Benarkah Nabi Muhammad Saw Memelihara Kucing

hewanpeliharaan

Banyak di antara kita yang suka memelihara dan menyayangi kucing. Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad memiliki seekor kucing kesayangan yang Baginda namakan ‘Mueeza’?

Muezza Kesayangan Rasulullah

Setiap kali Rasulullah menerima tamu di rumah, Baginda selalu menggendong Mueeza dan diletakkan di atas paha Baginda. Salah satu sifat Mueeza yang paling Rasulullah suka ialah Mueeza selalu mengiaw sewaktu mendengar azan, seolah-olah bunyi suaranya seperti mengikuti alunan suara azan tersebut.

Suatu saat Rasulullah hendak mengambil jubahnya, ternyata Muezza sedang tidur dengan santai di atas jubah Baginda. Oleh kerana tidak ingin mengganggu kucing kesayangannya itu, Rasulullah pun memotong lengan jubah Baginda yang dibaringi oleh Mueeza supaya tidak membangunkan Muezza.

Ketika Baginda pulang ke rumah, Muezza terbangun dan menundukkan kepala kepada tuannya. Rasulullah menunjukkan kasih sayangnya dengan mengusap lembut ke badan kucing itu.

Kucing Tidak Najis

Nabi menekankan bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan dibenarkan untuk berwudhuk menggunakan air bekas minum kucing karena tidak najis.

Abu Qatadah Radliyallaahu ra berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia adalah termasuk hewan yang suka berkeliaran di rumah (hewan pemeliharaan).” [HR At-Tirmidzi, An-Nasa’I, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah].

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahawa Rasulullah pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, Baginda berkata, “Ya Anas! Tuangkan air wudhuk untukku ke dalam bekas.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Rasulullah menuju ke arah bekas tersebut.

Namun, seekor kucing datang dan menjilat bekas tersebut. Melihat itu, Rasulullah berhenti sehingga kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhuk.

Rasulullah ditanya mengenai kejadian tersebut, Baginda menjawab, “Ya Anas! Kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, malah tidak ada najis”.

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang mendirikan solat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk meletakkannya.

Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia terlupa pada buburnya. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, ‘Aisyah ra. membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliaran di rumah”. Aisyah juga pernah melihat Rasulullah berwudhuk dari sisa jilatan kucing, [Hadis Riwayat alBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni].

Hadis ini diriwayatkan dari Malik, Ahmad dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang yang badan, peluh, dan bekas makanannya adalah suci.

Demikianlah kisah tentang kucing Nabi Muhammad yaitu Mueeza. Semoga dengan menghayati kisah di atas, kita akan ketahui betapa kasih dan sayangnya Rasulullah terhadap hewan.

Rasulullah berpesan supaya menyayangi kucing kesayangan sebagaimana kita menyayangi keluarga sendiri. Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq, isteri Rasulullah juga amat menyayangi kucing dan berasa amat kehilangan jika ditinggal pergi oleh kucingnya. Beberapa orang terdekat Nabi turut memelihara kucing. Abdul Rahman bin Sakhr Al Azdi. diberi gelaran Abu Hurairah (bapa para kucing jantan), karena kegemarannya menjaga dan memelihara berbagai jenis kucing jantan di rumahnya.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah berat, dalam sebuah hadis sahih Al-Bukhari, dikisahkan seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah neraka.

Abdullah bin Umar ra. juga meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Seorang wanita disiksa karena mengurung kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana dia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah (Hadis Riwayat Muslimr.a.)”.

Sumber,

http://shafiqolbu.wordpress.com/2013/05/26/mueeza-kucing-kesayangan-nabi-muhammad-saw/ – 22 April 2014.

————————————–

Assalamu ‘alaikum wr wb ….

Tentulah tidak demikian adanya.

Islam tetap melarang umatnya untuk memelihara hewan kesayangan, karena memelihara hewan dengan tujuan untuk kesenangan dan kebanggaan, maka tempatnya adalah di neraka. Kalimat ini merupakah Alhadis dari baginda Muhammad saw.

Adapun kisah Nabi saw mempunyai kucing kesayangan, itu memang benar. Namun tentu saja pemandangannya harus diluruskan. Kucing yang dimaksud dalam kisah Nabi saw, merupakan kucing yang berkeliaran.

Jadi, Nabi saw tidak pernah mempunyai ANGGARAN baik keuangan maupun makanan yang baik-baik, yang tayib, untuk dijatahkan kepada kucing. Karena kalau Nabi saw mempunyai ANGGARAN TERSENDIRI BAIK BERUPA UANG MAUPUN MAKANAN MAUPUN PAKAIAN (DLL) YANG BAIK-BAIK YANG KHUSUS DIJATAHKAN UNTUK KUCING, maka barulah itu akan menjadi HUJJAH bagi kita untuk mengatakan bahwa memelihara kucing merupakan suatu sunnah Nabi saw.

Apakah kita di sini mempunyai Alhadis yang menjelaskan bahwa Nabi saw mempunyai anggaran tersendiri (BAIK DALAM BENTUK UANG, MAKANAN, SELIMUT DLL yang dalam kondisi baik) untuk dijatahkan kepada kucing??? Kalau kita mempunyai Alhadis tersebut, maka tentu saja hal itu akan menjadi hujjah bahwa Muslim dibenarkan untuk mempunyai hewan peliharaan, dan di dalam hal ini memelihara kucing.

Masalah bahwa Nabi saw suka menggendong kucing apalagi menimangnya di atas pangkuannya, maka hal itu adl wajar. Jadi bukan merupakan suatu syariah. Adalah tidak mungkin Nabi saw harus mengingkari perasaan kemanusiaannya terhadap kucing yang lucu-lucu …. NAMUN bukan berarti kucing itu merupakan hewan peliharaan Nabi saw.

Nabi saw akan dikatakan memelihara kucing, KALAU Nabi saw mempunyai anggaran tersendiri untuk memberi makanan, pakaian, perkakas yang baik-baik untuk kucing …. Di satu pihak Nabi saw mengajarkan kita untuk menyediakan anggaran (rancangan keuangan) untuk disedekahkan kepada manusia fakir lain (memanusiakan manusia), ternyata di pihak lain Nabi saw malah memberikan anggaran itu untuk seekor kucing (memanusiakan kucing), dan lebih menelantarkan manusia-manusia fakir lainnya. Apakah mungkin Nabi saw berlaku demikian?

Singkat kata, kita harus dapat membedakan, apakah Muhammad Saw sayang kepada kucing, atau Muhammad Saw memelihara kucing? Karena tentunya ada perbedaan, antara “sayang kucing” dengan “memelihara kucing”.

Sayang kucing memang dibenarkan, namun memelihara kucing tentu saja dilarang. Intinya, memelihara hewan dengan tujuan untuk kebanggaan dan kesenangan, merupakan suatu perbuatan maksiat.

