Mari Shalat Di Rumah Bukan Di Masjid

jalan-ke-masjid

Saya mempunyai seorang sahabat yang tinggal di rumah kontrakan. Di rumah kontrakan itu ia hidup bersama seorang istri dan dua anak gadisnya. Tampaknya mereka keluarga yang bahagia tidak kekurangan suatu apa.

Di dekat rumah (kontrakan)-nya itu ada sebuah Masjid, tidak seberapa jauh. Jadi kalau sang sahabat ingin shalat berjamaah ia tidak perlu berjalan kaki jauh-jauh, karena Masjid sudah ada di pelupuk mata.

Sebenarnya rumah kontrakannya yang sekarang ini adalah kontrakannya yang kedua. Sebelumnya, sang sahabat mengontrak rumah di tempat lain. Dan yang saya perhatikan adalah, rumah kontrakan yang ia tempati pasti berdekatan dengan Masjid. Sahabat ini berkata kepada saya, bahwa ia memang sengaja mencari rumah kontrakan yang dekat dengan Masjid, supaya masalah shalat berjamaahnya tidak keteter. Maklum, sahabat ini termasuk Muslim yang taat.

Sahabat ini adalah seorang Muslim yang mempunyai visi, bahwa shalat yang baik menurut tuntunan Islam adalah shalat yang dilakukan secara berjamaah di Masjid, dan menghindari shalat (berjamaah) di rumah.

Benarkah demikian?

Saya sampaikan kepadanya, bahwa menurut ajaran Rasulullah, shalat (berjamaah) haruslah di rumah, bukan di Masjid. Jadi, menurut ajaran Rasulullah, shalat berjamaah di Masjid itulah yang tidak Islami, dan yang IslamI adalah shalat berjamaah di rumah masing-masing.

  • Shalat berjamaah di Masjid = tidak Islami.
  • Shalat berjamaah di rumah = Islami.

Saya katakan kepadanya, “kalau Anda shalat di Masjid, lantas anak-anak Anda ini, siapa yang meng-imami? Bukankah sebagai ayah mereka Andalah yang harus meng-imami shalat mereka? Dan bukankah anak-anak Anda adalah tanggungjawab Anda Dunia akhirat?”. Sahabat terdiam tidak mempunyai jawaban.

Tidak ada Alhadis Nabi

Tidak ada satu pun Alhadis yang menyatakan bahwa shalat berjamaah harus lah di Masjid. Atau, tidak ada satu pun Alhadis yang menyatakan bahwa shalat berjamaah akan lebih besar pahalanya kalau ditunaikan di Masjid.

Kalau shalat berjamaah yang nilai dan derajatnya lebih tinggi daripada shalat sendiri, memang ada Alhadisnya; semua Muslim pun sudah tahu Alhadis tersebut. Namun kalau Alhadis yang menyatakan bahwa shalat berjamaah adalah lebih besar pahalanya kalau ditunaikan di Masjid, jelas tidak ada Alhadisnya. Atau juga, Alhadis yang menyatakan shalat berjamaah harus ditunaikan di Masjid, tidak ada.

Oleh karena itu, kalau kita melihat kecendrungan kaum bapak atau kaum pria Muslim berduyun-duyun ke Masjid untuk shalat berjamaah, baik shalat Maghrib, Isya mau pun shubuh, maka hal itu dapat dikatakan sebagai suatu hal yang bathil – karena tidak ada dasarnya di dalam fiqih Islam: Muhammad Saw tidak pernah ajarkan hal yang demikian.

Dan terlebih lagi, kalau pria Muslim shalat (berjamaah) di Masjid, maka pertanyaannya adalah, siapakah yang meng-imami shalatnya anak-anak dan istri mereka? Bukankah para lelaki itu adalah ayah dan suami mereka?

Muhammad Saw selalu shalat di Masjid.

Banyak Muslim yang shalat (berjamaah) di Masjid, karena mereka berkeyakinan bahwa hal itu merupakan sunnah Rasulullah. Memang menurut fakta dan sejarahnya, Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya selalu menunaikan shalat di Masjid, baik itu Masjid Al-haram, mau pun Masjid Nabawi (dan juga Masjid Al-Aqsa). Dapat dikatakan bahwa Muhammad Saw tidak pernah shalat di rumahnya sendiri. Kisah hidup Nabi dan para sahabat inilah yang dijadikan dasar mengapa seluruh Muslim selalu shalat di Masjid.

Sampai pada level ini, benarkah shalat di Masjid merupakan sunnah Rasulullah karena Rasul dan seluruh sahabatnya selalu shalat di Masjid?

Jawabannya adalah tidak benar. Shalatnya Muhammad Saw dan para sahabat yang selalu di Masjid, bukanlah tuntunan bahwa seluruh Muslim harus shalat di Masjid, karena sebenarnya seluruh Muslim harus shalat di rumahnya untuk menjadi imam atas istri dan seluruh anak-anaknya, keponakannya, dan juga cucu-cucunya.

Alasan pertama.

Nabi Muhammad Saw bersabda,

“Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.

Alhadis ini mengajarkan bahwa, tidak ada tempat yang diutamakan untuk dikunjungi selain ketiga tempat tersebut. Artinya, selain ketiga tempat itu tidaklah diutamakan untuk dikunjungi, termasuk di dalam hal ini Masjid selain ketiga Masjid ini.

Mengapa Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu shalat di Masjid, adalah karena Masjid Nabawi mau pun Masjid Masjid Al-Haram (dan juga Masjid Al-Aqsa) merupakan keutamaan untuk dikunjungi. Pada bagian lain pun Muhammad Saw bersabda yang kita sudah sama-sama mengetahui,

“Pahala shalat di Masjid Nabawi adalah 10.000 kali dari pada shalat di Masjid lain kecuali di Masjid Al-Haram, dan pahala shalat di Masjid Al-Haram adalah 100.000 kali daripada shalat di tempat lain”.

Alhadis ini menurut permukaannya saja sudah jelas, bahwa hanya shalat di ketiga tempat itu saja yang pahalanya berlipat ganda. Namun ada juga arti lain yang lebih mendalam, yaitu bahwa shalat di Masjid lain selain ketiga tempat itu, tidak mempunyai keutamaan apapun.

