sesatnya artikel ini. kalo ga bisa, maka anda lah yg sesat dan menyesatkan!!!!

  19. Wkwkwkwk..xD #numpangngakak
    mnjawab prtanyaan anda yg mana yaa..??!!😮
    perasaan anda tdk prnah bertanya deh.. =_= #salahorangkali -_-

    Tanggapan,
    bverarti anda tidak baca thread ini dg baik.

    di atas sudah saya ungkapkan pertanyaan saya.

    pertama,
    alhadis yg menyatakan bhw setiap laki2 adl pemimpin atas anak dan keluarganya. kalo laki2 selalu salat di mesjid, maka bagaimana dg alhadis bhw dirinya harus mjd imam??? alhadis itu mau dikemanakan kalo setiap laki2 salat di mesjid? bukankah salat di mesjid justru laki2 tidak pernah mjd imam dan pemimpin??? tidak juga anda menjawabnya??

    kedua,
    kalo laki2 salat di mesjid, maka siapa yg mjd imam atas anak2 dan keluarganya di rumah??? tidak juga anda menjawabnya???

  20. sya rasa sya tdk perlu mngatakan dmana letak sesatx krn anda psti tau apa yg sya mksud..😀
    di artikel sblmx sya jg komen ttg “larangan anda mmelihara kucing”..
    sya pikir cuman di artikel itu sja anda yg slah penafsiran..tp trnyata di artikel lain jg sma.. -_-
    sya mncoba mmjelaskan penafsiran anda yg salah ttg hukum mmelihara kucing tsb, tp anda mlah mncoba mnyanggahx n mncari pembenaran sndiri.. -_-
    jd kalo sya jelaskan dsini pun, anda akn ttp mnyanggahx lg..
    jd tdk adax gunax sya berdebat dgn anda dsini krn sya tau anda tdk akn mau kalah..!!!
    lbh baik anda jwb prtanyaan sya dbawah ini n sya harap jawaban anda jgn brbelit2 n mutar2 lg spt yg anda lakukan di artikel sblmx..
    Oke langsung saja..
    Ddlm hadist shahih Al Bukhari dituliskan kalo pd hari kiamat nnti, Allah SWT akn mmbrikan naungan-Nya kpd 7 golongan n salah satu diantarax adlh: “Pemuda Yg Mencintai Mesjid n Hatix Yg Senantiasa Terpaut Dgn Mesjid..”
    jd prtanyaanx:
    “Bagaimna bs seorg pemuda mncintai mesjid n hatix senantiasa terpaut dgn mesjid kalo spt yg anda tuliskan di artikel diatas, anda malah melarangx pergi ke mesjid n mnyuruhx u/ shalat drmh”..??!!!

    Tanggapan,
    jelas sekali anda yg tidak mau kalah!!!!!!!

    sudah jelas ada alhadisnya, bhw memelihara hewan utk tujuan kesenangan dan kebanggaan adl haram.

    anda masi juga ngeyel??????

    masalah pemuda mencintai mesjid:
    apakah implementasinya adl dg terus salat di mesjid, dg meninggalkan kewwajibannya utk mjd imam di rumahnya???

    wah kalo landasannya mencintai mesjid, maka tidak usah kerja sekalian, tidak usah ngantor sekalian, tidak usah ke pasar sekalian!!! tidak usah maju ke medan pertempuran sekalian! tidak usah bikin rumah aja sekalian, tidur aja di mesjid buat selama2nya ….

    anda fikir saya tidak pernah tauk ada alhadis tsb??? hahahaha …

    anda yg begokkkk!!!!!

    hahahaahah ….

  21. Assalamualaikum wr. wb.
    Bahkan 4 imam mahzab tidak ada yang menganjurkan untuk sholat fardhu di rumah bagi laki-laki…mereka berpendapat sholat di masjid lebih baik/utama….tidak ada ulamapun baik dari salaf, Pesantren, Muhammadiyah, NU…yg berpendapat seperti anda..

    Tanggapan,
    maka kemudian alhadis nabi SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAKDAN KELUARGA KAMU … mau dikemanakan???

    hadist tsb artinya apa???

  22. Allah berfirman:
    { ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝُ ﻗَﻮَّﺍﻣُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺑِﻤَﺎ ﻓَﻀَّﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑَﻌْﻀَﻬُﻢْﻋَﻠَﻰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻬِﻢْ }
    “ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka ” (QS an-Nisaa’: 34).

    Maksud disini, dialah lelaki yang mampu menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya bagi istri dan anak-anaknya. Memimpin mereka artinya mengatur urusan mereka, memberikan nafkah untuk kebutuhan hidup mereka, mendidik dan membimbing mereka dalam kebaikan, dengan memerintahkan mereka menunaikan kewajiban-kewajiban dalam agama dan melarang mereka dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam, serta meluruskan penyimpangan yang ada pada diri mereka [Lihat kitab “ Tafsir Ibnu Katsir” (1/653) dan “ Taissirul kariimir Rahmaan” (hal. 177)].

    Adapun masalah sholat fardu, telah berlalu hadis bahwa keutamaan sholat wanita di rumah mereka, adapun laki-laki di masjid. Lalu bagaimana dengan dalil diatas yang mengatakan laki-laki adalah pemimpin keluarga? Jelaslah sudah Ibnu Katsir menjelaskan dengan baik. Jadi, kewajiban suami adalah mengajari istri dan anak-anaknya bagaimana sholat sesuai sunnah. Jika istri telah memahami sholat yang benar, berhak untuknya mengimami anak – anaknya (perempuan) di rumah. Adapun anak laki-laki, ajaklah mereka untuk sholat berjamaah di masjid. Karena keutamaan masjid yang telah banyak diulas.

    Allah berfirman,
    ” … , (tetapi) janganlah kamu campuri mereka (istri-istri kamu) itu sedang kamu ber-i’tikaf dalam mesjid …” (QS. al-Baqarah: 187)

    “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. al-Jin:18)

    “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. al-Baqarah:114)

    “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at Taubah:18)

    Adapun kata “memakmurkan” adalah salah satu arti dari sebuah kata dalam bahasa Arab yaitu ( ﻋَﻤَﺮَ – ﻳَﻌْﻤُﺮُ – ﻋِﻤَﺎﺭَﺓً ) yang juga memiliki banyak arti lain di antaranya: menghuni (mendiami), menetapi, menyembah, mengabdi (berbakti), membangun (mendirikan), mengisi, memperbaiki, mencukupi, menghidupkan, menghormati dan memelihara.

    Dengan demikian, yang dimaksud “memakmurkan masjid” adalah membangun dan mendirikan masjid, mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah, menghormati dan memeliharanya dengan cara membersihkannya dari kotoran-kotoran dan sampah serta memberinya wewangian .

    Bentuk-bentuk Memakmurkan Masjid dan Keutamaannya:

    Setiap muslim (khususnya kaum laki-laki) wajib memakmurkan masjid-masjid Allah dengan berbagai ibadah dan ketaatan, karena padanya ada keutamaan. Dan Allah menyifati orang-orang yang memakmurkan masjid-masjidNya sebagai orang-orang mukmin, sebagaimana dalam firman-Nya,
    “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

    Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    (( ﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻢ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﻌﺘﺎﺩ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻓﺎﺷﻬﺪﻭﺍ ﻟﻪ ﺑﺎﻹﻳﻤﺎﻥ،ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ } ﺇﻧﻤﺎ ﻳﻌﻤﺮ ﻣﺴﺎﺟﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺁﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ . . ﺍﻵﻳﺔ { (( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﻗﺎﻝ : ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ
    “Jika kamu melihat orang rajin mendangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya serta yang lainnya. Didhaifkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ no. 509).

    Hadits ini dha’if, tetapi maknanya benar sesuai ayat di atas. Semua bentuk ketaatan apapun yang dilakukan di dalam masjid atau terkait dengan masjid maka halal itu termasuk bentuk memakmurkannya. Di antaranya adalah:
    >Dzikrullah, shalat dan tilawatul Qur’an

    Perkara-perkara ini merupakan yang terpokok dari tujuan dibangunnya masjid, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam kepada seorang a’rabi (badui) yang kencing di salah satu sudut masjid, setelah orang tersebut selesai dari kencingnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
    (( ﺇﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻻ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﻮﻝ ﻭﻻ ﺍﻟﻘﺬﺭ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻲ ﻟﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ))
    “Sesungguhya masjid-masjid ini tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanyasanya ia (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca al-Qur’an.”

    Oleh karena itu masjid merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    (( ﺃﺣﺐ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺴﺎﺟﺪﻫﺎ ﻭ ﺃﺑﻐﺾ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺳﻮﺍﻗﻬﺎ )).
    “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

    Dalam hadits lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    (( ﺧﻴﺮ ﺍﻟﺒﻘﺎﻉ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭ ﺷﺮ ﺍﻟﺒﻘﺎﻉ ﺍﻷﺳﻮﺍﻕ )).
    “Sebaik-baik tempat adalah masjid, dan seburuk- buruk tempat adalah pasar.” (HR. At-Thabarani dan al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 3271)

    Adapun dzikrulllah maka ia merupakan amalan yang agung, dan sebaik-baik tempat dzikrullah adalah masjid. Ketika Allah mencela orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari menyebut nama Allah di dalam masjid-masjidNya, Allah menyebut mereka sebagai orang orang yang paling aniaya. Allah berfirman,
    “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. al-Baqarah:114)

    Maknanya bahwa orang-orang yang menghidupkan masjid-masjid dengan dzikrullah dan memerintahkan manusia kepadanya merupakan sebaik-baik amal dan jauh dari perbuatan aniaya.

    Sedangkan shalat, khususnya shalat fardhu berjama’ah, di dalam masjid memiliki keutamaan yang besar, diantaranya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    (( ﻣﻦ ﺗﻮﺿﺄ ﻟﻠﺼﻼﺓ، ﻓﺄﺳﺒﻎ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ، ﺛﻢ ﻣﺸﻰ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺔ، ﻓﺼﻼﻫﺎ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ –ﺃﻱ : ﻣﻊ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ- ؛ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺫﻧﻮﺑﻪ ))
    “Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia –yakni bersama jama’ah di masjid-, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
    Apalagi shalat berjama’ah itu pahalanya berlipat ganda, dua puluh lima atau dua puluh tujuh kali, dibandingkan dengan shalat bersendiri. Sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    (( ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺗﻔﻀﻞ ﻣﻦ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻔﺬ ﺑﺴﺒﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺩﺭﺟﺔ ))
    “Shalat berjama’ah itu lebih baik 27 kali lipat daripada shalat bersendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ -)
    Dalam riwayat ِ al-Bukhari dari Abu Sa’id al-Khudri,
    (( ﺑﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺩﺭﺟﺔ ))
    ” … 25 kali lipat …”

    Islam telah memotivasi setiap muslim untuk selalu mendatangi masjid-masjid, dan seseorang yang hatinya telah terikat dengan masjid ketika dia keluar darinya hingga dia kembali ke masjid (yakni selalu menjaga waktu-waktu shalat berjama’ah di masjid) termasuk dari tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari tiada naungan selain naungan-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    (( ﺳﺒﻌﺔ ﻳﻈﻠﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻇﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞ ﺇﻻ ﻇﻠﻪ : ((… ﻭﻓﻴﻪ )) ﻭﺭﺟﻞ ﻗﻠﺒﻪ ﻣﻌﻠﻖ ﺑﺎﻟﻤﺴﺠﺪ ﺇﺫﺍ ﺧﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﻌﻮﺩ ﺇﻟﻴﻪ … ))
    “Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu: … -diantaranya-: “dan seorang yang terikat (hatinya) dengan masjid ketika ia keluar hingga ia kembali ke masjid …” (HR.Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

    Dan seorang yang pergi ke masjid pagi atau petang akan memperoleh pahala yang besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    (( ﻣﻦ ﻏﺪﺍ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭ ﺭﺍﺡ ﺃﻋﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻧﺰﻻ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻛﻠﻤﺎ ﻏﺪﺍ ﻭ ﺭﺍﺡ )).
    “Barangsiapa pergi pagi hari ke masjid, atau petang hari, akan Allah sediakan untuknya tempat di syurga setiap kali dia pergi (pagi atau petang hari).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir memuji Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala haji dan umrah. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan: Sempurna..sempurna..sempurna. ” (HR. Turmudzi 586, al-Bazzar 9314, dan dihasankan al-Albani).

    Dalam hadits lainnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    (( ﺃﻻ ﺃﺩﻟﻜﻢ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﻤﺤﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﺍﻟﺨﻄﺎﻳﺎ ﻭ ﻳﺮﻓﻊ ﺑﻪ ﺍﻟﺪﺭﺟﺎﺕ ؟ ﺇﺳﺒﺎﻍ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻜﺎﺭﻩ ﻭ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﺨﻄﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭ ﺍﻧﺘﻈﺎﺭ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﺬﻟﻜﻢ ﺍﻟﺮﺑﺎﻁ ﻓﺬﻟﻜﻢ ﺍﻟﺮﺑﺎﻁ ﻓﺬﻟﻜﻢ ﺍﻟﺮﺑﺎﻁ )).
    “Tidakkah kamu mau aku tunjukkan apa yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang berat, memperbanyak langkah ke masjid dan menanti shalat setelah shalat. Itulah penjagaan sesungguhnya, itulah penjagaan sesungguhnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

    Masih banyak lagi keutamaan yang lain terkait dengan shalat berjama’ah di masjid.

    Adapun membaca al-Qur’an dan mempelajarinya bersama-sama di dalam masjid juga telah disebutkan keutamaannya oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
    (( … ﻭﻣﺎ ﺍﺟﺘﻤﻊ ﻗﻮﻡ ﻓﻲ ﺑﻴﺖ ﻣﻦ ﺑﻴﻮﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺘﻠﻮﻥ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺘﺪﺍﺭﺳﻮﻧﻪ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﺇﻻ ﻧﺰﻟﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺴﻜﻴﻨﺔ ﻭﻏﺸﻴﺘﻬﻢ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﻭﺣﻔﺘﻬﻢ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﺫﻛﺮﻫﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻤﻦﻋﻨﺪﻩ … ))
    ” … dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketentraman kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat menaungi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya … ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah t)

    Dan semua halaqah ilmu yang bermanfaat termasuk dalam keutamaan tersebut. Bahkan orang-orang yang menuntut ilmu di majelis-majelis ilmu di dalam masjid, terutama di Masjid Nabawi, bagaikan mujahid di jalan Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    )) ﻣﻦ ﺟﺎﺀ ﻣﺴﺠﺪﻱ ﻫﺬﺍ ﻟﻢ ﻳﺄﺗﻪ ﺇﻻ ﻟﺨﻴﺮ ﻳﺘﻌﻠﻤﻪ ﺃﻭﻳﻌﻠﻤﻪ ﻓﻬﻮ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﺍﻟﻤﺠﺎﻫﺪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻦ ﺟﺎﺀﻟﻐﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﻮ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﻣﺘﺎﻉ ﻏﻴﺮﻩ ))
    “Barangsiapa datang ke masjidku ini, tidak lain kecuali untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka dia bagaikan mujahid di jalan Allah, sedangkan yang datang untuk selain itu maka bagaikan orang yang cuma melihat-lihat harta orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykat)

    Dan secara umum setiap orang yang menuntut ilmu maka seperti mujahid di jalan Allah. Nabi bersabda,
    (( ﻣﻦ ﺧﺮﺝ ﻓﻲ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺘﻰﻳﺮﺟﻊ (( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﻗﺎﻝ ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ
    “Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu maka dia di jalan Allah hingga pulang kembali.” (HR. At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya. Hadits ini hasan li ghairihi sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at Targhib no. 88)

    Semoga Allah azza wa jalla memberi hidayah dan kenikmatan kepada kita untuk istiqomah sholat berjamaah di Masjid.
    .
    Tanggapan Alamandang;

    Allah berfirman:
    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka ” (QS an-Nisaa’: 34).
    .
    Maksud di sini, dialah lelaki yang mampu menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya bagi istri dan anak-anaknya. Memimpin mereka artinya mengatur urusan mereka, memberikan nafkah untuk kebutuhan hidup mereka, mendidik dan membimbing mereka dalam kebaikan, dengan memerintahkan mereka menunaikan kewajiban-kewajiban dalam agama dan melarang mereka dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam, serta meluruskan penyimpangan yang ada pada diri mereka [Lihat kitab “ Tafsir Ibnu Katsir” (1/653) dan “ Taissirul kariimir Rahmaan” (hal. 177)].

    YA, intinya kita setuju bahwa peran laki-laki adalah pemimpin anak dan keluarganya. Dan tugas inti dari menjadi pemimpin itu adalah menjadi Imam shalat di rumah atas anak dan keluarganya. Percuma ada ayat di dalam Alquran yang menyatakan bahwa laki-laki adalah pemimpin atas perempuan, namun ternyata tidak boleh menjadi Imam atas perempuan, anak dan keluarganya di rumah, percuma kalau implementasinya bukan menjadi Imam shalat di rumah.
    .
    Maka mutlak, implementasi dari ayat Alquran di atas adalah, setiap laki-laki harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas perempuan, anak dan keluarganya. Saya harap tidak ada perselisihan dan perdebatan lagi.

    Adapun masalah sholat fardu, telah berlalu hadis bahwa keutamaan sholat wanita di rumah mereka, adapun laki-laki di masjid. Lalu bagaimana dengan dalil di atas yang mengatakan laki-laki adalah pemimpin keluarga? Jelaslah sudah Ibnu Katsir menjelaskan dengan baik. Jadi, kewajiban suami adalah mengajari istri dan anak-anaknya bagaimana sholat sesuai sunnah. Jika istri telah memahami sholat yang benar, berhak untuknya mengimami anak – anaknya (perempuan) di rumah.

    Tidaklah demikian.
    Tugas laki-laki / ayah / suami, SELAIN MENGAJARKAN KAUM WANITA SHALAT YANG BENAR, juga kemudian menjadi Imam shalat atas mereka di dalam rumah masing-masing, BUKANNYA KE MESJID (kecuali ke tiga Masjid suci).
    .
    Tidak ada landasan yang menyatakan bahwa tugas laki-laki / ayah / suami hanya sebatas mengajari kaum wanita shalat yang benar – kemudian laki-laki / ayah / suami ini shalat di Masjid dengan meninggalkan kaum wanita shalat di rumah.
    .
    Sekali lagi, TIDAK ADA DASARNYA. TIDAK ADA DASAR ALHADISNYA, TIDAK ADA DASAR AYAT ALQURANNYA.
    .
    Jadi siapa pun TIDAK BERHAK MENGARANG-NGARANG PERATURAN. Aturan yang benar berdasarkan Alquran dan Alhadis adalah, setiap laki-laki / ayah / suami adalah harus menjadi pemimpin shalat di rumah, karena memang ada nash Alquran mau pun Alhadisnya.
    .
    Dan Tidak ada landasannya bahwa wanita (BERHAK UNTUK) MENGIMAMI ANAK-ANAKNYA DI RUMAH! JANGAN mengada-ada! Jangan mengarang-ngarang! Adalah tegas Alhadis Nabi saw, bahwa setiap laki-laki adalah Imam, maka mengapa sekarang ada manusia yang menyatakan bahwa wanitalah yang harus menjadi Imam di rumah? Manusia jenis apa itu?
    .
    Jangan DIPERDEBATKAN LAGI!!!!!

    Adapun anak laki-laki, ajaklah mereka untuk sholat berjamaah di masjid. Karena keutamaan masjid yang telah banyak diulas.

    Tidak demikian halnya.
    Anak laki-laki (berarti mereka masih kanak-kanak) haruslah shalat di rumah untuk menjadi makmum di mana ayah / paman / datuk mereka lah yang menjadi Imam atas mereka. Sudah ditegaskan di dalam thread ini bahwa setiap ayah harus menjadi Imam atas anak dan keluarganya. Maka itu berarti setiap anak kecil, baik ia laki-laki mau pun anak perempuan harus shalat di rumah diimamkan oleh ayah mereka masing-masing. Jangan didebat lagi, karena sudah jelas dalilnya.

    Allah berfirman,
    ” … , (tetapi) janganlah kamu campuri mereka (istri-istri kamu) itu sedang kamu ber-i’tikaf dalam mesjid …” (QS. al-Baqarah: 187)
    .
    “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. al-Jin:18)
    .
    “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. al-Baqarah:114)
    .
    “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at Taubah:18)
    .
    Adapun kata “memakmurkan” adalah salah satu arti dari sebuah kata dalam bahasa Arab yaitu yang juga memiliki banyak arti lain di antaranya: menghuni (mendiami), menetapi, menyembah, mengabdi (berbakti), membangun (mendirikan), mengisi, memperbaiki, mencukupi, menghidupkan, menghormati dan memelihara.

    Tidak ada satu pun ayat yang Sdr. paparkan tersebut yang menyiratkan bahwa semua laki-laki harus shalat di MESJID MANA PUN (kecuali di tiga Masjid suci). Maka dengan demikian sekarang pun bertambah jelas bahwa tidak ada satu nash pun yang memerintahkan seluruh laki-laki untuk shalat di Masjid.

    Dengan demikian, yang dimaksud “memakmurkan masjid” adalah membangun dan mendirikan masjid, mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah, menghormati dan memeliharanya dengan cara membersihkannya dari kotoran dan sampah serta memberinya wewangian.

    Tidak demikian halnya, Sdr.
    .
    .
    Harap Sdr. ingat bahwa ayat tersebut sama sekali tidak mempunyai kandungan huruf baik implisit mau pun eksplisit yang menyatakan bahwa setiap laki-laki harus shalat di Masjid. Jadi mengapa Sdr. berkeyakinan bahwa setiap laki-laki harus shalat di Masjid?

    Bentuk-bentuk Memakmurkan Masjid dan Keutamaannya:
    Setiap muslim (khususnya kaum laki-laki) wajib memakmurkan masjid-masjid Allah dengan berbagai ibadah dan ketaatan, karena padanya ada keutamaan. Dan Allah menyifati orang-orang yang memakmurkan masjid-masjidNya sebagai orang-orang mukmin, sebagaimana dalam firman-Nya,
    .
    “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

    Tidak demikian halnya.
    .
    Memakmurkan Masjid BUKAN BERARTI, DAN TIDAK SELALU BERARTI harus shalat di Masjid sehingga anak-anak dan keluarga terlantar di rumah! Coba diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingaaaaaaaaaaaaaaahahahahaaaat, bahwa Muhammad Saw telah bersabda bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin atas anak dan keluarganya, maka mengapa masih ada juga manusia yang berpendapat lain? Bukankah Alhadis tersebut berarti setiap laki-laki harus menjadi Imam atas anak dan keluarganya di rumah? Harus berapa kali hal ini saya katakan? Ribuan kali? Jutaan kali?
    .
    Coba Sdr. perhatikan dengan baik. Pada ayat attaubah 18 itu disebutkan ciri Muslim yang memakmurkan Masjid, yaitu:
    .
    @ orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,
    @ serta tetap mendirikan sholat,
    @ menunaikan zakat
    @ dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah.
    .
    Nah perhatikan, apakah ada tersebut di atas bahwa ciri Muslim yang memakmurkan Masjid adalah manusia yang selalu shalat di Masjid (kecuali ketiga Masjid haram)? Tidak ada, bukan? Keempat ciri yang diterangkan di dalam Alquran sama sekali tidak menjelaskan bahwa Muslim yang memakmurkan Masjid merupakan Muslim yang selalu shalat di Masjid.
    .
    Ini berarti menguatkan pandangan artikel ini, bahwa setiap Muslim laki-laki harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya, karena itu pun merupakan amanah Muhammad Saw (kecuali kalau Muslim tersebut berada dekat dengan ketiga Masjid Al- haram).
    .
    Jadi, berdasarkan perspektif ayat attaubah 18 ini, dapat disimpulkan bahwa Muslim mana pun yang selalu mempertahankan siklus shalatnya, alias rajin shalat, maka ia termasuk Muslim yang memakmurkan Masjid. Jadi tidak ada urusannya dengan Muslim tersebut harus shalat di Masjid. Jelas? Jelas? Jelas? Jelas? Jelas?
    .
    Lantas mengapa juga masih ada manusia yang menyerukan bahkan ngotot bahwa shalat harus di Masjid (kecuali di ketiga Masjid Al-haram)? Ingatlah bahwa setiap Muslim harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya. Itu saja yang harus dicerna baik-baik.

    Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi saw bersabda,
    .
    “Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya serta yang lainnya. Didhaifkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ no. 509).
    .
    Hadits ini dha’if, tetapi maknanya benar sesuai ayat di atas. Semua bentuk ketaatan apapun yang dilakukan di dalam masjid atau terkait dengan masjid maka halal itu termasuk bentuk memakmurkannya. Di antaranya adalah:

    Alhadis tersebut adalah Alhadis dhaif, maka tidak ada alasan untuk menjadikannya sebagai dasar argumentasi. Sdr. sendiri yang berkata bahwa Alhadis tersebut adalah dhaif, maka mengapa Sdr. masih juga berpendirian bahwa setiap laki-laki Muslim harus shalat di Masjid?

    >Dzikrullah, shalat dan tilawatul Qur’an.
    .
    Perkara-perkara ini merupakan yang terpokok dari tujuan dibangunnya masjid, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Nabi saw kepada seorang a’rabi (badui) yang kencing di salah satu sudut masjid, setelah orang tersebut selesai dari kencingnya Nabi saw berkata,
    .
    “Sesungguhya masjid-masjid ini tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanyasanya ia (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca al-Qur’an.”
    .
    Oleh karena itu masjid merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah. Nabi saw bersabda,
    .
    “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
    .
    Dalam hadits lain beliau saw bersabda,
    “Sebaik-baik tempat adalah masjid, dan seburuk- buruk tempat adalah pasar.” (HR. At-Thabarani dan al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 3271)

    Tidak demikian halnya.
    .
    Tidak ada satu pun dari Alhadis tersebut di atas yang menyiratkan bahwa setiap Muslim laki-laki harus shalat di Masjid (kecuali di ketiga Masjid Al-haram).
    .
    Memang adalah benar Masjid merupakan tempat yang paling Agung. Memang adalah benar Masjid merupakan tempat untuk berzikir. Namun Alhadis tersebut hanya menyiratkan bahwa Masjid adalah tempat untuk shalat, berzikir dan membaca Alquran. Itu saja. Makna dari Alhadis tersebut adalah jangan sampai Masjid digunakan untuk keperluan lain selain dari ketiga hal tersebut (apalagi berak dan kencing).
    .
    Jadi tidak dengan serta-merta berarti bahwa seluruh laki-laki Muslim harus shalat di Masjid dengan tidak shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya? Apa dasarnya? Apa hubungannya?

    Adapun dzikrulllah maka ia merupakan amalan yang agung, dan sebaik-baik tempat dzikrullah adalah masjid. Ketika Allah mencela orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari menyebut nama Allah di dalam masjid-masjidNya, Allah menyebut mereka sebagai orang orang yang paling aniaya. Allah berfirman,
    .
    “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. al-Baqarah:114)

    Tidaklah demikian halnya.
    .
    Tidak ada satu huruf pun di dalam ayat Al-baqarah 114 ini yang mengindikasikan baik secara implisit mau pun eksplisit bahwa setiap laki-laki Muslim harus shalat di Masjid mana pun (kecuali ketiga Masjid Al-haram).
    .
    Ingatlah bahwa ayat Al-baqarah 114 ini TIDAK SPESIFIK menyatakan Masjid yang mana, apakah hanya sebatas @ketiga Masjid Al-haram (yaitu Masjid alharam, Masjid nabawi dan Masjid aqsa), atau hanya sebatas @Masjid di luar ketiga Masjid Al-haram, atau @keseluruhan Masjid yang mencakup ketiga Masjid Al-haram dan Masjid universal lainnya?
    .
    Karena Allah Swt tidak spesifik di dalam ayat Al-baqarah 114 ini, maka itu berarti bahwa yang dimaksud di dalam ayat tersebut ADALAH HANYA SEBATAS PADA KETIGA MESJID ALHARAM YAITU MESJIDIL HARAM, MESJID NABAWI DAN MESJID AQSA. Ini berarti ayat ini tidak mencakup untuk Masjid lainnya.
    .
    Ingatlah bahwa domain yang disinggung oleh ayat Al-baqarah 114 adalah terlalu luas. Di situ ada kata MENGHALANG-HALANGI MANUSIA DARI MENYEBUT NAMA ALLAH DI DALAM MESJID-NYA.
    .
    Respon saya, apakah saya di sini menghalang-halangi manusia dari menyebut nama Allah di dalam MasjidNya? Ingat, setiap Jumat seluruh Muslim akan ke Masjid untuk menunaikan shalat Jumat. Apakah saya menghalangi? Saat Muslim bepergian jauh pasti mereka akan mampir ke Masjid untuk shalat. Apakah saya menghalangi? Saat Muslim laki-laki berada di tempat kerja / Kantor dan mereka shalat Zuhur dan Ashar di Masjid, apakah saya menghalangi? Jawabannya adalah, TIDAK!
    .
    Intinya, makna dari phrase MENGHALANG-HALANGI MANUSIA DARI MENYEBUT NAMA ALLAH DI DALAM MESJID-NYA adalah, bahwa,
    .
    @ada manusia jahat, yang melarang Muslim menyebut nama Allah Swt di dalam Masjid.
    @Ada manusia jahat, yang ingin agar Muslim di dalam Masjid tidak menyebut nama Allah Swt, melainkan menyebut seluruh urusan dunia saja.
    @Ada manusia jahat, yang tidak ingin umat Muslim menyebut-nyebut nama Allah Swt dalam Masjid.
    .
    Manusia-manusia jahat inilah yang disasar Allah Swt melalui ayat Al-baqarah 114.
    .
    Pun yang DIHALANG-HALANGI manusia jahat ini BUKAN PERGI KE MASJIDNYA, melainkan MENYEBUT NAMA ALLAHSWT – NYA yang dihalang-halangi oleh manusia jahat ini.
    .
    Ayat ini bermakna, jangan ada manusia jahat yang menghalangi Muslim untuk meyebut nama Allah Swt di dalam Masjid, dan berarti AYAT INI TIDAK BERARTI BAHWA SELURUH MUSLIM LAKI-LAKI HARUS SHALAT DI MASJID.
    .
    Kemudian, kalau ayat ini berarti ada kebinasaan buat siapa saja yang menghalangi manusia dari mengunjungi Masjid, maka itu berarti bahwa setiap Muslim boleh ke Masjid kapan pun. Nah sekarang pertanyaannya adalah, kalau memang setiap Muslim boleh ke Masjid kapan pun, maka setiap Muslim tinggal di Masjid saja seumur hidup, tidak usah bekerja, tidak usah sekolah, tidak usah berbakti kepada orang tua, tidak usah mengurus anak, tidak usah menikah, tidak usah mengurus kampung, tidak usah mengunjungi saudaranya yang sakit, dsb. Bukan begitu?
    .
    Makanya harus ditegaskan, bahwa ayat Al-baqarah 114 tersebut cakupannya terlalu luas. Oleh karena itu ayat Al-baqarah ini tidak bisa dijadikan argumentasi untuk menyatakan bahwa setiap Muslim harus shalat di Masjid, karena kebalikannya, yang benar adalah bahwa setiap Muslim harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya.
    .
    Dan sekarang anggaplah bahwa MEMANG ayat Al-baqarah ini mempunyai makna bahwa seluruh laki-laki harus shalat di Masjid mana pun, tidak boleh dihalang-halangi, tidak boleh dilarang. Maka bukankah itu berarti AKAN ADA PERTENTANGAN DAN KONTRADIKSI antara Alquran dengan Alhadis Muhammad Saw bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin? Bukankah ini berarti ada pertentangan antara Alquran dengan Alhadis bahwa Muhammad Saw hanya mementingkan perjalanan ketiga Masjid suci? Bagaimana Muslim dapat menjawab pertanyaan ini?
    .
    Ingatlah bahwa nash Islam tidak mempunyai pertentangan. Maka kalau di satu pihak Muhammad Saw bersabda bahwa,
    1. Setiap laki-laki adalah pemimpin atas anak dan keluarganya, yang mana itu berarti setiap laki-laki harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas mereka,
    2. Muhammad Saw hanya mementingkan perjalanan ke tiga Masjid Al-haram yaitu masjidil haram, Masjid nabawi dan Masjid aqsa,
    .
    ……. yang mana kedua point ini berarti setiap laki-laki harus shalat di rumah untuk menjadi Imam keluarga ………… maka di pihak lain tidak ada satu pun ayat di dalam Alquran yang menyatakan bahwa setiap laki-laki harus shalat di Masjid.
    .
    Maka jelaslah sekarang, bahwa tidak ada satu nash pun dapat Islam yang memerintahkan laki-laki Muslim untuk shalat di Masjid, karena kebalikannya, seluruh Muslim laki-laki harus shalat di rumah untuk menjadi Imam shalat di rumahnya sendiri atas anak dan keluarganya.