Logikanya saja, kalau kita memelihara hewan kesayangan seperti kucing, burung, musang, hamster, dlll, maka pasti kita akan mengeluarkan uang untuk makanannya, minumannya, kandangnya, dan biaya perawatan medisnya; belum lagi aksesorisnya. Dan uang itu pastilah di dalam jumlah yang lumayan besar. Ingat, bukankah sebaiknya uang itu kita gunakan untuk memberi makan fakir miskin? Atau setidaknya, akan lebih baik kalau uang itu kita belanjakan untuk memberi makan anak, keponakan, cucu dlll?

Pun di lain pihak, ada dua hal yang ada pada hewan-hewan peliharaan tersebut – kalau kita ingin memeliharanya:

Pertama, hewan-hewan kesayangan itu, tanpa kita beri makan, tanpa kita beri kandang, tanpa kita beri minum, toh sudah ada yang memberi makan dan rejekinya, yaitu Allah Swt. Jadi mengapa kita harus bersusah payah memberi makan hewan-hewan tersebut – sementara kita tahu bahwa rejeki hewan itu saja sudah ditanggung oleh Allah Swt? Maka bukankah lebih baik kalau uang yang kita miliki itu kita belanjakan saja untuk kaum fakir miskin?

Kedua, dengan memelihara hewan kesayangan, sebenarnya kita telah mengekang kebebasan hewan tersebut. Dengan memelihara hewan kesayangan, kita telah mengurungnya, telah memenjarakannya, dan telah melanggar kebebasannya untuk bisa bertemu dengan sekawanannya, seperti pasangannya, anak-anaknya, sarang kesayangannya, makanan kesukaannya, dlll. Memelihara hewan di dalam kandang misalnya, tahukah bahwa kita telah mengakibatkan hewan tersebut tidak lagi dapat bebas terbang atau berkeliaran? Tentulah hal ini merupakan dosa.

Tentang jilatan kucing yang tidak najis.

Alhadis di atas menguraikan bahwa bekas jilatan kucing tidak najis. Hal ini bukan menjadi dasar bahwa kucing mempunyai keistimewaan, sehingga dengan demikian kita dianjurkan untuk memelihara kucinng.

Ingatlah, bahwa ayam, musang, hamster, dlll juga tidak najis perihal bekas jilatannya. Di dalam Islam, satu-satunya hewan yang najis adalah ANJING, yang mana adalah najis liurnya, bekas jilatannya, bahkan najis untuk berada di dalam rumah. Memegang mau pun membelai anjing pun juga najis kalau tubuh / bulu si anjing di dalam keadaan basah.

Jadi, kalau ada Alhadis yang menyatakan bahwa jilatan kucing tidak najis, hal tersebut bukanlah keistimewaan untuk kucing, karena hal itu juga berlaku untuk seluruh satwa KECUALI anjing.

Memelihara hewan yang dibenarkan

Muslim dibenarkan memelihara hewan, kalau tujuan dan maksudnya adalah SELAIN kesenangan dan kebanggaan. Hal ini seperti:

  • Memelihara ikan untuk dimakan,
  • Memelihara ayam dan itik untuk dimakan dagingnya mau pun telurnya,
  • Memelihara kuda dan keledai untuk tenaganya,
  • Memelihara kambing, sapi dan kerbau untuk daging, susu dan tenaganya buat membajak sawah mau pun menarik pedati,
  • Memelihara domba untuk diambil daging, susu dan bulunya, dlll.

Memelihara satwa-satwa tersebut dengan tujuan di atas tentu saja dibenarkan di dalam Islam, karena hal itu merupakan nafkah di dalam kehidupan ini. Intinya, memelihara hewan adalah dibenarkan kalau tujuan adalah untuk nafkah mau pun teknis.

Contoh kasus

Memelihara kuda tentu saja dibenarkan di dalam Islam kalau tujuannya adalah untuk kuda beban seperti untuk menarik pedati. Namun lain halnya, kalau seseorang memelihara kuda yang digunakan untuk dipelihara di lingkungan villa-nya, di mana kalau ia berlibur di villa-nya, ia ingin bersenang-senang dengan menunggangi kuda berkeliling desa. Hal ini berbalik menjadi dosa dan maksiat.

Yang dimaksud dibenarkan memelihara kuda sebagai kuda beban atau kuda pedati adalah, kalau pedati yang digunakan adalah untuk mencari nafkah buat keluarganya, atau untuk mempermudahnya bertransportasi di pedesaan yang mobil sulit untuk diaplikasikan. Sedangkan di dalam kasus di atas, si orang kaya ini menunggangi kudanya hanya untuk senang-senang, padahal mobil sudah bisa diaplikasikan, dan pun bukan untuk mencari nafkah buat keluarganya. Itulah sebab dosanya ia memelihara kuda dengan situasi seperti ini.

Kasus berikutnya, seseorang memelihara ikan. Di dalam Islam dibenarkan memelihara ikan kalau tujuannya adalah untuk dimakan atau untuk dijual. Namun lain halnya, ketika seseorang memelihara ikan untuk dilepaskan di dalam aquariumnya yang cantik dan mewah. Hal ini berbalik menjadi dosa. Ikan aquarium tentu saja tidak dapat dimakan, dimakan rasanya tidak enak. Inilah tersebab dosanya kalau memelihara ikan hias, karena jatuhnya adalah mubazir tersebab membeli makanan ikan hias itu yang adalah mahal: lebih baik uang itu diberikan kepada fakir miskin. Dan daripada waktunya dihabiskan untuk memelihara ikan hias di aquarium, lebih baik waktunya dihabiskan untuk memperhatikan anak-anaknya, atau fakir miskin, seperti itu.

Kasus lainnya, seseorang memelihara burung (atau hewan cantik lainnya) untuk dijual sebagai pencarian nafkahnya. Bagaimana hukumnya?

Di satu pihak, menurut logikanya, adalah haram memelihara burung karena dipelihara hanya untuk kesenangan, seperti didengar kicaunya, atau dilihat bulu-bulunya yang menawan. Namun di pihak lain, menjual burung peliharaan (bisa jadi) merupakan nafkah pencarian bagi seseorang. Memelihara burung yang tujuannya adalah untuk dijadikan pencarian karena akan dijual di pasar, merupakan suatu dosa. Ingat, di dalam Islam menurut bab muamalah, adalah terlarang memperjual-belikan benda-benda yang diharamkan, seperti menjual / membeli khamr, babi, patung dan lain lain. Ini juga termasuk menjual hewan (peliharaan) yang tujuan pemeliharaannya adalah hanya untuk kesenangan dan kebanggaan. Hal ini juga berlaku untuk hewan lainnya seperti hamster, musang, kelinci, marmut, aneka unggas cantik dan eksotik, aneka hewan melata seperti kadal, ular, biawak, iguana, mau pun kura-kura, dan lain lain.