Jadi mengapa Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya selalu shalat di Masjid, adalah karena ketiga tempat itu merupakan keutamaan untuk dikunjungi. Ketiga tempat itu dikunjungi bukan karena kemesjidannya, melainkan karena kemonumentalan-nya. Harus difahami, bahwa Masjid lain selain ketiga tempat tersebut tentulah tidak monumental.

Maka dari hal ini sudah jelas, mengapa seluruh Muslim tidak mempunyai alasan untuk shalat di Masjid, karena shalatnya Rasulullah di Masjid itu sendiri mempunyai background yang berbeda: bukan karena ketiga tempat itu adalah Masjid, namun karena ketiga tempat tersebut adalah monumental.

jadikan-rmh-t4-shalat

Alasan kedua.

Muhammad Saw bersabda,

“Setiap kamu adalah pemimpin atas istri dan anak-anakmu”.

Alhadis ini menunjukkan, bahwa kehadiran seorang pria, suami mau pun ayah di muka bumi ini adalah untuk menjadi pemimpin dan imam atas istri dan anak-anaknya. Kalau hal ini sudah difahami dengan baik, maka artinya, menjadi imam shalat di rumah atas istri dan anak-anaknya (juga keponakan dan cucu) merupakan hal terpenting dari menjadi pemimpin / imam di dalam Alhadis tersebut, tidak bisa dihindari sama sekali. Tidak masuk akal, seluruh Muslim menerima Alhadis tersebut (bahwa mereka adalah pemimpin dan imam atas istri dan keturunan), sambil menolak untuk menjadi imam shalat di rumah.

Oleh karena itu kalau seorang pria shalat di Masjid, bagaimana ia dapat menunaikan tugasnya sebagai imam atas istri dan anak-anaknya? Kalau seorang pria shalat di Masjid berarti ia menanggalkan kewajibannya sebagai imam atas keluarganya, darah dagingnya. Dan ini merupakan suatu penyimpangan menurut azas-azas Islam.

Alhadis teritorial.

Dari Abu Hurairah, dia berkata,

“Seorang buta menemui Nabi saw dan berujar, “wahai Rasul, saya tidak mempunyai seseorang yang akan menuntunku ke Masjid”. Lalu dia meminta keringanan kepada Muhammad Saw untuk shalat di rumah maka beliau saw pun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar adzan?”. Laki-laki itu menjawab Ya. Muhammad Saw bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri shalat berjamaah di Masjid)”.

Di dalam Alhadis yang lain, ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya) berkata,

“Wahai Rasul, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas”. Nabi berkata “apakah kamu mendengar adzan hayya alash shalah, hayya alal falah?”. Jika Ya, penuhilah adzan tersebut”.

Di bagian lain, Muhammad Saw bersabda,

Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka”. – HR Al-Bukhari No. 141 dan Muslim No. 651.

Alhadis di atas menggariskan (dengan tegas) bahwa seluruh Muslim haruslah shalat di Masjid, dan Allah Swt menjanjikan hukuman yang keras bagi Muslim yang menolak untuk shalat di Masjid. Sekaligus, Alhadis di atas (dan banyak Alhadis lainnya yang senada) menjadi dalil dan alasan bahwa seluruh Muslim harus shalat di Masjid, bukan di rumah.

Secara permukaan, tampaknya ketiga Alhadis di atas benar-benar mengindikasikan bahwa shalat WAJIB ditunaikan di Masjid, tidak bisa tidak. Satu hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa Alhadis tersebut adalah Alhadis TERITORIAL.

Memang benar bahwa ketiga Alhadis di atas mengisyaratkan bahwa shalat harus ditunaikan di Masjid, dan juga berjamaah. Namun ketiga Alhadis di atas tidak bisa dilepaskan dari konteks kewilayahannya, yaitu kota Mekah mau pun Madinah: inilah yang disebut dengan Alhadis teritorial.

Kalau seorang Muslim pria berada di salah satu kota suci Islam (Mekah, Madinah, atau Yerusalem), maka haruslah ia shalat di ketiga Masjid monumental tersebut, apakah dia di Mekah, atau di Madinah mau pun ada di kota Yerusalem. Kalau perjalanan dari tempat kediamannya menuju ke salah satu Masjid monumental tersebut tidak lah menyulitkan, maka hendaklah ia shalat di salah satu ketiga Masjid tersebut.

Aplikasinya, kalau Abdul berada di Mekah, maka haruslah ia shalat di Masjid Al-Haram. Dan kalau perjalanannya dari tempatnya menginap di Mekah menuju Masjid Al-Haram tidaklah menyulitkan, maka hendaklah ia shalat di Masjid monumental tersebut. Begitu pula kalau Abdul berada di Madinah mau pun di Yerusalem.

Kemudian, kalau Abdul berada di Baghdad, dan perjalanan dari rumahnya di Baghdad ke Masjid Al-Haram tidaklah menyulitkannya, maka wajiblah baginya untuk shalat di Masjid Al-Haram; dengan kata lain, wajiblah ia melakukan perjalanannya dari rumahnya di Baghdad ke Masjid Al-Haram untuk menunaikan shalat. Atau kalau Abdul berada di Kuala Lumpur, begitu juga. Namun, karena pada dasarnya perjalanan mana pun dari suatu tempat di Baghdad, Kuala Lumpur, London, atau Netherland, atau Kinsasha dan lain lain, menuju Masjid Al-Haram (mau pun Masjid Nabawi mau pun Masjid Yerusalem) pasti menyulitkan, maka TIDAK ADA KEWAJIBAN atasnya untuk shalat di ketiga tempat monumental tersebut.

Ketiga Alhadis di atas menunjukkan bahwa adalah wajib untuk shalat di Masjid suci bagi umat yang sedang berdomisili di sekitar Masjid suci yang mana perjalanan dari kediamannya ke Masjid suci tidak lah menyulitkan. Jadi, ketiga Alhadis tersebut (dan banyak lagi yang lainnya) hanya menunjukkan betapa wajibnya shalat di Masjid suci khusus bagi umat yang berdomisili di sekitar ketiga Masjid suci. Dengan kata lain, Alhadis tersebut TIDAK BERLAKU untuk Muslim yang tidak berdomisili di sekitar Masjid tersebut, atau yang perjalanan dari rumahnya menuju ketiga Masjid suci tersebut menyulitkan (Islam tidak pernah menyulitkan umat).

Ketiga Alhadis di atas harus diselaraskan dengan satu Alhadis lainnya yaitu,

“Aku mengutamakan perjalanan ke tiga tempat ini, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem)”.