    Maknanya bahwa orang-orang yang menghidupkan masjid-masjid dengan dzikrullah dan memerintahkan manusia kepadanya merupakan sebaik-baik amal dan jauh dari perbuatan aniaya.

    Ingatlah bahwa seluruh ibadah mempunyai keutamaannya masing-masing. Namun kita juga harus ingat, bahwa mengamalkan ibadah harus ditunaikan secara proporsional. Seperti yang Anda katakan di sini, bahwa “orang-orang yang menghidupkan masjid-masjid dengan dzikrullah dan memerintahkan manusia kepadanya merupakan sebaik-baik amal”, bukankah itu berarti setiap Muslim tidak perlu tinggal di rumah? Setiap Muslim tidak perlu bekerja mencari nafkah? Setiap Muslim tidak perlu mendidik anak-anaknya? Setiap Muslim tidak perlu berkeluarga dan kemudian berbakti kepada orang-tua? Kalau kita ikuti fikiran Sdr., maka itu artinya setiap orang tinggal saja di Masjid BERKETERUSAN, zikir saja di Masjid BERKETERUSAN, shalat saja di Masjid BERKETERUSAN, ngaji saja di Masjid BERKETERUSAN.
    .
    Tidakkah Sdr. renungkan hal ini?
    Dapat ditegaskan di sini, bahwa SEBAIK-BAIK AMAL bagi seorang Muslim adalah, shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya khususnya shalat Maghrib, Isya dan shubuh. Dan itu merupakan pengamalan dari amanah Muhammad Saw: “setiap kamu adalah pemimpin atas anak dan keluarga kamu”. Jangan didebat lagi.

    Sedangkan shalat, khususnya shalat fardhu berjama’ah, di dalam masjid memiliki keutamaan yang besar, di antaranya Nabi saw bersabda,
    .
    “Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia –yakni bersama jama’ah di masjid-, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

    Sepertinya Alhadis ini tidak menyebutkan bahwa shalat tersebut harus diselenggarakan di Masjid. Bukan begitu? Lantas mengapa Sdr. mengaitkan Alhadis ini dengan argumentasi bahwa shalat harus ditunaikan di Masjid?

    Apalagi shalat berjama’ah itu pahalanya berlipat ganda, dua puluh lima atau dua puluh tujuh kali, dibandingkan dengan shalat bersendiri. Sebagaimana dalam sabda Nabi saw,
    .
    “Shalat berjama’ah itu lebih baik 27 kali lipat daripada shalat bersendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar – ??? ???? ????? -)
    .
    Dalam riwayat ? al-Bukhari dari Abu Sa’id al-Khudri,
    ” … 25 kali lipat …”

    Sepertinya Alhadis ini tidak menyebutkan bahwa shalat tersebut harus diselenggarakan di Masjid. Bukan begitu? Lantas mengapa Sdr. mengaitkan Alhadis ini dengan argumentasi bahwa shalat harus ditunaikan di Masjid? Bukankah Alhadis ini hanya menitahkan bahwa shalat berjamaah nilainya 27x lipat dari shalat sendirian? Di mana pun shalat ditunaikan dengan berjamaah, maka nilainya adalah 27 derajat. Tidak ada frase yang menyatakan bahwa shalat tersebut harus ditunaikan di Masjid.

    Islam telah memotivasi setiap muslim untuk selalu mendatangi masjid-masjid, …….

    Tidaklah demikian halnya.
    .
    Justru hal ini yang harus diluruskan. Tidak ada satu pun nash di dalam Islam yang memotivasi setiap Muslim (khususnya laki-laki) untuk shalat Masjid-Masjid.
    .
    Ingatlah bahwa justru Islam memotivasi setiap laki-laki untuk shalat di rumah masing-masing karena setiap laki-laki adalah pemimpin atas anak dan keluarganya, maka itu berarti setiap laki-laki harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya. Jangan didebat lagi karena sudah jelas nash-nya.

    …… dan seseorang yang hatinya telah terikat dengan masjid ketika dia keluar darinya hingga dia kembali ke masjid (yakni selalu menjaga waktu-waktu shalat berjama’ah di masjid) termasuk dari tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari tiada naungan selain naungan-Nya. Nabi saw bersabda,
    .
    “Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu: … -diantaranya-: “dan seorang yang terikat (hatinya) dengan masjid ketika ia keluar hingga ia kembali ke masjid …” (HR.Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

    masalah pemuda yang terikat (hatinya) dan mencintai Masjid:
    .
    Apakah implementasinya adalah dengan terus salat di Masjid, dengan meninggalkan kewajibannya utk menjadi imam di rumahnya???
    .
    wah kalo landasannya mencintai mesjid, maka:
    .
    @tidak usah kerja sekalian,
    @tidak usah ngantor sekalian,
    @tidak usah ke pasar sekalian!!!
    @tidak usah maju ke medan pertempuran saja sekalian!
    @tidak usah bikin rumah sekalian,
    @tidak usah menikah sekalian,
    @tidak usah mengurus anak sekalian,
    @tidak usah berbakti kepada orang-tua sekalian,
    @tidak usah menuntut ilmu sekalian,
    @tidak usah bergotong-royong membersihkan desa sekaian,
    tidur aja di mesjid buat selama2nya …. Shalat saja terus-terusan di Masjid, beres!!

    Dan seorang yang pergi ke masjid pagi atau petang akan memperoleh pahala yang besar. Rasulullah saw bersabda,
    .
    “Barangsiapa pergi pagi hari ke masjid, atau petang hari, akan Allah sediakan untuknya tempat di syurga setiap kali dia pergi (pagi atau petang hari).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

    Tidak demikian halnya.
    .
    Seperti yang sudah-sudah, Alhadis ini hanya dapat diamalkan dengan konteks Alhadis lain yang sudah berulang kali saya paparkan, yaitu Muhammad Saw hanya mementingkan perjalanan ketiga Masjid suci. Jadi yang dimaksud dengan kata /Masjid/ di dalam Alhadis ini adalah ketiga Masjid suci yaitu Masjidil haram, Masjid nabawi dan Masjid aqsa. Untuk ketiga Masjid itu memang berlaku keutamaan untuk didatangi, dan itu semua tersebab adanya Alhadis tadi.
    .
    Dengan kata lain, Alhadis ini tidak berlaku atas umat Muslim yang domisilinya bukan di Mekah atau Madinah atau Yerusalem.

    Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir memuji Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala haji dan umrah. Lalu Nabi saw menegaskan: Sempurna.. sempurna.. sempurna” (HR. Turmudzi 586, al-Bazzar 9314, dan dihasankan al-Albani).

    Sepertinya Alhadis ini tidak menyebutkan bahwa shalat tersebut harus diselenggarakan di Masjid. Bukan begitu? Lantas mengapa Sdr. mengaitkan Alhadis ini dengan argumentasi bahwa shalat harus ditunaikan di Masjid? Bukankah Alhadis ini hanya menitahkan bahwa shalat berjamaah nilainya 27x lipat dari shalat sendirian? Di mana pun shalat ditunaikan dengan berjamaah, maka nilainya adalah 27 derajat. Tidak ada frase yang menyatakan bahwa shalat tersebut harus ditunaikan di Masjid.

    Dalam hadits lainnya Nabi saw bersabda,
    “Tidakkah kamu mau aku tunjukkan apa yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang berat, memperbanyak langkah ke masjid dan menanti shalat setelah shalat. Itulah penjagaan sesungguhnya, itulah penjagaan sesungguhnya” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
    .
    Masih banyak lagi keutamaan yang lain terkait dengan shalat berjama’ah di masjid.

    Tidak demikian halnya.
    .
    Seperti yang sudah-sudah, Alhadis ini hanya dapat diamalkan dengan konteks Alhadis lain yang sudah berulang kali saya paparkan, yaitu Muhammad Saw hanya mementingkan perjalanan ketiga Masjid suci. Jadi yang dimaksud dengan kata /Masjid/ di dalam Alhadis ini adalah ketiga Masjid suci yaitu Masjidil haram, Masjid nabawi dan Masjid aqsa. Untuk ketiga Masjid itu memang berlaku keutamaan untuk didatangi, dan itu semua tersebab adanya Alhadis tadi.
    .
    Dengan kata lain, Alhadis ini tidak berlaku atas umat Muslim yang domisilinya bukan di Mekah atau Madinah atau Yerusalem.

    Adapun membaca al-Qur’an dan mempelajarinya bersama-sama di dalam masjid juga telah disebutkan keutamaannya oleh Muhammad saw dalam sabdanya,
    .
    ” … dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketentraman kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat menaungi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya … ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah t)
    .
    Dan semua halaqah ilmu yang bermanfaat termasuk dalam keutamaan tersebut. Bahkan orang-orang yang menuntut ilmu di majelis-majelis ilmu di dalam masjid, terutama di Masjid Nabawi, bagaikan mujahid di jalan Allah. Nabi saw bersabda,
    .
    “Barangsiapa datang ke masjidku ini, tidak lain kecuali untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka dia bagaikan mujahid di jalan Allah, sedangkan yang datang untuk selain itu maka bagaikan orang yang cuma melihat-lihat harta orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykat)

    Bukankah penggalan Alhadis di atas ini terang-terangan menyebutkan Masjid nabawi? Ini sudah jelas benar dan tidak melenceng dari kandungan thread ini, bahwa mengunjungi ketiga Masjid suci merupakan keutamaan di dalam Islam.
    .
    Jadinya Alhadis ini sama sekali tidak dapat dijadikan argumentasi bahwa seluruh Muslim harus shalat di Masjid. Yang benar adalah bahwa seluruh Muslim harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya, KECUALI kalau Muslim tersebut berdomisili di Mekah atau Madinah atau Yerusalem.
    .
    Pun secara keseluruhan, mempelajari Alquran di Masjid mana saja, sudah barang tentu boleh-boleh saja, bahkan dianjurkan. Namun apakah itu berarti setiap Muslim harus TERUS-TERUSAN berada di Masjid? Tentu tidak demikian adanya. Tetaplah Muslim tersebut harus memenuhi dulu kewajibannya untuk shalat di rumah untuk menjadi Imam shalat atas anak dan keluarganya, nah kemudian silahkanlah ia pergi ke Masjid untuk mempelajari Alquran.

    Dan secara umum setiap orang yang menuntut ilmu maka seperti mujahid di jalan Allah. Nabi bersabda,
    .
    “Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu maka dia di jalan Allah hingga pulang kembali.” (HR. At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya. Hadits ini hasan li ghairihi sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at Targhib no. 88)

    Ya silahkan saja. Menuntut ilmu kok dilarang? Menuntut ilmu tidak serta-merta berarti tidak shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya, bukan? Apakah menuntut ilmu membuat seorang pria tidak bisa shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya? Teori dari mana?

    Semoga Allah azza wa jalla memberi hidayah dan kenikmatan kepada kita untuk istiqomah sholat berjamaah di Masjid.

    Tidak demikian halnya. Tidak ada kenikmatan dengan terus menerus shalat di Masjid, karena toh memang tidak ada dalilnya, baik dari Alquran, Alhadis mau pun juga dari logika. Logikanya adalah, setiap laki-laki adalah pemimpin atas anak dan keluarganya, maka dari itu ia harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya. Itulah yang qurani. Itulah yang nabawi. Itulah yang logis.
    .
    Yang nikmat adalah shalat di rumah. Biasakanlah shalat di rumah, karena kenikmatan terletak di sana.
    .
    Kesimpulan Alamandang:
    Jika sdr ingin salat di mesjid, ingin dzikir di mesjid, ingin shalawat di mesjid, ingin itikaf di mesjid, ingin tafakur di mesjid, silahkan. Itu memang ajaran islam, itu memang ajaran rasulullah saw.
    .
    Tapi sdr juga harus ingat, jangan lupakan porsi sdr untuk menjadi imam shalat di rumah atas anak dan keluarga sdr, karena itulah bagian terpenting dari menjadi imam atas keluarga, seperti yg dititahkan oleh Muhammad saw.
    .
    Kalau sdr sudah selesai menjadi imam salat atas anak dan keluarga, maka silahkan saja sdr berangkat ke mesjid untuk szikir, shalawat, itikfa, tafakur, tadarus, dsb.
    .
    Intinya, mengapa ada manusia yg berPRASANGKA bhw saya (melalui blogsite ini) melarang pria muslim utk salat di mesjid, atau mendatangi mesjid???
    Wallahu a’lam bishawab.

  23. Terimakasih atas tulisan di blog ini.
    Melihat, membaca, dan MEMAHAMI isi, komentar, dan tanggapan tulisan ini, saya yang masih belum paham mendalam soal agama islam beserta logika saya, sebenarnya sudah tahu mana yang benar dan mana yang sesat. Dari komentar pembaca, saya jadi sadar bahwa shalat berjamaah di masjid hukumnya wajib bagi laki-laki. Terimakasih atas tulisan ini karena dgn tulisan ini timbul komentar” yg menunjukkan bahwa pendapat dan logika penulis itu sesat. Sekali lagi terimakasih, insyaAllah saya berbenah diri untuk shalat berjamaah di masjid.
    Untuk penulis : jika nabi saw mengutamakan masjid di tiga tempat itu BUKAN BERARTI di tempat lain menjadi tidak utama/harus ditinggalkan. Saya saja yg masih belum mndalam soal agama sudah tahu dr postingan anda kalau semua logika anda NGAWUR. Sekali lagi terimakasih
    atas tulisan ini.

    Tanggapan,

    Andalah yg sesat, bukan paparan ini.

    Kalau paparan ini sesat, bisa kah sdr tunjukkan di mana sesatnya? Sebaiknya sdr tdk ASAl bicara.

    Sudah jelas Ada alhadis bhw salat di 3 tempat suci merupakan Keutamaan, maka itu berarti salat di mesjid selainnya tidak DIUtamakan.
    Anda dpt teori dr mana? Sdr lah yg ngarang ngacho di sini.

    Sdr blm jawab pertanyaan saya. Kalo seorang pria selalu salat di mesjid maka siapa yg menjadi imam atas keluarganya? Brp Kali harus saya katakan Hal ini? Ribuan? Jutaan?

    Tapi kalo sdr memang terus ingin sesat terus, ya silahkan, asalkan jangan salahkan article saya ini.

    Terima kasih

  24. Isi postingan anda adalah menyuruh meninggalkan masjid. Bacalah berikut Dan PAHAMI :
    Dari Ali bin Abi Thalib Ra. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.: “Sudah hampir tiba suatu zaman, kala itu tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada dari Al-Qur’an kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka indah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong langit. Dari merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali .” (HR. al-Baihaqi).

    Dewasa ini manusia berlomba lomba membangun masjid dengan berbagai kemewahannya, namun kegiatannya kosong. Al Qur’an hanya dijadikan bacaan dan pajangan tanpa dipahami makna dan kandungan isinya. Banyak ulama dan ustad yang seharusnya menentramkan umat malah menimbulkan perpecahan dan permusuhan diantara sesama umat islam.

    Salah satu tanda kiamat kecil adalah Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita.

    “Pada akhir zaman akan muncul pembohong2 besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar & belum pernah didengar oleh ayah kamu sebelumnya, karena itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu & memfitnahmu” – Sahih Muslim.

    PATUT KITA SADARI BAHWA KIAMAT MEMANG SUDAH DEKAT, DAN KESESATAN TERJADI DIMANA MANA, MENINGGALKAN MASJID SEHINGGA MASJID MENJADI SEPI ADALAH SALAH SATU TANDA” KIAMAT DAN FITNAH SERTA KESESATAN BERMUNCULAN DI MUKA BUMI, TANPA SAYA PERJELAS KEMBALI SEHARUSNYA ANDA MENGERTI SIAPA YG SESAT. BERTAUBATLAH

    Tanggapan Alamandang;
    Jika sdr ingin salat di mesjid, ingin dzikir di mesjid, ingin shalawat di mesjid, ingin itikaf di mesjid, ingin tafakur di mesjid, silahkan. Itu memang ajaran islam, itu memang ajaran rasulullah saw.
    .
    Tapi sdr juga harus ingat, jangan lupakan porsi sdr untuk menjadi imam shalat di rumah atas anak dan keluarga sdr, karena itulah bagian terpenting dari menjadi imam atas keluarga, seperti yg dititahkan oleh Muhammad saw.
    .
    Kalau sdr sudah selesai menjadi imam salat atas anak dan keluarga, maka silahkan saja sdr berangkat ke mesjid untuk szikir, shalawat, itikfa, tafakur, tadarus, dsb.
    .
    Intinya, mengapa ada manusia yg berPRASANGKA bhw saya (melalui blogsite ini) melarang pria muslim utk salat di mesjid, atau mendatangi mesjid???
    .
    lagipula anda tidak bisa menjawab pertanyaan saya, yang dari kemarena memang tidak ada yg dapat menjawabnya.
    pertanyaan itu adl, kalo setiap pria salat di mesjid maka bagaimana ia dapat menjadi imam shalat di rumahnya atas anak dan keluarganya?? bukankah muhsaw telah bertitah bahwa setiap laki2 adalah pemimpin atas anak dan keluarganya???

    kalo setiap pria salat di mesjid maka anak2 dan istrinya siapa yg mengimamkan salat mereka???

    kalo sdr tidak menjawab pertanyaan ini lebih baik anda diam saja.

    Wallahu a’lam bishawab.

  25. Oooh..jd anda bertanya pd saya..😮 #tercengang
    n sya rasa jawaban dr mas @lutfikharismawan sdh mwakili jawaban dr prtanyaan anda..jd sya rasa sya tdk perlu mnjawabx lg..
    n sya liat stiap org yg mau mnyanggah prnyataan anda ttg kwajiban laki2 u/ shalat di mesjid, anda slalu mngajukan prtanyaan yg sama bahwasax “kalo laki2 shalat dimesjid,trus bgaimna kewajiban seorg2 laki2 yg mrupakan imam bgi kluarga..???”
    anda spertix “TELMI” bgt orgx alis “TELAT MIKIR”..!!!
    tdk mngerti ungkapan thd suatu ayat..
    mnjadi imam bkn brarti hrs imam ddlm shalat mlainkan imam yg dikatakan dsini adlh sbg pmimpin kluarga..anda tdk tau artix pemimpin..??!!!
    kalo tdk tau, brarti sya hrs mmbalikkan lg kata “BEGO” yg anda tujukan pd saya..😀
    mngatakan org lain bego, pdhal dia sndiri lah yg bego..ckckck -_-

    Tanggpan Alamdang;
    hahahaahah ..

    teoeri dari mana bhw laki2 mjd imam BUKAN BERARTI MENJADI imam salat di rumah atas keluarganya???

    hahahahahahh anda lah yg begokkkk.

    ada dasarnya???? hahahahaa …

  26. n anda msh tdk sadar yaa kalo tulisan anda ini bs mmbuat org lain mnjadi sesat..
    n yg mngatakan ini bkn hanya saya, tp smua yg komen diatas jg mngatakan hal yg sama..tp anda msh jg blm sadar..!!!
    tdk ada satupun komen diatas yg mmbenarkan tulisan anda, mlainkan mreka mngatakan kalo tulisan anda ini sesat..!!!
    Bercerminlah pd diri anda sendiri..!!!
    stiap org komen yg blg tulisan anda ini sesat, anda slalu brtanya dimana letak sesatx..apa anda tdk sadar jg dimana letak kesalahan anda..??!!!!
    Sadarlah Wahai Penulis..!!!

    Tanggapam Alamandang;

    ya …. semua tanggapan / argumen mereka itu berhasil saya patahkan.

    ingat itu

    logika tidak bisa dipatahkan. berarti saya lah yg benar111

  27. Wahahahaha..
    Oooh..brarti anda mematahkan argumen2 diatas, maka anda mnganggap anda lah yg plg bnr..wohohoho #picik sekali pikiran anda
    brarti bnr kan dugaan sya, anda orgx mmang tdk prnah mau kalah..
    apapun yg org lain katakan, anda tdk akn mau dengar krn pd dasarx anda mnganggap bahwasax diri anda lah yg plg bnr..
    apa anda tdk tau kalo kata2 anda diatas itu sdh mncerminkan kalo diri anda itu org yg sombong..
    Oh ya, agama Islam tdk bs dijelaskan dgn logika yaa mlainkan hrs ada dalilx..n itupun tdk bs sembarangan mnggunakan dalil..
    n sya liat anda mnggunakan dalil tdk pd tempatx..!!!

    Tanggapan alamandang,

    la iyalah, kalo argumen dapat dikalahkan berarti itu saya lah yg bener …. tinggal sdr nya, apakah mau terima kalah??

    kalo argumen dapat dipatahkan tapi tidak kalah, apa itu namanya??? yg namanya berdebat, ya pasti sasarannya adl MEMATAHKAN ARGUMENTASI LAWAN…

    waras dikit yaa !!

    saya tidak mau kalah??
    jadi sdr mau nya gimana??? saya mau nya kalah saja, dan mempersilahkan sdr menang??? hahahahha sdr sendiri lah yg antiwaras ..

    lha sdr sendiri apa tidak mau kalah??? hahahahaa ..

    apapun yg saya katakan, sdr tidak mau engar, krn pada dasarnya sdr menganggap diri sdr lah yg paling benar. apa sdr tidak tau bhw kata2 sdr di atas itu sdh mencerminkan bhw diri sdr itu sombong ….

    dan harus saya tegaskan, bhw islam adl agama yg dapat dijelaskan dg logika krn memnag ada dalilnya. dan siapa pun tidak bisa sembarangan menggunakan dalil.

    dan semua dalil yg saya gunakan di sini sudah pada tempatnya.

    sdr lah yg tidak terima dg penempatan dalil saya …

    sdr katakan bhw saya menggunakan dalil tidak pada tempatnya.

    skg tolong jelaskan, dalil yg mana yg tidak saya gunakan pada tempatnya???

    terima kasih.

    1. Sepertinya ilmu anda ttg islam sudah lbh tinggi dr 4 madzhab ya bro?? Salutt saluuttt…..
      Hingga berani bkin blog, n mnyalahkn 4 IMAM itu mngenai msalah Sholat brjama’ah.

      Alamandang,
      berani menyalahkannya di mana???

      apakah sdr ingin berkata kepada saya, bhw 4 imam mahzab itu SETINGGI DAN SEMULIA para nabi????

      silahkan dijawab.

      terima kasih.

  28. Ya sudahlah yaa..sya sudahi sja smpai dsini..
    mau dijelaskan panjang lebar pun anda tdk akn mau dengar n sya sanggah pun anda tdk akn mau kalah..jd percuma sya berdebat dgn anda dsini..CUMAN BUANG2 WAKTU..!!!
    toh sya sdh bs mnyimpulkan, blog macam apa yg anda buat ini..n org lain pun akn berpikir u/ mngunjungi blog anda ini krn mreka takut akn TERSESAT..!!!
    lbh baik sya sudahi sja dgn hadist Rasulullah SAW n ayat Alqur’an dibawah ini krn perdebatan kt tdk akn mmbrikan manfaat apapun..!!!

    Nabi Muhammad saw bersabda “Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam posisi ia bersalah niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di sekitar surga. Barangsiapa yang
    menghindari perdebatan dalam posisi ia benar niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di tengah-tengah surga. Dan barangsiapa yang baik akhlaqnya niscaya Allah akan
    membangunkan untuknya sebuah rumah di ketinggian surga. (HR.Abu Dawud,Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi)

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang
    siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An Nahl : 125)

    Dari Abdullah bin Amr, “Sesungguhnya Nabi saw pernah keluar sedangkan mereka (sebagian shahabat) sedang berselisih tentang takdir, maka memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya buah
    rumman karena marah, maka beliau bersabda : “Apakah dengan ini kalian diperintah? Atau untuk inikah kalian diciptakan? Kalian membenturkan sebagian Al Qur’an dengan sebagiannya. Karena
    inilah umat-umat sebelum kalian binasa” (HR. Muslim dan ibn Majjah)

    “Seburuk-buruk umatku adalah orang yang banyak omong, bermulut besar dan berlagak pandai. Dan sebaik-baik umatku adalah mereka yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Bukhari

    Tanggapan alamandang,
    ya, berarti sdr telah kalah dan menyerah …. terlihat dari sdr tidak dapat menjawab pertanyaan yg saya ajukan ….

    say yg sudah menjelaskan kpd sdr mengenai keutamaan salat di rumah, dan sdr lah yg tidak mau dengar. sudah saya sanggah sdr dg argumen yg logis, tetap sdr yg tidak mau terima. jadi memang percuma saya berdebat dg sdr (siti eunni).

    dan sdr tidak bisa membuktikan di mana sesatnya blogsite saya ini, sdr cuma bisa sumpah serapah. apa begitu caranya mengungkapkan kebenaran??? hahahahaa ….

    sdr ajukan alhadis mengenai berdebat, krn sdr lah yg kalah ….. inilah politik perilaku manusia yg kalah debat …..

    sdr mau nya menang, tapi tenaga ga punya … makanya sdr skg jadi menggunakan hadis tsb …

    kalo sdr sadar bhw debat itu dilarang islam, maka mengapa sejak awal sdr yg NGAJAK2 saya debat???? kalah kok ngambekkk????

    ceritanya akan lain, kalo sdr lah yg menang, iya kan???? kalo sdr yg menang, pasti sdr tidak akan menjulurkan hadis ini, iya kan???? cekakakakakakakakkk!!!!

    ga usah KHOTBAH, kawan!

    terima saja sdr kalah dan salah!!!!

    terimalah kekalahan dg gentle dan galant. sportif lahhh ….

  29. Kasian sekali, miris sekali, pikiran dan logika anda SEMPIT. Tidak berkembang! Imam itu bnyak artinya bukan hanya imam dlm shalat. Belajar lagi woy! Baca! Gak sekolah ya!

    Tanggapan alamandang,

    jadi, arti imam di sini menurut sdr, YG PASTI BUKAN MENJADI IMAM SHALAT DI RUMAH ATAS ANAK DAN KELUARGA YAAA??

    apa dasarnya??? apa logikanya??

    kalo ngomong jangan asal mas! belajar lagi yaaa ….!!!! sdr ga sekolah yaaaaa????

  30. Awas artikel ini SESAT!!!!!!! Yuk tinggalkan org ini pantas dikucilkan hahahaha

    Tanggapan alamandang,
    sesatnya di mana???? kalo bicara yg jelas!

  31. Ada kah diantara kalian” yg setuju dgn artikel ini? Satupun tak ada. Wahai alamandang, smoga Allah menurunkan hidayah kpd km supaya kamu bertaubat.

    Tanggapan alamandang,
    adakah di antara kalian yg dapat menunjukkan di mana letak kesalahan dari artikel ini??? tidak ada satu pun dari kalian yg dapat menunjukkannya kepada saya.

    wahai visitor …..

    semoga allahswt menurunkan hidayahNya spy kalian2 dapat menerima kandungan artikel ini …. karena memang itulah yg nabawi, logis dan islami …. semoga kalian bertobat setelah membaca artikel blogsite ini.

    terima kasih.