Demikianlah tuntunan Islam mengenai hewan peliharaan, antara hewan yang diperbolehkan untuk dipelihara karena tujuannya adalah untuk dimakan, dibeban, mau pun untuk pencarian nafkah, dan hewan yang terlarang untuk dipelihara karena tujuan pemeliharaannya adalah hanya untuk kesenangan dan kebanggaan. Tujuan Islam tentulah mulia dan Agung:

  • Pertama, adalah alasan kemubaziran.
  • Kedua, adalah lebih baik menyantuni sesama manusia daripada membelanjai hewan yang sebenarnya rejekinya sudah ditanggung oleh Allah Swt.
  • Ketiga, menjaga keamanan hewan tersebut untuk bebas hidup di luar kandang, supaya tidak menganiaya hak para hewan.
  • Keempat, menjaga hewan tersebut dari ancaman kepunahan karena diperjualbelikan.

Wallahu a’lam bishawab.

40 comments

    1. Wah yang nulis blog ini kok mirip ISIS ya? asal comot hadist lalu di artikan sendiri lalu mutusin ini halal ini haram. sama seperti ISIS yang mengambil cupilkan hadist tanpa benar-benar memaknai maksud dari hadist tersebut. secara logikanya gini, di bumi ini ada jutaan lebih para ulama mengatakan melihara kucing itu Boleh, terus nih penulis sesat ini mengatakan haram. nah yang salah itu sejuta ulama tadi atau penulis blog ini? penulis blog ini merasa dirinya lebih pintar daripada para Ulama yang mededikasikan waktu mereka hanya untuk memperdalam ajaran, nah rasa-rasanya nih penulis Drop Out dari pesatren atau minimal tidak lulus2 dari pesantren makanya otaknya gak jauh beda sama ISIS yang mengartikan Hadist setengah-setengah atau asal comot.Lama-lama juga semua orang di kafirkan oleh penulis sesat ini.

      Tanggapan Alamandang.

      kok sdr jadi memperhatikan perkataan ulama nya??

      saya minta perkataan muhammad nya. apaka itu berlebihan????

      apa gunanya syh pelihara kucing????

      memberi makan kucing, apakah bukan lebih baik memberi makan org miskin??

      ada juga ulama yg mengharamkan memelihara hewan kesayangan. skg sdr plih mana??

  1. Assalamualaikum wr.wb.
    Kita wajib mengaisihi binatang, memberinya makan apabila lapar, dan paling penting memberikan haknya. (Hak kawin, hak makan dan hak lainnya)
    Pemeliharaan hanya allah yang tahu boleh tidaknya, yang penting sayangilah kucing seperti menyayangi keluarga sendiri.
    wassallamualikum.

    Tanggapan:
    saya tidak sependapat dengan saudara.

    menurut islam, tidak dibenarkan kita menyayangi kucing SEPERTI KITA MENYAYANGI KELUARGA KITA. islam melarang umatnya utk MEMANUSIAKAN BINATANG.

    kucing dan hewan lainnya sudah punya rejekinya sendiri (yaitu yg dijamin Allah swt), dan kucing serta hewan lainnya juga sudah ada yg mengurus yaitu Allah swt.

    pernyataan saudara, bhw “Pemeliharaan hanya allah yang tahu boleh tidaknya”, tidak mempunyai dasar filsafat sama sekali.

    filsafat yg masuk akal adalah, bhw semua AJARAN DAN HUKUM ALLAH SWT haruslah diketahui manusia, maka dari itu ALLAH SWT sendiri yg mengajarkannya, atau memberitahukannya.

    jadi kita harus tahu hukum benar atau tidaknya, dan yg benar mengenai hewan piaraan ini adl, bhw islam melarang umatnya utk mempunyai hewan piaraan, spt yg sudah saya paparkan dalam artikel ini.

    terima kasih.

    1. wakakakaka.. orang koplak yang nulis blog ini… pasti lulusan pondok pesantren Google.. wakakaka.. makanya bacotnya ngedabrus, sok pinter, sok paling bener, padahal ilmunya asal. bener omongannya yang komentar. lu tuh SESAT macam ISIS.

      Tanggapan Alamandang.
      dasarnya apa??

  2. kalau rejeki kucing trsebut melalui kita bagaimana? bagaimana apabila kita dapat menyantuni kedua – duanya..? sesama manusia dan binatang? lalu bagaimana hukum orang yang menyiksa kucing liar? pecinta kucing bukan hanya senang memelihara tapi menyelamatkan mereka dari kekejaman manusia yang dikatakan punya akal dan hati nurani..

    Tanggapan:

    pertama, utk pertanyaan “kalau rejeki kucing trsebut melalui kita bagaimana?”.
    jawabannya adl, JUSTRU dalam syariah dn logika islam, tidak ada yg namanya rejeki kucing melalui kita …. Semua rejeki utk kucing itu BUKAN URUSAN KITA, krn rejeki kucing adl urusan allahswt semata.

    semua rejeki kita adl milik sesama manusia, dalam hal ini keluarga kita, ato kalo masih berlebih, milik fakir miskin dan yatim piatu ….

    pertanyaan kedua, bagaimana kalo kita dapat menyantuni kedua2nya?
    jawab: ini bukan masalah BISA. ini adl masalah BOLEH ATAU TIDAK utk menyantuni / memberi makan kucing (atau hewan lain).

    jadi, kita tdk boleh memelihara kucing yg mana itu menyita PERHATIAN, REJEKI dan TEMPAT . itu semua adl milik sesama manusia; hewan sudah ada yg mengurus yaitu Allahswt.

    pertanyaan ketiga: “lalu bagaimana hukum orang yang menyiksa kucing liar?”.

    jawab: ini yg tidak boleh: haram hukumnya. MENYIksa binatang mau pun tumbuhan adl HARAM dalam islam.

    thd kucing (dan juga hewan lain – tmsk tanaman) kita tidak boleh menyiksa atau menyia2kan mereka. cukuplah kita tidak menyiksanya.

    harus kita tegur org2 yg menyiksa hewan.

    1. Agak lucu ya bacanya.. Jadi sama aja kaya..

      1. Kalau ada hutan yang terbakar, laut yang tercemar, gausah diurus. Itu bukan urusan kita. Karena rezeki ikan dilaut dan hewan yg ada di hutan itu udah ada allah yg ngatur.
      Bagaimana dengan cerita wanita yang dimasukan ke surga karena telah memberi minum anjing yang kehausan? Bukankah itu tanda allah menurunkan rezekinya melalui manusia?

      2. Woooww apakah ada ayat/hadist yg mengatakan tidak boleh? Setau saya islam tidak hanya diajarkan untuk peduli terhadap sesama manusia. Tetapi peduli dengan senua di sekitarnya termasuk lingkungan dan alam. Dan hewan dan tumbuhan termasuk di dalamnya. Jangan main asal bilang gak boleh gan kalo gadak bukti yg melarangnya. Sekali lagi kenapa wanita yg ngasih minum anjing yg kehausan bisa dimasukan ke surga kelak kalau tidak boleh ngasih makan/minum ke hewan?