Alhadis ini merupakan titik-tengah di dalam pembahasan mengenai di mana sebaiknya seorang Muslim menunaikan salatnya, apakah di rumah atau di Masjid, berkenaan dengan adanya Alhadis bahwa shalat haruslah ditunaikan di Masjid. Ya, Alhadis mengenai betapa wajibnya shalat ditunaikan di Masjid harus selalu diiringi dengan Alhadis ini, bahwa berkunjung ke tiga Masjid ini merupakan suatu keutamaan, yang mana Masjid di luar dari tiga Masjid ini tidaklah merupakan suatu keutamaan untuk dikunjungi. Aplikasinya adalah, untuk seorang Muslim yang berdomisili di Jakarta, mau pun di Bangkok, di Beijing, di Nebraska, di Manila, di Adelaide, di Manchester, di Bronx dlll, tetaplah ia harus shalat di rumah masing-masing untuk menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya, bukan di Masjid setempat: itu mutlak.

Ada suatu kontradiksi di dalam pembahasan ini. Kontradiksi itu adalah,

  1. Di satu pihak, terdapat Alhadis yang mewajibkan Muslim untuk shalat di Masjid.
  2. Di pihak lain, terdapat Alhadis yang menyatakan bahwa setiap pria adalah pemimpin atas keluarganya: ia harus menjadi imam di rumahnya.

Kalau seorang Muslim shalat di Masjid, maka bagaimana ia dapat menjadi imam atas keluarganya? Dan kalau seorang Muslim shalat di rumahnya untuk menjadi imam atas keluarganya, maka bagaimana dengan Alhadis yang mewajibkan setiap Muslim untuk shalat di Masjid? Kalau pilihan SATU yang ditunaikan, maka pililhan DUA harus ditinggalkan, begitu juga sebaliknya. Sementara kita Muslim percaya bahwa di dalam Islam tidak pernah ada satu kontradiksi pun.

Jawabannya adalah mudah, yaitu dengan Alhadis di atas yang menerangkan bahwa Muhammad Saw hanya mengutamakan perjalanan ke tiga Masjid suci, yaitu Al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa. Jadi, Alhadis ini hanya berlaku untuk Muslim yang berdomisili di ketiga tempat di sekitar 3 Masjid suci ini. Dengan Alhadis ini, maka jelaslah bahwa merupakan suatu kebathilan untuk beranggapan bahwa seluruh Muslim harus shalat di Masjid, karena dengan demikian maka kewajibannya untuk menjadi imam atas keluarganya harus ditelantarkan. Dan dengan Alhadis ini, maka tidak ada lagi kontradiksi di dalam ajaran Islam.

Nabi tinggal di Beijing.

Sejarah menulis bahwa Muhammad Saw hanya berdomisili di Mekah mau pun di Madinah. Kalau Muhammad Saw sedang tidak berada di Mekah, berarti Muhammad Saw sedang berada di Madinah, begitu juga sebaliknya. Dan di tempat domisilinya itu, Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu menunaikan shalat di Masjid suci yaitu di Masjid Al-Haram kalau di Mekah, dan Masjid Nabawi kalau berada di Madinah. Dan dari fakta ini, umat Muslim jadi berpatokan kepada kehidupan Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya yang selalu shalat di Masjid, dan menjadikannya dasar untuk shalat selalu di Masjid.

Kalau Muhammad Saw dan para sahabatnya pernah berdomisili di Beijing, maka apakah Muhammad Saw dan sahabatnya akan juga shalat di Masjid? Tentu saja tidak: Muhammad Saw dan para sahabat pasti akan shalat di rumah masing-masing karena di Beijing tidak ada Masjid suci.

Ketika sejarah menunjukkan bahwa Muhammad Saw dan para sahabatnya selalu shalat di Masjid suci, itu sebenarnya karena Muhammad Saw dan para sahabatnya tinggal di dekat Masjid suci ini, atau perjalanannya dari rumah ke Masjid suci tidak lah mempersulit kehidupan. Latar belakang inilah yang menjiwai perkataan Muhammad Saw tadi: “Aku mengutamakan perjalanan pada ketiga tempat ini”. Kalau Muhammad Saw dan para sahabatnya berdomisili tidak di Mekah mau pun di Madinah, atau kalau perjalanannya ke Masjid suci itu merupakan suatu kesulitan, pastilah Muhammad Saw dan para sahabatnya akan shalat di rumah untuk menjadi imam atas seluruh keluarganya.

Bagaimana dengan shalat Zuhur dan Ashar?

Untuk setiap Muslim, khususnya kaum pria yang telah berkeluarga, SEDAPATNYA untuk shalat di rumah untuk menjadi imam atas seluruh anggota keluarganya, karena itu merupakan perintah dan kewajiban di dalam Islam atas seluruh pria Muslim. Kata SEDAPATNYA di sini, adalah diusahakan untuk selalu shalat di rumah supaya menjadi imam: untuk imam shalat shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan terakhir Isya.

Namun di siang hari di mana setiap pria biasanya berada di tempat kerja tentulah tidak mungkin untuk shalat Zuhur dan Ashar di rumah dan menjadi imam atas anak-anaknya. Tidak mengapa untuk shalat di Kantor, karena keadaan memang demikian. Namun untuk shalat malam yang meliputi shalat Maghrib, Isya dan shubuh maka sudah sepatutnya seorang pria tetap shalat di rumah sehingga dapat menjadi imam atas keluarganya.

Wallahu a’lam bishawab.