  32. Yaelaaaaah mas..emangx loe pikir kt mau tanding pake acara menang ato kalah..wkwkwkwk :v
    emangx kalo loe menang, loe bakalan dpt hadiah..wuahahaha :v #ngakak_gue
    kalo ada hadiahx, bru gw pantang mnyerah u/ ngalahin loe..wkwkwkwk xD
    mksud gw dsini, loe itu PANTANG KALAH pdhal sdh jelas2 loe itu SALAH tp msh jg BRUSAHA MENYANGGAH n jadix gw OGAH u/ brdebatbsm org kyk loe..KAGAK ADA GUNAX n CUMAN BUANG2 WAKTU..!!!
    loe itu udh bawaanx emang bego, jd kalo gw debat sm loe ntar gw ktularan begox..wkwkwkwk :v

    Tanggapan Alamandang,

    ya sudah laaahh …. kalo udhe kalah ya udhe mbok ya diem aja …

    lebih baik sdr jawab saja pertanyaan saya,

    pertanyaan itu adl,
    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka bagaimana ia dapat menjadi imam shalat di rumahnya atas anak dan keluarganya?? bukankah muhsaw telah bertitah bahwa setiap laki2 adalah pemimpin atas anak dan keluarganya???

    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka anak2 dan istrinya siapa yg mengimamkan salat mereka???

    kalo sdr tidak menjawab pertanyaan ini lebih baik anda diam saja.
    \\\\\\\\\\\

    katanya sdr ingin mengakhiri obrolannya ….. kok nongol lagi??

    wong dah pamit eh dateng lagi …… ndaK PANTEs, non.

  33. n loe msh nanya dimana letak sesatx..??!!!
    Oke, gw bilangin deh..
    smua yg loe tulis diatas itu sesat smua..mulai dr judulx aja udh kliatan sesatx.. -_-
    trus dalil2 yg loe cantumkan diatas yg tdk pd tempatx..n blg kalo cuman 3 mesjid yg lbh utama u/ shalat di mesjid sdngkan yg lainx tdk..dr situ aja udh kliatan gmn sesatx artikel loe..!!!
    n msh byk yg lainx kalo mau gw jabarkan dsini satu2..

    Tanggapan Alamandang,

    ya sudah laaahh …. kalo udhe kalah ya udhe mbok ya diem aja …

    lebih baik sdr jawab saja pertanyaan saya,

    pertanyaan itu adl,
    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka bagaimana ia dapat menjadi imam shalat di rumahnya atas anak dan keluarganya?? bukankah muhsaw telah bertitah bahwa setiap laki2 adalah pemimpin atas anak dan keluarganya???

    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka anak2 dan istrinya siapa yg mengimamkan salat mereka???

    kalo sdr tidak menjawab pertanyaan ini lebih baik anda diam saja.
    \\\\\\\\\\\

    katanya sdr ingin mengakhiri obrolannya ….. kok nongol lagi??

    wong dah pamit eh dateng lagi …… ndaK PANTEs, non.

  34. n gw sngaja mncantumkan hadist diatas bkn brarti gw mngaku kalah yaa..
    tp gw lbh mngharapkan pahala dr Allah SWT n jg rumah di surga yg sdh dijanjikan o/ Rasulullah SAW..
    “Mana yg lbh baik rumah di surga dgn sgala kemewahanx drpda cuman brdebat n brkoar2 ddunia maya ini dgn org spt mas alamandang yg tdk mau kalah n egois ini..??!!!” #yaa_loe_pikir_aja_deh_sendiri😀

    Tanggapan Alamandang,

    ya sudah laaahh …. kalo udhe kalah ya udhe mbok ya diem aja …

    lebih baik sdr jawab saja pertanyaan saya,

    pertanyaan itu adl,
    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka bagaimana ia dapat menjadi imam shalat di rumahnya atas anak dan keluarganya?? bukankah muhsaw telah bertitah bahwa setiap laki2 adalah pemimpin atas anak dan keluarganya???

    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka anak2 dan istrinya siapa yg mengimamkan salat mereka???

    kalo sdr tidak menjawab pertanyaan ini lebih baik anda diam saja.
    \\\\\\\\\\\

    katanya sdr ingin mengakhiri obrolannya ….. kok nongol lagi??

    wong dah pamit eh dateng lagi …… ndaK PANTEs, non.

  35. Oh ya satu lg..😀
    gw peringatkan yaa mas alamandang..
    hati2 aja loe nanti..!!!
    gw akn britahu ustad dikampung gw ttg blog ini n jg jg akn gw sebarin ke orang2 smuax baik mlalui media facebook,twitter n jg yg lainx agr org2 tdk brkunjung ke blog loe ini..!!!
    atau kalopun brkunjung cuman buat ngeliat gmn sesatx blog yg loe buat ini..!!!
    BIAR LOE TAU RASA..!!!
    Hati2 n siapin mental loe kalo tiba2 nanti loe akn DIBULLYING rame2..!!!😀
    Hati2 n waspada aja loe yaa n liat apa yg akn trjadi di blog ini nanti..!!!
    Salam dr saya..🙂
    #Siti_Eunnie

    Tanggapan Alamandang,

    hahahaha DENDAM nihyeeeee …

    kalah debat kok NGAMUK ….

    ngamuk di tengah sawah aja mbak, jangan di internet ….

    ga berani ngadepin sendiri, eh manggil2 ustad segala ….

    hahahahaha ….

    ya sudah laaahh …. kalo udhe kalah ya udhe mbok ya diem aja …

    lebih baik sdr jawab saja pertanyaan saya,

    pertanyaan itu adl,
    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka bagaimana ia dapat menjadi imam shalat di rumahnya atas anak dan keluarganya?? bukankah muhsaw telah bertitah bahwa setiap laki2 adalah pemimpin atas anak dan keluarganya???

    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka anak2 dan istrinya siapa yg mengimamkan salat mereka???

    kalo sdr tidak menjawab pertanyaan ini lebih baik anda diam saja.
    \\\\\\\\\\\

    katanya sdr ingin mengakhiri obrolannya ….. kok nongol lagi??

    wong dah pamit eh dateng lagi …… ndaK PANTEs, non.

  36. jawaban loe koq sama smua..
    kagak da jawaban lain yee..wkwkwk :v
    gw nongol lg dsini cuman u/ mmatahkan argumen loe yg maux menang sndiri..padahal sejatix loe itu udh kalah sblm prtandingan tp msh jg ogah u/ mnerima kekalahan..wkwkwwk :v
    n ngapain jg gw dendam sm loe..KAGAK ADA GUNAX..!!!
    toh ddlm agama Islam dlarang u/ mnyimpan dendam satu sm lain apalagi sesama muslim, wlaupun gw mragukan “IDENTITAS” loe sbg umat muslim.. :v
    tp gw sngaja nyebarin akun blog ini agr umat muslim yg lain tdk trpengaruh o/ paham sesat loe..krn gw curiga jgn2 loe bagian dr “AJARAN SESATX SYIAH”, krn biasax umat syiah lah yg scara gamblang mnyesatkan pemahaman n akidah umat muslim n kluar dr jalur ALQUR’AN & SUNNAH dgn sngja mrubah2 dalil mnurut pemahaman mreka sndiri, spt yg loe lakukan saat ini..!!!

    Tanggapan Alamandang,

    hahahaha DENDAM nihyeeeee …

    kalah debat kok NGAMUK ….

    ngamuk di tengah sawah aja mbak, jangan di internet ….

    ga berani ngadepin sendiri, eh manggil2 ustad segala ….

    hahahahaha ….

    ya sudah laaahh …. kalo udhe kalah ya udhe mbok ya diem aja …

    lebih baik sdr jawab saja pertanyaan saya,

    pertanyaan itu adl,
    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka bagaimana ia dapat menjadi imam shalat di rumahnya atas anak dan keluarganya?? bukankah muhsaw telah bertitah bahwa setiap laki2 adalah pemimpin atas anak dan keluarganya???

    @ kalo setiap pria salat di mesjid maka anak2 dan istrinya siapa yg mengimamkan salat mereka???

    kalo sdr tidak menjawab pertanyaan ini lebih baik anda diam saja.
    \\\\\\\\\\\

    katanya sdr ingin mengakhiri obrolannya ….. kok nongol lagi??

    wong dah pamit eh dateng lagi …… ndaK PANTEs, non.

  37. n jg yaa..kalo gw liat2, lo psti cowok kaan yg nulis postingan ini..🙂
    n firasat gw loe sngaja nulis postingan kyk gini agr para pemuda muslim lbh mmilih u/ shalat drmh drpda di mesjid, krn sejatix loe sbg cowok yg dwajibkan u/ shalat dimesjid “MALAS” u shalat disana..wkwkwkwk bnr gk..???😀
    n kmudian loe sngaja nyari2 dalil sbg alasan agr loe tdk shalat di mesjid n “SEKALIGUS” mngajak para pemuda yg mmbaca postingan loe ini agr “JUGA” tdk shalat disana..bnr gk dugaaan gw..??!!! hahahaha😀

    Tanggapan Alamandang;
    silahkan dibaca lagi artikelnya dg baik. di situ ada dalil dari alhadisnya.

    tidak usah berpanjang-panjang …..

  38. NGAMUK..??!!!
    #sorry_yaa
    ngapain jg gw ngamuk2 sm org kyk loe..kkk😀
    yg ada loe yg emosi kagak jelas stiap gw bales komenan loe..
    Ntuuuuuu, diatas bs dliat..stiap org blg blog loe ini “SESAT”, loe lantas emosi n capslock loe lngsung jebol..wkwkwkwk xD

    loe msh nanya jawaban yg diatas..??!!
    padahal udh brkali2 gw jawab n yg lainx jg tp loe kagak mau dengar..
    So, ngapain jg loe msh nanya..???:/
    pikiran loe itu msh sempit n sgt dangkal, jd gk bs menafsirkan kata “IMAM” yg sbnrx..!!!!
    yg ada di pikiran loe itu cuman imam shalat..wkwkwkwk :v

    Tanggapan Alamandang;

    kalo ga bisa jawab ya udah diem aja …..

    kalo sdr masih posting yg ga jelas spt ini, akan saya delete ….

    kecuali sdr memberi jawaban atas pertanyaan saya. saya hanya ingin diskusi ini efisien. tidak perlu ada cacimaki.

    terima kasih

  39. Dari Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu anhu- dia
    berkata:
    ﻣَﻦْ ﺳَﺮَّﻩُ ﺃَﻥْ ﻳَﻠْﻘَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻏَﺪًﺍ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ ﻓَﻠْﻴُﺤَﺎﻓِﻆْ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ
    ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕِ ﺣَﻴْﺚُ ﻳُﻨَﺎﺩَﻯ ﺑِﻬِﻦَّ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺮَﻉَ ﻟِﻨَﺒِﻴِّﻜُﻢْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
    ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺳُﻨَﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺇِﻧَّﻬُﻦَّ ﻣِﻦْ ﺳُﻨَﻦِ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻧَّﻜُﻢْ
    ﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢْ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻤُﺘَﺨَﻠِّﻒُ ﻓِﻲ ﺑَﻴْﺘِﻪِ
    ﻟَﺘَﺮَﻛْﺘُﻢْ ﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴِّﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻮْ ﺗَﺮَﻛْﺘُﻢْ ﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴِّﻜُﻢْ ﻟَﻀَﻠَﻠْﺘُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﻣِﻦْ
    ﺭَﺟُﻞٍ ﻳَﺘَﻄَﻬَّﺮُ ﻓَﻴُﺤْﺴِﻦُ ﺍﻟﻄُّﻬُﻮﺭَ ﺛُﻢَّ ﻳَﻌْﻤِﺪُ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺴْﺠِﺪٍ ﻣِﻦْ ﻫَﺬِﻩِ
    ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻄْﻮَﺓٍ ﻳَﺨْﻄُﻮﻫَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً
    ﻭَﻳَﺮْﻓَﻌُﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﺩَﺭَﺟَﺔً ﻭَﻳَﺤُﻂُّ ﻋَﻨْﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﺳَﻴِّﺌَﺔً ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻨَﺎ ﻭَﻣَﺎ
    ﻳَﺘَﺨَﻠَّﻒُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻣُﻨَﺎﻓِﻖٌ ﻣَﻌْﻠُﻮﻡُ ﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻳُﺆْﺗَﻰ
    ﺑِﻪِ ﻳُﻬَﺎﺩَﻯ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻠَﻴْﻦِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺎﻡَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼَّﻒِّ
    “Siapa yang berkehendak menjumpai Allah besok (hari kiamat) sebagai seorang muslim, hendaklah dia menjaga shalat wajib yang lima ini, dimanapun dia mendengar panggilan shalat itu. Karena sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian sunnah-sunnah petunjuk, dan sesungguhnya semua shalat di antara sunnah- sunnah petunjuk itu. Kalau seandainya kalian shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana shalatnya orang yang tidak hadir (shalat jamaah) karena dia berada di rumahnya, berarti kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Dan sekiranya kalian meninggalkan sunnah-sunnah nabi kalian, niscaya kalian akan tersesat. Tidaklah seseorang bersuci dengan baik, kemudian dia menuju salah satu masjid yang ada, melainkan Allah akan menulis kebaikan baginya dari setiap langkah kakinya, dan dengannya Allah mengangkat derajatnya, dan menghapus kesalahan karenanya. Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.” (HR. Muslim no. 654)

    “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan hal itu kecuali dengan berundi atasnya maka niscaya mereka akan berundi, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam bersegera pergi ke masjid maka niscaya mereka akan berlomba-lomba kepadanya, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam shalat isya’ dan shalat shubuh maka niscaya mereka akan mendatangi keduanya walau dalam keadaan merangkak. ” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Tanggapan,
    sudah saya jelaskan di atas. bhw alhadis ini hanya berlaku utk tiga kota suci dg mesjidnya masing2 yaitu masjid haram, mesjid nabawi dan mesjid aqsa.

    harus berapa kali saya tulis????

    dan kalo pun semua muslim harus salat di mesjid, maka mengapa ada alhadis bhw semua laki2 harus mjd pemimpin atas anak dan keluarganya??

    dan kalo semua laki2 haruis salat di mesjid di semua kota dan desa, maka siapa yg mengimamkan salatnya anak2 dan wanita??

    dan kalo semua org harus salat di mesjid, maka mengapa ada hadis TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SALAT DAN MEMBACA ALQURAN????

    tidak bisa sdr menjawabnya jugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?????

    terima kasih.

  40. Penulis BEGO. Sesat ! Ga usah diladenin. Langsung dibunuh aja !!

    Tanggapan Alamandang;

    yeahhhhhhh diah lagihhhh ……..

    bisa nya cuma sumpah serapah …. gajah jerapah …..

    kalo cuma begini. anak putus esde mah juga bisa …….!!!!!

    hahahahaha ahahahaha ….

  41. Orang BODOH yg sok Pintar ya ini lah contohx. Anda brbicara seolah2 kpintaran anda mlebihi 4 madzhab. Anda mngartikan sndiri mkna dr Hadist2 yg anda smpaikan, tnpa ada guru yg mndampingi. Kalo anda orang islam, brrti anda sesat, tp klo anda mmg bukan muslim, saya tdk heran anda mmbahas spt itu. Ilmu msh dangkal kok berani mmbuat penjabaran, tnpa guru, n cm mmakai logika sndiri. Itu nmax SOK PINTAR!

    Alamandang,
    salahnya di mana?? bisa jawab dg jelas??

    kalo asal sumpah, semua orang juga bisa…

    sdr ga baca artikel lain yg serangkai yaaa????

    kok ga dibahas????

    kalo ga baca, jangan komen, pak.

    teirma kasih.

  42. Hati2 dalam berbagi ilmu ya moderator.setiap apa yang anda ucapkan,akan di minta pertanggung jawaban kelak di hadapan ALLAH.

    Alamandang,
    sdr sendiri, apakah sudah berhati2 dalam mengartikan hadis nabi bhw semua muslim harus salat di rumah utk mjd imam atas keluarganya????

    kalo sdr ga hati2, sdr lah yg masuk neraka ….

    1. Moderator nya sesat, jangan diikutin kata2 nya krn sangat menyesatkan, gak punya ilmu kok jadi moderator

      Alamandang,
      apakah sdr sudah baca artikel lain yg serangkai dg artikel ini??

      terima kasih.

  43. Gini apakah nabi salah dalam mengeluarkan hadist nya,tidak mungkin kita tidak punya waktu untuk mengajari keluarga kita shalat,seandainya mereka ada yang salah,kita bisa mengajari, didalam hadist,rasulullah ingin membakar rumah org yg tidak mau “ikut jamaah” sedangkan didalam hadist itu tidak terdapat mesjid besar,sekiranya ada maka tidaklah ada orangbyang mampu,yg memposting,taukah anda jika hadist itu terpotong maka kesahihan nya saja diragukan,jika anda menambah hadist satu dengan lain nya,itu belum tentu ada hubungan nya,hadist yang meriwayatkan tentang shalat sunnah dirumah berjamaah

    Alamndang,
    salat berjamaah di rumah bukan masalah mengajari kelurga …..

    ini adl masalah kewajiban. kewajiban seorang ayah adl mjd imam atas keluarganya, ada alhadisnya.

    terima kasih.

  44. Ulama saja sepakat fardhu dan ada juga sunnah muakkad dimasjid,yangbdia mungkin saja hafal lebih dari 1000 hadist,jika ilmu anda dangkal berhati hatilah,kecuali anda berilmubbanyak tentang hadist,
    Anda juga mengatakan tidak penting shalat dimesjid,jika anda menantang mari ! Kita adu mana yang benar dan batil

    Almandang,
    apakah sdr sudah baca keseluruhan lima artikel serangkai dg artikel ini???

    ulama sepakat bhw salat di mesjid.
    jawab :: yg saya minta alhadis nabi, bukan pendapat ulam.

    utk adu fikiran mengenai hal ini, insya allah saya sanggupi. mudah2an sdr mendapat hidyah bhw salat itu hendaknya di rumah, utk mjd imam atas seluruh kelurga.

    terima kasih.

  45. Jawaban dari pertanyaan anda sangat simpel. Arti dari imam itu luas, yaitu mengajar kan tentang suatu kebaikan terhadap keluarga, sedangkan imam itu, tidak terpaku pada imam sholat saja imam itu mecakup segala hal dalam segala kebaikan seperi…
    * mengajar ngaji
    * mengajak istri solat berjamaah ke mas jid agar mendapat pahala yang belipat ganda itu jaga kita sudah meng imami keluga solat dirumah bukan berati ti boleh boleh saja tetapi alangkah beribu baik nya jika kita ajak anak dan itri kita” jika tidak ada halangan, maslah ketiga masjid yang dibahas oke lah bagaimana dengan kita yang jauh dari sebrang mesjid ketiga itu yang jelas kita tidak bisa kesana karna mesjid yang tidak bisa kita jangkau boleh tidak di datngi…akan tetapi saking cinta nya kita kepada ajaran nabisar kita dan para rasul kita. Setidaknya kita mengikuti jejak kebaikannya nah dari situ dasar dasar kita mem bangun mesjid supaya kita sholat di mesji secara berjamah, agar mendapt pahala yang belimpah makanya mesjid itu di utamakan seperti ketiga mesjid tersebut..

    Alamandang,
    yg jelas, arti imam adl pemimpin salat, maka di sini imam atas keluarga adl mjd imam atas keluarga.

    kemudian isu kedua sdr.
    tidak ada dalil utk salat berjamaah di mesjid …. tolong sdr baca lagi kelima artikel serangkai yg saya bubuhkan link nya.

    terima kasih.

  46. INI JUGA HADIST RASUL YG MEMATAHKAN SHALAT LEBIH BAIK DIRUMAH YG ANDA BANGGAKAN YG MENURUT ANDA ISLAMI :

    Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلاَةِ فِي بُيُوْتِكُمْ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ، إِلاَّ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوْبَةَ.

    “Shalatlah di rumah-rumah kalian karena sebaik-baik shalat seseorang adalah yang dilaksanakan di rumahnya kecuali shalat wajib.”[11]

    SEMOGA ANDA DIAMPUNI ALLAH SWT

    Tanggapan Alamandang,
    ya benar. dan alhadis tsb hanya berlaku untuk umat yg berdommisili di kota mekah (untuk mesjid haram), kota madinah (untuk mesjid nabawi), dan untuk kota jerusalem (mesjid aqsa).

    SEMOGA ANDA DIAMPUNI ALLAH SWT :: AMINNN …!!!

    terima kasih.

  47. saya rasa anda sudah terlalu pintar tentang bahasa indonesia hahahah ampun deh orang seperti anda seolah2 ajaran islam untuk arab doang wkwkwk,kita beribadah menurut alquran dan hadis gimana rosul melakukan shalat,perkataannya,perbuatannya dll, emang kata WAJIB SHALAT DIMASJID BELUM PERNAH AKU BACA,TAPI PERBUATAN ,PERKATAANNYA ROSUL EMANG MENGANJURKAN KE MASJID APAKAH ITU WAJIB ATAU TIDAK,SAMPAI SAAT INI JG MASIH BYK PERDEBATAN ANTARA ULAMA,TP HADIST DIATAS SUDAH MENGANULIR JUDUL ARTIKEL YANG ANDA BUAT ” SHALAT DI RUMAH LEBIH ISLAMI ” HAHAH

    SEMOGA ANDA DI TUNJUKAN JALAN YG BENAR

    Tanggapan Alamandang,

    ::: saya rasa anda sudah terlalu pintar tentang bahasa indonesia.
    ))) Alamandang ::: maksud Sdr. Apa? Bisa lebih jelas?
    .
    ::: ampun deh orang seperti anda seolah2 ajaran islam untuk arab doang
    ))) Alamandang ::: mana bagian tulisan saya yang menyatakan bahwa Islam hanya untuk orang Arab? Kalau bicara yang benar.
    .
    ::: kita beribadah menurut alquran dan hadis gimana rosul melakukan shalat, perkataannya, perbuatannya dll,
    ))) Alamandang ::: tepat sekali! Lihat Rasul dan para sahabatnya. Bukankah Rasul dan para sahabatnya tidak pernah BERPANTANG dari shalat di rumah masing-masing?
    .
    Dan pun kalau Muhammad dan para sahabatnya shalat di Masjid, MAKA ITU HANYA KARENA MEREKA SEMUA BERDOMISILI DI MEKAH MAU PUN DI MADINA, karena atas mereka berlaku Alhadis yang berbunyi – seperti yang sudah saya utarakan, yaitu AKU MEMENTINGKAN PERJALANAN HANYA KEPADA TIGA MESJID INI.
    .
    Jadinya, kalau tidak ada Alhadis tersebut, MAKA PASTILAH NABI Muhammad DAN PARA RAHABATNYA TETAT SHALAT DI RUMAH, BUKAN DI MESJID. Jelas?
    .
    ::: emang kata WAJIB SHALAT DI MASJID BELUM PERNAH AKU BACA,TAPI PERBUATAN ,PERKATAANNYA ROSUL EMANG MENGANJURKAN KE MASJID APAKAH ITU WAJIB ATAU TIDAK, SAMPAI SAAT INI JG MASIH BYK PERDEBATAN ANTARA ULAMA
    .
    ))) Alamandang ::: tepat sekali. Sampai belum sekarang pun belum ada ditemukan kata wajib untuk shalat di Masjid. Sdr. Sudah faham tampaknya? Jadi apalagi? Mari kita amalkan shalat di rumah, untuk menjadi Imam atas anak dan keluarga kita. Bukan begitu?
    .
    ::: TP HADIST DI ATAS SUDAH MENGANULIR JUDUL ARTIKEL YANG ANDA BUAT ”SHALAT DI RUMAH LEBIH ISLAMI” HAHAH
    .
    ))) Alamandang ::: tidak demikian adanya. Justru Alhadis di atas sudah saya PATAHKAN dengan Alhadis yang sejak awal saya sampaikan, yaitu bahwa,
    AKU MEMENTINGKAN PERJALANAN HANYA KEPADA TIGA MESJID INI. KE selain ketiga Masjid tersebut, maka adalah tidak penting. Setuju?
    Terima kasih.

  48. INI SABDA ROSUL YG JADI BENTENG TERAKHIR ANDA

    Nabi Muhammad Saw bersabda,

    “Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.

    KALAU MAU SAYA PELINTIR SABDA ROSUL TUK MENGALAHKAN ANDA SAYA BISA,TP SAYA TAKUT KARENA SAYA TAU APA DOSANYA ,MAKA ANDA JANGAN SEMUA SABDA ROSUL UNTUK BANGSA ARAB, SAMA SAJA ANDA MEMELINTIR SABDA NABI.

    SEMOGA ANDA LEBIH ARIB MELIHATNYA AMIN

    Tanggapan Alamandang,
    Silahkan Sdr. Pelintir. Dan ingatlah bahwa saya tidak pernah pelintir satu Alhadis pun.
    Saya tidak pernah menyatakan bahwa Islam hanya untuk bangsa Arab. Terima kasih.

  49. MAAF SAYA AMBIL KUTIPAN DARI TANGGAPAN ANDA DIATAS

    muhsaw bersabda bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin, dan itu artinya tugas perdana-nya sebagai pemimpin adalah menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya. Kalau laki-laki shalat di Masjid, kapan laki-laki Muslim itu menjadi pemimpin atas keluarganya? Anda tidak faham juga?

    NAH SAYA BALIK BERTANYA KENAPA ROSUL SELALU SHALAT FARDHUNYA DIMASJID KENAPA GA DIRUMAH SAJA? TOLONG DIJAWAB

    SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI SAYA ATAS PERTANYAAN YG TAK PERNAH DITULIS DI ALQURAN DAN HADIST KEKASIHNYA AMINNN

    Tanggapan Alamandang,
    Pertanyaan yang gampang, dan sekaligus pertanyaan itu menunjukkan bahwa Sdr. BEGOKKKKKK …. sudah berapa kali saya tegaskan, tapi kecerdasan Sdr. Ternyata Hanya bisa untuk merangkak ke dapur untuk ngabisin nasi. Hayo ngaku!
    .
    Jawabannya: karena muhsaw dkk selalu berdomisili di Mekah (atau di Madinah). Oleh karena itu berlaku Alhadis tersebut, yaitu bahwa,
    .
    “Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.
    .
    Harap Sdr. Tidak beggokk lagi. Terima kasih.

  50. INI SAYA FASTE DARI COMEN DIATAS;

    Ah, mungkin hadits berikut belum sampai kepada keilmuan anda: Dimana nabi berniat menyuruh orang menyalakan kayu bakar untuk membakar rumah org yang enggan untuk berangkat sholat berjamaah.

    Tapi sepertinya anda orang yang paham hadits2 diatas. anda hanya memanfaatkan logika anda saja untuk menolak hadits2 yang sebenarnya anda sudah tahu.

    Dengan kata lain, anda menutup mata dan telinga anda akan kebenaran hadits2 tsb.

    JAWABAN ANDA

    Dan yap, saya HANYA MEMANFAATKAN LOGIKA SAYA SAJA, dan logika manusia satu dengan manusia lain pasti sama, dan benar. Tidak ada logika yang salah. Dan tidak mungkin logika manusia satu berbeda dengan logika manusia lainnya. 1 + 1 = 2 adalah logika semua orang

    PERTANYAAN SAYA TERAKHIR:

    GIMANA LOGIKA ANDA TENTANG ISRA’ MI’RAJ (PERJALANAN NABI KE LANGIT) ?????
    AGAMA GA BISA KITA MENGGUNAKAN LOGIKA TEMAN HAHAHAHAH

    IMAM YG ARTINYA
    1 KHALIFAH
    2 PEMIMPIN SHALAT
    3 GELAR PARA ILMUAN AGAMA ISLAM TERKENAL
    4 ULAMA
    5 DLL
    SAYA RASA ANDA COCOK TU NO 3 HAHAHAH
    NB:
    HADIST NABI UNTUK UMAT MUSLIM DIDUNIA YG PERLU ANDA INGAT
    HADIST NABI UNTUK UMAT MUSLIM DIDUNIA YG PERLU ANDA INGAT
    HADIST NABI UNTUK UMAT MUSLIM DIDUNIA YG PERLU ANDA INGAT

    Tanggapan Alamandang,
    Sudah jelas, bukan? Bahwa kata Imam berarti seorang pria yang memimpin shalat berjamaah untuk anak dan keluarganya? Lantas sekarang apa lagi yang Sdr. Ingin pertanyakan? Bukankah itu berarti setiap laki-laki harus shalat di rumah, bukan di Masjid, untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya?
    .
    Jangan banyak cingcong lagi!!
    .
    Masalah logika dan isra miraj.
    .
    Kisah isra dan miraj adalah kisah ghaib, tentu tidak mungkin dicarikan sandaran logikanya. Hal ini tidak berbeda dengan perkara ruh, alam kubur, masa depan, dsb.
    .
    Sementara itu di lain pihak, shalat antara di rumah dan di Masjid, jelas implikasi dan impaknya. Maka dari itu ada logiknya. Shalat, fungsi menjadi Imam, mengimamkan anak dan keluarga, bukanlah perkara ghaib. Sdr. Harus tahu itu!!!!

  51. السلام على من اهتدى

    bro, coba deh sesekali shalat di masjid..enak lho, adem! nyeessss…

    Tanggapan Alamandang,
    Coba deh Sdr. Untuk shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarga. Pastilah akan terasa lezat.
    .
    Dari pada Sdr. Shalat di Masjid, yang mana itu akibatnya anak dan keluarga Sdr. Terkatung-katung tidak karuan ….. kalau sudah begini, maka di mana letak tanggungjawab sebagai kepala keluarga dan Imam?
    .
    Apakah mungkin Sdr. Asyik maksyuk shalat di Masjid (dan dapat pahala) sementara anak dan keluarga Sdr. Terkatung-katung tidak shalat di rumah (dan mendapat dosa karenanya)?
    .
    @ tidak ada ruginya setiap lelaki / suami / ayah utk shalat di rumah menjadi imam atas anak dan keluarganya.
    @ apa ruginya kalo setiap lelaki / suami / ayah shalat di rumah utk menjadi imam atas anak dan keluarganya????
    @ banyak untungnya setiap lelaki / suami / ayah utk shalat di rumah menjadi imam atas anak dan keluarganya.
    @ tidak ada untungnya setiap lelaki / suami / ayah utk shalat di mesjid.
    @ tidak ada dalilnya setiap lelaki / suami / ayah utk shalat di mesjid
    @ banyak dalilnya setiap lelaki / suami / ayah utk shalat di rumah, shg bisa menjadi imam atas anak dan keluarganya
    .
    Sekarang apa jawaban Sdr.??