      3. Semua juga setuju menyiksa mahluk hidup itu perbuatan dossa

      Tanggapan,
      Tepat sekali!

      pertama, soal hutan yg terbakar, laut yg tercemar, dsb.

      pembahasannya adl, kesemua hal tsb BUKAN KONTEKS MEMELIHARA, melainkan BAHWA KITA HARUS MENJAGA KELESTARIAN, jangan merusak alam.
      ingat, JANGAN MERUSAK ALAM bukan berarti memelihara alam dalam sense memelihara hewan ….

      sama juga, kita tidak boleh merusak hewan, menganiaya hewan ….. menyiksa hewan …..

      bukan begitu???

      kemudian soal wanita pelacur yg memberi minum anjing dan kemudian masuk surga,
      pertanyaannya adl, apakah wanita pelacur itu MEMELIHARA HEWAN / ANJING???

      yakin sekali bhw wanita itu TIDAK MEMELIHARA ANJING, melainkan hanya bertemu dg sang anjing di tengah padang pasir sedang kehausan ….

      sama juga kalo kita melihat anak kucnig sekarat karena kedinginan, kita tolong ALA-KADARNYA …. ingat, ALA-KADARnya, karena kisah pelacur itu juga menolong anjing ALA KADARNYA.

      KEDUA, soal alhadis yg melarang memelihara hewan utk tujuan kesenangan / kebanggaan:

      ya ada alhadisnya, dalam kitab sahih bukhari.

      kita harus melihat ada perbedaan antara memelihara alam semesta dg memelihara hewan:
      kalo alam tidak dipelihara, maka kita akan sengsara.
      namun kalo kita tidak memelihara hewan kesayangan, TOH KITA TIDAK SENGSARA. demikian logikanya.

      PENUTUP.
      yang jelas, ada alhadis yg melarang memelihara hewan dg tujuan utk kesenangan atau kebanggan, NAMUN DI PIHAK LAIN tidak ada alhadis yg melarang memelihara alam semesta (spt hutan, laut, danau dsb) utk tujuan kesenagan ato kebanggaan.

      jadi jangan memPROTES alhadis ….

      demikian dan terima kasih.

  3. sepertinya sedikit kurang sejuk penyampaiannya.
    ketika semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin bijak orang tersebut dalam menanggapi suatu permasalahan

    Tanggapan,

    mohon dibukakan pintu maaf selebar2nya.

    terima kasih.

    1. Ilmu masih cetek ya gini ini, maklum tong kosong bunyinya nyaring. orang baru berilmu udah koar koar, padahal ahli tafsir aja gak sok keminter macam nih orang

      Tanggapan Alamandang.
      kalah ngomong kok gitu?? kalah argumen kok jadi sewot gitu???

      hahahahahaha ahaha …

  4. kalo sya liat anda trlalu brlebihan dlm mnafsirkan ssuatu..🙂
    apakah pnjelasan anda diatas sdh ssuai dgn ijma’ para ulama yg lbh mngetahuix..??!!!🙂
    jgn lah trlalu mudah u/ mngatakan ssuatu itu halal ato haram mlainkan ada dalilx n jg pnjelasanx dr para ulama..🙂
    hukum asal perbuatan itu adlh boleh slama ada tdk ada dalil yg melarangx..
    n yg sya liat anda hnya brpatokan pd satu hadist..itupun anda tdk tau binatang spt apakah yg dmaksud..
    mari kt liat pnjelasan seorg ustad mngenai hukum mmelihara binatang peliharaan :

    HUKUM MEMELIHARA BINATANG
    DALAM PANDANGAN ISLAM
    Dijawab oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
    Tanya:
    (*) Dari member AI 156 :
    ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
    Ustadz , saya ingin bertanya, apa hukumnya memelihara binatang ? Dan hukumnya orang yg kurang perduli dg najis . Choukran ﺟﺰﺍﻛﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮ
    ﺍﻟﺠﺰﺍﺀ
    Jawab:
    ﻭَﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
    Bismillah. Hukum memelihara binatang pada dasarnya BOLEH namun dengan beberapa syarat, diantaranya:
    1) Binatang yg dipelihara itu bukan babi dan Anjing. Karena ia kotor (najis) dan haram dikonsumsi dan diperjualbelikan, kecuali jika tujuan memelihara anjing adalah utk berburu atau penjaga
    ladang atau hewan ternak, maka ini hukumnya boleh.

    Hal ini berdasarkan firman Allah yg artinya: “dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang-binatang buas yang telah kamu ajarkan dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa
    yang telah diajarkan Allah kepadamu, maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya”. (QS. Al-Maidah: 4)

    Dan berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
    ﻣَﻦِ ﺍﻗْﺘَﻨَﻰ ﻛَﻠْﺒًﺎ ﺇِﻻَّ ﻛَﻠْﺐَ ﺻَﻴْﺪٍ ﺃَﻭْ ﻣَﺎﺷِﻴَﺔٍ ﻧَﻘَﺺَ ﻣِﻦْ ﺃَﺟْﺮِﻩِ ﻛُﻞَّ
    ﻳَﻮْﻡٍ ﻗِﻴﺮَﺍﻃَﺎﻥِ .ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ

    “Barang siapa memelihara anjing selain anjing berburu atau menjaga hewan ternak, maka pahalanya akan berkurang setiap hari sebesar dua qirath (1 qirath sebesar gunung uhud).” (HR. Bukhari no.2322 dan Muslim no.1571-1575).

    Adapun jika tujuan memelihara anjing hanya sebagai hobi atau kebanggaan saja, maka hukumnya HARAM karena hal itu termasuk
    perbuatan tasyabbuh (meniru-niru) thdp kebiasaan orang2 non muslim yg tlh diharamkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam di dlm hadits yg shohih, beliau bersabda:
    ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ

    ”Barangsiapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud no.4031, Ahmad II/50 no.92 dengan tambahan padanya, ath-Thabrani dalam Ausath no. 8327, dan derajat hadits ini Hasan. Lihat: Fathul Bari X/271, Majma’ Zawaid X/271, Faidhul Qadir VI/104-105).

    2) Harus memberikan makan n minum kpd binatang piaraan tsb, serta tidak menyakiti atau menyiksanya dlm bentuk apapun.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih yg diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dakholat imro’atun an-naaro Li hirrotin habasatha, La Hiya ath’amatha wa La hiya tarokatha ta’kulu min khosyaasyil ardhi.” Artinya: “Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang disekapnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi.” (HR. Bukhari)

    Di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya): “Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk Neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan dan minum sewaktu menyekapnya. Dia tidak pula membiarkannya makan serangga bumi.” (HR. Bukhari).