Note,

Artikel ini merupakan satu rangkaian di dalam Enam Artikel Serangkai. Dipersilahkan kepada para pembaca untuk lanjut membaca artikel lainnya yang serangkai. yaitu

  1. Mari Shalat Di Rumah Bukan Di Masjid
  2. Dasar Dan Fondasi Untuk Shalat Di Rumah
  3. Keunggulan Menjadi Imam Shalat Berjamaah Di Rumah
  4. Maghrib Dan Isya Adalah Moment Tarbiyah Keluarga Muslim
  5. Syariah Islam Versus Jam Malam
  6. Anak-Anak Jangan Keluar Rumah Saat Maghrib Dan Isya
Advertisements

233 comments

  1. saudaruku penulis,
    Sholat wajib 5 waktu hukumnya Sunnah mu’akadah. Sunnah yang sangat ditekankan/ dianjurkan dan bahkan sebagian ulama salafush shalih menghukuminya sebagai wajib BAGI KAUM LAKI-LAKI, dijabarkan lagi kaum laki-laki yang sudah baliq (yang sdh memiliki kewajiban sholat wajib) bahkan Rasulullahi shalalahu ‘alaihi wassalam dalam sebuah riwayat shahih memerintahkan sahabat untuk mengumpulkan kayu bakar lalu berkeliling penduduk madinah dan akan membakar rumah orang yang kedapatan pada saat panggilan sholat (adzan) namun masih tetap berada di rumah tidak mendatangi masjid dimana adzan dikumandangkan.
    Riwayat lain adanya seorang buta yang bertanya kepada Rasul bahwa apakah dirinya yang buta tetap harus sholat berjamaah ke masjid?
    Maka Rasul bertanya apakah kamu masih mndengar suara adzan saat berkumandang?
    Lantas orang buta tersebut menjawab “ya saya mendengar”.
    Lalu apa kata Rasul : ” Ya kamu harus datangi masjid itu”.
    Itu membuktikan derajat hukum Sholat Wajib 5 waktu dilakukan berjamaah di masjid adalah sangat PENTING maka sangat dianjurkan (sunnah mu’akaddah).

    Lalu Bagaimana dengan kaum wanita dan anak2?
    Berlaku sebaliknya. utk kaum wanita justru sebaik-baik sholat bagi wanita adalah lebih UTAMA dilakukan dirumahnya sendiri. bahkan semakin lbh tersembunyi (ruangan khusus) bagi wanita lebih utama. Termasuk meskipun saat safar di masjid Al-haram. Inget bahwa Rasulillahi shalallahu ‘alaihi wassalam pada saat itu beliau sampaikan di tanah haramain kepada para shahabahiyyah.
    Untuk anak laki-laki bagaimana?
    Yang sudah baliq tetap lebih utama (cenderung wajib) berjamaah ke masjid.
    Yang belum baliq? belum diwajibkan untuk sholat.(belajar sholat boleh) tetapi belum boleh diperintah/disuruh. Yang boleh sekadar mengajak mereka untuk belajar membiasakan.

    Kemudian tentang : jangan kau jadikan rumahmu seperti kuburan.!!
    ‘Ijma para ulama Ahlussunnah wal jama’ah : perintah rasul agar perbanyak sholat-sholat sunnah di rumahnya masing-masing, banyak tilawah Alquran (lantunkan Al-quranul karim).
    Mengapa jangan kau jadikan seperti kuburan? Karena Rasul melarang (haram) membaca A-lquran di kuburan (surah apapun), melarang sholat di kuburan.
    Menjelang wafat beliau berpesan kepada para sahabat : “jangan kalian jadikan kuburan untuk beribadah layaknya kaum Yahudi dan Nasharah” Dan Rasul melaknat kaum yahudi dan Nasharah dan ummat yang berperilaku demikian.

    Banyak dalil-dalil shaih yang menjelaskan hal tersebut.
    Dalam QS.9 : At-taubah ayat 18 : “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian (hari akhira)….. dst

    Dalam salah satu ayat juga difirmankan : …..rukuklah bersama orang-orang shalih.
    Ulama Ahli tafsir memaknai : sebagai sholat berjamaah di masjid. sbab bertemunya orang-rang sholih yang rukuk (sholat) adalah di masjid.

    Kesimpulannya :
    1. hukum “Sholat Rawatib” bagi kaum laki-laki berjamaah di Masjid adalah sunnah mu’akaddah (sebagaian ulama mengatakan wajib karena pentingnya dan banyaknya fadilah/ kebaikan).

    2. Semua jenis sholat-sholat sunnah (terutama sholat malam/ qiyyamul lail) kecuali sholat sunnah takhiyatul masjid, maka lebih utama dilakukan di rumah masing-masing.

    3. Bagi kaum wanita lebih utama sholat di rumahnya masing-masing (mencakup sholat rawatib/wajib maupun sholat2 sunnah). Jika ada kaum wanita lain yang serumah (anak, pembantu) lbh baik berjamaah dengan mereka.

    4. Perbanyak tilawah Al-Quran di rumah.

    Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Wallahu a’lam bi shawaab.
    Abu Zaid.

    Alamandang,

    saudaruku penulis,
    Sholat wajib 5 waktu hukumnya Sunnah mu’akadah. Sunnah yang sangat ditekankan/ dianjurkan dan bahkan sebagian ulama salafush shalih menghukuminya sebagai wajib BAGI KAUM LAKI-LAKI, dijabarkan lagi kaum laki-laki yang sudah baliq (yang sdh memiliki kewajiban sholat wajib) bahkan Rasulullahi saw dalam sebuah riwayat shahih memerintahkan sahabat untuk mengumpulkan kayu bakar lalu berkeliling penduduk madinah dan akan membakar rumah orang yang kedapatan pada saat panggilan sholat (adzan) namun masih tetap berada di rumah tidak mendatangi masjid dimana adzan dikumandangkan.
    Riwayat lain adanya seorang buta yang bertanya kepada Rasul bahwa apakah dirinya yang buta tetap harus sholat berjamaah ke masjid?
    Maka Rasul bertanya apakah kamu masih mndengar suara adzan saat berkumandang?
    Lantas orang buta tersebut menjawab “ya saya mendengar”.
    Lalu apa kata Rasul : ” Ya kamu harus datangi masjid itu”.
    Itu membuktikan derajat hukum Sholat Wajib 5 waktu dilakukan berjamaah di masjid adalah sangat PENTING maka sangat dianjurkan (sunnah mu’akaddah).

    Alamandang,
    isu ini ude dibahas di bagian atas. silahkan cari sendiri.

    Lalu Bagaimana dengan kaum wanita dan anak2?
    Berlaku sebaliknya. utk kaum wanita justru sebaik-baik sholat bagi wanita adalah lebih UTAMA dilakukan dirumahnya sendiri. bahkan semakin lbh tersembunyi (ruangan khusus) bagi wanita lebih utama. Termasuk meskipun saat safar di masjid Al-haram. Inget bahwa Rasulillahi saw pada saat itu beliau sampaikan di tanah haramain kepada para shahabahiyyah.
    Untuk anak laki-laki bagaimana?
    Yang sudah baliq tetap lebih utama (cenderung wajib) berjamaah ke masjid.
    Yang belum baliq? belum diwajibkan untuk sholat.(belajar sholat boleh) tetapi belum boleh diperintah/disuruh. Yang boleh sekadar mengajak mereka untuk belajar membiasakan.