  52. Ya akhi alamandang, saya akan menjawab sebisa saya :”Termasuk ciri akidah Ahlu sunnah wal jama’ah yg mengedepankan Al-qur’an bukan akal, jadi bukanlah Akal dulu baru Al-qur’an.
    Kesepakatan jumhur ulama itu merupakan sumber hukum Islam dan termasuk akidah ahlu sunnah wal jama’ah. 4 sumber hukum :Alqur’an, sunnah, Al-ijma, al-qiyas di wajibkan mentaati ulil amri seperti ALLAH SWT firmankan dalam Al-Qur’an , kebanyakan tafsir ulil amri adalah ulama, urusan akhirat taat pada ulama sedangkan urusan dunia taat pada umara selama utusan mereka sejalan Al-qur’an dan as-sunnah , nah kalo kita wajib mentaati umara dan ulama apalagi mentaati kesepakatan mereka.

    Jika pendapat seorang ulama aja kita perlu taati apalagi pendapat yg merupakan kesepakatan para ulama itulah karenanya Ahlu sunnah sepakat bahwa sumber hukum ke tiga adalah Al- ijma. Ya akhi perlu hati2 jika pendapat logika kita pribadi lebih kita yakini benar tidak mau mengikuti Al-ijma maka bukanlah termasuk golongan Ahlu sunnah wal jama’ah. Hati-hati ya akhi,Mereka lebih senior dalam hal mengkaji, mereka juga merujuk pada ahli2 hadits, catatan perjalanan hidup belajar keilmuan agama ada dalam kitab2 mereka.

    Untuk permasalahan yg anda yakini Masjid yg 3 itu lebih utama dan di peruntukkan sholat di masjid daripada masjid 3 ini , saya rasa akhi perlu memahami hadits ini :
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan akan bahaya zaman fitnah.
    Ketika sahabat bertanya, apa yang harus kami lakukan? Jawab beliau,Jadilah manusia yang selalu menetap di rumah..
    (HR. Ahmad 19662, Abu Daud 4264, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
    .
    Sebaik-baik kuil (tempat ibadah) bagi seseorang adalah rumahnya.
    Di dalam rumah, dia bisa menjaga lisan, dan pandangannya.
    (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 35738, Az-Zuhd Imam Ahmad, 1/135).

    Dalam hadits itu Rasul menyebutkan Umatnya yg hidup di zaman fitnah, kita tahu bahwa bukan orang Arab saja yg umatnya nabi Muhammad Saw. sekarang kita berpikir jika keutamaan shalat di masjid nabawi 1000 daripada masjid lain dan masjidil haram 100 ribu lalu kenapa Nabi Muhammad SAW , menyuruh untuk menetapkan di rumah karena bahaya fitnah, Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberi isyarat bahwa semua umat nabi Muhammad baik orang terdekat di ke 3 masjid itu atau jauh. yg laki-laki itu sholat fardhu di Masjid WALAUPUN tidak di 3 masjid itu. dan sedangkan sebaik-baik sholat sunnah ada di rumahnya. Kota madinah adalah kota aman dari Dajjal , dan kedatangan Dajjal adalah sebesar-besar fitnah dunia ! , kita berpikir jika datang Dajjal apakah masjidil Haram tidak ada orang? karena Ada hadits di atas tadi?.

    Maka dari itu Rasul SAW memerintahkan agar pilih pasangan lebih utama yaitu Agama nya , seorang istri sholehah untuk mendidik anak-anaknya. Sholat sunnah bagi pria sebaik-baiknya di rumah ini bisa di jadikan contoh anak2 untuk melihat. Jadinya ada kesempatan seorang istri,anak melihat ayahnya sholatnya bagaimana dll. untuk di jadikan panutan. Khawatir jika seorang ayah di masjid ,anak2nya pada main bbm,nonton tv tapi tidak sholat. Seorang suami imam atas keluarganya maknanya luas kata imam dalam arti di situ. dan ingat Hidayah milik Allah. “Sesungguhnya Shalat akan menambah kemurkaan Allah jika tidak mencegah perbuatan keji dan munkar” Al-Hadist

    Tanggapan Alamandang,
    Pemaparan yang baik sekali, yang menegaskan untuk seluruh Muslim bahwa sebaiknya seluruh laki-laki shalat di rumah, bukan di Masjid, untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya, demi untuk menjaga siklus shalat anak dan keluarga nya tersebut.
    .
    Sdr. Tulis,
    ::: Ini menunjukkan bahwa Nabi memberi isyarat bahwa semua umat nabi Muhammad baik orang terdekat di ke 3 masjid itu atau jauh yg laki-laki itu sholat fardhu di Masjid WALAUPUN tidak di 3 masjid itu. dan sedangkan sebaik-baik sholat sunnah ada di rumahnya.
    .
    ))) Alamandang ::: tidak ada logika yang mendasari argumentasi Sdr. Ingat, muhsaw telah bersabda, bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin atas anak dan keluarganya. Dengan kata lain, argumentasi Sdr. Itu jungkir-balik.
    .
    Untuk yang lain, Harap jangan engkar lagi. Terima kasih.

  53. luar biasa …….. !!!

    sejauh ini (sekarang tanggal 7 aug 2015, jumat) sudah ada 65 komen yg masuk utk thread ini, tapi belum / tidak ada satu pun sanggahan yg dapat menggugurkan maksud dari paparan ini.

    itu membuktikan kehebatan dan keagungan ajaran islam …..

    kalau sesuatu benar, maka tidak ada satu pun yg dapat membathilkannya. dan klo sesuatu adalah salah, maka tidak ada satu pun yang dapat membuktikan kebenarannya.

    terlihat dari pergulatan kata-kata dan debat di sini. semua komen yg masuk intinya sama, yaitu menghujat paparan ini …… namun kemudian tidak ada satu pun hujatan tsb yg mempunyai landasan yg sah menurut islam ….

    tampaknya, umat muslim sudah terlanjur HABIS TERKONSUMSI OLEH TRADISI yg salah, alias MIS-PERSEPSI……..yaitu bahwa shalat haruslah di mesjid . padahal tidak ada landasan dalilnya utk hal tsb.

    untuk netter berikutnya, harap hati-hati kalo masih juga ingin menghujat paparan ini …..kalo tidak ingin bernasib sama dg netter2 terdahulu ini ….. insya allah …

    terima kasih.

    1. Assalammualaikum..wr..wb

      Sebelumnya mohon maaf saya yg masih awam tentang agama ini.
      ingin sedikit berkomentar sebab saya tertarik dengan artikel anda ini.

      1. Saya sangat setuju dgn artikel ini bahwa muslimin (suami/ayah) adalah seorang imam dalam keluarga maka dirikan lah sholat berjamaah di rumah. tidak harus di masjid. mungkin kata2 ini yg tepat

      2. Namun tidak ada larangan juga dalam Al hadits atau Al-Qur’an untuk sholat berjamaah di mesjid bukan? jika ada tolong tunjukan saya.

      3. dengan kata lain bukankah kita bisa memboyong seluruh keluarga untuk sesekali sholat berjamaah di mesjid, apalagi jika yg menjadi imam berjamaah di masjid adalah suami/ayah atau anggota keluarga muslimin lainnya dari keluarga kita.

      4. Masalah suami/ayah atau muslimin adalah imam dlm sholat di rumah/keluarga.
      Apakah tidak boleh/bisa seorang anak laki-laki yg sudah akhil baligh menjadi imam sholat? yg walaupun telah memenuhi syarat untuk menjadi imam sholat. jika ada tolong tunjukkan dalilnya.

      5. Dengan kata lain lagi,
      Apakah HARUS hanya seorang ayah saja yg hanya boleh menjadi imam sholat di rumah walau pun ada anak lelakinya yg dewasa dan memenuhi syarat sbg imam ? mohon logika dan hujah nya juga.
      sesuai dgn acuan alhadits yg anda berikan “seorang lelaki adalah imam utk keluarga nya”.

      6. Maka kesimpulan saya SHOLAT TIDAK HARUS DI MESJID juga TIDAK HARUS DI RUMAH, semua tergantung situasi dan kondisi.

      7. Dan alangkah baiknya jika judulnya “Mari sholat di rumah tidak harus ke mesjid”
      sebab dalam artikel ini anda juga tidak melarang orang untuk sholat ke mesjid bukan ??
      merujuk makna sholat pada judul artikel ini “Mari sholat di rumah bukan di mesjid”.
      maknanya luas sekali, pembaca awam seperti saya bisa menafsirkan arti sholat secara umum seperti semua sholat fardu, sholat jum’at, dan sholat2 yg lainnya.
      dan kata “bukan di mesjid” ini meng isyarat seolah-olah anda melarang orang ke mesjid.
      Padahal kenyataannya tidak demikian,

      8. Di artikel ini pun sebenarnya anda mengingatkan dan mengajak muslimin (suami/ayah) untuk menjadi imam saat sholat maghrib, isya, dan subuh saja di rumah (Bukan semua sholat) sebab zuhur dan ashar anggota keluarga masih sibuk di luaran.

      8. Begitupun pembaca harus arif teliti dan bijaksana dalam memahami artikel ini, mari kita hargai pemahaman penulis dan janganlah kita sesama muslim saling menghujat, apalagi mem vonis sesat bahkan kafir, mari kita jaga ukhuwah islamiah

      9. Saya pribadi sangat mendukung isi artikel ini kecuali judulnya dan uraian dari artikel ini agar lebih detail lagi.

      10. jawaban penulis terhadap komentar yg ada pun ada baiknya tidak mengesankan ria, walaupun telah dihujat.

      itu saja
      Terimakasih
      wassalam.
      .
      .
      Tangapan Alamandang,
      Assalammualaikum..wr..wb
      Sebelumnya mohon maaf saya yg masih awam tentang agama ini.
      ingin sedikit berkomentar sebab saya tertarik dengan artikel anda ini.
      .
      1. Saya sangat setuju dgn artikel ini bahwa muslimin (suami/ayah) adalah seorang imam dalam keluarga maka dirikan lah sholat berjamaah di rumah. tidak harus di masjid. mungkin kata2 ini yg tepat

      .
      Alamandang – – saya setuju dengan kalimat Sdr. Ini.
      .
      2. Namun tidak ada larangan juga dalam Al hadits atau Al-Qur’an untuk sholat berjamaah di mesjid bukan? jika ada tolong tunjukan saya.
      .
      Alamandang – – Ya memang tidak ada larangan untuk shalat di Masjid.
      Namun bukankah masalahnya justru sebaliknya: umat sudah kadung berfikiran bahwa shalat TIDAK BOLEH DITUNAIKAN DI RUMAH, MELAINKAN SHALAT HARUS DITUNAIKAN DI MESJID. Ini yang tentunya menjadi keprihatinan.
      .
      Shalat memang TIDAK TERLARANG UNTUK DITUNAIKAN DI MESJID, namun di luar itu, artikel ini berangkat dari fakta adanya keyakinan yang berkembang di tengah umat, yaitu bahwa UMAT KADUNG MENGHARAMKAN (BERPANTANG UNTUK) SHALAT DI RUMAH, DAN KEMUDIAN MENGAMALKAN SHALAT DI MESJID, SEOLAH SHALAT DI MESJID MERUPAKAN PERINTAH DI DALAM ISLAM. DAN SEOLAH SHALAT DI RUMAH MERUPAKAN SUATU DOSA DAN KESALAHAN. Itulah yang hendak kita luruskan melalui artikel ini.
      .
      Kembali kepada statement Sdr., bahwa tidak ada larangan untuk shalat di Masjid. Kalau kita perhatikan dengan baik Alhadis “’setiap kamu adalah Imam atas anak dan keluarga kamu’”, maka itu secara konsekwensi berarti bahwa setiap individu Muslim TIDAK MEMPUNYAI WAKTU UNTUK shalat di Masjid, karena setiap waktu yang dimiliki seorang laki-laki haruslah senantiasa untuk memimpin shalat berjamaah di rumah atas seluruh anak dan keluarganya. Alhasil, jadinya setiap individu Muslim tidak mempunyai waktu untuk shalat di Masjid.
      .
      Logikanya saja, bagaimana seorang pria (apakah ia ayah, suami, abang dsb) dapat shalat di Masjid, sementara di rumahnya ada anak dan keluarganya? Kalau ia shalat di Masjid maka itu berarti ia tidak menjadi Imam di rumahnya sendiri atas anggota keluarganya.
      .
      Mana yang lebih penting, shalat di Masjid, atau shalat di rumah untuk menjadi Imam atas seluruh anggota keluarganya?
      .
      Baiklah kita sekarang mempunyai statement: “tidak ada larangan juga baik di dalam Alquran mau pun Alhadis untuk shalat di Masjid”. Penjelasannya adalah, justru karena ketiadaan dalil yang melarang untuk shalat di Masjid inilah, umat menjadi SALAH KAPRAH mengenai penunaian shalat. Kalau Islam mempunyai dalil bahwa umat terlarang untuk shalat di Masjid, maka tidak perlu para ahli dan para Imam berselisih mengenai tempat penunaian shalat ini.
      .
      Kita kembali saja kepada pokok masalahnya, yaitu bahwa Muhammad Saw telah bersabda, bahwa “setiap laki-laki adalah Imam atas anak dan keluarganya”, dan juga banyak Alhadis lainnya, yang mana itu keseluruhannya bermakna bahwa setiap individu Muslim haruslah shalat di rumah untuk menjadi Imam atas keluarganya, dan ‘menghindari’ untuk shalat di Masjid. Kalau ada individu laki-laki yang shalat di Masjid, maka berarti individu tersebut telah melanggar kewajibannya untuk bertindak sebagai Imam atas keluarganya di rumah.

      .
      3. dengan kata lain bukankah kita bisa memboyong seluruh keluarga untuk sesekali sholat berjamaah di mesjid, apalagi jika yg menjadi imam berjamaah di masjid adalah suami / ayah atau anggota keluarga muslimin lainnya dari keluarga kita.
      .
      Alamandang – – kalau sekali-sekali ya tidak mengapa. Namun bukankah yang ingin ditekankan melalui artikel ini adalah adanya SALAHKAPRAH di mana umat selama ini telah BERPANTANG UNTUK SHALAT DI RUMAH, DAN KEMUDIAN BERGIAT UNTUK TERUS SHALAT DI MESJID. Bayangkan, umat jadi berfikiran bahwa:
      .
      @shalat di rumahlah yang merupakan dosa,
      @sementara shalat di Masjidlah yang merupakan kesalehan.
      Inilah yang harus diluruskan. Misi artikel ini tidak jauh dari tema tersebut.

      .
      4. Masalah suami / ayah atau muslimin adalah imam dlm sholat di rumah / keluarga.
      .
      Apakah tidak boleh / bisa seorang anak laki-laki yg sudah akhil baligh menjadi imam sholat? yg walaupun telah memenuhi syarat untuk menjadi imam sholat. jika ada tolong tunjukkan dalilnya.

      .
      Alamandang – – sepanjang sepengetahuan saya: setiap laki-laki yang sudah akil baligh BERHAK DAN BERAUTORITAS untuk menjadi Imam shalat, apalagi untuk menjadi Imam shalat di rumahnya sendiri.
      .
      5. Dengan kata lain lagi, Apakah HARUS hanya seorang ayah saja yg hanya boleh menjadi imam sholat di rumah walau pun ada anak lelakinya yg dewasa dan memenuhi syarat sbg imam? mohon logika dan hujah nya juga. sesuai dgn acuan alhadits yg anda berikan “seorang lelaki adalah imam utk keluarga nya”.
      .
      Alamandang – – melalui statement Sdr. ini, kesan yang Sdr. maksudkan / inginkan adalah, biarlah anak laki-lakinya yang sudah akil-baligh menjadi Imam shalat di rumah, dan kemudian biarlah sang ayah untuk shalat di Masjid. Bukan begitu?
      .
      Pernahkah Nabi Muhammad Saw mengajarkan yang demikian? Pernahkah Nabi Muhammad Saw bersabda, yang kira-kira bunyinya seperti ini:
      .
      “wahai umat Muslim, biarlah anak laki-lakimu yang akil-baligh menjadi Imam shalat di rumah atas keluarganya, maka kemudian biarlah sang ayah untuk shalat berjamaah di Masjid”? faktanya Alhadis dengan bunyi seperti itu, TIDAK PERNAH KITA JUMPAI.
      .
      Begini Sdr. Surya, Nabi Muhammad Saw bersabda: “setiap kamu adalah Imam atas anak dan keluarganya”. Itu berarti, SEMUA ANAK-ANAK DAN ANGGOTA KELUARGANYA, TANPA KECUALI, WALAU PUN KENDATI ANAK-ANAKNYA TERSEBUT SUDAH AKIL BALIGH DAN BERHAK UNTUK MENJADI IMAM SHALAT. Kata kuncinya adalah, SEMUA. Sekali lagi: SEMUA. Jadi semuanya harus menjadi makmum shalat berjamaah.
      .
      Ketika sang ayah menjadi Imam shalat di rumah, maka “semua dan seluruh” anaknya, ponakannya, cucunya, sepupunya, dsb, harus menjadi makmum, walau pun sebagian anak-anak mau pun cucunya itu sudah akilbaligh dan dpt mjd imam.
      .
      Sekarang Sdr. . ingin mengesankan, biarkan sang anaknya menjadi Imam di rumah, dan biarkan sang ayah untuk shalat di Masjid. Pertanyaannya adalah, bagaimana sang ayah itu bisa menjadi Imam atas SELURUH ANAK DAN KELUARGANYA? Bukankah sang ayah tersebut sedang di Masjid? Praktislah kalau begitu, bahwa sang ayah sudah tidak mengamalkan kandungan dan makna Alhadis Nabi saw.
      .
      Lagipula, Sdr. .ingin mengesankan, bahwa biarlah anak yang sudah akilbaligh menjadi Imam di rumah, dan kemudian biarlah ayahnya shalat di Masjid. Bukankah itu berarti sang ayah ketika di Masjid TIDAK MENJADI Imam / PEMIMPIN atas anak dan keluarganya, seperti yang dititahkan Nabi Muhammad Saw? Muhammad Saw telah bersabda, bahwa “setiap kamu adalah pemimpin atas anak dan keluargamu”. Itu berarti setiap ayah MUTLAK MENJADI IMAM di rumahnya, tidak bisa ditawar lagi. Sementara kalau sang ayah shalat di Masjid, jelaslah ayah tersebut bukan lagi Imam / pemimpin (karena justru sang ayah sedang menjadi makmum, yang dipimpin).
      .
      Tidak akan ketemu, kalau seorang ayah MASIH JUGA DIBELA-BELAIN UNTUK SHALAT DI MESJID, dengan makna Alhadis, bahwa “setiap kamu adalah pemimpin atas anak dan keluargamu”. Kalau seorang ayah masih shalat di Masjid, maka itu berarti sang ayah bukan lagi Imam atas keluarganya, sementara Muhammad Saw telah mengajarkan, bahwa setiap laki-laki adalah Imam atas keluarganya.

      .
      6. Maka kesimpulan saya SHOLAT TIDAK HARUS DI MESJID juga TIDAK HARUS DI RUMAH, semua tergantung situasi dan kondisi.
      .
      Alamandang – – saya sampaikan sekali lagi: setiap kamu adalah Imam atas anak dan keluarga kamu. Itu berarti setiap ayah / suami harus selalu shalat di rumah, demi menjadi Imam / pemimpin shalat atas seluruh anak dan keluarganya. Kalau seorang ayah / suami shalat di Masjid, maka ia bukan lagi Imam atas anak dan keluarganya, dan itu berarti mendurhakai titah Muhammad Saw.
      .
      7. Dan alangkah baiknya jika judulnya “Mari sholat di rumah tidak harus ke mesjid” sebab dalam artikel ini anda juga tidak melarang orang untuk sholat ke mesjid bukan?? merujuk makna sholat pada judul artikel ini “Mari sholat di rumah bukan di mesjid”, maknanya luas sekali, pembaca awam seperti saya bisa menafsirkan arti sholat secara umum seperti semua sholat fardu, sholat jum’at, dan sholat2 yg lainnya. dan kata “bukan di mesjid” ini meng isyarat seolah-olah anda melarang orang ke mesjid. Padahal kenyataannya tidak demikian,
      .
      Alamandang – – saya sampaikan sekali lagi: setiap kamu adalah Imam atas anak dan keluarga kamu. Itu berarti setiap ayah / suami harus selalu shalat di rumah, demi menjadi Imam / pemimpin shalat atas seluruh anak dan keluarganya. Kalau seorang ayah / suami shalat di Masjid, maka ia bukan lagi Imam atas anak dan keluarganya, dan itu berarti mendurhakai titah Muhammad Saw.
      .
      8. Di artikel ini pun sebenarnya anda mengingatkan dan mengajak muslimin (suami/ayah) untuk menjadi imam saat sholat maghrib, isya, dan subuh saja di rumah (Bukan semua sholat) sebab zuhur dan ashar anggota keluarga masih sibuk di luaran.
      .
      Alamandang – – yap, kalau zuhur dan Ashar pastilah sang ayah tidak berada di rumah, sehingga dengan demikian sang ayah tidak bisa bertindak sebagai Imam shalat di rumah. Itu tidak mengapa. Namun kalau hari libur kerja, seperti hari Minggu, atau Sabtu, atau tanggal merah lainnya, pastilah sang ayah berada di rumah. Maka itulah saatnya sang ayah kembali bertindak sebagai Imam shalat di rumahnya untuk seluruh anak dan keluarganya, untuk shalat Zuhur dan Ashar. Jangan shalat di Masjid, karena anak dan keluarganya harus di-imamkan shalatnya di rumah.
      .
      8. Begitupun pembaca harus arif teliti dan bijaksana dalam memahami artikel ini, mari kita hargai pemahaman penulis dan janganlah kita sesama muslim saling menghujat, apalagi mem vonis sesat bahkan kafir, mari kita jaga ukhuwah islamiah
      .
      9. Saya pribadi sangat mendukung isi artikel ini kecuali judulnya dan uraian dari artikel ini agar lebih detail lagi.
      .
      10. jawaban penulis terhadap komentar yg ada pun ada baiknya tidak mengesankan ria, walaupun telah dihujat.
      itu saja
      .
      Terimakasih
      wassalam.

      .
      Alamandang – – mudah2an penjelasan saya dapat mencerahkan, dan semakin menjelaskan posisi dari Alhadis Nabi Muhammad Saw tersebut terhadap tata kehidupan kita seluruh umat Muslim Indonesia. Amin!
      -oOo-
      .
      Lengkapnya alhadist tsb adalah sbb.
      Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Rosulullah SAW bersabda:
      .
      “Ketahuilah…Setiap dari kalian adalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawabannya, seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya,
      .
      seorang suami adalah pemimpin bagi keluarga dan ia bertanggung jawab terhadap keluarganya, seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya dan ia bertanggung jawab terhadap mereka,
      .
      seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia bertanggung jawab terhadapnya, setiap kalian adalah pemimpin dan tiap kalian mempunyai tanggung jawab terhadap yang di pimpinnya” (HR. Abu Daud: 2930).

  54. 10 alasan kenapa laki-laki harus shalat berjamaah di masjid

    Memang ada ikhtilaf ulama apakah Wajib Ain bagi laki-laki hukumnya shalat berjamaah di masjid atau hukumnya sunnah saja. Akan tetapi pendapat terkuat hukumnya wajib. Dengan beberapa alasan berikut:

    1. Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah.

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

    “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

    Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

    ، فلا بد لقوله { مع الراكعين } من فائدة أخرى وليست إلا فعلها مع جماعة المصلين والمعية تفيد ذلك

    “makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”[1]

    2. saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

    “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)

    Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

    ففي أمر الله بإقامة الجماعة في حال الخوف : دليل على أن ذلك في حال الأمن أوجب .

    “pada perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi.”[2]

    Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,

    وفي هذا دليل على أن الجماعة فرض على الأعيان إذ لم يسقطها سبحانه عن الطائفة الثانية بفعل الأولى، ولو كانت الجماعة سنة لكان أولى الأعذار بسقوطها عذر الخوف، ولو كانت فرض كفاية لسقطت بفعل الطائفة الأولى …وأنه لم يرخص لهم في تركها حال الخوف

    “Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah, Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“[3]

    3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

    “Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[4]

    Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,

    يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

    “Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”[5]

    4.wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

    Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

    “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [6]

    5.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

    “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7]

    Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

    وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة

    “keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”[8]

    6.tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:

    وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

    “Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[9]

    7.shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak

    Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

    “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”[10]

    diriwayat yang lain 25 kali lebih banyak:

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَعْدِلُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ

    “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 25 derajat.”[11]

    Banyak kompromi hadits mengenai perbedaan jumlah bilangan ini. Salah satunya adalah “mafhum adad” yaitu penyebutan bilangan tidak membatasi.

    8.keutamaan shalat berjamaah yang banyak

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

    “Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”[12]

    9. tidak shalat berjamaah akan dikuasai oleh setan

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

    “Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).”[13]

    10.amal yang pertama kali dihisab adalah shalat, jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

    “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”[14]

    Khusus bagi yang mengaku mazhab Syafi’i (mayoritas di Indonesia), maka Imam Syafi’i mewajibkan shalat berjamaah dan tidak memberi keringanan (rukshah).

    Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

    وأما الجماعة فلا ارخص في تركها إلا من عذر

    “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.”[15]

    Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah di masjid.
    1. Memenuhi panggilan azan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaah.
    2. Bersegera untuk shalat di awal waktu.
    3. Berjalan menuju ke masjid dengan tenang (tidak tergesa-gesa).
    4. Masuk ke masjid sambil berdoa.
    5. Shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid. Semua ini dilakukan dengan niat untuk melakukan shalat berjamaah.
    6. Menunggu jamaah (yang lain).
    7. Doa malaikat dan permohonan ampun untuknya.
    8. Persaksian malaikat untuknya.
    9. Memenuhi panggilan iqamat.
    10. Terjaga dari gangguan setan karena setan lari ketika iqamat dikumandangkan.
    11. Berdiri menunggu takbirnya imam.
    12. Mendapati takbiratul ihram.
    13. Merapikan shaf dan menutup celah (bagi setan).
    1 4 . Menjawab imam saat mengucapkan sami’allah.
    15. Secara umum terjaga dari kelupaan.
    16. Akan memperoleh kekhusyukan dan selamat dari kelalaian.
    17. Memosisikan keadaan yang bagus.
    18. Mendapatkan naungan malaikat.
    19. Melatih untuk memperbaiki bacaan al-Qur’an.
    20. Menampakkan syiar Islam.
    21. Membuat marah (merendahkan) setan dengan berjamaah di atas ibadah, saling ta’awun di atas ketaatan, dan menumbuhkan rasa giat bagi orangorang yang malas.
    22. Terjaga dari sifat munafik.
    23. Menjawab salam imam.
    24. Mengambil manfaat dengan berjamaah atas doa dan zikir serta kembalinya berkah orang yang mulia kepada orang yang lebih rendah.
    25. Terwujudnya persatuan dan persahabatan antartetangga dan terwujudnya pertemuan setiap waktu shalat.
    26. Diam dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat.[16]

    Masih banyak dalil-dalil lainnya mengenai wajib dan keutamaan shalat berjamaah di masjid.

    Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

    Makalah Kajian di Mustek

    Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

    http://www.muslimafiyah.com

    Tanggapan Alamandang,

    10 alasan kenapa laki-laki harus shalat berjamaah di masjid
    Memang ada ikhtilaf ulama apakah Wajib Ain bagi laki-laki hukumnya shalat berjamaah di masjid atau hukumnya sunnah saja.

    Alamandang,
    Nah, bener kan? Ada ikhtilaf (perselisihan, alias tidak pasti) mengenai shalat berjamaah di Masjid. Bung sendiri yang menuliskannya …. maka kemudian mengapa masih banyak manusia-manusia yang ngotot untuk shalat di Masjid? Bukankah sudah ada Alhadis bahwa setiap laki-laki adalah Imam shalat atas anak dan keluarganya, yang mana itu berarti setiap laki-laki harus shalat di rumah?
    .
    Pun bukankah sudah ada Alhadis yang menyatakan bahwa Muhammad Saw hanya mementingkan berjalan ketiga tempat yaitu Masjid Haram, Masjid Nabi, dan Masjid aqsa? Jadi sekarang apa lagi?

    Akan tetapi pendapat terkuat hukumnya wajib. Dengan beberapa alasan berikut:

    Alamandang,
    pendapat terkuat? Apakah ada dasar Alhadisnya? Kita hanya minta Alhadisnya. Itu saja.

    1. Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah.
    Allah Ta’ala berfirman,
    وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
    “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)
    Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,
    ، فلا بد لقوله { مع الراكعين } من فائدة أخرى وليست إلا فعلها مع جماعة المصلين والمعية تفيد ذلك
    “makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”[1]

    Alamandang,
    Saya gak ngerti paragraf ini. Apakah shalat berjamaah harus berarti shalatnya di Masjid? Bukankah shalat berjamaah juga dapat ditunaikan di rumah, untuk menjadi Imam atas anak dan keluarga?
    Mana bagian dari Alhadis ini yang menyatakan bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjid? Alhadis ini tidak spesifik menyebutkan bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjid. Alhadis ini hanya menekankan betapa pentingnya shalat berjamaah.

    2. saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran
    Allah Ta’ala berfirman,
    وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا
    “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)
    Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,
    ففي أمر الله بإقامة الجماعة في حال الخوف : دليل على أن ذلك في حال الأمن أوجب .
    “pada perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi.”[2]
    Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,
    وفي هذا دليل على أن الجماعة فرض على الأعيان إذ لم يسقطها سبحانه عن الطائفة الثانية بفعل الأولى، ولو كانت الجماعة سنة لكان أولى الأعذار بسقوطها عذر الخوف، ولو كانت فرض كفاية لسقطت بفعل الطائفة الأولى …وأنه لم يرخص لهم في تركها حال الخوف
    “Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah, Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“[3]

    Alamandang,
    Bung sedang keder, ya? Artikel ini membahas shalat berjamaah di rumah, bukan shalat berjamaahnya …. tolong diingat baik-baik …..

    3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?
    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,
    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ
    “Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[4]
    Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,
    يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».
    “Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi saw bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”[5]

    Alamandang,
    Isu ini sudah dibahas di dalam dialog di atas. Silahkan bung cari sendiri.