    3) Tidak boleh memperjual belikan binatang piaraan tsb Jika ia trmsuk binatang yg haram dimakan spt kucing, anjing, babi, ular, kodok, dll.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:
    ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺰﺑﻴﺮ ﻗﺎﻝ ﺳﺄﻟﺖ : ﺟﺎﺑﺮﺍ ﻋﻦ ﺛﻤﻦ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻭﺍﻟﺴﻨﻮﺭ؟
    ﻗﺎﻝ : ﺯﺟﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

    Abu Az-Zubair, menuturkan: Saya pernah bertanya kepada sahabat Jabir tentang hasil penjualan anjing dan kucing? Ia menjawab: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang hal itu.” (HR. Muslim).

    Dan diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma, ia berkata: bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang jual beli
    anjing dan kucing.” (HR. Abu Daud)

    Dan diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma, ia berkata: bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang memakan
    kucing dan memakan hasil penjualannya.” (HR. Baihaqi).

    Dan binatang apapun yg haram dikonsumsi dlm agama Islam maka haram pula hasil penjualannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
    ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﺃَﻛْﻞَ ﺷَﻲﺀٍ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻴﻬِﻢْ ﺛَﻤَﻨَﻪُ

    “Sesungguhnya apabila Allah telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, pasti Dia mengharamkan pula atas mereka hasil penjualannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan diShohihkan oleh Ibnu Hibban).

    Jadi kesimpulannya, jika syarat-syarat ini terpenuhi maka hukum memelihara binatang adalah BOLEH. Akan tetapi yg perlu direnungkan
    pula oleh sbgian kita yg hobi memelihara binatang piaraan yg harganya dan harga makanan n perawatannya sangat mahal agar lebih peduli thdp keadaan kaum fakir n miskin dari kaum muslimin.
    Menginfakkan sebagian harta kekayaan kpd mereka jauh lebih besar manfaat n pahalanya daripda kpd binatang..

    jd inti yg bs kt ambil adlh boleh mmelihara binatang peliharaan spt kucing n yg lainx(kcuali binatang yg mmang dharamkan u/ mmeliharax), ttapi tntu sja jgn brlebihan dlm pemeliharaanx spt:mngeluarkan byk uang u/ biaya makan n jg aksesorisx..
    krn Allah SWT n jg Rasulx pun tdk mnyukai ssuatu yg trlalu brlebihan2..
    Smoga Bermanfaat..🙂

    Tanggapan,
    Terima kasih atas tanggapan Sdr.

    Ijinkan saya memberi ulasan atas tanggapan Sdr.
    Sebenarnya-lah, tanggapan yang Sdr. Ajukan ini JUSTRU MERUPAKAN PEMBENAR DAN PENGUAT artikel saya ini, Alhamdulillah. Jadi tanggapan Anda bukan berposisi untuk membantah artikel saya, melainkan menguatkan, mengIYAkan, dan membenarkan, secara lebih rinci.

    Jadi dengan demikian artikel yang saya ajukan di website alamandang ini seutuhnya adalah benar berdasarkan Alhadis yang Anda nukilkan. Untuk itu saya sangat bersyukur kehadhirat Allah Swt dan berterima kasih juga kepada Anda tentunya.
    Mari kita bahas paragraf Sdr. satu persatu.

    hukum asal perbuatan itu adalah boleh selama ada tidak ada dalil yang melarangnya..
    dan yang saya lihat anda hanya berpatokan pada satu hadist.. itu pun anda tidak tahu binatang seperti apakah yang dmaksud..

    ya, tentu saja kita faham Islam mempunyai kaidah bahwa segala sesuatunya pada dasarnya dan pada awalnya adalah BOLEH selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.

    Namun bukankah telah kita temukan Alhadis yang mengharamkan MEMELIHARA HEWAN untuk kesenangan dan kebanggaan? Dan itu pun diperkuat melalui Alhadis yang Sdr. ajukan?

    Mengenai ungkapan Sdr. bahwa saya hanya berpatokan pada satu Alhadis, menurut saya tidaklah demikian. Satu Alhadis saja sebenarnya sudah cukup untuk menjelaskan suatu hal.

    1) Binatang yang dipelihara itu bukan babi dan Anjing. Karena ia kotor (najis) dan haram dikonsumsi dan diperjualbelikan, kecuali jika tujuan memelihara anjing adalah untuk berburu atau penjaga ladang atau hewan ternak, maka ini hukumnya boleh.

    Hal ini berdasarkan firman Allah yang artinya: “dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang-binatang buas yang telah kamu ajarkan dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya”. (QS. Al-Maidah: 4)

    Dan berdasarkan sabda Nabi saw:
    “Barang-siapa memelihara anjing selain anjing berburu atau menjaga hewan ternak, maka pahalanya akan berkurang setiap hari sebesar dua qirath (1 qirath sebesar gunung uhud).” (HR. Bukhari no.2322 dan Muslim no.1571-1575).

    Adapun jika tujuan memelihara anjing hanya sebagai hobi atau kebanggaan saja, maka hukumnya HARAM karena hal itu termasuk perbuatan tasyabbuh (meniru-niru) terhadap kebiasaan orang2 non muslim yang telah diharamkan oleh Nabi saw di dalam hadits yang shohih, beliau saw bersabda:

    “Barangsiapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud no.4031, Ahmad II/50 no.92 dengan tambahan padanya, ath-Thabrani dalam Ausath no. 8327, dan derajat hadits ini Hasan. Lihat: Fathul Bari NYA/271, Majma’ Zawaid NYA/271, Faidhul Qadir VI/104-105).

    Nah ini dia yang saya maksud, dan dengan demikian saya dan Sdr. sudah menemukan kesamaan pandang di dalam hal terlarangnya memelihara hewan yang tujuannya untuk kesenangan dan kebanggaan, bukan begitu?

    Kita diharamkan untuk memelihara anjing dan kucing, kecuali kalau tujuannya untuk manfaat teknis, seperti anjing berburu atau menjaga ladang. Hal ini sudah saya gariskan di dalam artikel saya. Silahkan dibaca ulang.

    2) Harus memberikan makan dan minum kepada binatang piaraan tersebut, serta tidak menyakiti atau menyiksanya dalam bentuk apapun.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, bahwa Nabi saw bersabda: “Dakholat imro’atun an-naaro Li hirrotin habasatha, La Hiya ath’amatha wa La hiya tarokatha ta’kulu min khosyaasyil ardhi.” Artinya: “Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang disekapnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi.” (HR. Bukhari)

    Di dalam riwayat lain, Nabi saw bersabda (yang artinya): “Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk Neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan dan minum sewaktu menyekapnya. Dia tidak pula membiarkannya makan serangga bumi.” (HR. Bukhari).

    Hal ini tentu saja benar.