    Alamandang,
    nabisaw sudah bertitah SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU. lantas kalau setiap ayah / pria salat di mesjid, maka bagaimana ia dapat menjalankan perannya sbg pemimpin atas anak dan keluarganya??? apakah kaum wanita itu TIDAK PERLU DIIMAMKAN SALAT NYA OLEH AYAH2 MRK ATO ABANG2 MEREKA???? bagaimana sdr dapat menjawab pertanyaan ini??

    Kemudian tentang: jangan kau jadikan rumahmu seperti kuburan!!
    ‘Ijma para ulama Ahlussunnah wal jama’ah:
    perintah rasul agar perbanyak sholat-sholat sunnah di rumahnya masing-masing, banyak tilawah Alquran (lantunkan Al-quranul karim).
    Mengapa jangan kau jadikan seperti kuburan? Karena Rasul melarang (haram) membaca A-lquran di kuburan (surah apapun), melarang sholat di kuburan.
    Menjelang wafat beliau berpesan kepada para sahabat : “jangan kalian jadikan kuburan untuk beribadah layaknya kaum Yahudi dan Nasharah” Dan Rasul melaknat kaum yahudi dan Nasharah dan ummat yang berperilaku demikian.

    Alamandang,
    tidak, saya tidak minta pendapat ijma para ulama ….. saya minta hadis nabi …. hadis nabi sudah jelas berbunyi JADIKAN SALAT KALIAN DI RUMAH KALIAN, JANGAN JADIKAN RUMAH KALIAN SEPERTI KUBURAN. itu tidak perlu kupasan dan pendapat para ulama ….

    Banyak dalil-dalil shaih yang menjelaskan hal tersebut.
    Dalam QS.9 : At-taubah ayat 18 : “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian (hari akhira)….. dst

    Alamandang,
    isu ini ude dibahas di atas ….. silahkan cari sendiri.

    Dalam salah satu ayat juga difirmankan : …..rukuklah bersama orang-orang shalih.
    Ulama Ahli tafsir memaknai : sebagai sholat berjamaah di masjid. sbab bertemunya orang-rang sholih yang rukuk (sholat) adalah di masjid.

    Alamandang,
    kita tidak minta tafsir para ulama …. kalau semua orang shalat berjamaah di rumah masing2 … toh juga akan bermakna bahwa “sbab bertemunya orang-rang sholih yang rukuk (sholat) adalah di RUMAH”. iya kannnnn????

    Kesimpulannya :
    1. hukum “Sholat Rawatib” bagi kaum laki-laki berjamaah di Masjid adalah sunnah mu’akaddah (sebagaian ulama mengatakan wajib karena pentingnya dan banyaknya fadilah / kebaikan).

    2. Semua jenis sholat-sholat sunnah (terutama sholat malam/ qiyyamul lail) kecuali sholat sunnah takhiyatul masjid, maka lebih utama dilakukan di rumah masing-masing.

    3. Bagi kaum wanita lebih utama sholat di rumahnya masing-masing (mencakup sholat rawatib/wajib maupun sholat2 sunnah). Jika ada kaum wanita lain yang serumah (anak, pembantu) lbh baik berjamaah dengan mereka.

    4. Perbanyak tilawah Al-Quran di rumah.

    Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Wallahu a’lam bi shawaab.
    Abu Zaid.

    Alamandang,
    tidak demikian …. kalo semua laki2 salat di mesjid, maka bagaimana ia dapat menjalankan titah nabisaw yaitu SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU????

    tolong mikir nya jangan muter2 lageeeeeeee …..

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Mengutip Hadits yang belum tahu apakah ini hadits shahih, hasan atau dhaif, lalu langsung memberikan statement atas hadits tersebut hanya berdasarkan logika sendiri, ajaran dari mana ini. kalo gitu saya mah saya juga bisa. Belajar bro, niatkan mencari kebenaran bukan pembenaran, coba dong sertakan para pendapat ulama yang sanadnya jelas untuk menjelaskan maksud dari hadits2 yang disampaikan, malah pake pemikiran sendiri. ulama yang benar dan akhlaknya baik saja sangat hati2 dalam menafsirkan. loh situ nabi bukan, sahabat bukan, ulama bukan, berani beraninya maen tafsir sendiri aje :).

    Alamandang,
    jawab saja pertanyaan2 saya di bagian terdahulu ….

    nabisaw bersabda SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU … apakah hadis itu butuh tafsir dulu utk dapat difahami??

    nabisaw bersabda AKU HANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KEPADA TIGA TEMPAT INI MASJID HARAM MESJID NABAWI DAN MESJID AQSA … apakha hadis itu butuh tafsir utk difahami???

    nabisaw bersabda JADIKAN SALAT KALIAN DI RUMAH KALIAN … JANGAN KALIAN JADIKAN RUMAH KALIAN SPT KUBURAN …. apakah hadis tsb butuh tafsir utk difahami???

    sdr bisa jawab dg logika apaaa???

    terima kasih.

  3. Bismillahirrahmanirrahim “shalat yang afdhal bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat-shalat wajib” (HR. Al Bukhari no. 7290)

    Alamandang,
    yaaaap …. hadis tsb hanya berlaku utk umat yg berdomisili di mekah madinah dan yerusalem ….. berdasarkan hadis ini: AKU MHANYA MEMENTINGKAN PERJALANAN KETIGA TEMPAT INI YAITU MASJID HARAM MESJID NABAWI DAN MESJID AQSA ….

    terima kasih.

  4. Kenapa banyak coment yg di hapus,,apa karena kamu tidak bisa menjawab..
    Ada pertanyaan di atas mesjid itu tempat apa? Kenapa belum di jawab..
    Seorang ayah bisa mengimami shalat sunah untuk keluarga nya di rumah…itu jawaban kenapa laki2 harus shalat fardhu di mesjid..kenapa masih mengelak kamu
    COBA JAWAB MESJID TEMPAT APA???

    Alamandang,
    koment yg mana yaaa??? dan pertanyaan yg mana yg tidak bisa saya jawab???

    sdr silahkan kirim kembali pertanyaan tsb … mungkin terselip …. maklum begitu banyak email masuk ke inbox ssaya.

    mesjid itu tempat apa??? jawab, mesjid adl tempat sujud …. dan tempat sujud itu adalah setiap jengkal tanah di muka bumi adalah mesjid … tidak terkecuali rumah masing2 umat juga mesjid ….