    4.wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan. Sabda Rasulullah saw,
    مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ
    “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [6]

    Alamandang,
    Mana bagian dari Alhadis ini yang menyatakan bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjid? Alhadis ini tidak spesifik menyebutkan bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjid. Alhadis ini hanya menekankan betapa pentingnya shalat berjamaah.

    5.Rasulullah saw memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
    إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
    “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7]
    Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,
    وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة
    “keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”[8]

    Alamandang,
    Tolong diperhatikan. Jelas sekali bahwa di dalam Alhadis dimaksud tidak ada kata Masjid. Kata ‘Masjid’ ditambahkan pada bagian keterangan. Iya nggak?
    Alhadis tersebut hanya menyebut: “Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”.
    Lantas di mana kata Masjidnya?. Alhasil, Alhadis tersebut hanya menegaskan betapa pentingnya shalat berjamaah, dan shalat berjamaah itu dapat ditunaikan di rumah. Salah kalau shalat berjamaah hanya dapat ditunaikan di Masjid, pun itu tidak ada dasarnya.
    Mengapa begini saja bung tidak faham?

    6.tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.
    Dari Abdullah bin Mas’ud ra dia berkata:
    وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ
    “Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[9]

    Alamandang,
    Mana kata Masjidnya?

    7.shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak
    Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak. Rasulullah saw bersabda,
    صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
    “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”[10]
    diriwayat yang lain 25 kali lebih banyak: Rasulullah saw bersabda,
    صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَعْدِلُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ
    “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 25 derajat.”[11]
    Banyak kompromi hadits mengenai perbedaan jumlah bilangan ini. Salah satunya adalah “mafhum adad” yaitu penyebutan bilangan tidak membatasi.

    Alamandang,
    Mana kata Masjidnya? Mana kata bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjidnya? Ada nggak? Kok begini saja bung tidak faham?

    8.keutamaan shalat berjamaah yang banyak. Rasulullah saw bersabda,
    مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
    “Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”[12]

    Alamandang,
    Mana kata Masjidnya? Mana kata bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjidnya? Ada nggak? Kok begini saja bung tidak faham?

    9. tidak shalat berjamaah akan dikuasai oleh Setan. Rasulullah saw bersabda,
    مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ
    “Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).”[13]

    Alamandang,
    Mana kata Masjidnya? Mana kata bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjidnya? Ada nggak? Kok begini saja bung tidak faham?

    10. amal yang pertama kali dihisab adalah shalat, jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?
    Nabi saw bersabda,
    إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ
    “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”[14]
    Khusus bagi yang mengaku mazhab Syafi’i (mayoritas di Indonesia), maka Imam Syafi’i mewajibkan shalat berjamaah dan tidak memberi keringanan (rukshah).
    Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,
    وأما الجماعة فلا ارخص في تركها إلا من عذر
    “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.”[15]

    Alamandang,
    Mana kata Masjidnya? Mana kata bahwa shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjidnya? Ada nggak? Kok begini saja bung tidak faham?

    Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah di masjid.
    1. Memenuhi panggilan azan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaah.
    2. Bersegera untuk shalat di awal waktu.
    3. Berjalan menuju ke masjid dengan tenang (tidak tergesa-gesa).
    4. Masuk ke masjid sambil berdoa.
    5. Shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid. Semua ini dilakukan dengan niat untuk melakukan shalat berjamaah.
    6. Menunggu jamaah (yang lain).
    7. Doa malaikat dan permohonan ampun untuknya.
    8. Persaksian malaikat untuknya.
    9. Memenuhi panggilan iqamat.
    10. Terjaga dari gangguan setan karena setan lari ketika iqamat dikumandangkan.
    11. Berdiri menunggu takbirnya imam.
    12. Mendapati takbiratul ihram.
    13. Merapikan shaf dan menutup celah (bagi setan).
    1 4 . Menjawab imam saat mengucapkan sami’allah.
    15. Secara umum terjaga dari kelupaan.
    16. Akan memperoleh kekhusyukan dan selamat dari kelalaian.
    17. Memosisikan keadaan yang bagus.
    18. Mendapatkan naungan malaikat.
    19. Melatih untuk memperbaiki bacaan al-Qur’an.
    20. Menampakkan syiar Islam.
    21. Membuat marah (merendahkan) setan dengan berjamaah di atas ibadah, saling ta’awun di atas ketaatan, dan menumbuhkan rasa giat bagi orangorang yang malas.
    22. Terjaga dari sifat munafik.
    23. Menjawab salam imam.
    24. Mengambil manfaat dengan berjamaah atas doa dan zikir serta kembalinya berkah orang yang mulia kepada orang yang lebih rendah.
    25. Terwujudnya persatuan dan persahabatan antartetangga dan terwujudnya pertemuan setiap waktu shalat.
    26. Diam dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat.[16]

    Alamandang,
    Tidak demikian. Justru shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarga, itulah yang lebih indah dan bermakna, penuh berkah dan keridhaan Illahi, karena yang jelas itulah yang diperintahkan Allah Swt dan Rasul-Nya. Tidak ada dasarnya shalat di Masjid. Tolong jangan lupa lagi.

    Masih banyak dalil-dalil lainnya mengenai wajib dan keutamaan shalat berjamaah di masjid.
    Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam
    Makalah Kajian di Mustek
    Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
    http://www.muslimafiyah.com

    Alamandang,
    Tidak demikian. Tidak ada dalil satu pun untuk shalat di Masjid. Justru banyak sekali dalil untuk shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarga.

  55. Kalau anda merasa anda lurus…anda benar dengan argumen anda…ajak para ulama ternama di indonesia saja untuk memperbaiki cara pandang mereka bahw pemahaman mereka salah selama ini…silakan publikasikan melalui youtube atau media televisi di indonesia bahwa apa yang anda tafsirkan benar dan yang selama ini umat islam kebanyakan indonesia dalam salat di masjid adalah salah…

    itu baru namanya anda benar2 berilmu dan tidak ada satupun para ulama yang meragukan anda…
    )* anda saja tidak jelas asal usulnya…biografi anda seperti apa…rekan jejak dalam agama islam seperti apa..???

    jika anda merasa ulama indonesia salah…silahkan datangkan para ulama dari luar negeri yang jelas rekan jejak dan silsilahnya….dan beradu argumenlah di media televis atau youtube…agar umat islam yg melaksanakan salat di masjid adalah dalam kesalahan/ kesesatan…

    Tanggapan Alamandang,
    skg kita ga usah ngomongin si ini salah, si itu salah. kita fokus aja utk ngomongin ajaran salat berjamaah ini yg betul2 nabawi …. dan salat berjamaah yg nabawi itu adl salat di rumah, tuk mjd imam atas anak dan keluarga ….

    bukankah skg ini saya sudah publikasikan salat di rumah ini di blogsite ini????

    kalo masalah di yutub, itu masalah nanti lah ….. skg ini yg penting saya tunggu feedback dari publik luas …. pun utk menguji KETAHANAN dari ajaran ini …. krn kita harus ingat, bhw fikiran org itu beda2, penerimaan pun juga beda2 ….

    terlihat di sini. paparan saya ini yg betul2 berdasarkan hadis nabi, justru mendapat penentangan luar biasa dari para netter ….

    tidak ada satu pun komen yg masuk yg bernada sehaluan dg paparan ini. semua komen yg masuk justru menghujat point2 pada paparan ini …..

    ini menunjukkan bhw fikiran dan penerimaan org itu beda2 …. mereka telah habis dikonsumsi oleh tradisi …. dan tradisi itu tidak lah selamanya benar …..

    masalah saya berilmu ….. itu relatif …. yg penting apakah semua gerak gerik kita sudah sesuai dg tuntunan rasul allah??? percuma kita tinggi berilmu tapi di balik itu semua perilaku kita MENENTANG ajaran baginda nabi saw.

    biografi saya???? apakah itu penting?? kalo saya ternyata seorang pengemis, ato anak putus sekp0lah, maka apakah serta mertta semua point dan argumen (yg notabene berdasarkan hadis) saya jadi tidak bernilai apa2????

    intinya, lihatlah alhadisnya, lihatlah tuntunan rasulnya, lihatlah seruan allahswt nya ….. bukan begitu????

    masalah ulama dari luar negeri ….. ya saya persilahkan beliau2 (yg saya hormati) utk turut berargumentasi …. saya tunggu, dan insya allah akan saya jelaskan dg baik ….

    begitu, sdr ……

    trimakasih.

  56. skg kita ga usah ngomongin si ini salah, si itu salah. kita fokus aja utk ngomongin ajaran salat berjamaah ini yg betul2 nabawi …. dan salat berjamaah yg nabawi itu adl salat di rumah, tuk mjd imam atas anak dan keluarga ….
    (untuk masalah agama…anda seharusnya menentang keras apa yang tidak sesui dengan syariat islam…tapi dari pernyataan anda :
    “skrang gak usah ngomongin masalah si ini salah dan si itu salah” terus yang anda omongin apa..??? anda ragu dengan pemahaman anda..???)

    skg ini yg penting saya tunggu feedback dari publik luas ….
    ( saya sabar menunggu)
    pun utk menguji KETAHANAN dari ajaran ini
    (sebagai penyampai amanah ajaran yang anda pahami cukupkah hanya dengan melalui feedback dari blog ini untuk menguji KETAHANAN dari ajaran ada…??? apa sudah anda diskusikan dengan MUI …???)

    krn kita harus ingat, bhw fikiran org itu beda2, penerimaan pun juga beda2″…(semua orang tau)

    “terlihat di sini. paparan saya ini yg betul2 berdasarkan hadis nabi, justru mendapat penentangan luar biasa dari para netter”
    (Dari mana anda dapat meng klaim bahwa paparan anda betul2 berdasarkan hadis nabi..???)
    karena semua orang bisa seperti anda…???

    tidak ada satu pun komen yg masuk yg bernada sehaluan dg paparan ini. semua komen yg masuk justru menghujat point2 pada paparan ini …..
    ( mengapa anda curhat ke saya masalah komentar yang tidak sehaluan dengan paparan anda…seharusnya anda sudah tau bahwa pemahaman mereka salah selama ini…justru anda datang untuk meluruskan..?? anda minta belas kasihan kami untuk sepaham dengan anda..?? bukankah anda mengucapkan bahwa fikiran orang berbeda2, penerimaan pun juga berbeda2…???

    ini menunjukkan bhw fikiran dan penerimaan org itu beda2 …. mereka telah habis dikonsumsi oleh tradisi …. dan tradisi itu tidak lah selamanya benar ….. “(bagaimana cara anda menunjukkan kebenar itu, cukup dari blog ini aja..???)”

    “masalah saya berilmu ….. itu relatif ….” (bagaimana anda dapat menyakinkan orang dengan ilmu anda sedangkan anda bilang ilmu itu relatif..??? Bukankah ke ilmuan itu penting untuk menyampaikan/ atau memberi pemahaman kepada orang yang kurang paham..??)

    “yg penting apakah semua gerak gerik kita sudah sesuai dg tuntunan rasul allah???percuma kita tinggi berilmu tapi di balik itu semua perilaku kita MENENTANG ajaran baginda nabi saw…
    ( tujuan anda membuat blog ini kan untuk menunjukkan ilmu/ pemahaman anda..?? bagaimna orang2 bisa melihat gerak gerik anda…???) bagaimana cara saya melihatnya…???

    biografi saya???? apakah itu penting?? (PENTING sekali lagi PENTING karna anda menyampaikan agama dalam blog ini…saya gak mau ngikuti ajaran orang2 yang gak jelas rekam jejaknya dalam dakwah agama islam…)

    kalo saya ternyata seorang pengemis, ato anak putus sekp0lah, maka apakah serta merta semua point dan argumen (yg notabene berdasarkan hadis) saya jadi tidak bernilai apa2????
    (hati2…opini anda telah menghakimi pengemis dan anak putus sekolah) karna semua tau di mata allah semua sama….
    dan justru anda di nilai, saya komentar di blog anda…)* tapi NILAI anda itu yang justru saya ingin tau… agar saya pun paham ajaran yang selama ini para ulama2 sampaikan adalah pemahaman yang “termakan oleh tradisi….???)

    intinya, lihatlah alhadisnya, lihatlah tuntunan rasulnya, lihatlah seruan allahswt nya ….. bukan begitu???? (ya betul…..para ulama pun melihatnya…)

    masalah ulama dari luar negeri ….. ya saya persilahkan beliau2 (yg saya hormati) utk turut berargumentasi …. saya tunggu, dan insya allah akan saya jelaskan dg baik ….
    (Ngapain para ulama luar negeri mengeluarkan argumentasinya untuk anda..??) dengan MUI saja apa anda sudah mendiskusikannya….

    dan satu pertanyaan saya…
    anda ini Habib, Kyai, Haji atau ustad…???

    mohon maaf jika saya banyak bertanya…karena saya benar2 ingin tau bahwa ajaran ulama selama ini tidak sesuai…

    trimakasih.

    Tanggapan Alamandang,

    SDR GA USAH PANJANG CONGORR!!

    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    -O0O-

    SKG BEGINI SAJA ….. KEPADA SDR HAMBA ALLAH DEWIMUJILESTARI@GMAIL.COM ….

    SAYA MINTA SDR JAWAB PERTANYAAN2 SAYA ITU, DAN SEJAK AWAL BELUM ADA SATU PUN YG DAPAT JAWAB PERTANYAAN2 TSB.

    KALO TANGGAPAN SDR BUKAN MERUPAKAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN TSB, MAKA AKAN SAYA DELETE SAJA. BEGITU YAA SDR HAMBA ALLAH …

    DAN SAYA INGIN SDR JAWAB SEMUA PERTANYAANNYA. KALO SDR JAWAB TIDAK SEMUANYA, TETAP AKAN SAYA DELETE …..

    SAYA TIDAK INGIN ADA YG SENANG2 DG BERPANJANG CONGORRR DI BLOGSITE SAYA.

    BIKIN SAYA ESMOSI SAJA ….

    PANJANG CONGORR BISA …. TAPI JAWAB PERTANYAAN GAK BISA ….. APAAN TUH!!

    TERIMA KASIH.

    INGAT: AKAN SAYA DELETE KOMEN SDR KALO BUKAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN SAYA TSB. INGAT ITU!

  57. Sepertinya opini atau tafsir ini banyak menimbulkan mudharat,,
    Saya yg baca tanpa ilmu yg tinggi alias awam serasa dibenturkan dengan dalil dan opini atau tafsir,,
    Saya suka dengan debat ilmu, namun jika ada debat kusir yg memicu emosi seperti ini saya rasa hanya mudharat yg ada,,
    Semoga kita selamat dunia akhirat saudara2ku,,

    Tanggapan Alamandang,

    yg mudharat itu yg mana??

    mana yg salah, yg dibenturkan, ato yg membenturkan???

    terima kasih.

  58. Moderator nya 1, yang komentar utk menyalahkan moderatornya 1000,moderatornya egois dan pemarah itu bertanda anda itu gak pny ilmu, semakin banyak ilmu maka seseorang akan semakin sabar, jelas2 ajaran anda sesat tp tdk mau di salahkan. Ajaran anda yg menyesatkan itu tdk usah menyesatkan yg lain! Org awam pun menilai anda itu salah dan akan membenarkan orang2 yg komentar atas pertanyaan anda. Dan kami pun yakin yg berkomentar itu org yg pny ilmu lebih banyak ketimbang anda yg SUNGGUH2 TIDAK ADA ILMU KEBENARAN SETITIK PUN.

    Alamandang,
    jawab saja pertanyaan saya di ats ….. ga usah bahas yg lain dulu …

    klo ga bisa jawab, diem saja, itu lebih baik …..

    (sendirinya teks sdr ini menunjukkn bhw sdr begitu emosi dan berkata kasar ….). insyaf gakk??

  59. tobat lah nak, besok meninggal tau rasa luh

    Alamandang,
    sdr lah yg tobat …. kalo tidak, tauk sendiri rasanya ….. biar rasain dulu neraka …. krn berani2 melanggar ajaran dan amanah rasul muhammadsaw yaitu mjd imam shalat atas anak dan kelurga ….

    jawab saja pertanyaan saya di ats ….. ga usah bahas yg lain dulu …

    klo ga bisa jawab, diem saja, itu lebih baik …..

  60. mas, bilangin ke orang terdekatnya suruh email ke saya klo sampean nanti meninggal ya!!!!! saya penasaran adzab apa yg Allah segerakan untuk orang kayak sampean!!! Atau mungkin QADDARULLAH anda sudah dapat hidayah tolong email ke saya jg ya

    Tanggapan Alamandang,
    lihat tuh, ngomongnya kasar banget …… langsung saja menJUDGE org lain …..

    ——————–

    heh @hamba allah ….

    kalo sdr tidak bisa jawab pertanyaan saya, mending sdr diem aja …

    ——————–

    memang salah saya di mana???? bisa sebut ke sini???

    debat ga berani. beranik nya sumpah serapah … apaan tuh!!!

    kalo cuma sumpah serapah, anak putus esde juga bisa ……

    ahahahaahahaa …..

    ————————

    hahahaahaaa …. kesemua netter di sini …. akhirnya cuma bisa NGAMUK KEPANASAN ….

    krn ga bisa jawab .. …. ein ga bisa memberi sanggahan yg ilmiah …..

    bisa nya cuma sumpah serapah ….. cekakakakakkkk …

    paling banter, kalo debat pun akhirnya MENTOK-MENTOK juga ….. hahahahaha ….

  61. blok sesat&menyesatkan…semoga Allah memberi hidayah pada anda,sebelum ajal menjemput.

    Alamandang – –

    sesatnya di mana??? bisa tunjukkan ke sini???

    terima kasih.

  62. Nasihat Kubur:
    1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dgn TAHAJUD.

    2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka LUASKAN aku dengan ber SILATURAHIM.

    3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka RAMAIkanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR’AN.

    4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikkan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH

    5). Aku yang menyempitkanmu hingga hancur bilamana tidak Sholat, bebaskan sempitan itu dengan SHOLAT

    6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA..

    7). Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah “LAILAHAILALLAH”…

    ” Tiap-tiap Yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. ketika itu sesiapa Yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka Sesungguhnya ia telah berjaya. dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi Segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang Yang terpedaya.” (Surah Ali Imran 3:185)

  63. 1. Di madinah dan mekahpun umat muslim tdk semua yg sholat di ke dua masjid utama itu, bnyk masjid lain bertebaran disana dan ini penuh sesak oleh jamaah, krn saya pernah sholat di sebagian masjid di 2 kota tsb, dan tidak ada 1pun jamaah wanita di sana. Jd wajib berjamaah bukan hnya di 3 masjid utama tsb.. itu hnya menunjukan kadar pahalanya saja yg berbeda.
    2. Sdr kok ga ada hormat2nya pada Nabi Muhamad SAW dgn hanya menyebut namanya saja… semoga Alloh SWT mengampuni dosa2 sdr..

  64. Imam Shloat itu apakah sama dengan Imam Keluarga Bro….???Kok gak paham ak Bro…
    Jawab ya….hehehehe

    Tanggapan,
    Ya, imam keluarga berarti imam shalat utk keluarga, krn tdk mgk seorang ayah menjadi imam shalat sementara ia tdk boleh mrnjadi imam shalat utk keluarganya.

    Spy anda bisa faham. Terimakasih.

  65. hhhhmmmmmm,kalau memang shalat berjamaah lebih baik di rumah trus buat apa ada mesjid?buat ngerumpi?hahahaha.

    masalah nabi (misal) shalat di beijing yang tidak ada mesjid di sana waktu itu, di madinah juga di masa masa awal nabi datang juga belum ada mesjid, makanya nabi bikin, namanya masjid nabawi. kalau shalat ga harus di mesjid ngapain nabi bikin mesjid?

    Alamandang,
    mesjid itu fungsi nya utk shalat jumat, sbg tanda bhw di tempat tsb telah ada umat muslim.

    tidak ada mesjid di madinah, nah maka dari itu muhsaw membangun mesjid di medinah.

    intinya, muhsaw sdh bersabda, bhw setiap kamu adl pemimpin ….. arinya apa, kalo bukan perintah utk shalat di rumah spy mjd imam atas seluruh keluarga????

    trima kasih

    1. Aslm. Makna pemimpin itu bukan hanya imam sholat saja. Kita hrs bisa menjadi contoh dan teladan yg baik bagi keluarga kita. Sehingga keluarganya menjadi keluarga sakina mawadah dan warohmah. Kalau sholat dimasjid tetap paling utama. Mari kita ramaikan masjid2 dgn sholat berjamaah. Alhamdulillah saya sendiri sangat merasakan faedahnya sholat jamaah dimasjid.
      Antum mending coba belajar rutin sholat dimasjid Insya Allah akan makin cinta kpd Allah SWT dan Rasull nabi Muhammad SAW.
      Kl sdh dicintai sm Allah SWT insya Allah keluarga, anak keturan kita jd anak yg sholeh. Insya Allah antum akan menjadi pemimpin yg berhasil, yg selamat dunia akhirat. Amin

      Alamandang,
      Gregettann deh gw bacanya! Gregettaaaann!!! Dari kemaren gak mudenk2 juga! Rasanya pengen gw banting aja nyh komputer internetnyaa!!!

      Heh nyongk!!!

      Pinter banget bung ngomong nglindur gitu!!! Manis banget bung khotbah di sini!!!

      Kalo kita shalat di mesjid, lantas siapa yg mengimamkan shalat anak2 dan keluarga di rumah? Apakah anak2 akan ditelantarkan saja urusan shalatnya?

      Kalo kita shalat di meajid, lantas bagaimana dg alhadis nabi, bhw setiap kamu adl pemimpin / imam atas anak dan keluarga?

      apakah salat berjamaah di rumah untuk anak dan keluarga TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI??? apa tidak lihat bhw kacau balaunya masyarakat kita sekarang ini dikarenakan para ayah selalau shalat di mesjid, bukannya shalat di rumah untuk menjadi imam atas anak dan kelaurga????

      Baca lagi artikel ini berikut ulasan dr saya. Capeeekkkk yg beginian mulu yg diulang2. Sabar emang sabar, tapi kalo yg nongol gak mudhenx2 dr kemaren …. itu namanya ude kelewatan….

      -o0o-

      JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

      PERTAMA.
      ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
      ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
      DAN APA ARTINYA??

      KEDUA.
      ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
      ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
      DAN APA ARTINYA?

      KETIGA.
      ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
      ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
      DAN APA ARTINYA?

      KEEMPAT.
      KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

      KELIMA.
      KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

      -O0O-
      DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

      KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

      DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

      -O0O-
      BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
      ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
      PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
      DAN APA ARTINYA?

  66. Kok. Pada banyak comments, toh sudah jelas yg punya blog punya misi membuat mesjid menjadi Sepi, Karena dengan mesjid yang ramai Dan makmur adalah situasi yg di khawatirkan para Umat non Muslim.
    Jangan terpancing oleh propaganda musuh2 Islam.

    Alamandang,
    Trus, pesan / perintah nabi bhw semua pria / ayah hrs menjadi imam atas anak dan keluarga nya, yg artinya semua laki / ayah hrs shalat berjamaah di rumah, mau dikemanakan?

    Tolong dijawab: perintah nabi itu yg bagaimana?

    Harap cerdas. Terima kasih.

    1. “Kalau kalian meninggalkan ajaran Nabi kalian, kalian pasti akan sesat.”

      Ketahuilah saudaraku -semoga Allah menambahkan iman kepada aku dan kamu- tidaklah ada lelaki muslim yang bersengaja meninggalkan shalat jama’ah kecuali orang-orang yang lemah iman atau munafik.

      Abdullah bin Mas’ud ra menceritakan, “Barangsiapa yang senang untuk berjumpa dengan Allah di hari esok [hari akhirat] sebagai seorang muslim maka jagalah shalat lima waktu dengan berjama’ah yang mana diserukan panggilan adzan untuknya. Karena Allah telah mensyariatkan jalan-jalan petunjuk untuk Nabi kalian saw. Dan sesungguhnya shalat berjama’ah itu termasuk jalan petunjuk. Kalau lah kalian sengaja mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana halnya perbuatan orang yang sengaja meninggalkan shalat jama’ah ini [dan mengerjakan shalat] di rumah niscaya kalian telah meninggalkan ajaran Nabi kalian. Dan kalau kalian sudah berani meninggalkan ajaran Nabi kalian, maka kalian pasti akan sesat. Sungguh aku teringat, bahwa dahulu tidak ada yang meninggalkan shalat berjama’ah itu melainkan orang munafiq yang tampak sekali kemunafikannya. Sampai-sampai dahulu ada [di antara para sahabat itu] yang memaksakan diri untuk datang [shalat berjama’ah] dengan dipapah di antara dua orang lelaki untuk diberdirikan di dalam barisan / shaf.” (HR. Muslim [654]).

      Mengapa orang munafiq tidak mau menghadiri shalat jama’ah?
      Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menerangkan, sebab mereka itu tidak berharap pahala dan tidak mengimani adanya hisab / penghitungan amal. Oleh karena itu mereka sengaja tidak menghadirinya. Karena itu pula Rasul saw bersabda, “Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafiq adalah shalat ‘Isyak dan shalat Fajar / subuh.” (HR. Bukhari [657] dan Muslim [651] dari Abu Hurairah ra, lafazh Muslim). Karena ketika [jama’ah] shalat Isya dilakukan, tidak tampak siapa yang tidak ikut di dalamnya; sebab dahulu di masa Nabi saw belum ada listrik atau lampu-lampu [sebagaimana sekarang, pent], maka hal itu memungkinkan bagi orang untuk tidak ikut hadir shalat dalam keadaan orang lain tidak mengetahuinya. Selain itu, shalat Isya dan Fajar itu dilakukan di waktu-waktu [untuk] istirahat dan tidur, maka hal itu sangat berat bagi orang-orang munafiq, sehingga mereka tidak mau mendatanginya. Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada keduanya [jama’ah shalat ‘Isyak dan Subuh, pent] niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan cara merangkak (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, cet. Dar Al-Bashirah, 3/254).

      Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Shalat ‘Isya dan Subuh [berjama’ah] itu paling berat bagi mereka -orang munafiq- apabila dibandingkan shalat yang lainnya [meskipun secara umum mereka juga malas untuk melakukan shalat yang lainnya] dikarenakan kuatnya dorongan untuk meninggalkan kedua shalat tersebut. Karena waktu Isyak adalah waktu yang tenang dan cocok untuk beristirahat sedangkan subuh adalah waktu yang enak untuk tidur…” (Fath Al-Bari, cet Dar Al-Hadits, 2/166).

      Shalat jama’ah jauh lebih utama!
      Saudaraku yang kucintai karena-Nya, shalat berjama’ah merupakan sebuah amalan yang sangat utama, jauh lebih utama daripada shalat sendirian. Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Shalat berjama’ah dua puluh tujuh derajat lebih utama daripada shalat sendirian.” (HR. Bukhari [645] dan Muslim [650], lafazh ini milik Muslim).

      Bukhari rahimahullah menuturkan, dahulu Al-Aswad bin Yazid An-Nakha’i -salah seorang pembesar tabi’in-, apabila tertinggal shalat jama’ah maka dia pergi ke masjid yang lain [untuk mencari shalat jama’ah]. Sedangkan Anas bin Malik ra, apabila beliau sampai di masjid sementara shalat jama’ah telah selesai dilaksanakan, maka beliau mengumandangkan adzan dan iqamah lantas melakukan shalat secara berjama’ah (Shahih Al-Bukhari cet Maktabah Al-Iman, hal. 143). Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Yang tampak bagi saya, dengan membawakan riwayat dari Al-Aswad dan Anas tersebut, Bukhari ingin memberikan isyarat bahwa keutamaan yang disebutkan dalam hadits-hadits dalam bab ini hanya berlaku bagi orang yang melakukan shalat jama’ah di masjid, bukan bagi orang yang melakukan shalat jama’ah di rumahnya.” (Fath Al-Bari cet Dar Al-Hadits, 2/154).

      Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa shalat berjama’ah [di masjid] termasuk ibadah yang paling utama dan ketaatan yang paling mulia…” (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, cet. Dar Al-Bashirah, 3/249).

      An-Nawawi rhm mengatakan, “Para sahabat kami -ulama madzhab Syafi’i- berargumen dengan hadits-hadits ini untuk menyatakan bahwa berjama’ah bukanlah syarat sah shalat, hal ini berseberangan dengan [pendapat] Dawud [Azh-Zhahiri] …” (Syarh Muslim, cet. Dar Ibn Al-Haitsam, 3/456). Pendapat serupa -bahwa berjama’ah bukan syarat sah shalat- dikemukakan oleh Syaikh Abdullah Al-Bassam (lihat Taisir Al-’Allam, cet. Dar Al-’Aqidah, 1/108).

      Syaikh Ibnu Utsaimin rhm menuturkan, sebagian ulama berpendapat bahwa shalat [wajib] secara berjama’ah merupakan syarat sahnya shalat. Mereka menganggap bahwa apabila seseorang –yang diperintahkan untuk berjama’ah; yaitu kaum lelaki– tidak mengerjakan shalat [wajib] secara berjama’ah maka shalatnya sia-sia dan tidak diterima. Pendapat ini dianut oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rhm. dan merupakan sebuah pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad (lihat Syarh Riyadh Ash-Shalihin cet Dar Al-Bashirah, 3/249). Namun, pendapat itu adalah pendapat yang lemah. Sebab Nabi saw menyatakan, “Shalat berjama’ah dua puluh tujuh derajat lebih utama daripada shalat sendirian.” Adanya pengutamaan itu menunjukkan bahwa amal yang dinilai kurang utama itu masih memiliki keutamaan. Konsekuensi dari adanya keutamaan padanya adalah amalan itu masih sah dilakukan. Sebab amal yang tidak sah tidak mungkin punya keutamaan, bahkan berdosa jika dikerjakan. Maka hadits ini merupakan dalil yang sangat jelas menunjukkan bahwa shalat sendirian itu hukumnya sah. Demikian papar Syaikh Ibnu Utsaimin rhm. (Syarh Shalat Al-Jama’ah, cet Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, hal. 24).

      Orang buta saja disuruh untuk berjama’ah!