    Pertama, kita diharamkan untuk memelihara hewan kalau tujuannya hanya untuk kesenangan dan kebanggaan, KECUALI kalau tujuannya adalah manfaat teknis seperti anjing berburu atau anjing penjaga ladang.

    Dan kalau kita memelihara hewan tersebut yang ber tujuan untuk manfaat teknis, maka TETAPLAH kita harus memberinya makan. Ya iyalah! Namanya juga memelihara, pastilah kita harus memberinya makan dan pemeliharaan lain yang perlu. Apakah kita mau-nya mempunyai anjing untuk membantu kita di ladang atau berburu, NAMUN kita tidak pernah memberinya makan? Itu namanya kelewatan dan malu-maluin.

    Mengenai Alhadis tentang seorang wanita yang masuk Neraka karena tidak memberi makan kucingnya dan mengurung kucingnya sehingga kelaparan, ini penjelasannya:

    Islam mengharamkan umatnya untuk memelihara hewan yang tujuannya hanya untuk kesenangan dan kebanggaan. Itu adalah konstitusi di dalam Islam. Namun ingatlah, bahwa Hukum tersebut ada PENGECUALIANNYA.

    Apakah pengecualiannya itu? Pengecualiannya itu adalah, bahwa HANYA KAUM WANITA yang diperbolehkan memelihara kucing yang tujuannya adalah kesenangan dan kebanggaan. Dasarnya apa? Dasarnya adalah ya Alhadis tersebut!

    Alhadis ini menjelaskan, yang mengakibatkan wanita tersebut masuk Neraka bukan karena memelihara kucing untuk kesenangan-nya, melainkan karena wanita ini telah menganiaya kucing sampai mati kelaparan. Jadi kandungan Alhadis ini adalah, wanita kalau memelihara kucing tidaklah dosa, MELAINKAN DIBOLEHKAN.
    Ada dua komponen di dalam hal ini yaitu,

    @-wanita, dan
    @-kucing.

    Jadi hanya wanita yang DIPERBOLEHKAN untuk memelihara hewan untuk tujuan kesenangan dan kebanggaan. Dan kemudian itu pun kebolehannya hanya atas KUCING. Tidak bisa diperlebar kepada iguana, atau aneka unggas, atau armadilo, atau kuda poni, atau musang, atau kelinci, atau ikan arwana, dsb.

    Mengapa wanita mendapat pengecualian, yaitu pembolehan untuk memelihara kucing dan hanya kucing?

    @-Mengapa wanita?
    Wanita menurut Islam merupakan individu yang kurang sempurna akalnya. Oleh karena itu tidak etis kalau perlakuannya harus sama antara pria dan wanita. Untuk itu wanita memperoleh DISPENSASI di dalam hal pelarangan memelihara hewan.

    Hal ini tidak ubahnya seperti anak kecil. Sama kita ketahui bahwa Islam melarang umatnya untuk membuat patung atau gambar yang menyerupai manusia (atau hewan) untuk tujuan apapun. Namun bagaimana dengan kanak-kanak yang suka boneka untuk bermain? Nah untuk kanak-kanak Islam membolehkan umatnya untuk membuat boneka atau gambar yang dipergunakan untuk mainan kanak-kanak.

    Kanak-kanak belum sempurna akalnya, bagaimana mereka harus dapat mengerti Hukum pelarangan membuat boneka yang menyerupai mahluk hidup, sementara kanak-kanak butuh boneka manusia / hewan sebagai mainan untuk tumbuh-kembang jiwanya? Apakah Islam juga melarang kanak-kanak bermain boneka?

    Untuk itulah Islam mempunyai pengecualian untuk kanak-kanak. Demikian jugalah halnya dengan pelarangan memelihara hewan ini yang berkaitan dengan kaum wanita.

    @-Mengapa kucing dan hanya kucing?
    Ini masalah fitrah. Adalah fitrah kalau kita melihat wanita menggendong kucing, memelihara kucing, memangku kucing. Selebihnya, adalah tidak fitrah dan bahkan mengerikan kalau melihat wanita memelihara anjing, buaya, armadilo, kuda poni dsb.
    Terlebih anjing itu berbahaya, maka tidak ada alasan wanita diperbolehkan memelihara anjing.

    Alhadis ini hanya menyebut kucing, yaitu wanita yang memelihara kucing, Alhadis ini tidak menyebut “hewan kesayangan”, namun Alhadis menyebutkannya secara spesifk, yaitu kucing. Maka itu artinya wanita diijinkan untuk memelihara hewan untuk tujuan kesenangan dan kebanggaan, namun hanya sebatas pada kucing.

    3) Tidak boleh memperjual belikan binatang piaraan tersebut Jika ia termasuk binatang yang haram dimakan seperti kucing, anjing, babi, ular, kodok, dll.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:
    Abu Az-Zubair, menuturkan: Saya pernah bertanya kepada sahabat Jabir tentang hasil penjualan anjing dan kucing? Ia menjawab: “Nabi saw melarang hal itu” (HR. Muslim).

    Dan diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata: “bahwa Nabi saw melarang jual-beli anjing dan kucing” (HR. Abu Daud).
    Dan diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata: bahwa Nabi saw melarang memakan kucing dan memakan hasil penjualannya (HR. Baihaqi).

    Dan binatang apapun yang haram dikonsumsi dalam agama Islam maka haram pula hasil penjualannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi saw:
    “Sesungguhnya apabila Allah telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, pasti Dia mengharamkan pula atas mereka hasil penjualannya” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan diShohihkan oleh Ibnu Hibban).

    Paragraf ini pun juga selaras dengan artikel ini, yaitu kita tidak boleh berjual-beli hewan yang dilarang untuk dipelihara. Paragraf Anda ini justru telah menguatkan artikel saya. Alhamdulillah.

    Jadi kesimpulannya, jika syarat-syarat ini terpenuhi maka hukum memelihara binatang adalah BOLEH. Akan tetapi yang perlu direnungkan pula oleh sebagian kita yang hobi memelihara binatang piaraan yang harganya dan harga makanan dan perawatannya sangat mahal agar lebih peduli terhadap keadaan kaum fakir dan miskin dari kaum muslimin.

    Memang benar bahwa awalnya adalah boleh memelihara hewan, namun kemudian bukankah sudah ada Alhadisnya bahwa haram memelihara hewan yang tujuannya adalah kebanggaan dan kesenangan? Satu-satunya pembolehan memelihara hewan hanya untuk perempuan dan itu hanya terbatas pada hewan kucing. Alhadis yang menerangkan ketidakbolehan memelihara hewan tidak boleh dikesampingkan hanya untuk menegaskan bahwa awalnya memelihara hewan dibolehkan.

    Dan juga harus diperhatikan, karena harta kita hanya boleh diinfakkan kepada manusia dhuafa, maka ini menjadikan haram memelihara hewan untuk kesenangan dan kebanggaan. Itu sudah jelas.