    Seorang ayah bisa mengimami shalat sunah untuk keluarga nya di rumah…itu jawaban kenapa laki2 harus shalat fardhu di mesjid..kenapa masih mengelak kamu

    mana dasar dan hadisnya, bhw setiap ayah bisa mengimami salat sunah utk keluarga nya di rumah????

    terima kasih.

  5. Kalau tidak berilmu mending tidak usah so so an menafsirkan hadist…

    Alamandang,
    kalo tidak bisa menjawab pertanyaan2 saya di bagian terdahulu mending sdr diam saja tidak usah komen …. jelassss???

  6. dia nulis kyk gini supaya viral dan dia terkenal…

    Semoga Allah memberikan kita hidayahnya..
    Aamin ya Allah…

    Alamandang,
    semoga Allahswt memberi hidayahNya kepada umat muslim yg masih salat berjamaah di mesjid – shg mereka tergerak utk salat berhjamaah di rumah utk menjadi imam shalat atas anak dan keluarganya, spt yg dititahkan nabisaw dalam hadisnya, SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU ….

    amin.

    terima kasih.

  7. Klo blm pny ank istri sholatny d mn

    Alamandang,
    Kalo blm rumahtangga, maka barti status nya masih anak. Jadi shalatnya berjamaah sbg makmum yg diimamkan ayah ato paman ato kakek.

    Ato bisa juga, mgkn sdr punya keponakan? Ato adik? Maka sdr shalat berjamaah di rumah utk menjadi imam atas ponakan dan adik2nya …..

    Demikian, semoga membantu.

  8. Maaf ya…. Saya tidak sepaham dengan postingan ini… Yang aku yakini adalah laki2 lebih utama shalat di masjid dan wanita di rumah.. Smua org adlah pemimpin.. Dlm mendidik anak yah tanggung jawab bersama. Meski satu dan lainnya memiliki kelebihan atas yang lainnya.. Wallahu alam bishawab..

    Alamandang,
    Saya pastikan keyakinan sdr salah. Sdr blm memahami hadist nabisaw SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU.

    Ini artinya setiap, laki / ayah hrs shalat di rumah utk menjadi imam atas anak dan keluarga nya.

    Harap difahami dg baik.

    Terima kasih.

  9. Saya minta maaf jika ada kata2 saya yg menyinggung,,saya hanya ingin menjelaskan tafsiran para ulama tentang hadist tersebut,,bukan tafsiran saya..dan jika memang Anda punya tafsiran sendiri ya silahkan saja…toh setiap balasan perbuatan akan kembali pada org tersebut..
    Semoga kita selalu mendapat hidayah Allah..amien

    Alamandang,
    Tafsir utk alhadis yg mana..? Dan tafsir ulama yg mana?? Apakah setiap alhadis adalah haram hukum nya kalau tdk ditafsir duluu?

    Mengapa alhadis2 yg mudah kata2nya masih hrs ditafsir duluu?

    Sy tdk mengajukan tafsiran sy sendirii, sayaa hanya mengajukan kandungan alhadis sesuaii dg bunyi alhadis tsbb, berdasarkan logika Dan matematika berfikir.

    Ingat, ulama adl Manusiaa juga yg punya kekurangan spt manusia lainnya. Kembalikan semua masalah kepada alhadis nabisaw, krn itulah Jalan yg lurus.

    Intinya, kalau umat salat di mesjid maka bgmm ia dapat men jadi imam atas anak Dan keluarga nya? Bukankah nabisaw telahh bertitah bhw setiap kamu adl pemimpin atas anak dann keluarga nya?

    -o0o-

    spy sdr faham tingginya hikmah salat di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarga, silahkan baca artikel ini, moga2 sdr terbuka fikiran dan kesadarannya,
    https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    Tolong direnungkan. Terima kasih.

  10. Intinya setiap perbuatan dan perkataan itu adalah untuk kita sendiri..jika Anda ingin mengikuti logika matematika dan berfikir Anda..ya silahkan saja itu hak Anda…yg penting saya sudah mengingatkan…

    Alamandang,
    Memangnya matematika di alamraya ini ada berapa?
    Memangnya logika di dunia ini ada berapa?
    Lebih dr satu kah?

    Apakah logika tuti berbeda dari logika sugeng, dan berbeda juga dari logika bambang?

    Kata si a, 1+1 = 2. Itu logikA nya si a.
    Kata si b, 1+1 = 6. Itu logika nya si b.

    Itu yg sdr maksudkan di sini?

    Intinya, kalo seorang ayah / laki2 shalat berjamaah di mesjid, maka bgm ia dpt menjadi imam shalat atas anak dan keluarga nya di rumah? Mengapa sdr belum juga menjawab pertanyaan ini sejak semula? Apakah pertanyaan tsb begitu sulit buat sdr? Kalo sdr tdk / blm bisa menjawab pertanyaan tsb, sebaiknya sdr diem saja tdk usah komen. Faham?????

    -o0o-

    spy sdr faham tingginya hikmah salat di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarga, silahkan baca artikel ini, moga2 sdr terbuka fikiran dan kesadarannya,
    https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    Terima kasig.

  11. Astagfirullahaladzim… semoga Allah memberi pemahaman kepadamu…

    Alamandang,
    Intinya, kalo seorang ayah / laki2 shalat berjamaah di mesjid, maka bgm ia dpt menjadi imam shalat atas anak dan keluarga nya di rumah? Mengapa sdr belum juga menjawab pertanyaan ini sejak semula? Apakah pertanyaan tsb begitu sulit buat sdr? Kalo sdr tdk / blm bisa menjawab pertanyaan tsb, sebaiknya sdr diem saja tdk usah komen. Faham?????
    -o0o-

    spy sdr faham tingginya hikmah salat di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarga, silahkan baca artikel ini, moga2 sdr terbuka fikiran dan kesadarannya,
    https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    Terima kasih.