      Saudaraku, shalat wajib secara berjama’ah -bagi laki-laki- merupakan perintah dari Rasulullah saw, bukan saja kepada orang yang normal seperti kita, bahkan kepada orang yang buta sekalipun.

      Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa suatu ketika ada seorang buta yang datang menemui Rasulullah saw. Dia berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun yang selalu membimbingku untuk berangkat ke masjid.” Dia bertanya kepada Rasulullah saw dengan tujuan meminta keringanan agar boleh mengerjakan shalat di rumah, maka beliau pun memberikan keringanan untuknya. Akan tetapi, ketika dia berpaling (hendak pulang) maka beliau menanyakan kepadanya, “Apakah kamu masih mendengar adzan untuk shalat [berjama’ah]?”. Dia menjawab,”Iya.” Maka Nabi pun mengatakan, “Kalau begitu penuhilah panggilan itu.” (HR. Muslim [653]).

      An-Nawawi rhm. berkata mengomentari kisah di atas, “Di dalam hadits ini terdapat penunjukan dalil bagi [ulama] yang berpendapat bahwa shalat jama’ah adalah wajib ‘ain [bagi setiap lelaki]…” (Syarh Muslim, cet. Dar Ibn Al-Haitsam, 3/459). An-Nawawi sendiri memilih pendapat bahwa shalat jama’ah adalah wajib kifayah, dan ada sebagian ulama yang berpendapat sunnah (lihat Syarh Muslim, cet. Dar Ibn Al-Haitsam, 3/456). Di antara ulama yang berpendapat shalat berjama’ah adalah sunnah mu’akkad yaitu Al-Qadhi Abu Syuja’ rhm. -penulis matan Al-Ghayah wa At-Taqrib fi Fiqhi Syafi’i-, namun oleh pentahqiq kitab tersebut -Majid Al-Hamawi- pendapat ini dinilai tidak tepat; menurutnya pendapat yang lebih kuat adalah shalat berjama’ah itu fardhu kifayah. Beliau berdalil dengan hadits Nabi saw, “Tidaklah ada tiga orang [muslim] di suatu kota atau kampung namun mereka tidak mendirikan shalat [berjama’ah] di sana, kecuali karena syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu [shalat] berjama’ah. Karena srigala itu hanya akan memangsa domba yang jauh [menyendiri].” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i dan Al-Hakim serta beliau -Al-Hakim- mensahihkannya) (lihat Matn Al-Ghayah wa At-Taqrib cet Dar Ibnu Hazm, hal. 80). Adapun Imam Syafi’i rahimahullah, maka zahir dari keterangan beliau menunjukkan bahwa beliau berpendapat shalat jama’ah itu wajib kifayah. Pendapat ini juga didukung oleh banyak ulama terdahulu dalam lingkungan madzhab Syafi’i, serta populer di kalangan banyak ulama Hanafiyah dan Malikiyah (lihat Fath Al-Bari cet Dar Al-Hadits, 2/148).

      Ketika menerangkan hadits di atas, Syaikh Ibnu Utsaimin rhm. mengatakan, “[Ungkapan] itu –perintah Nabi kepada orang yang buta untuk menghadiri shalat jama’ah– menunjukkan wajibnya shalat jama’ah bagi orang buta, dan menunjukkan pula bahwa kebutaan bukanlah alasan untuk tidak mengikuti shalat jama’ah. Hadits itu pun menunjukkan bahwa shalat jama’ah itu wajib dilakukan di masjid, bukanlah maksudnya hanya sekedar berjama’ah -meskipun bukan di masjid-. Namun, yang diperintahkan adalah secara berjama’ah dan bertempat di masjid…” (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, cet Dar Al-Bashirah, 3/252). Shalat berjama’ah wajib dilakukan di masjid. Seandainya ia dilakukan bukan di masjid maka hal itu tidak menggugurkan dosa -bahkan mereka berdosa karenanya [yaitu karena shalat berjama’ah tidak di masjid,pent]- meskipun shalat mereka tetap dinilai sah menurut pendapat yang terkuat, demikian keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin di tempat yang lain (lihat Syarh Shalat Al-Jama’ah, cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, hal. 26). Oleh sebab itu, Syaikh Ibnu Utsaimin rhm. memfatwakan tidak boleh bagi seseorang atau sekelompok orang melaksanakan shalat berjama’ah di rumah padahal masjid dekat dengan rumah mereka. Adapun, apabila letak masjid itu sangat jauh dan mereka tidak bisa mendengar adzan [maksud adzan di sini adalah adzan tanpa mikrofon, demikian menurut Syaikh dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 3/252], maka tidak mengapa bagi mereka melakukan shalat jama’ah di rumah selama memang jarak tempat mereka jauh dari masjid dan sulit bagi mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah (lihat Fatawa Arkan Al-Islam, cet. Dar Ats-Tsurayya hal. 367-368).

      Nabi mengancam untuk membakar rumah mereka…

      Saudaraku -semoga Allah menggugah kesadaranmu untuk taat kepada-Nya- shalat berjama’ah bukan masalah yang layak untuk disepelekan. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh, aku pernah bertekad untuk menyuruh orang membawa kayu bakar dan menyalakannya, kemudian aku akan perintahkan orang untuk mengumandangkan adzan untuk shalat [berjama’ah] kemudian akan aku suruh salah seorang untuk mengimami orang-orang [jama’ah] yang ada lalu aku akan berangkat mencari para lelaki yang tidak ikut shalat berjama’ah itu supaya aku bisa membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari [644] dan Muslim [651]).

      Imam Bukhari rhm. mencantumkan hadits di atas di bawah judul ‘Bab wajibnya shalat jama’ah’. Dan beliau juga menukil perkataan Al-Hasan, “Kalau seandainya ibunya melarang shalat ‘Isyak berjama’ah karena kasihan kepada anaknya, maka dia -sang anak- tidak boleh menuruti [kemauan] ibunya.” (lihat Shahih Bukhari cet. Maktabah Al-Iman, hal. 142).

      An-Nawawi rhm. mengatakan, “Hadits ini adalah salah satu dalil yang digunakan untuk menyatakan bahwa shalat jama’ah adalah wajib ‘ain. Ini adalah madzhab / pendapatnya Atha’, Al-Auza’i, Ahmad, Abu Tsaur, Ibnul Mundzir, Ibnu Khuzaimah, dan Dawud [Azh-Zhahiri]…” (Syarh Muslim, cet. Dar Ibn Al-Haitsam, 3/458). Ibnu Hajar rhm. menambahkan, di antara ulama yang berpendapat hukum shalat jama’ah wajib ‘ain adalah Ibnu Hiban (lihat Fath Al-Bari cet Dar Al-Hadits, 2/148).

      Syaikh Ibnu Utsaimin rhm. berkata, “[Hadits] ini menunjukkan bahwa shalat jama’ah adalah wajib [‘ain], sebab Nabi saw tidak akan bertekad semacam itu -membakar rumah mereka- apabila bukan karena [mereka] telah meninggalkan perkara yang wajib…” (Syarh Riyadh Ash-Shalihin cet Dar Al-Bashirah, 3/252).

      Syaikh Ibnu Utsaimin rhm. menyimpulkan, “Pandangan yang benar menunjukkan wajibnya hal itu -shalat berjama’ah-. Karena sesungguhnya umat Islam adalah umat yang satu. Dan tidak akan terwujud persatuan [umat ini] dengan sempurna kecuali dengan berkumpul dalam menunaikan ibadah-ibadahnya. Sementara [salah satu] ibadah yang paling mulia, paling utama, dan paling ditekankan adalah shalat. Oleh sebab itu sudah seharusnya bagi umat ini untuk bersatu dalam mengerjakan shalat ini.” Beliau juga menambahkan, “Bagaimana pun keadaannya, wajib bagi setiap lelaki muslim yang berakal dan sudah dewasa / baligh untuk menghadiri shalat [wajib] berjama’ah, entah dia sedang dalam perjalanan / safar ataukah tidak sedang bersafar.” (Fatawa Arkan Al-Islam, cet Dar Ats-Tsurayya. hal. 366 dan 367).

      Semoga Allah mengembalikan kemuliaan dan persatuan umat Islam di atas Sunnah Rasulullah saw. Wal hamdu lillahi Rabbil ‘alamin.

      Alamandang,
      semua teks yg sdr kemukakan di sini sudah mentah dalam artikel ini. sdr belum dapat memahami, bhw KEWAJIBAN SHALAT DI MESJID ATAS LAKI2 HAMYA DATANG DARI PARA ULAMA SESUDAH NABI. JADI NABI SENDIRI TIDAK PERNAHY MEWAJIBKAN UMATNYA UTK SHALAT DI MESJID, KECUALI MESJID YG TIGA ITU …

      JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

      PERTAMA.
      ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
      ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
      DAN APA ARTINYA??

      KEDUA.
      ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
      ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
      DAN APA ARTINYA?

      KETIGA.
      ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
      ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
      DAN APA ARTINYA?

      KEEMPAT.
      KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

      KELIMA.
      KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

      -O0O-
      DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

      KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

      DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

      -O0O-
      BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
      ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
      PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
      DAN APA ARTINYA?

  67. inilah cara orang2 kafir menyesatkan orang muslim dengan cara menyalahkan arti dan makna dari hadis rasullulah muhammad saw adalah nabi terakhir yg di peruntukan untuk seluruh umat .bukan hanya untuk bangsa arab. jadi sunnah nya beliau bukan hanya untuk pedoman bangsa arab saja. akan tetapi untuk seluruh umat bukan hanya untuk( tiga mesjid besar di arab)

    Alamandang,
    bung tulis,
    inilah cara orang2 kafir menyesatkan orang muslim dengan cara menyalahkan arti dan makna dari hadis rasullulah muhammad saw .

    jawab,
    lantas arti dan makna yg benar dari alhadis muhsaw mengenai SETIAP KAMU ADL IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU spt apa????

    kalau setiap laki2 shalat di mesjid lantas kapan ia menjadi imam atas anak dan keluaganya???

    bisa jawab gaakkkk???

    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

  68. Stress berat yg bikin artikel ni

    Alamandang,

    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

  69. Stress berat ni org,,,,nulis aja langsung muhammad saw,,tanpa didahului kalimat”nabi”,,,bukti bahwa ni org bukan dari golongan islam

    Alamandang,
    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

  70. Ayah & anak-anak (Laki-laki) shalat di masjid, ibu jadi imam shalat bagi anak perempuannya. Ayah & anak laki2 memakmurkan masjid, ibu madrasatul ula dari sana muncul ya peran yang diamanahi untuk orang tua.
    Innamal’amalu binniyati, shalat jama’ah yang dilakukan semoga tecurah pahala 27 derajat.

    Alamandnag,
    mana tunjukkan alhadis bhw ayah dan anak laki2 shalat di mesjid, sementara ibu menjadi imam shalat bagi anak perempuannya di rumah. adanggakkk????

    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

  71. Astaghfirullah…begini kalo orang tidak berilmu…tetapi dengan pemahaman sendiri mencoba mengartikan dan menafsirkan arti hadits.Tentu akan banyak penyimpangan pemahaman dari para salafusholeh.Kami doakan semoga Allah beri petunjuk dan hidayah sehingga Anda akan menjadi Muslim yang selalu berjamaah di masjid tepat waktu Istiqomah sampai akhir hayat.Aamiiin

    Alamandang,
    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    1. Sholat wajib itu harus berjamaah di masjid atau musholla, tapi kalo sholat sunnah baiknya itu dirumah, baik sholat tahajjud nah disinilah seorang ayah saatnya jadi pemimpin ajak istri dan anak anak untuk sholat sunnah tersebut, tapi kalo sholat wajib harus di masjid ajak anak anak anda ke masjid

      Alamandang,
      mana landasannya? mana alhadisnya?

  72. Sholat wajib itu harus di masjid…..sebagaimana rasulullah saw pernah mengatakan kepada seseorang yg matanya buat….bahwa orang buta itu bertanya kepada rasulullah, ya rasulullah sy ini buta sedangkan kalo seandainya sy pergi ke masjid dikhawatirkan ada binatang buas yg menerkam ku, lalu rasulullah menjawab : anda masih mendengarkan adzan ? Orang buta itu menjawab …Masih wahai rasulullah, lalu rasulullah berkata kalo begitu kamu wajib mendatangi masjid.

    Alamandang,
    baca dari awal!!

  73. Home FIKIH
    FIKIHIbadahSholat
    Laki-Laki Wajib Shalat Berjamaah di Masjid, Benarkah?
    By adminC -Jul 8, 2010013047

    Pertanyaan:

    Adakah dalil yang menyatakan bahwa lelaki wajib melaksanakan shalat fardhu berjamaah di mesjid, sementara bila dikerjakan di rumah tanpa uzur maka shalat fardhunya itu tidak sah?

    Jawaban:

    Perlu diketahui, para ulama sepakat bahwa menegakkan shalat lima waktu di mesjid termasuk ibadah teragung. Namun, mereka masih berselisih pendapat tentang hukumnya, apakah wajib atau tidak bagi lelaki.

    Di antara pendapat tersebut ada pendapat yang mewajibkan lelaki melaksanakan shalat fardhu berjamaah di mesjid dan shalatnya tidak sah tanpa berjamaah di mesjid, kecuali ada uzur. Pendapat ini adalah pendapat sejumlah ulama, di antaranya adalah Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah -dalam salah satu pendapat beliau- dan Ibnul Qayyim. Ini juga pendapat yang dipilih mazhab zahiriyah dan dirajihkan oleh Ibnu Hazm.

    Di antara dalil-dalil mereka adalah:

    1. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

    “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (Hr. Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551)

    2. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

    “Demi Zat yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan untuk mengumpulkan kayu bakar lalu terkumpul, kemudian memerintahkan untuk shalat dan dikumandangkan azan. Kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku pergi melihat orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka.” (Hr. Bukhari)

    Alamandang,
    pertama
    yg harus kita ungkapkan di sini adl, bahwa pewajiban shalat di mesjid HANYA DATANG dari kalangan ulama. TIDAK ADA ALHADIST yg menyatakan bhw kaum laki2 harus shalat fardu di mesjid, kecuali untuk ketiga mesjid haram. kita minta hadisnya, bukan pendapat ulama.

    kedua.
    Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (Hr. Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551)

    jawab,
    coba tunjukkan dari penggalan hadist tsb, apakah ada kata mesjid nya???? maka mengapa umat masih menyimpulkanm bhw laki2 harus shalat fardu di mesjid???

    ketiga,
    “Demi Zat yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan untuk mengumpulkan kayu bakar lalu terkumpul, kemudian memerintahkan untuk shalat dan dikumandangkan azan. Kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku pergi melihat orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka.” (Hr. Bukhari)

    jawab,
    mana kata mesjid nya??? pada hadist tsb tidak ada kata mesjid …. jadi mengapa umat masih menyimpulkan bhw laki2 harus shalat fardu di mesjid???

    sudah jelas bhw seluruh laki2 harus shalat di rumah utk menjadi imam shalat atas anak dan keluarganya, karena itulah ajaran nabi muhammad, spt dalam hadisnya SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN / IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU ….. ini artinya setiap laki2 harus shalat di rumah, bukan di mesjid.

    terima kasih.

  74. Blog sesat.. mungkin wahabi ato apa. anda mentakwilkan dalil sembarangan.

    sholat jamaah memang tidak harus di masjid, tapi salah jika anda katakan sholat jama’ah harus di rumah.

    Alamandang,
    kaolo sesat maka tolong tunjukkan di mana sesatnya. jangan asal ngomong …. jangan hanya atas dasar faktor dislike maka sesuatu sdr anggap sesat.

    terima kasih.

    1. Terus semua ulama ma guru ngaji selama ini sesat yah berati ??
      Aduh saya harus belajar ma anda kalo gitu mulai skrang,
      Anda dulu belajar ngaji nya ma siapa mas ?? Gurunya salah juga gak ?? Apa pas lahir langsung ngerti hadits dan hafal qur’an ?? Ampe berani nyingkat nama Nabi jadi gaul gitu
      Mau lah saya belajar ma sampeyan,
      Yuk ah kita bilangin ke orang2 kalo selama ini ulama pada salah,
      Selain mas nya ada yg logika ma pendapatnya sama kayak mas gak ?? Biar kita bisa yakinin orang2 nih,
      Klo cuma satu pendapat kyaknya kurang,
      Soalnya, hadits aja ada yg lemah, apalagi pendapat mas nya, hehe,.
      Ulama aja salah, apalagi mas nya,.
      Ya apalagi saya,. Jangab tanyain hadits apa dalil ke saya ya mas, gak ngerti saya mah, hehe,

      ALamandang,
      kalo ulama dan ustadz TIDAK SALAH dalam hal shalat ini, maka bukankah itu berarti HADIST NABI LAH YG JADI SALAH????

      apa jawab sdr skg??

      ingat, apakah kita diharamkan, dipantangkan, dilarang, utk menyatakan bhw ulama ada salahnya??? jadinya ulama dan ustadz itu SUCI DAN SESUCI PARA AANBIYA YAAAA???? bisa dijawab????

  75. sesatmu karna menyelisihi para ulama..
    sesatmu karna km menafsirkan hadist dgn akalmu sendiri..
    siapa ulama yg mendukung ajaranmu ini??
    semua hadist yg digunakan menyangkalmu itu berlaku untuk umum..
    jgn membatasi semaumu sendiri..
    jgn menggunakan hadist semaumu sendiri..
    apakah dgn sholat dimasjid seorg suami tdk bisa mengimami istri anak dirumah??
    apakah dgn suami sholat dimasjid.. km bisa pastikan klo anak istri akan terlantar agama’a??
    apakah km atau Allah yg Maha tau mana yg terbaik bagi umat islam??
    apakah karna ada sdikit khilafiah km menganggap buruk suami yg sholat dimasjid??
    km bilang jika tdk kalah debat berarti benar..
    jika ada org atheis ngeyel ttp tidak percaya Tuhan, bahkan setelah km jelaskan bahwa Tuhan itu ada.. apakah berarti atheis itu benar?? apakah ketika nabi Musa medakwahi firaun, dan firaun tetap menolak mengakui, apakah firaun jd benar dan nabi Musa salah??
    percuma km jawab.. cukup direnungi aja..🙂

    Alamandang,
    ::: sesatmu karna menyelisihi para ulama..
    Jawab ::: menyelisihi para ulama? Apakahg bung ingin katakana di sini bhw para ulama itu SESUCI para nabi? Apakah bung yakin bhw para ulama itu tidak pernah berbuat salah??? Apa jawaban bung?
    Saya hanya menginginkan hadis nabi utk ajaran bhw setiap laki / suami harus salat di masjid. Apakah itu berlebihan??
    @@@@@@
    ::: sesatmu karna km menafsirkan hadist dgn akalmu sendiri..
    Jawab ::: menafsirkan dg akal saya sendiri? Jadi harus dg akal siapa???
    Bung tidak faham ya apa itu logika??? Logika kita sama, bukan? Kalo saya bilang gula itu manis, pasti semua org akan berkata dg akalnya bhw gula itu memang manis, bukan???
    @@@@@@
    ::: siapa ulama yg mendukung ajaranmu ini??
    Jawab ::: saya tdk butuh ulama mana pun utk mendukung pendirian saya. Saya hanya punya alhadis, ejarah kenabian dan logika. Faham???
    @@@@@@@@
    ::: semua hadist yg digunakan menyangkalmu itu berlaku untuk umum..
    Jawab ::: hadis yg mana???
    @@@@@@@@
    ::: jgn membatasi semaumu sendiri..
    Jawab ::: bukan kemauan saya sendiri, tapi berdasarkan alhadis nabisaw. Kurang jelas???
    @@@@@@@
    :::jgn menggunakan hadist semaumu sendiri..
    Jawab ::: kapan saya menggunakan hadis semau saya sendiri??? Bisa tunjukkan di sini???
    @@@@@@@
    ::: apakah dgn sholat dimasjid seorg suami tdk bisa mengimami istri anak dirumah??
    Jawab ::: dg shalat di masjid, yg jelas suami tidak lagi menunaikan pesan muhsaw bhw setiap kamu adl imam atas anak dan keluarganya. Masih kurang jelas???
    @@@@@@
    apakah dgn suami sholat dimasjid.. km bisa pastikan klo anak istri akan terlantar agama’a??
    jawab ::: dg shalat di masjid, yg jelas suami tidak lagi menunaikan pesan muhsaw bhw setiap kamu adl imam atas anak dan keluarganya. Masih kurang jelas???
    @@@@@@@@@
    :::: apakah km atau Allah yg Maha tau mana yg terbaik bagi umat islam??
    Jawab ::: yg terbaik adl apa yg diajarkan muhsaw, yaitu bhw setiap laki2 ha rus shalat di rumah spy mjd imam salat atas anak dan k eluarganya. Masih kurang jelas??
    @@@@@@@@
    ::: apakah karna ada sdikit khilafiah km menganggap buruk suami yg sholat dimasjid??
    Jawab ::: dg shalat di masjid, yg jelas suami tidak lagi menunaikan pesan muhsaw bhw setiap kamu adl imam atas anak dan keluarganya. Masih kurang jelas???
    @@@@@@@
    ::: km bilang jika tdk kalah debat berarti benar..
    Jawab ::: apakah sdr punya penjelasannya sendiri??? Kalo kalah dalam debat, bgm itu bisa dikatakan benar??? Apakah kebenaran tidak dapat di buktikan m elalui debat???
    @@@@@@@@@@@
    ::: jika ada org atheis ngeyel ttp tidak percaya Tuhan, bahkan setelah km jelaskan bahwa Tuhan itu ada.. apakah berarti atheis itu benar?? apakah ketika nabi Musa medakwahi firaun, dan firaun tetap menolak mengakui, apakah firaun jd benar dan nabi Musa salah??
    Jawab ::: coba silahkan panggila atheis ke sini …. Insya allah saya jelaskan kepada mrk bhw tuhan itu ada. Berani??
    Soal firaun, apakah firaun menang debat melawan musa??? Coba tunjukkan di sini bukti bhw firaun menang debat melawan musa. Bisa??????
    @@@@@@@@@
    ::: percuma km jawab.. cukup direnungi aja..:)
    Jawab ::: sdr lah yg harus merenung!!!!

  76. Heheh,.
    Kalo kita sepakat meragukan ulama, dan yang dibilang ulama itu salah,
    Mohon maaf, ada kemungkinan juga kalo penafsiran anda salah, dan bukan hal yg tidak mungkin kalo komentar semua disini itu salah,.
    Hehe,.
    Iya memang betul ulama itu manusia, dan sangat mgkin salah, tapi ya kalo gak ke mereka kita belajar ke siapa ?? Kan Nabi juga udah gak ada,.
    Kalo kita ngandelin logika sendiri pasti setiap orang pnya paham sendiri nantinya, nah kalo logika semua org sama, kenapa semua orang gak nganut agama yg sama dan punya paham yg sama ??
    Hehe,. Selama kita gak bisa nahan marah dan maksain kehendak, mgkin baiknya jgn mulai berdebat,
    Iya, maaf, saya juga cuma sok tahu disini,
    Apa dasarnya ? Ya gak tau saya, ini mah logika saya aja,, heheh,.
    Berdasarkan artikel kita harus pake logika kan ya ??
    Ya ini mah menurut saya aja,
    Gitu gak sih ??

    Kalo ulama aja bisa dibilang salah,
    Ya apalagi saya yang bukan siapa2 dan gatau apa2,
    Hadist aja ada yg dikategorikan lemah,
    Pasti komentar saya juga masuk kategori lemah, hehe,,

    Punteun ah, ini mah cuma logika saya aja yg sok tau,.
    Kalo mo disalahkan, saya mah gak mau salah lah, hehe,.
    Siapa sih yg mau ngalah ?
    Emg ada ????????

    Alamandang,
    intinya, muhsaw telah bersabda
    @ SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU ….
    ini artinya setiap laki2 harus shalat di rumah spy mjd imam shalat di rumahnya atas anak dan keluarganya.

    @ TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ini artinya shalat harus di rumah, bukan di mesjid.

    apakah susah memahami dan mengamalkan alhadis tsb?? apakah kita harus masih gontok2an logika dan tafsir hanya utk memahami kedua hadist tsb??

    nabi memang sudah tidak ada, tapi alhadist nya masih ada sampai skg. dan kita harus hidup berdasarkan hadist tsb. oke????
    terima kasih.

    1. Hehe,
      Maaf mas, mungkin emang gak susah koq, dan sbnrnya logika kita pun sama, dan mungkin juga kita berpikiran ada benarnya, tapi saat saya mau meyakini, pasti saya kan harus cari semacam rujukan lain gitu lho mas,
      Naah, sekarang sepertinya yg jd rame disini itu karena rujukan kita selama ini ( yg boleh dibilang mengacu ke ulama atau guru masing2) itu bertentangan sama yg ingin mas sampaikan, dan saat kita cari rujukan yg mendukung pendapat masnya sayangnya kita belum dapat,
      Nah, mungkin baiknya gausah terlalu dibesarkan atau emosi,
      Apalagi semacam pinter2an adu ilmu, hehe,.
      Takutnya nih mas,
      Ada orang seperti saya yg belum tau apa2, dan lagi pengen cari tau ttg islam dan masalah shalat, trus nyasar kesini pas liat diskusinya pada panas kayak gini,
      Nanti malah bikin bingung, dan gak jadi belajar,. Hehe,.
      Kayak saya nih, gak ngerti hadits sama sekali, masih buta banget, lagi pengen belajar, kalo cuma baca dan nafsirin sendiri kan saya bingung, dan takutnya salah, maka itu saya cari referensi bacaan, termasuk sambil belajar ke guru ngaji juga, nah kalo pada beda2 gini saya jadi bingung nih harus ikutin yang mana, karena semuanya acuannya kan ya hadits, cuma mengartikannya ada yg beda pendapat, nah kalo kelamaan bingung takutnya saya jadi males nih mas belajar lagi, karena setiap nyari bacaan pasti aja komennya ada yg berantem, hehe,.
      Mohon maaf lho mas,.
      Kalo yg namanya ngajarin anak kecil kan ya kudu sabar, pelan2, gak bisa dipaksa, karena pikiran mereka dan kita beda, ya termasuk logikanya itu beda, hehe,.
      Kalo yg saya pernah belajar nih mas, logika itu logis, seperti yg mas bilang, 1+1 = 2 iya itu logis, bisa dibuktikan secara lurus, dan itu termasuk logika matematika, atau yg mas bilang gula itu manis, ya setelah dibuktikan kita setuju dan itu logis ada wujud dan bentuknya setelah dibuktikan,
      Nah kalo urusan agama selama ini kan memang msh jd perdebatan nih, dan seakan dipisahkan sama ilmu filsafat itu, karena logika masuk di cabang ilmu filsafat mas,
      Lhooo, jadi panjang kan ngawur ini saya, hehe,.
      Ya pokonya kita mah pasti punya pikiran dan penafsiran masing2, dan itu bisa beda2 lho, beda sama logika yg artinya tegak lurus dan bisa dibuktikan,
      Nah sampe saat ini juga kan belum ada yg bs buktikan yg mana penafsiran yg benar, apalagi kalo menyangkut sampe ke agama yg benar, pasti bisa kacau lhoo, hehehe,.
      Ya mohon maaf, kalo saya sok tahu, saya cuma tertarik aja sama tulisan masnya,
      Dan andai berdiskusi, baiknya saling menghargai aja,
      Gampangnya ya semacam
      “Percaya syukur, gak percaya yaudah, yg ptg saya udah sampaikan”
      Hehe,. Di artikel masnya yg lain jg kan mas bilang, kalo tulisan itu jgn di bold dan kapital, karena itu peruntukannya untuk banner yg supaya bisa mudah terbaca dan kalimatnya pendek, hehe,.

      Sama satu lagi masnya,
      Mungkin nama Nabi jangan disingkat seperti itu,
      Takutnya yg baru belajar kayak saya ikut2an nanti ngepost2 nama Nabi disingkat2,
      Jangan2 kepanjanganya jadi Muhaimin, ato Muhidin, hehe,.
      Punteuun saya beneran gak ngerti apa2,.
      Makasih lho mas,

      Alamandang,
      Hehe,
      Maaf mas, mungkin emang gak susah koq, dan sbnrnya logika kita pun sama, dan mungkin juga kita berpikiran ada benarnya, tapi saat saya mau meyakini, pasti saya kan harus cari semacam rujukan lain gitu lho mas,

      Jawab,
      Kalo masalah rujukan, tolong perhatikan kata2 saya ini: rujukan yg paling top adl logika. Jadi kembalikanlah kepada logika. Dalam hal ini, logika itu adl alquran, hadist nabi, sirah nabi dan fakta kenabian plus para sahabat ra.

      Logikanya adl, ayah adl imam dn pemimpin atas anak dn keluarganga. Tdk bisa tdk. Itu logis kan? Dn kalo disepakati bhw ayah adl pemimpin atas anak dn keluarganya, maka artinya sang ayah hrs pimpin shalat berjamaah atas anak dn keluarganya di rumah. Itu logis dan konsekwensi logis kan?

      Alquran dn alhadist sll sejalan dg logika. Tdk bisa tidak.
      .
      Masalah kita skg adl, justru TERLALU byk dalil dn teori yg diajukan para imam ato syekh dsb yg tdk lagi berpatokan dn berdasarkan alquran dn alhadist. Krn ude byk imam ato syekh yg mulai menjauh dr alquran dn sunnah nabi, makanya umat pada kacau, ya spt sdr ini.

      Sdr hanya perlu melakukan satu hal, kembali kepada alquran dn alhadist; dn dlm hal ini alquran dn alhadist mengajarkan shalat lah di rumah utk mjd imam atas anak dn keluarga.
      @@@@@@@

      Naah, sekarang sepertinya yg jd rame disini itu karena rujukan kita selama ini ( yg boleh dibilang mengacu ke ulama atau guru masing2) itu bertentangan sama yg ingin mas sampaikan,

      Jawab,
      Mana yg bertentangan dg alhadist, dn mana yg sejalan dg alhadist? Sdr bisa menjawabnya?

      Apakah artikel saya ini bertentangan dan bertolak belakang thd alhadist? Alhadist yg mana yg saya tentang dan saya lawan dlm artikel ini?