    Menginfakkan sebagian harta kekayaan kepada mereka jauh lebih besar manfaat dan pahalanya daripada kepada binatang..
    Jadi inti yang bisa kita ambil adalah boleh memelihara binatang peliharaan seperti kucing dan yang lainnya (kecuali binatang yang memang diharamkan untuk memeliharanya), tetapi tentu saja jangan berlebihan dalam pemeliharaannya seperti: mengeluarkan banyak uang untuk biaya makan dan juga aksesorisnya..karena Allah SWT dan juga Rasulnya pun tidak menyukai sesuatu yang terlalu berlebihan2..

    Ini dia intinya. Karena menginfakkan harta untuk manusia dhuafa adalah jauh lebih penting, maka ini menjadikan haram memelihara hewan yang tujuannya hanya untuk kesenangan dan kebanggaan. Pilih mana, menginfakkan harta untuk kaum dhuafa, atau memelihara hewan hanya untuk kesenangan dan kebanggaan? Apakah kita ingin tutup mata bahwa di sana ada kaum dhuafa yang kekurangan makan dan obat, sementara kita menghabiskan uang yang banyak untuk asyik-maksuk dengan hewan kesayangan sepanjang hari? Bukankah itu namanya egois? Bukankah itu namanya sombong? Dan apakah manusia yang egois dan sombong bisa masuk Surga, sementara saudara-saudaranya hidup di dalam kelaparan dan kepapaan?

    Kesimpulannya, memelihara hewan untuk tujuan kesenangan dan kebanggaan hukumnya adalah haram. Tidak pernah ada waktu sedikit pun bagi manusia untuk dibolehkan mengeluarkan / membelanjakan hartanya yang berlebih untuk digunakan membeli hewan kesayangan lengkap dengan makanan dan aksesorisnya. Setiap sen yang dikeluarkan untuk hal itu akan dituntut Allah Swt di hari kemudian.

    Ingatlah bahwa tidak ada harga hewan peliharaan yang murah, dan harga pakan hewan piaraan yang murah, tidak ada biaya perawatan hewan piaraan yang murah; kesemuanya pasti mahal. Maka apakah kita akan rela keluar uang untuk hewan piaraan, sementara saudara kita masih banyak yang kelaparan??

    Terima kasih kepada Anda yang telah mengajukan tanggapan ini yang menjadi penguat buat artikel saya ini. Jazzakumullah bilkhair!

    1. memelihara kucing bukanlah sunah atau haram, tapi hukumnya mubah, sikap yang berlebihan dalam mengeluarkan anggaran khusus untuk kucing itulah yang dapat jatuh dalam keharaman, adapun jika masih dalam batas yang sewajarnya bukanlah suatu keharaman. memelihara kucing itu sangatlah murah meriah, seumur hidup saya selalu memelihara kucing, tidak ada anggaran khusus, cukup beri mereka makan dari sisa2 makanan yang kita makan, makanan yang tidak mungkin kita berikan pada manusia, tidak mungkinkan kita berikan tulang-tulang ayam pada fakir miskin? atau kepala2 ikan misalnya? dan ingat saudara penulis, bahwa Allah menciptakan Alam semesta ini untuk manusia, mengenai masalah banyaknya manusia yang lebih mementingkan peliharaan mereka ketimbang menyantuni fakir miskin itu yang dihukumi adalah perbuatan merekanya, bukan haram memelihara hewannya, ketika manusia memiliki haknya untuk membelanjakan uangnya yang halal, maka mereka boleh membelanjakannya sesuai keinginannya selama itu mubah, contohnya anda punya uang seratus juta, bolehkan anda membeli mobil yang harganya seratus juta juga? atau haram? sebab seharusnya anda memberikannya kepada orang yang kelaparan? membeli mobil hukumnya sama dengan memelihara hewan, yaitu MUBAH, semoga dapat difahami.

      Tanggapan,

      memelihara kucing bukanlah sunah atau haram, tapi hukumnya mubah,

      Thread ini sudah jelas, bhw memelihara hewan utk tujuan kesenangan dan kebanggaan adl haram. Bukan mubah. Mohon jangan buang2 waktu lagi.

      sikap yang berlebihan dalam mengeluarkan anggaran khusus untuk kucing itulah yang dapat jatuh dalam keharaman, adapun jika masih dalam batas yang sewajarnya bukanlah suatu keharaman. memelihara kucing itu sangatlah murah meriah, seumur hidup saya selalu memelihara kucing, tidak ada anggaran khusus, cukup beri mereka makan dari sisa2 makanan yang kita makan, makanan yang tidak mungkin kita berikan pada manusia, tidak mungkinkan kita berikan tulang-tulang ayam pada fakir miskin? atau kepala2 ikan misalnya?

      Bukankah hal ini su dah saya utarakan dg gamblang di thread ini?? Yaitu jangan sampai mengeluarkan biaya / sumber daya utk hewan piaraan. Tolong dibaca lagi artikel ini dg baik.

      dan ingat saudara penulis, bahwa Allah menciptakan Alam semesta ini untuk manusia, mengenai masalah banyaknya manusia yang lebih mementingkan peliharaan mereka ketimbang menyantuni fakir miskin itu yang dihukumi adalah perbuatan merekanya, bukan haram memelihara hewannya,

      Sebaiknya anda tidak menjungkirbalikkan fikiran. Bgm anda bisa berkata bhw “yang dihukumi adalah perbuatan merekanya, bukan haram memelihara hewannya,”.
      .
      Lho maksudnya apa??? Sama saja, bukan??? memelihara hewan, pastilah akan menelantarkan fakir miskin. Mengapa anda tidak membaca ulasan saya di atas??? Apakah harus saya ulang lagi???

      ketika manusia memiliki haknya untuk membelanjakan uangnya yang halal, maka mereka boleh membelanjakannya sesuai keinginannya selama itu mubah, contohnya anda punya uang seratus juta, bolehkan anda membeli mobil yang harganya seratus juta juga? atau haram? sebab seharusnya anda memberikannya kepada orang yang kelaparan? membeli mobil hukumnya sama dengan memelihara hewan, yaitu MUBAH, semoga dapat difahami

      Mengapa anda skg jadi mempersamakan antara memelihara hewan kesayangan dg mobil??
      .
      Mobil merupakan keperluan hidup, diperlukan utk mencari uang. Tapi memelihara hewan??? Apakah ada manfaatnya selain kesengan dan kebnanggaan??
      .
      Jangan memutarbalikkan kata kata, itu tidak baik. Jangan mempersamakan antara perabotan hidup dg hewan.
      .
      Jelas sudah ada alhadisnya, mengapa anda masih juga protes??
      Terima kasih.