  12. مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

    “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553)

    Jika kita shalat dirumah gimana kita bisa mendapat pahala dari langkah menuju mesjid..
    Sodara bisa jelaskan itu??
    Klo hadist itu cuma untuk di tiga kota suci aja,terus bagaimana kita yg jauh bisa mendapat pahala langkah kaki itu??
    Sodara bisa jelaskan??
    Kalau untuk mengimami keluarga shalat kan shalat sunah juga bisa..
    Terus memangnya ada kata SHALAT FARDU dalam hadist setiap kamu adalah pemimpin,,ga ada kan??
    Coba jawab secara rinci pertanyaan saya..
    Dan jangan ngawur lagi..
    Terus mana ulama yg mendukung pendapat Anda..ada ga??

    Alamandang,

    “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553)

    Jika kita shalat dirumah gimana kita bisa mendapat pahala dari langkah menuju mesjid..
    Sodara bisa jelaskan itu??

    Alamandang,
    alhadis tsb hanya berlaku utk ketiga kota suci yaitu mekah madinah dan jerusalem spt dalam hadisnya yg lain.

    Klo hadist itu cuma untuk di tiga kota suci aja, terus bagaimana kita yg jauh bisa mendapat pahala langkah kaki itu??

    Sodara bisa jelaskan??

    intinya, alhadis tsb, berikut janji pahalanya, hanya berlaku utk ketiga kota suci. di luar ketiga kota suci, sistem pahala nya lain lagi, krn utamanya adl mengamalkan titah nabisaw, yaitu SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU.

    Kalau untuk mengimami keluarga shalat kan shalat sunah juga bisa..
    Terus memangnya ada kata SHALAT FARDU dalam hadist setiap kamu adalah pemimpin,,ga ada kan??
    Coba jawab secara rinci pertanyaan saya..
    Dan jangan ngawur lagi..

    dan mana hadisnya bhw menjadi imam atas anak dan keluaganya HANYA SEBATAS PADA SALAT SUNNAH??? bisa jawab??

    dari kemaren saya tanya kepada netter di sini, mana hadisnya yg mengajarkan bhw ayah / laki jadi imam salat sunnah di rumah, dan salat fardhu nya sang ayah / laki salat di mesjid,. tapi sampe skg tidak ada yg bisa jawab pertanyaan tsb …

    nah skg sdr membalikkan pertanyaan tsb …. begitu cara nyaaaa????

    Terus mana ulama yg mendukung pendapat Anda..ada ga??

    dan mana hadis nya bhw setiap laki2 / ayah harus salat di mesjid??? ada ghaakk????

    kalo setiap laki2 / ayah salat di mesjid …… maka bgm ia menjadi imam atas anak dan keluarganya, spt titah nabisaw, yaitu SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU ….

    -o0o-

    spy sdr faham tingginya hikmah salat di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarga, silahkan baca artikel ini, moga2 sdr terbuka fikiran dan kesadarannya,
    https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    terima kasih ….

  13. Percuma berdebat. Penulis tidak akan pernah merubah pendiriannya.
    Kalo udah begini tinggal kemukakan ini : Yang mau shalat di rumah ya silahkan, di masjid juga silahkan. Sekalian aja penulis bikin jamaah shalat jum’a di rumah.
    Sebagai saran buat penulis. Kalo belajar agama sebaiknya dari ulama. Hadits bisa sampai kepada kita karena ulama. Maka, kita jangan sampai menolak ijma’.

    Alamandang,
    @ bilang aja nyerah …. ngaku aja kalah …. gak usah banyak kata …

    @ kapan saya tulis spy umat salat jumat di rumah??? jangan fitnah!!!

    @ belajar dari ulama. jawab: ulama saja belajar dari hadis nabi …..
    dan ulama juga manusia biasa …. kita kembali saja kepada hadis nabisaw ….

    @ jgn sampai menolak ijma. jawab: tinggi mana, ijma ulama, atau hadis nabi???

    dari kemaren saya ajukan pertanyaan2 ini …. tapi sampe skg tidak ada yg jawab …. eeh nongol lagi di sini ….

    -o0o-

    spy sdr faham tingginya hikmah salat di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarga, silahkan baca artikel ini, moga2 sdr terbuka fikiran dan kesadarannya,
    https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    terima kasih.

  14. kalau tidak sesat kamu non muslim, smogaa Allah merahmati kamu. muslim tdk berani mnafsirkan ssuatu melainkan sdh ada syafiatnya. kamu hanya mnjawab itu itu saja dan kamu td mw mndengar pendpat org. klw kamu benar km beruntung, tp klw km salah maka azab yg pedih akan menantimu.

    Alamandang,
    salah nya artikel saya ini di mana??? bukankah artikel ini berdasar titah nabisaw???

    semoga Allahswt merahmati dan memberi hidayah umat muslim semoga mereka shalat berjamaah di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarga.

    syafiat itu apa??? kok baru denger yaaa???

    ))) kamu hanya mnjawab itu itu saja. jawab, dan sdr plus lainnya juga menjawab itu2 saja. lantas apa bedanya??

    ))) dan kamu td mw mndengar pendpat org. jawab, bukan nya sdr yg tdk mau dengar titah nabisaw, utk salat di rumah spy menjadi imam atas anak dan keluarga???

    ))) klw kamu benar km beruntung, tp klw km salah maka azab yg pedih akan menantimu. jawab, memang salahnya artikkel ini di mana??? mengapa paparan / pandangan / artikel yg jelas2 berdasarkan hadis nabisaw justru dikatakan salah dan sesat????

    terima kasih.

  15. 3 masjid yg kamu sebut itu diutamakan dr masjid lain. tapi bukan masjid lain tdk utama. kamu paham bahasa gak? sy tantang anda untuk ceramah di ruang terbuka, bukan cm di web sampah kyk gni beraninya. pengecut!

    Alamandang,
    ))) 3 masjid yg kamu sebut itu diutamakan dr masjid lain. tapi bukan masjid lain tdk utama. kamu paham bahasa gak?
    JAWAB, nah itu dia, DIUTAMAKAN. bener tohhh??? kok sdr masih ngeyel??? bahkan sdr sendiri yg tulis, “tapi bukan masjid lain tdk utama”. Maksudnya apa, kok bilang begitu??? kalo nabisaw ude blang bhw yg utama hanya 3 mesjid itu, MAKA ITU BARTI YG LAIN TIDAK UTAMA … di sini terlihat bhw sdr sendiri lah yg ngeyel …..

    brani2nya sdr memelintir makna hadis tsb sesuka nafsu sdr sendiri!!! sdr berani melawan titah nabisaw yaaaa????