      Sdr gak usah rujuk kemana2. Cukup rujuk kepada logika, alquran dn alhadist. Oke?
      @@@@@@@@@

      dan saat kita cari rujukan yg mendukung pendapat masnya sayangnya kita belum dapat,

      Jawab,
      Sudah saya tegaskan bhw yg kita butuhkan hanyalah logika, alquran dn alhadist. alhadist bertutur bhw setiap ayah / laki2 hrs shalat di rumah spy mjd imam shalat atas keluarganya.

      Rujukan yg paling top hanyalah logika, alquran dn alhadist. Jadi tdk perlu mencari rujukan dr pihak lain selama rujukan tsb bertentangan dg ketiga hal tsb.
      @@@@@@@

      Nah, mungkin baiknya gausah terlalu dibesarkan atau emosi,
      Apalagi semacam pinter2an adu ilmu, hehe,.

      Jawab,
      Gak perlu maen pinter2an …..gak perlu adu ilmu. Yg penting mari amalkan amanat nabisaw …. apa itu susah?
      @@@@@@@

      Takutnya nih mas,
      Ada orang seperti saya yg belum tau apa2, dan lagi pengen cari tau ttg islam dan masalah shalat, trus nyasar kesini pas liat diskusinya pada panas kayak gini,
      Nanti malah bikin bingung, dan gak jadi belajar,. Hehe,.

      Jawab,
      Itu relatif. Gak perlu dipikirin. Pikirin aja yg lbh besar, yaitu ajaran bhw setiap laki / ayah hrs shalat di rumah, bukan di mesjid.

      Apakah adanya org yg tdk tau apa2 menjadi alasan saya tidak boleh menjelaskan bhw setiap lelaki harus shalat di rumah?
      @@@@@@@@

      Kayak saya nih, gak ngerti hadits sama sekali, masih buta banget, lagi pengen belajar, kalo cuma baca dan nafsirin sendiri kan saya bingung, dan takutnya salah, maka itu saya cari referensi bacaan, termasuk sambil belajar ke guru ngaji juga, nah kalo pada beda2 gini saya jadi bingung nih harus ikutin yang mana, karena semuanya acuannya kan ya hadits, cuma mengartikannya ada yg beda pendapat, nah kalo kelamaan bingung takutnya saya jadi males nih mas belajar lagi, karena setiap nyari bacaan pasti aja komennya ada yg berantem, hehe,.

      Jawab,
      Itu salah sdr. Kalo belajar jgn pernah malas / berenti ….. Siapa yg suruh berhenti / malas belajar? Kapan belajar itu ada akhirnya? Apakah ada alasan / penyebab utk berhenti / malas belajar?
      @@@@@@@@

      Mohon maaf lho mas,.
      Kalo yg namanya ngajarin anak kecil kan ya kudu sabar, pelan2, gak bisa dipaksa, karena pikiran mereka dan kita beda, ya termasuk logikanya itu beda, hehe,.
      Kalo yg saya pernah belajar nih mas, logika itu logis, seperti yg mas bilang, 1+1 = 2 iya itu logis, bisa dibuktikan secara lurus, dan itu termasuk logika matematika, atau yg mas bilang gula itu manis, ya setelah dibuktikan kita setuju dan itu logis ada wujud dan bentuknya setelah dibuktikan,

      Nah kalo urusan agama selama ini kan memang msh jd perdebatan nih, dan seakan dipisahkan sama ilmu filsafat itu, karena logika masuk di cabang ilmu filsafat mas,
      Lhooo, jadi panjang kan ngawur ini saya, hehe,.

      Jawab,
      ::: lha emang saya sedang ngajarin anak kecil? Siapa yg bilang bhw artikel saya ini ditujukan kepada anak kecil?

      Ingat, saya sedang berkomunikasi dg manusia2 dewasa yg sdh mapan berfikirnya. Saya tdk sedang mendedikasikan artikel saya ini utk anak2 kecil.

      ::: apakah hanya utk memahami dan mengamalkan alhadist *setiap kamu adl pemimpin atas anak dn klrg kamu, dan alhadist *terangilah rumah kalian dg shalat dn mengaji, dsb, –dibutuhkan ilmu filsafat segala macem? Sejak kapan?

      Alhadist yg dipaparkan dlm artikel ini (dn juga seluruh hadist) adl hanya utk diamalkan, bukan utk “difilsafatkan”. Siapa yg suruh utk memfilsafatkan alhadist?

      Perdebatan memang ada, tp itu bukan alasan utk mengingkari amanah nabisaw yg jelas2 sudah tegas. Bukankah ironi, bhw tuntunan rasulsaw harus diperdebatkan dulu oleh para ulama??? Apakah para ulama itu jauh lebih hebat dari sang nabi saw sendiri?? Apakah ada yg menyuruh para ulama tsb utk memperdebatkan tuntunan rasulsaw??\

      Skg para ulama memperdebatkan alhadis mengenai shalat. Besok apa lagi?? Mengenai puasa?? Mengenai menikah? Mengenai menutup aurat???
      @@@@@@@@

      Ya pokonya kita mah pasti punya pikiran dan penafsiran masing2, dan itu bisa beda2 lho, beda sama logika yg artinya tegak lurus dan bisa dibuktikan,
      Nah sampe saat ini juga kan belum ada yg bs buktikan yg mana penafsiran yg benar, apalagi kalo menyangkut sampe ke agama yg benar, pasti bisa kacau lhoo, hehehe,.

      Jawab,
      Apa masih butuh penafsiran? Muhsaw telah bersabda bwh setiap kamu adl pemimpin atas anak dan keluasrganya. Apakah itu masih butuh tafsir??? Muhsaw bersabda terangilah rumah kalian dg shalat dan mengaji. Apakah harus ditafsir dulu????
      @@@@@@@@

      Ya mohon maaf, kalo saya sok tahu, saya cuma tertarik aja sama tulisan masnya,
      Dan andai berdiskusi, baiknya saling menghargai aja,
      Gampangnya ya semacam “Percaya syukur, gak percaya yaudah, yg ptg saya udah sampaikan”.

      Jawab,
      Permasalahannya ude gak semudah itu lagi. Viewers yg komen di sini mulai banyak yg menghujat dan menuduh saya yg bukan2 …. Bahkan tidak sedikit viewers yg bebal, yg tidak bisa menjawab pertanyaan saya, eeh besok nya balik lagi menghujat saya ….. siapa yg gak esmosi??
      @@@@@@@

      Hehe,. Di artikel masnya yg lain jg kan mas bilang, kalo tulisan itu jgn di bold dan kapital, karena itu peruntukannya untuk banner yg supaya bisa mudah terbaca dan kalimatnya pendek, hehe,.

      Jawab
      Yaa, pelarangan bold itu adl untuk penulisan artikel. Sedangkan penulisan bold di sini kan untuk blok komen, jadi untuk membedakan mana part dari viewer nya, dan mana part yg merupakan ulasan dari saya …. Itu aja kok maksudnya.,
      @@@@@@@@@@@@@

      Sama satu lagi masnya,
      Mungkin nama Nabi jangan disingkat seperti itu,
      Takutnya yg baru belajar kayak saya ikut2an nanti ngepost2 nama Nabi disingkat2,
      Jangan2 kepanjanganya jadi Muhaimin, ato Muhidin, hehe,.
      Punteuun saya beneran gak ngerti apa2,.
      Makasih lho mas,

      Jawab,
      Nobigdeal dot com …… terima kasih.

  77. Pertanyaan Buat Penulis
    Siapa Tuhan MU?
    Siapa Nabi MU?
    Apa Kitab MU?

    Tolong dijawab Terima kasih

    Alamandang,

    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    1. Pertama: hadis yang bila diterjemahkan “SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA” mungkin dapat ditulis di sini oleh moderator. Setahu saya bahasa yang digunakan bukanlah kata ‘IMAM/امام” tapi kata “RA’IN/راع”

      Kata imam dengan kata ra’in mempunyai makna yang berbeda dan implikasi hukumnya juga bisa berbeda
      Mohon dituliskan teks asli hadis yang terjemahannya oleh moderator ditulis berulang2 seperti ini “SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA”

      Alamandang,
      ya, kata arab yg digunakan dlm hadis ini adl kata RA’IN. utk arabnya silahkan klik di sini,

      @ http://pesantrenonlinenusantara.blogspot.co.id/2013/08/hadis-setiap-kalian-adalah-pemimpin.html

      kemudian, apakah ada perbedaan antara kata IMAM dg kata RA’IN??

      Terimakasih.

  78. – – – DELETED BY MOD – – –

    Alamandang,
    spt yg saya janjikan terdahulu, segala posting yg tidak menjhawab pertanyaan saya, akan saya delete.

    kalo tidak puas dg debat di sini, silahkan mencari portal lain yg sesuai dg kehendak dan fikirannya.

    terima kasih.

  79. Makin banyak orang jahil aja nih di masa2 akhir zaman seperti ini.
    Lebih baik jangan di baca dan di dengarkan. Percuma menghadapi orang jahil seperti ini.
    Dan kalau berbicara tentang ilmu agama,lebih baik ada patokan dari al Qur’an, Al Hadits, dan Ijtihad atau Ijma dari para ulama yg rajih.
    Jadi g perlu didengarken penebar kebencian dan syubhat seperti ini.
    Terima kasih.

    Kalau mau di delete ya monggo asal kamu baca dulu wahai abu jahil.

    Alamandang,
    Siapa yg berpatokan pada hadis di sini???

    dan siapa yg bertentangan dengan alhadis di sini???

    bisa jawabgakkkkk????

    mikirrrr!!!!

  80. Saya setuju, bnyk manfaat nya berjama ah sama anak dan istri di rumah! Yg biasanya saya sholat d masjid, ternyata anak dan istri saya di rumah belum sholat, dan bnyk lagi manfaat untuk kebahagian dalam rumah tangga kami yg saya rasakan semenjak saya sholat jamaah di rumah bersama anak dan istri!
    Yg saya kurang mengerti, kalau seandainya nabi kita selalu mengutamakan sholat di tiga masjid tersebut, jadi siapa yang mengimami anak dan istri beliau di rumah?? Saya ingin bertanya itu, tidak ada maksud lain,hanya ingin tau, mudah2an jawaban sesuai dengan yg dianjurkan oleh alqur’an dan sunnah! Trmksh

    Alamandang,
    pertanyaan yg sdr ajukan ini, sebenarnya juga sudah diajukan pada komen sebelumnya, dan sudah saya jawab juga.

    silahkan sdr melihat koment “khoirul”, dua komen dari atas pada thread ini.

    dan apa yg sdr rasakan semenjak salat berjamaah di rumah bersama anak dan keluarga, memang itulah yg merupakan salah satu tujuan dari ajaran rasulsaw mengenai keutamaan shalat di rumah utk menjadi imam atas anak dan keluarga.

    terima kasih sudah share.

  81. Solusi untuk masalah ini adalah para Suami (laki-laki) wajib shalat berjamaah di masjid, lalu dia shalat lagi mengimami istri dan anak-anak nya di rumah dengan niat sunat (bukan wajib) agar istrinya / Ibunya / anaknya perempuan mendapatkan pahala berjamaah. Hal ini sesuai dengan dalil hadist berikut:

    Jabir bin Abdillah ra menceritakan, bahwa Muadz bin Jabal ra, ikut shalat bersama Nabi saw (di masjid nabawi). Kemudia dia pulang ke kampungnya, dan mengimami mereka shalat. (HR. Bukhari 6106 dan Muslim 465).

    Tindakan Muadz ini tidak diingkari oleh Rasulullah saw, yang ini menunjukkan bahwa beliau setuju dengan sikap Muadz. Dan persetujuan (taqrir) Nabi saw termasuk dalil yang diterima.

    Alamandang,
    nabisaw setuju dg sikap yg mana??? dalam riwayat tsb tidak disebutkan bhw muadz shalat di mesjid kampungnya. bahkan bunyi dari riwayat tsb dapat juga diartikan bhw muadz pulang ke kampungnya, dan kemudian di kampungnya itu ia shalat menjadi imam atas anak dan keluarganya di rumah, jadi bukan shalat di mesjid. itu karena tidak ada redaksi yg menyatakan bhw muadz shalat di mesjid kampungnya.

    terima kasih.

    1. Anda tidak menyimak apa yang saya katakan. Coba baca kembali komentar saya diatas.
      Saya memberikan jalan keluar yg terbaik. Katakanlah shalat di mesjid tidak wajib (menurut anda) tapi kalau laki-laki shalat di mesjid apakah salah? Lalu setelah selesai shalat berjamaah di mesjid dia pulang ke rumah untuk mengimami keluarganya shalat berjamaah. Jadi pahala berjamaah di masjid dapat dan pahala berjamaah bagi keluarganya juga dapat.
      Wallahua’lam.

  82. “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (Hr. Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551).

    Menurut anda azan dikumandangkan dimana? Ya di MASJID !!. Maka datangilah masjid untuk shalat berjamaah !!

    Jangan sok bicara tentang logika! kalau hadist ini saja anda tidak bisa nalar.

    Alamandang,
    ya mesjid utk di ketiga kota saja, karena ada dalil hadisnya.

    satu hal yg hrs sdr ingat, bhw TIDAK ADA DALIL HADISNYA DAN DALIL LOGIKANYa BHW adzan harus dikumandangkan dari mesjid. adzan boleh dikumandangkan dari tempat mana saja. apakah sdr lupa?

    lihat tuh kalo ada orang yg sedang menguburkan jenazah di pekuburan, ada orang yhg menyerukan adzan di liang lahat. apakah itu artinya tempat tsb adl mesjid?? jelas itu adl kuburan!!!!!

    terima kasih.

  83. Ass. Akhi..mari kita saling menghormati pemahaman masing-masing. tapi kalau saya pribadi, lebih kepada ayat alqur’an yang menyatakan “hanya orang-orang yang berimanlah yang memakmurkan masjid-masjid Allah”…dalam ayat ini tidak disebutkan hanya masjid di mekkah atau medinah atau yerussalem, lalu memakmurkan masjid tentu didalamnya bermaksud yang utama adalah salat lima waktu, karena intensitasnya lebih sering dari pada yang lainnya…rasul yang mulia juga selalu salat dimasjid dan tidak mengimami istri-istrinya atau anaknya di rumah atau membawa istrinya salat dimasjid. semoga lebih difahami dan jika kita belum benar-benar memahaminya, janganlah saling mengajak kepada pemahaman kita. makasih.

    Alamandang,
    Tidak demikian halnya.
    .
    Memakmurkan Masjid BUKAN BERARTI, DAN TIDAK SELALU BERARTI harus shalat di Masjid sehingga anak-anak dan keluarga terlantar di rumah! Coba diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingat – diingaaaaaaaaaaaaaaahahahahaaaat, bahwa Muhammad Saw telah bersabda bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin atas anak dan keluarganya, maka mengapa masih ada juga manusia yang berpendapat lain? Bukankah Alhadis tersebut berarti setiap laki-laki harus menjadi Imam atas anak dan keluarganya di rumah? Harus berapa kali hal ini saya katakan? Ribuan kali? Jutaan kali?
    .
    Coba Sdr. perhatikan dengan baik. Pada ayat attaubah 18 itu disebutkan ciri Muslim yang memakmurkan Masjid, yaitu:
    .
    @ orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,
    @ serta tetap mendirikan sholat,
    @ menunaikan zakat
    @ dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah.
    .
    Nah perhatikan, apakah ada tersebut di atas bahwa ciri Muslim yang memakmurkan Masjid adalah manusia yang selalu shalat di Masjid (kecuali ketiga Masjid haram)? Tidak ada, bukan? Keempat ciri yang diterangkan di dalam Alquran sama sekali tidak menjelaskan bahwa Muslim yang memakmurkan Masjid merupakan Muslim yang selalu shalat di Masjid.
    .
    Ini berarti menguatkan pandangan artikel ini, bahwa setiap Muslim laki-laki harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya, karena itu pun merupakan amanah Muhammad Saw (kecuali kalau Muslim tersebut berada dekat dengan ketiga Masjid Al- haram).
    .
    Jadi, berdasarkan perspektif ayat attaubah 18 ini, dapat disimpulkan bahwa Muslim mana pun yang selalu mempertahankan siklus shalatnya, alias rajin shalat, maka ia termasuk Muslim yang memakmurkan Masjid. Jadi tidak ada urusannya dengan Muslim tersebut harus shalat di Masjid. Jelas? Jelas? Jelas? Jelas? Jelas?
    .
    Lantas mengapa juga masih ada manusia yang menyerukan bahkan ngotot bahwa shalat harus di Masjid (kecuali di ketiga Masjid Al-haram)? Ingatlah bahwa setiap Muslim harus shalat di rumah untuk menjadi Imam atas anak dan keluarganya. Itu saja yang harus dicerna baik-baik.

    -o0o-

    >> rasul yang mulia juga selalu salat dimasjid dan tidak mengimami istri-istrinya atau anaknya di rumah atau membawa istrinya salat dimasjid

    jawab >> ya jelaslah krn nabisaw itu sll berdomisili di mekah atau di medinah. jadinya nabisaw sll shalat di mesjid.

    orakmuddenk!

  84. kaget saya bacanya,,,wallahu a’lam,,,,,kita kerjakan apa yg kita yakini dan semoga Allah memberikan kita jalan yg lurus,,,,,

    Alamandang,
    apa yg kita yakini itu haruslah benar. sbg contoh dan perbandingan, apakah kita mau meyakini jesus sbg anak tuhan??? kita tidak mau, bukan??? krn keyakinan bhw jesus adl anak tuhan ADALAH SALAH DAN SESAT.

    terioma kasih.

    1. ‘afwan ustadz, saya mau bertanya, bagaimana penafsiran ayat tentang taatilah Allah dan rasul-Nya, dan ulil amri?
      Yg dimaksud ulil amri ini siapa ya?
      Kemudian sih pewaris para nabi?
      Apa yg diwariskan para nabi?

      Maaf ustadz, kalau boleh tau, anda belajar agama Islam dari mana?
      Adakah sanad yg sampai kpd Rasulullah?

      Maaf saya cuma bisa bertanya.
      Tidak punya ilmu untuk berpendapat.

      Terima kasih.

      Alamandang,
      ayat “taatlah kepada allah dan rasulNya dan ulil amri.

      artinya, kita harus taat kepada allah, rasulNya dan juga ulil amri. ulil amri artinya adl pemimpin.

      pewaris nabi adl para ulama.

      yg diwariskan nabisaw adl islam, mencakup alquran dan assunahnya.

      saya belajar dari berbagai sumber, tdk ada yg istmewa.

      sanad yg sampai kepada rasulullah? maksud sdr apa? sanad mana yg sdr maksudkan??

      terima kasih.

  85. ni yg nulis artikel brarti sosialisasi nya di masyarakat kurang… terlalu idealis….mesjid selain tempat ibadah juga tempat bersilaturahmi antar sesama muslim..tempat belajar dan berdiskusi, bertukar ilmu soal agama… pahala bukan manusia yg menentukan… Allah SWT yg menentukan.. bukan yg nulis artikel ini…. alangkah baik nya bila berjamaah di mesjid..

    Alamandang,
    terus, mengimami keluarega di rumah yg diperintahkan nabi muhammad, bagaimana???

  86. Logika itu tidak akan sampai pada keyakinan, dan sebuah kesepakatan dari ulama terdahulu yang faham akan masalah ini, itu lebih kuat dari pendapat seorang yang baru belajar.

    Alamandang,
    kesepakatan ulama, ato hadis nabi??? mana yg sdr pilih????

    apakah kesepakatan ulama JAAAUUUUUUUHHHHHHHH lebih mulia ketimbang hadis nabi???

    terima kasih.

  87. Argumen sdh terpatahkan tp kok masih ngotot… dsar bebal, dungu…

    Alamandang,
    argumen yg mana syeeehhh????

  88. Pak, kalo belajar jangan setengah” ,, jangan cuma mengutip satu atau dua hadits …. apakah anda pernah mendengar sebuah riwayat yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw ,mau membakar rumah orang muslim gara” dia shalatnya ditumah??????.
    Dan ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan dari Allah swt saat kita dikumpulkan nanti, salah satunya ialah pemuda yang hatinya selalu terikat dengan masjid (selalu senantiasa shalatnya di masjid)….

    Alamandang,
    penjelasannya sudah ada di atas …. silahkan cari dan baca lagi dg baik spy jangan jadi soktehe!!

  89. Sy mau tanya sesuai konteks artikel kamu tp tolong jawab sesuai pertanyaan, dlm 1 kluarga dimana si ayah tdk fasih bacaan Al Fatihah nya, tdk benar makhrajnya, tdk pas qolqolahnya, sementara anak laki2nya yg sdh dewasa sngat fasih bacaannya, makhraj sm qolqolahnya bagus, menurut kamu siapa yg lebih pantas jd imam, AYAH apa ANAK nya???? Tolong jawab sesuai pertanyaan

    Alamandang,
    TERIMA KASIH atas pertanyannya.

    point pertama,
    kalo keadaan sang ayah tidak fasih alfatihah nya, tajwid nya dsb …. maka penjelasannya adl, kalau sejak awal dan sejak kecil si ayah ini sudah dibiasakan shalat di rumah, maka pasti sang ayah kelak, ketika sudah menjadi ayah, otomatis akan baik bacaannya dan tajwid nya.

    justru kita akan bertanya, mengapa bisa terjadi di mana sang ayah tidak memiliki bacaan fatihah yg baik, qolqolah yg baik, makhraj yg baik dsb?? bukankah itu semua dikarenakan sejak kecil sang ayah tidak dibiasakan shalat di rumah oleh para pendahulu nya???? kalo setiap anak alias setiap calon ayah dibiasakan shalat di rumah bersama pendahulunya, dapat dipastikan kelak sang anak yg telah menjadi ayah akan mempunyai kualitas yg baik saat menjadi imam di rumah.

    itulah gunanya dan hikmahnya shalat berjamaah di rumah yg melibatkan seluruh anak2nya, karena hal tsb secara alami dan otomatis akan mengkaderisasi setiap anak utk menjadi imam yg baik kelak saat mereka telah dewasa.

    banyak para ayah / suami yg gugup utk didapuk menjadi imam shalat di rumahnya, karena bacaannya dan makhrajnya tidak baik. hal tsb disebabkan karena sepanjang hidupnya sang ayah tidak dibiasakan shalat berjamaah di rumah. alangkah ruginya.

    point kedua.
    alhadis berbunyi SETIAP KAMU ADL IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU.

    maka tidak salah kalau pada kondisi tertentu sang anak menjadi imam atas keluarganya, kalau semisal sang ayah tidak dapat menjadi imam, misal krn sakit, atau krn ada keperluan.

    tidak ada larangan seorang anak (yg sudah dewasa tentunya) utk menjadi imam atas ayah dan ibunya, dan kakak adiknya. justru hal tsb adl baik, krn dg demikian keluasrga tersebut telah MENTRAINING sang anak ini utk menjadi imam. belum ada hadis yg melarang seorang anak menjadi imam atas keluarganya di rumahnya, utk menjadi imam atas ayah dan ibunya.

    intinya adl, shalat lah di rumah, utk berjamaah bersama keluarga inti, bersama ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, sepupu dsb, krn hal tsb justru menghangatkan semangat kekeluargaan. dan memang ada alhadisnya, spt yg sudah saya kemukakan di artikel ini.

    demikian jawaban dan penjelasan dari saya semoga dapat membantu.

    terima kasih.

  90. Jadi ikut komen dikit,, pak penulis, bukan cuma anda yg mendengar hadist2 yb jadi landasan anda itu,, mulai sahabat Ali radhiallohuanhu, para imam, ulama2 yg ber ijma’, semuanya juga sama seperti anda, sudah mendengar semua hadist nabi tentang shalat ini,, lalu anda merasa lebih mampu menangkap maksud Rasululloh dalam hadist ini dibanding semua orang? Bahkan dibanding sahabat Ali? Kalau anda terus bertanya maksud hadist ini apa? Gimana? Ya karena anda merasa paling benar dalam memahami hadist, bahkan lebih benar dibanding para sahabat

    Alamandang,
    pilih sahabat atau pilih hadis nabi??? apakah para sahabat, ulama, imam adl setaraf nabi dan para malaikat??

    sdr jangan lupa, bhw juga terdapat para ulama yg MASIH KHILAFIAH mengenai keutamaan shalat, apakah di rumah atau di mesjid. yg dilakukan para ulama dan imam hanyalah sebatas ijma, alias berbuat kesepakatan.

    sudah ternukil di thread ini di mana sebenarnya para ulama dan imam masih khilafiah mengenai hal ini. silahkan sdr cari sendiri.

    mengenai makna alahdis, sudah jelas hadisnya berbunyi
    @ SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU >>> bukankah ini berarti bhw setiap laki2 / suami / ayah harus shalat di rumah spy mjd imam atas anak dan kelaurganya?? bagaimana setiap laki2 / suami / ayah dapat menjadi imam atas anak dan keluarga —-KALAU—- mereka selalu shalat di mesjid??

    @ JADIKANLAH SHALAT KALIAN DI RUMAH KALIAN. JANGANLAH JADIKAN RUMAH KALIAN SEPERTI KUBURAN (hr bukhari) >>> bukankah hadis ini berarti bhw shalat hendaknya ditunaikan di rumah, bukan di mesjid????

    @ TERANGILAH KEDIAMAN-KEDIAMAN (RUMAH-RUMAH) KALIAN DENGAN SHALAT DAN BACAAN ALQURAN (HR Baihaqi) >>> bukankah hadis ini jelas2 bermakna bhw umat harus senantiasa shalat di rumah, bukan di mesjid??

    @ dan masih byk lagi hadis lainnya yg memerintahkan kita utk shalat di rumah, khususnya spy mjd imam atas anak dan keluarga.

    namun di balik itu semua, justru —–KITA TIDAK PERNAH MENEMUI—— satu hadis pun yg memerintahkan kita utk shalat di mesjid. atau bisakah sdr menunjukkan kepada saya satu hadis saja mengenai kewajiban shalat di mesjid??

    pada akhirnya kita harus menegaskan, bhw, yaitu, mengapa ANTARA …..

    @ HADIS

    dan

    @ MAKNA HADIS YG DIBERIKAN PARA ULAMA DAN IMAM

    >>>> justru bertolak belakang???

    banyak hadis memerintahkan kita utk shalat di rumah, eeh tiba2 justru para ulama memberi tafsir / fatwa YG BERTENTANGAN DG BUNYI DARI HADIS TSB yaitu bahwa salat harus di mesjid. bagaimana ulama dan imam bisa memfatwakan / menafsirkan secara terbalik dan bertentangan yaitu bhw umat harus salat di mesjid, sementara:

    @ banyak hadis yg memerintahkan kita utk salat di rumah khususnya spy mejd imam shalat atas anak dan keluarga.

    @ tidak ada satu hadis pun yg memerintahkan kita utk salat di mesjid.

    dan bukankah kita harus sampai pada pemahaman, bhw seujung-ujung dunia ini, toh para ulama dan imam itu sebenaranya adl manusia juga adanya, yg bisa berbuat salah dan khilaf???

    jadi yg benar yg mana?? apakah saya yg paling benar? atau apakah ulama dan imam yg paling benar? atau hadis nabi yg paling benar???

    jawabannya adl mudah: yg paling benar adl nabi dan hadis2nya …. itu saja yg harus kita fahami dg baik.

    kekeliruan umat adl, bhw umat lbh mendengar / memilih apa kata / fatwa ulama atau imam, bukannya lebih mendengar hadis nabi. di situ letak kesalahan umat.

    kalau ulama dan imam memfatwakan bhw salat harus di mesjid, maka apakah dasarnya? apakah alhadisnya?? bgm pertanyaan tsb bisa dijawab?? bukankah justru seluruh hadis dan ayat alquran memerintahkan kita utk shalat di rumah, bukan di mesjid???

    maka sekarang hendaknya umat kembali kepada hadis dan ajaran nabi muhammad saw (yaitu shalat di rumah khususnya utk menjadi imam shalat atas anak dan keluarga), tinggalkan fatwa dan tafsir para ulama dan imam, krn mereka semua adl manusia biasa.

    terima kasih.

  91. Pola pikir kamu gimana sih??? Seseorang akan baik bacaan sholatnya/baik baca Al Qur’an itu krn dia belajar mengaji sm ustad/ulama!!! bkn krn biasa sholat di rumah….!!! Tdk ada org yg jdi baik bacaan sholatnya hnya krn biasa sholat di rumah… hanya org bodoh yg mengatakan itu… ilmu agama itu teramat luas n tdk bsa qt belajar sndiri/belajar dri kebiasaan, sgala ssuatu itu ada ilmunya n hrus dipelajari.

    Klo anak jdi imam lantas apa fungsi ayah sbg seorang imam sholat kluarga di rumah (ssuai artikel kamu)??? Bukankah kamu beranggapan bahwa seorang ayah hrus mnjdi imam sholat utk istri n anak2nya di rumah???

    Kyaknya kamu tuh ga bsa mncerna arti dri sebuah kalimat… klo ada kalimat “Masjid2_Nya” itu artinya berlaku umum/utk semua masjid… sebaiknya kamu belajar bahasa dulu…!!!