    ))) sy tantang anda untuk ceramah di ruang terbuka, bukan cm di web sampah kyk gni beraninya. pengecut!
    JAWAB, kalo ga bisa jawab … yaude diem saja …. ngaku ejje salah …. ngaku ejje kalah … memang seharusnya begituuuuhhh ….

    silahkan baca di sni,

    ))) https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    terima kasih.

  16. Haduh….
    Alamandang, anda ini tidak pernah ke masjid sih. Makanya tidak tau bahwa perihal pentingnya sholat berjamaah di masjid buat laki-laki itu sering dibahas di pengajian dan tausiah DI MASJID.

    Semua orang yang baca artikel ini tau kok, hadis yang dibawakan oleh semua komentator itu jelas memang ada haditsnya dan semuanya shahih. Sedangkan anda membawakan hadist nggak jelas yang berasalh dari olah pikir anda sendiri.

    Anda itu jelas nasrani, yahudi, dan BODOH.
    Pemahaman tentang 3 masjid utama saja segitu asal-asalan.
    Anda pikir semudah itu membelokkan akidah umat?

    Hal-hal dasar seperti sholat berjamaah itu SUDAH SELESAI, tidak adalagi perselisihan diantara para ulama. Dan sosialisasinya itu dilakukan mulai dari MASJID, bukan dari internet.
    Makanya kalau mau membelokkan akidah itu anda mulainya dari MASJID.

    Tapi hati-hati, kalau di internet saja yang notabene netizen islamnya mayoritas hanya orang awam saja bisa mematahkan teori anda begitu mudahnya. Bagaimana anda bisa menyusup ke masjid-masjid.

    Jadi adik-adik, teman-teman dan saudaraku se-iman se-islam, hati-hati ya kalau mencari referensi tentang syariat islam dari internet. Banyak penyusup seperti alamandang ini

    Alamandang,

    ))) Sedangkan anda membawakan hadist nggak jelas yang berasalh dari olah pikir anda sendiri.
    jawab, saya membawa hadis gak jelas??? yg mana??? bisa tunjukkan ke sini???

    jawab saja pertanyaan2 saya di atas …. yg sampe skg belum ada yg jawab ….

    silahkan baca di sni,

    ))) https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    terima kasih.,

  17. Menurut anda SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU. coba kamu kemukakan hadits shahih bahwa maksud kata pemimpin/imam adalah menjadi Imam shalat fardu dirumah bagi anak dan isteri??

    Alamandang,
    mengapa tdk sdr saja ….. biar sy tambah jelas???? oke???

    ato begini maksud sdr …. bhw setiap laki2 / ayah TIDAK BOLEH MENJADI IMAM ATAS ANAK DAN KELUARGA, GITU??? apakah sdr punya dasarnya???

    silahkan baca di sni,

    ))) https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    terima kasih.

  18. Kutipan dari penulis :”semoga Allahswt merahmati dan memberi hidayah umat muslim semoga mereka shalat berjamaah di rumah utk mjd imam atas anak dan keluarga”
    Sdh sangat jelas bukan klw penulis non muslim?
    Intinya ini orang pengen masjid2 jadi sepi, biar pada pindah ke dugeman, pindah ke tpt2 maksiat lainnya

    Alamandang,
    lantas, kalo setiap laki2 / ayah salat berjamaah di mesjid, maka bagaimana ia bisa menjadi imam atas anak dan keluarganya di rumah??? bukankah nabisaw sudah bertitah SETIAP KAMU ADL PEMIMPIN ATAS ANAK DAN KELUARGA KAMU ….. bgm pandangan sdr???

    justru, salat di mesjid membuka peluang anak2 keluarga muslim jadi pada dugeman di jalan2 kampung kota …. dan kebalikannya, tradisi salat berjamaah di rumah, dg ayah menjadi imam atas anak dan keluarga, maka hal tsb MENUTUP PELUANG anak2 keluarga muslim keluar rumah di malam hari dan pada dugeman di jalan2 kampung kota ato malah pacaran dlsb ….

    spy lebe jelas silahkan baca di sini,
    ))) https://alamandang.wordpress.com/2015/03/16/keunggulan-menjadi-imam-shalat-berjamaah-di-rumah/

    terima kasih.

    -o0o-

    Kepada para visitor Alamandang.wordpress yang saya hormati ….

    dengan amat menyesal saya putuskan utk menutup kolom komen pada artikel ini, mengingat sejauh ini komen yang sudah masuk sudah mencapai 200an komen. saya nilai angka tersebut sudah banyak dan sudah akomodatif untuk memungkinkan terjadinya dialog dua arah antara admin alamandang dengan visitor berkenaan artikel terkait.

    saya melihat bahwa kebanyakan koment tsb berisi hujatan dan penolakan thd kandungan artikel dimaksud, namun pada saat yg bersamaan justru komen2 tsb tidak merepresentasikan keilmiahan sama sekali.

    intinya, kandungan artikel ini TERBUKTI BENAR DAN SAHIH, terlihat dari begitu banyak komen hujatan dan penolakan yg masuk, namun tetap saja hujatan dan penolakan tsb tidak berbobot apa-apa, kecuali berisi gerutuan2 tidak berdasar.

    sudah berkali2 saya ajukan pertanyaan2 atas hujatan2 tsb, dan tetap saja tidak ada satu pun komen yg dapat menjawabnya …. dan sebenarnya hal tsb justru membuktikan bhw artikel ini adl benar dg kandungannya, yaitu salat harus ditunaikan di rumah utk berjamaah bersama anak dan keluarga, sbgmana titah nabisaw ….

    menyedihkan bahwa terdapat beberapa visitor yg tidak sependapat dg artikel ini justru terkesan menghujat pribadi admin, ada yg berkata bhw admin adl kafir, murtad, zionis, misionaris, nonmuslim, dajjal, bahkan ada yg meyebut bhw admin ingin memecah belah kerukunan umat …. ada visitor yg tdk dapat menjawab pertanyaan admin, justru malah menuduh admin yg bukan2 …..

    oleh karena itu, kolom komen ini saya tutup, utk menjamin kesejukan suasana, dan juga utk menegaskan bhw siapa pun berhak utk menyatakan pendapat yg berbeda, selama pendapat tsb TIDAK BERTENTANGAN DG AJARAN ISLAM …..

    terima kasih atas partisipasi visitor selama ini ….

Comments are closed.