    Atau mungkin hati kamu sdh hitam kelam jdi tdk bsa menerima kebenaran…

    Alamandang,
    issue pertama,
    maka apakah setiap orang / anak akan belajar agama – di mesjid atau di madrasah atau di sekolah pemerintah secara rutin, permanen dan intens? apakah setiap anak / orang akan belajar membaca alquran – di mesjid atau di madrasah atau di sekolah pemerintah secara rutin, permanen dan intens??

    sekarang mana faktanya, bhw setiap anak / orang akan belajar agama / membaca alquran secara rutin, permanen dan intens (- di mesjid atau di madrasah atau di sekolah pemerintah) – shg akan fasieh saat menjadi imam???

    bisa tunjukkan ke sini gakkkk?? kalo ngomong jangan sembarangan!!!

    faktanya, tidak semua orang belajar agama spt yg seharusnya. kebanyakan mereka malah asyik bersekolah yg tidak berhubungan dg kewajiban agama, spt sekolah sekuler, sekolah seni, sekolah bisnis dsb …. ujung2nya, mereka tidak pernah mjd imam atas anak dan keluarga spt yg dititahkan nabisaw. ujung2nya bacaan alquran mereka pun ancur2an. shalat pun ancur2an .. inikah yg ingin sdr pertahankan di sini???

    tapi kebalikannya, kalau setiap laki2 / ayah shalat di rumah, maka sejak dini akan terbiasa untuk menjadi imam yg baik – tanpa ia harus belajar agama atau mengaji di luaran. justru makna dan hikmah dari shalat di rumah per keluarga adl bhw setiap laki2 sejak dini akan sudah dibiasakan utk menjadi imam kelak saat dewasanya, karena sudah dikondisikan oleh senior mrk – spt ayah, paman, abang, datuk dsb. faham?

    issue kedua,
    anak?? apakah ada “anak” dalam keluarga muslim?? jawabannya adl tidak pernah ada “anak” dalam keluarga muslim.

    islam mengajarkan, bhw tergesa2 menikahkan anak adl sunnah nabisaw. jadi, kalau seorang anak sudah berumur 16 atau lebih, baik laki atau perempuan, maka ia harus sudah menikah, alias sudah menjadi suami. maka jatuhlah kewajiban atasnya utk mjd imam shalat atas keluarganya.

    jaman dahulu orang menikah pada umur belasan, dan itu tidak bertentangan dg syariat islam. tidak spt skg ini, di mana setiap orang menikah paling cepat umur 23 tahun, bahkan ada yg menikah umur 35 ke atas, umumnya menikah di atas umur 30an. apakah hal itu sudah sesuai dg syariat islam?? hukum pemerintah menggariskan bhw usia menikah minimal berusia 20tahun, hal tsb berseberangan dg islam.

    jadi skg apa yg ingin sdr sampaikan di thread ini??? oleh karena itu tidak ada istilah “anak” dalam keluarga muslim, kecuali /anak kecil/. “anak kecil” tentunya tidak dpt dan tidak sah menjadi imam.

    issue ketiga.
    kalau pun seorang anak (asalkan dia sudah akil baligh) menjadi imam shalat di rumah atas ayahnya, ibunya, dsb, itu tetap tidak jadi soal, karena bukankah sang ayah lah yg memerintahkan sang anak utk mjd imam shalat di rumah?? maka bukankah itu berarti sang ayah tetap berfungsi sbg imam secara tarbiyah, secara spiritual, karena tengah dan telah mengajarkan anak laki2nya utk mjd imam yg baik, karena memang kelak ia harus menjadi imam. nanti sang ayah akan mengecek bacaan shalatnya sang anak yg mjd imam, yg akan mengamati gerak-gerik sang anak saat mjd imam dsb. itu namanya sang ayah sudah tetap menjadi imam atas anak dan keluarganya.

    skg apa lagi yg akan sdr debat??? silahkan….

    terima kasih.

  92. YA ALLAH AMPUNILAH DOSA-DOSA HAMBAMU
    MAUPUN YG D SNGAJA ATAU TDAK DI SENGAJA
    AMIN……
    BERDEBAT YANG TIDAK ADA UJUNGNYA ITU SIA” ADANYA CUMAN MUTER” TERUS

    Alamandang,
    lantas siapa yg membuat debat ini tidak ada ujungnya??? siapa yg membuat debat ini muter2 terus???

  93. Ampun dah kalau masjid yang wajib didatangin cuman 3 masjid seperti yang anda katakan,berarti kagak universal ye?,padahal biasanya hadits nabikan buat seluruh umatnya bukan berpatokan untuk orang arab saja

    Alamandang,
    trus hadis nabi –SETIAP KAMU HARUS MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUASRGA KAMU —mau di kemanain??

    lantas hadis2 yg lain yg memerintahkan umat utk shalat di rumah mau dikemanakan???

    ngomongnya lagi sembarangan yaaa???

    1. imam keluarga iku ora kudu ngimami kelurga ne cok, ngimami keluarga iku yooo iso dalam artian mbimbing agama, nuntun ndek dalan e gusti allah… lek nuruti kudu jamaah ndek omah yooo umat iki podo ora duwe sosialisasi… masjid iku selain digawe sholat yooo digawe berkumpul silaturahmi antar tetangga…

      Alamandang,
      ada dasar hadisnya???

      harap posting komentar dalam bahasa indonesia.

      terima kasih.

  94. bagaimana dengan kalimat ini, kata rosullulah : seadainya ada yang mengatikan aku sebagai imam,maka aku akan membakar rumah2 yang laki2nya tidak sholat ke masjid,..?
    mohon dijawab….!

    Alamandang,
    hadis tsb hanya berlaku utk tiga kota suci. ini sudah dibahas di atas. silahkan dibaca lagi. terima kasih.

  95. kata rosullulah : seandainya ada yang menggantikan aku imam,maka aku akan membawa obor dan membakar rumah2 laki2 yang tidak sholat berjamaah ke masjid.

    Alamandang,
    tolong tunjukkan hadisnya secara lengkap, berikut rawi nya. akan lbh bagus kalau beserta arab nya.

    terima kasih.

  96. kalau setiap laki2 / ayah shalat di rumah, maka sejak dini akan terbiasa untuk menjadi imam yg baik – tanpa ia harus belajar agama atau mengaji di luaran.

    . tidak spt skg ini, di mana setiap orang menikah paling cepat umur 23 tahun, bahkan ada yg menikah umur 35 ke atas, umumnya menikah di atas umur 30an. apakah hal itu sudah sesuai dg syariat islam??

    Dari pernyataan kamu diatas sudah ketahuan “kualitas otak kamu yg rendah” percuma debat sm orang bodoh tp tidak merasa dirinya bodoh…

    Namanya org ngaji sm ulama itu tdk hanya belajar baca Al Quran tp jg belajar hal lain yg berhubungan dgn islam bisa blajar hukum2 islam atau yg lain, ilmu Allah itu teramat luas, butuh waktu puluhan tahun utk mempelajari semua, ilmu manusia dibanding ilmu Allah itu spti setetes air di laut…

    Mungkin tdk kita sholat magrib rakaat pertama baca surat Al Baqoroh trs rakaat kedua surat Ali Imron, gak mungkin kn… klo anak sholat di rumah maka dia hanya bisa baca surat2 pendek, mustahil anak yg sholatnya di rumah bisa baca Al Quran 30 juz dgn fasih dan mahraj yg benar tanpa belajar di luar, ada tidak anak yg bisa baca Al Quran 30 juz dgn fasih hanya karena dia sholat di rumah/mendengarkan bacaan surat dlm sholat bapaknya dan tanpa belajar mengaji di luar???? Klo ada coba kamu tunjukkan disini!!!!!!!!

    Kamu tau tdk Nabi Muhammad SAW menikah dgn Siti Khadijah (istri pertama) di usia berapa????? Kok bisa2nya kamu bilang “tidak spt skg ini, di mana setiap orang menikah paling cepat umur 23 tahun, bahkan ada yg menikah umur 35 ke atas, umumnya menikah di atas umur 30an. apakah hal itu sudah sesuai dg syariat islam?? Pernyataan kamu ini menunjukkan bahwa kamu beranggapan Nabi Muhammad menikah terlalu tua…. Astagfirullah…

    Alamandang,
    tunjukkan saja alhadisnya, bhw umat harus shalat berjamaah di mesjid, bukan di rumah. bisa??

    tidak usah panjang kata!!!

  97. banyak hadis menganjurkan sholat di masjid kecuali uzur ..penulis ini memamng mengarahkan umat untuk tdk mencintai masjid..karena tdk pernah mau menyumbang utk mesjid..jadi malu masik mesjid tapi bolak baliklah hadis nabi utk cari kebenaran dan kita merujuk ulama terdahulu..seperti iman syafei,hambali,ataupun Hanpi jika patuah mazhab mereka menganjurkan sholat sebaiknya di mesjid ,i’ikaf di mesjid .utk apa ikuti penulis ini yg tdk jelas mazhabnya ..kitabnya hujahnya di ragukan..dalam tulisan ini penulis tdk pernah menghargai rosul dia mengaggap Nabi Muhammad seperti kacungnya saja dia memanggil muhammad tdak seperti muslim lainnya memanggil dengan nama Nabi muhammad Saw jd bisa jdi bukan muslim sejati..hati-hati terseret jadi murtad..

    Alamandang,
    “banyak hadis menganjurkan sholat di masjid kecuali uzur” — kata mu??

    coba tunjukkan hadis2 itu ke sini …. bisa nggak??? ato sdr bicara asal??

    nabisaw bersabda SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU. hadis lainnya TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.

    itu artinya apa???

  98. Gitu aja ko repot… betul solat berjamaah lebih utama dari solat sendirian…ayah sama anak laki laki yang sudah baleg di mesjid aja berjamaahnya..agar mesjid rame juga pahalanya berlimpah dari perjalanannya juga…… ibu sama anak gadisnya sma anak laki lakinya yang blm balig solat dirumah..ridonya istri untuk suami ke mesjid juga kan berpahala… gitu aja ko repoooooot.

    Alamandang,
    mana dasar alhadisnya utk mendukung pendapat sdr???

    kalo begitu, berarti sang ayah TDK PERNAH MENJADI IMAM ATAS ANAK2 PEREMPUANNYA, DAN ANAK LAKI2NYA YG BLM BALIGH??? kenapa begituuuu??? dalilnya apaaa???

    terima kasih.

  99. Silahkan dibaca (barangkali blm ada yg share)
    Kewajiban seorang muslim hanya mengingatkan.

    HUKUM SHOLAT BERJAMA’AH
    Shalat jama’ah disyari’atkan dalam Islam. Akan tetapi para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Terpilah menjadi empat pendapat.

    Pertama : Hukumnya Fardhu Kifayah.
    Demikian ini pendapat Imam Syafi’i, Abu Hanifah, jumhur ulama Syafi’iyah mutaqaddimin (terdahulu, peny.), dan banyak ulama Hanafiyah maupun Malikiyah.

    Al Hafidz Ibnu Hajar berkata,“Dzahir nash (perkataan) Syafi’i, shalat berjamaah hukumnya fardhu kifayah. Inilah pendapat jumhur mutaqaddimin dari ulama Syafi’iyah dan banyak ulama Hanafiyah serta Malikiyah.” [5]

    Dalil-Dalilnya.
    Hadits Pertama.

    مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

    Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali Syaithan akan menguasainya. Berjama’ahlah kalian, karena serigala hanya memangsa kambing yang sendirian.[6]

    As Saib berkata,”Yang dimaksud berjama’ah ialah jama’ah dalam shalat.[7]

    Hadits Kedua.

    ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

    Kembalilah kepada ahli kalian, lalu tegakkanlah shalat pada mereka, serta ajari dan perintahkan mereka (untuk shalat). Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Jika telah datang waktu shalat, hendaklah salah seorang kalian beradzan dan yang paling tua menjadi imam. [8]

    Hadits Ketiga.

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

    Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Shalat berjama’ah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” [9]

    Kedua. Hukumnya syarat, tidak sah shalat tanpa berjama’ah, kecuali dengan udzur.

    Demikian ini pendapat Dzahiriyah dan sebagian ulama hadits. Pendapat ini didukung oleh sejumlah ulama, diantaranya: Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Aqil dan Ibnu Abi Musa.

    Diantara Dalil-Dalinya, ialah:

    Hadits Pertama.

    مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

    Barangsiapa yang mendengar adzan lalu tidak datang, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur. [10]

    Hadits Kedua.

    وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

    Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, sungguh aku bertekad meminta dikumpulkan kayu bakar. Lalu dikeringkan (agar mudah dijadikan kayu bakar). Kemudian aku perintahkan shalat, lalu ada yang beradzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat, dan aku tidak berjama’ah untuk menemui orang-orang (lelaki yang tidak berjama’ah), lalu aku bakar rumah-rumah mereka. [11]

    Hadits Ketiga.

    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

    Seorang buta mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,“Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai seorang yang menuntunku ke masjid,” lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga dibolehkan shalat di rumah. Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika ia meninggalkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, langsung Rasulullah memanggilnya dan bertanya,“Apakah engkau mendengar panggilan adzan shalat?” Dia menjawab,“Ya.” Lalu Beliau berkata,“Penuhilah!” [12]

    Ketiga : Hukumnya Sunnah Muakkad.
    Demikian ini pendapat madzhab Hanafiyah dan Malikiyah. Imam Ibnu Abdil Barr menisbatkannya kepada kebanyakan ahli fiqih Iraq, Syam dan Hijaj.

    Dalil-Dalilnya.

    Hadits Pertama.

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

    Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah n bersabda,”Shalat berjama’ah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.”[13]

    Hadits Kedua.

    إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ فِي جَمَاعَةٍ

    Sesungguhnya, orang yang mendapat pahala paling besar dalam shalat ialah yang paling jauh jalannya, kemudian yang lebih jauh. Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam, lebih besar pahalanya dari orang yang shalat, kemudian tidur. Dalam riwayat Abu Kuraib, (disebutkan): sampai shalat bersama imam dalam jama’ah. [14]

    Imam Asy Syaukani menyatakan setelah membantah pendapat yang mewajibkannya,“Pendapat yang tepat dan mendekati kebenaran, (bahwa) shalat jama’ah termasuk sunah-sunah yang muakkad… Adapun hukum shalat jama’ah adalah fardhu ‘ain atau kifayah atau syarat sah shalat maka tidak”.

    Hal ini dikuatkan oleh Shidiq Hasan Khan dengan pernyataan Beliau, “Adapun hukumnya fardhu, maka dalil-dalilnya masih dipertentangkan. Akan tetapi terdapat cara ushul fiqh yang mengkompromikan dalil-dalil tersebut. Yaitu, hadits-hadits keutamaan shalat jama’ah menunjukkan keabsahan shalat secara sendirian. Hadits-hadits ini cukup banyak. Diantaranya :

    وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّي وَحْدَهُ ثُمَّ يَنَامُ

    Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam, lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur. Hadits ini dalam kitab shahih. Juga, diantaranya hadits tentang seseorang yang shalatnya salah. Kemudian Rasulullah n memerintahkannya untuk mengulangi shalatnya, sendirian. Kemudian hadits أَلَا رَجُلٌ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا (seandainya ada seorang yang bersedekah kepadanya) [15]. Ketika melihat seseorang shalat sendirian.

    Diantara hadits-hadits yang menguatkannya ialah hadits yang mengajarkan rukun Islam. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan orang yang diajarinya untuk tidak shalat, kecuali berjama’ah. Padahal Beliau mengatakan kepada orang yang menyatakan saya tidak menambah dan menguranginya: أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ (telah beruntung jika benar) dan dalil-dalil lainnya. Semua ini dapat menjadi pemaling sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam فَلاَ صَلاَةَ لَهُ yang ada pada hadits-hadits yang menunjukan kewajiban berjama’ah kepada peniadaan kesempurnaan, bukan keabsahannya.” [16]

    Pendapat ini dirajihkan oleh Asy Syaukani dan Shidiq Hasan Khan serta Sayyid Sabiq.[17]

    Keempat : Hukumnya Wajib ‘Ain (Fardhu ‘Ain) Dan Bukan Syarat.
    Demikian ini pendapat Ibnu Mas’ud, Abu Musa Al Asy’ariy, Atha’ bin Abi Rabbah, Al Auza’i, Abu Tsaur, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, sebagian besar ulama Hanafiyah dan madzhab Hambali.

    Dalilnya.
    – Dalil-dalil dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

    Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu), lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan se-raka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bershalat, lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap-siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. [An Nisa’:102].

    Dalam ayat ini terdapat dalil yang tegas mengenai kewajiban shalat berjama’ah. Yakni tidak boleh ditinggalkan, kecuali ada udzur, seperti: ketakutan atau sakit.

    وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

    Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. [Al Baqarah:43).

    Ayat di atas merupakan perintah. Kata perintah menunjukkan maksud kewajiban shalat berjama’ah.

    فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَاْلأَصَالِ رِجَالُُ لاَّتُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلاَبَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَآءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَاْلأَبْصَارُ

    Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. [An Nur:36-37].

    قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَابَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

    Katakanlah,”Rabbku menyuruh menjalankan keadilan.” Dan (katakanlah),”Luruskan muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atanmu kepadaNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya.” [Al A’raf:29].

    Kedua ayat di atas, terdapat kata perintah yang menunjukkan kewajiban shalat berjama’ah.

    يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلاَيَسْتَطِيعُونَ خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

    Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera. [Al Qalam:42-43].

    Ibnul Qayyim berkata,“Sisi pendalilannya, adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala menghukum mereka pada hari kiamat dengan memberikan penghalang antara mereka dengan sujud, ketika diperintahkan untuk sujud. Mereka diperintahkan sujud di dunia dan enggan menerimanya. Jika demikian, maka menjawab panggilan mendatangi masjid untuk menghadiri jama’ah shalat, bukan sekedar melaksanakannya di rumahnya saja.”

    – Dalil dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

    Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh aku bertekad meminta dikumpulkan kayu bakar, lalu dikeringkan (agar mudah dijadikan kayu bakar). Kemudian aku perintahkan shalat, lalu ada yang beradzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat dan aku tidak berjama’ah untuk menemui orang-orang (lelaki yang tidak berjama’ah). Lalu aku bakar rumah-rumah mereka.[18]

    Ibnu Hajar dalam menafsirkan hadits ini menyatakan,“Adapun hadits bab (hadits di atas), maka dhahirnya menunjukkan, (bahwa) shalat berjama’ah fardhu ‘ain. Karena, seandainya hanya sunah, tentu tidak mengancam yang meninggalkannya dengan (ancaman) pembakaran tersebut. Juga tidak mungkin terjadi, atas orang yang meninggalkan fardhu kifayah, seperti pensyari’atan memerangi orang-orang yang meninggalkan fardhu kifayah.”[19]

    Demikian juga Ibnu Daqiqil ‘Ied menyatakan,“Ulama yang berpendapat, bahwa shalat berjama’ah hukumnya fardhu ‘ain berhujah dengan hadits ini. Karena jika dikatakan fardhu kifayah, kewajiban itu dilaksanakan oleh Rasulullah dan orang yang bersamanya dan jika dikatakan sunnah, tentu tidaklah dibunuh orang yang meninggalkan sunah. Dengan demikian jelaslah, shalat jama’ah hukumnya fardhu ‘ain.” [20]

    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

    Seorang buta mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,“Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai seorang yang menuntunku ke masjid,” lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga dibolehkan shalat di rumah. Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika ia meninggalkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, langsung Rasulullah memanggilnya dan bertanya,“Apakah engkau mendengar panggilan adzan shalat?” Dia menjawab,“Ya.” Lalu Beliau berkata,“Penuhilah!” [21]

    Setelah menyampaikan hujjahnya dengan hadits ini, Ibnu Qudamah berkata,“Jika orang buta yang tidak memiliki orang untuk mengantarnya, tidak diberi keringanan, maka, (yang) selainnya lebih lagi.” [22]

    مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

    Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali syaithan akan menguasainya. Berjama’ahlah kalian, karena serigala hanya memangsa kambing yang sendirian.[23]

    Nash-nash ini menunjukkan wajibnya shalat berjama’ah. Pendapat ini dirajihkan oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts wal Ifta’ (Komite Tetap Untuk Riset dan Fatwa Saudi Arabia) [24] dan Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Ghanim As Sadlan dalam kitabnya Shalat Al Jama’ah [25]. Demikian juga sejumlah ulama lainnya. Wallahu a’lam

    Alamandang,
    Inna lillahi wa inna ilaihi roji-uun ….

    artkel ini membahas keutamaan shalat berjamaah di rumah, bukan di mesjid, eeh ORANG INI justru membahas keutamaan shalat berjamaah nya ….

    nulis panjang2 …… tapi gak nyambung, masbro ……

    jazakumullah dehhh …. makasih.

  100. Assalamualaikum akhi,

    Maaf, begitu banyak ayat alquran dan hadist shahih yang menerangkan fadhilah shalat di masjid, hati2 saat membuat artikel yang dapat mempengaruhi orang lain!!!!
    Berikut ini beberapa ayat dan hadistnya, kalau mau lebih banyak minta saja, siapa tau anda mendapat hidayah:

    3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

    “Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[4]

    Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,

    يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

    “Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”[5]

    4.wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

    Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

    “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [6]

    5.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

    “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7]

    Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

    وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة

    “keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”[8]

    6.tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:

    وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

    “Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[9]

    Akhi, kalau mau hadist dan ayat tenrang fadhilah shalat di masjid, minta saja ya, semoga engkau diberikan hidayah agar menjadi lebih baik, aamiin
    Wassalam.

    Alamandang,

    dalil sdr,
    3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

    “Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[4]

    Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,

    يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

    “Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”[5]

    jawab >>>>

    lha itu kan utk kota makah, madinah, dan jerusalem. sdr tidak baca artikel ini dg baik dan utuh yaaa??? saya harus bilang apa utk ngadepin org spt sdr????

    4.wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

    Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

    “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [6]

    jawab >>>
    mana kata mesjidnyaaa??? bukan kah dlm hadis tsb tidk ada kaata mesjidnyaaa??? trus apa yg ingin sdr tunjukkan di sini????

    5.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

    “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7]

    jawab >>>
    mana kata mesjidnyaaa???? bukankah alhadis tsb tdk ada kata mesjidnya???? lantas mengapa sdr menganggapnya sbg dalil utk shalat di mesjid??

    dalil sdr,
    Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

    وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة

    “keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”[8]

    jawab >>>
    itu kan bukan kata nabi ….. itu kan kata ulama entah kapan lahirnyaaa…. yg kita cari adl dalil alhadisnya. apa begitu saja susah buat sdrrrr????

    dalil sdr,
    6.tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:

    وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

    “Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[9]

    jawab,
    apakah kalimat tsb merupakan hadis nabisaw???? bukankah itu perkataan para sahabat atau ulama???? apakah sdr tidak bisa membedakan mana hadis dan perkataan para sahabat / ulama???

    dalil sdr,
    Akhi, kalau mau hadist dan ayat tenrang fadhilah shalat di masjid, minta saja ya, semoga engkau diberikan hidayah agar menjadi lebih baik, aamiin
    Wassalam.

    yaaa … saya minta hadis lain nya yg menunjukkan bhw salat harus ditunaikan di mesjid. bisaaa??

    trima kasih dan wassalam …

    1. Bahlul ni org. Ht ht ni takut takut bisa mencerai beraikan umat islam.hadist yg mnyatakan sholat berjamaah HARUS di MASJID ya gak ada iih . sholat berjamaah mah boleh dmn aja. Bgaimana kondisinya.
      Kalo d hutan, gk ad masjid tp bs berjamaah ya berjamaah.

      Dah biarin ajah org ini sholat d rmh sendirian.

      Alamandang,
      hadis nya dikemanain???

  101. Ini maunya nyesatin ato apa sih…..? perbanyak dulu referensi apalagi terhadap hal2 yang bertolak belakang dengan hal2 yang orang umum lakukan….! Buat ikhwan yang yg banyak tahu bisa terpengaruh dan tersesat….!

    Alamandang,
    yg sesat siapa? atas dasar apa kesesatannya? terima kasih.

  102. Ini blog aneh ….dari diskusi di atas sy simpulkan yang nulis kaya mao maksaiin pendapatnya..yang kalo sy simak nyeleneh … dari cara berpikirnya pun kelihatan rancu karena keterbatasan wawasan…BAHAYA….AWAS… WASPADA .. WASPADA DAN WASPADALAH….YAHUDI paling takut kalo muslim ramaikan masjid……trimakasih Yuk Ke masjid…….

    Alamandang,
    rancu nya di mana?? terima kasih.

  103. astaghfirullah, penulisnya nih ngaji dimana ya, di negri barat kali ya. jd begini hasilx…, wooowww bangga amat ya yg komen buuanyakk… berhasil dia memancing org utk komen….

    Alamandang,
    engga bangga, malah prihatin …. krn di sini terlihat bhw umat muslim telah berkarat dg kesalahfahaman mrk dalam hal salat berjamaah.

    terima kasih.

    1. Mas yang terhormat dan terpinter!,
      Lalu untuk apa dibuat Masjid?
      Lalu bagaimana dengan Shalat Jumat? Shalat Jumat dirumah juga? agar tetap bisa mengimami keluarga?! ngigo ya!
      Menjadi Imam? bukan sekedar Imam ketika Shalat! jgn berfikie pendek!

      Alamandang,
      kapan saya tulis / katakan bhw shalat jumat harus di rumah?? bisa tunjukkan di sini, kapan saya tulis bhw salat jumat harus di rumah???

      shalat jumat di mesjid, jelas sudah ada tuntunan dari nabisaw. nabisaw tidak pernah salat jumat di rumah.

      dan apakah sdr ingin katakan bhw saya ingin menggugat tuntunan nabisaw tsb mengenai shalat jumaat di mesjid?? kalo bego JANGAN KETERLALUAN!!!

      untuk apa mesjid dibangun?? yaa utk shalat jumat! posisinya spt gereja buat kristen, sinagoga buat yahudi, pura buat hindu bali dsb.

  104. Manggil Nabi Muhammad Saw aja cuman Muhammad Saw, gw gak yakin ente muslim

    Alamandang,
    JAWAB SAJA PERTANYAAN2 SAYA, YG SAMPAI SKG BELUM ADA YG MENJAWAB.

    PERTAMA.
    ALHADIS: SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA.
    ALHADIS ITU BENER ADA ATO PALSU???
    DAN APA ARTINYA??

    KEDUA.
    ALHADIS: AKU (MUHSAW) HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KE TIGA TEMPAT INI YAITU MESJID HARAM, MESJID NABAWI, DAN MESJID AQSA.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

    KETIGA.
    ALHADIS: TERANGILAH RUMAH KALIAN DG SHALAT DAN MENGAJI.
    ALHADIS INI BENER ADA ATO PALSU?
    DAN APA ARTINYA?

    KEEMPAT.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA SIAPA YG MJD IMAM SHALAT DI RUMAH??

    KELIMA.
    KALO SETIAP LAKI2 / AYAH / SUAMI SHALAT DI MESJID, MAKA KAPAN DIA MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, SPT YG DIAMANATKAN DALAM ALHADIS NABISAW?

    -O0O-
    DARI SEJAK ARTIKEL INI SAYA TURUNKAN (DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI) TETAP SAJA TANGGAPAN YANG DATANG MENUNJUKKAN KETIDAK-MENGERTIAN AKAN ALHADIS DAN LOGIKA. APAKAH SAUDARA-SAUDARA TIDAK MEMPUNYAI LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR YANG MATEMATIS? DARI KEMAREN SELALU BEGINIIIIIIIIIIII YANG DIAJUKAN, BAHWA SHALAT SEBAIKNYA DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID, SELALU DI MASJID. KALAU SEORANG PRIA / SUAMI / AYAH SELALU SHALAT DI MASJID, LANTAS SIAPA YANG MENJADI IMAM ATAS SELURUH ANGGOTA KELUARGA? HARUS BERAPA KALI SAYA KATAKAN HAL ITU? RIBUAN KALI? JUTAAN KALI?

    KALAU TIDAK MENGERTI KANDUNGAN ARTIKEL INI, LEBIH BAIK TIDAK USAH KOMENTAR. BACA2 SAJA LEBIH BAIK KANDUNGAN ARTIKEL INI, DAN BACA JUGA KOMEN ULASAN YG SAYA BERIKAN PADA SETIAP DIALOGNYA.

    DARIPADA SAUDARA2 MEMBERI KOMEN2 YG TIDAK BERDASAR. LEBIH BAIK JAWAB PERTANYAAN2 YG SAYA AJUKAN DI ATAS.

    -O0O-
    BAHKAN SDR RAEHANUL BAHRAIN TELAH TULIS,
    ” ……MEMANG ADA IKHTILAF ULAMA APAKAH WAJIB AIN BAGI LAKI-LAKI HUKUMNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU HUKUMNYA SUNNAH SAJA ….”.
    PERNYATAAN INI BENER ADA ATO PALSU??
    DAN APA ARTINYA?

  105. Hati-hati, kok bisa-bisanya menganjurkan pria jangan sholat berjamaah di mesijd? Rumah itu memang berhak disholati, tapi khusus untuk sholat sunnah, seperti rawatib, dhuha dan tahajjud. Nabi juga sering sholat ba’diyah dirumah. Setelah sholat berjamaah fardhu di mesjid, sang suami masih bisa mengimami istri untuk sholat fardhu. Tidak ada hadits yang gamblang menganjurkan untuk sholat fardhu dirumah.

    Alamandang,
    Hati-hati, kok bisa-bisanya menganjurkan pria jangan sholat berjamaah di mesijd?
    .
    Jawab )) karena memang ada hadisnya, yaitu SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN / IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU. Alhadis ini artinya setiap pria / suami / ayah harus salat di rumah spy menjadi imam shalat atas anak dan keluarganya. Kalau pria salat di mesjid, maka bagaimana dia bisa menjadi imam atas anak dan keluarganya di rumah??
    .
    Rumah itu memang berhak disholati, tapi khusus untuk sholat sunnah, seperti rawatib, dhuha dan tahajjud.
    .
    Jawab )) mana hadisnya, bhw salat sunnah ditunaikan di rumah, sementara salat fardu ditunaikan di mesjid??? Ada??? Tolong tunjukkan di sini.
    .
    Nabi juga sering sholat ba’diyah dirumah. Setelah sholat berjamaah fardhu di mesjid, sang suami masih bisa mengimami istri untuk sholat fardhu.
    .
    Jawab )) bagaimana mungkin, seorang suami shalat fardu berjamaah di mesjid, kemudian suami pulang, dan di rumah suami shalat menjadi imam utk salat fardu bagi istrinya??? Jadi suami shalat fardu nya dua kali??? Satu di mesjid, menjadi makmun, kemudian yg kedua di rumah, dg menjadi imam shalat utk keluarganya??? Wah baru tauk saya, bhw seorang suami boleh salat fardu dua kali ……
    .
    ada dasar alhadisnyaa???
    .
    Tidak ada hadits yang gamblang menganjurkan untuk sholat fardhu di rumah.
    .
    Jawab )) Ada. Alhadis tsb berbunyi, SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN / IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU.
    .
    Ini artinya, seorang suami / ayah harus senantiasa salat di rumah, utk menjadi imam shalat atas anak dan keluarganya, baik utk salat fardu maupun shalat sunnah.
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s