  5. Wanita menurut Islam merupakan individu yang kurang sempurna akalnya. ???.. astaghfirullah.. jadi ibu anda juga?? astaghfirullah…

    Tanggapan,

    hal ini merupakan naskah suci, baik dalam alquran maupun dalam alhadis.

    semua wanita, tanpa kecuali. dan itu merupakan hukum alam, dan merupakan kodrat illahi.

    kita hanya harus menghormati mereka.

    tolong banyak2 baca alquran dan alhadis semoga lebih mafhum,

    terima kasih.

    1. —— DELETED BY MOD ——–

      mohon maaf, komen ini saya hapus, karena sudah melebar dan oot ….

      thread ini hanya membahas memelihara hewan kesayangan. kalau ingin membahas yg selainnya, silahkan cari web lainnya di internet.

      terima kasih.

    2. rasanya penulis blog ini orang kemplo deh, duh semoga orang awam atau orang non muslim yang baca tidak salah memandang Islam. Asli nih blog SESAT!

      Tanggapan Alamandang,

      letak sesatnya di mana???
      bisa dijelaskan lebih spesifik???

      terima kasih.

      1. Sesatlah, mengatakan HARAM sesuatu yang tidak ada ulama yang berani mengatakan HARAM apa gak sesat namanya? jika yang anda maksud Haram itu “Memelihara kucing untuk Kesenangan & Kebanggaan” maka anda tidak boleh mengatakan “Memelihara kucing itu Haram” karena itu artinya sudah berbeda.

        Asal anda tahu juga, yang melihara kucing biasanya tidak mengeluarkan biaya yang banyak, kecuali memang orang non muslim yang sampai membeli baju buat kucing, terus mendadani kucing aneh2, nah mungkin itu yang berlebihan. Kalau berlebihan JELAS adalah temannya setan dan bukan ciri orang muslim.

        sekarang saya mau tanya, apakah anda kalau makan ayam anda makan juga tulangnya? jika anda makan ikan apa anda makan kepala atau durinya? Kebanyakan yang memelihara kucing ngasih makanan sisa. apa yang salah dengan itu?

        Ingat juga, sama seperti anjing, kucing berguna untuk ngusir tikus di rumah? lalu Haramnya itu dimana?

        Tolong di jadikan renungan juga, tidakkah anda melihat bahwa kucing itu memang di ciptakan Allah sebagai teman manusia di banding Makluk Allah lainnya? kalau melihara burung jelas ini salah, karena burung hakikatnya ya terbang bebas. tapi coba anda lihat seekor kucing, mereka rajin membersihkan diri mereka, kalau mereka buang kotoran selalu mereka kubur, lalu lihatlah bagaimana hewan sekecil itu bisa sangat jinak terhadap manusia yang sangat besar bagi mereka. Tidakkah dari sini anda bisa melihat kebesaran Allah?

        Maaf saya hanya sangat tidak setuju anda mengatakan kucing itu Haram di pelihara, karena dari kucing saya belajar banyak hal bahkan membuat saya terkagum-kagum pada kebesaran Allah pada makluk yang satu ini.

        Tanggapan Alamandang;

        Sesatlah, mengatakan HARAM sesuatu yang tidak ada ulama yang berani mengatakan HARAM apa gak sesat namanya? jika yang anda maksud Haram itu “Memelihara kucing untuk Kesenangan & Kebanggaan” maka anda tidak boleh mengatakan “Memelihara kucing itu Haram” karena itu artinya sudah berbeda.

        mengapa harus tunggu ulama??? apakah alhadis masih kurang???? mengapa alhadis masih kurang???? apakah ulama yg memasukkan kita ke surga???

        Asal anda tahu juga, yang melihara kucing biasanya tidak mengeluarkan biaya yang banyak, kecuali memang orang non muslim yang sampai membeli baju buat kucing, terus mendadani kucing aneh2, nah mungkin itu yang berlebihan. Kalau berlebihan JELAS adalah temannya setan dan bukan ciri orang muslim.

        .
        sekarang saya mau tanya, apakah anda kalau makan ayam anda makan juga tulangnya? jika anda makan ikan apa anda makan kepala atau durinya? Kebanyakan yang memelihara kucing ngasih makanan sisa. apa yang salah dengan itu?

        .
        Ingat juga, sama seperti anjing, kucing berguna untuk ngusir tikus di rumah? lalu Haramnya itu dimana?

        sudah saya jelaskan di atas perkara memberi makan kucing dg tulang ikan atau ayam ……. silahkan dibaca lagi ….. tidak perlu saya tulis ulang.

        Tolong di jadikan renungan juga, tidakkah anda melihat bahwa kucing itu memang di ciptakan Allah sebagai teman manusia di banding Makluk Allah lainnya? kalau melihara burung jelas ini salah, karena burung hakikatnya ya terbang bebas. tapi coba anda lihat seekor kucing, mereka rajin membersihkan diri mereka, kalau mereka buang kotoran selalu mereka kubur, lalu lihatlah bagaimana hewan sekecil itu bisa sangat jinak terhadap manusia yang sangat besar bagi mereka. Tidakkah dari sini anda bisa melihat kebesaran Allah?

        apa yg sdr kemukakan itu TIDAK MENJADI DAN BUKAN ALASAN pembolehan utk memelihara kucing (atau hewan lainnya).
        .
        harap sdr ingat SUDAH ADA ALHADISNYA yg menyatakan bhw memelihara hewan utk tujuan kesenangan dan kebanggaan akan berakhir di neraka. itu namanya haram.\
        .
        apakah sdr ingin melawan alhadis???? berani???

        Maaf saya hanya sangat tidak setuju anda mengatakan kucing itu Haram di pelihara, karena dari kucing saya belajar banyak hal bahkan membuat saya terkagum-kagum pada kebesaran Allah pada makluk yang satu ini.

        belajar bisa dari mana saja. tidak dari kucing saja. dan belajar dari kucing, TIDAK MENJADI DAN BUKAN ALASAN PEMBOLEHAN umat utk memeliahra kucing atau hewan lainnya.
        .
        terima kasih.

      2. ah orang ini benar-benar sesat bukan kepalang. di bilangin malah ngeyel, malah ngatain saya ngelawan hadist. kalau benar seperti itu berarti anda mengangap semua ucapan atau pengetahuan anda itu lebih dari yang lain termasuk para ulama begitu? ulama tidak selalu benar, tapi kalau banyak ulama yang benarin terus anda malah nyalahin para ulama, harusnya anda itropeksi diri anda. Anda harus mencermati juga contoh: hadist nabi mengatakan babi itu haram, tapi babi juga bisa menjadi halal kalau hanya babi yang bisa di makan dan kalau tidak memakannya anda akan mati.

        wah anda itu lulusan pondok mana sih otak anda kok keblinger kayak gitu? anda itu menanganggap anda itu paling benar sedang yang lain salah. hebat banget anda itu. anehnya dengan ilmu yang sehebat itu tapi anda itu bukan siapa2, apa anda pernah bercermin juga? belajar ngaji sana dan jangan nyesatin orang! dasar aliran sesat.

  6. —— DELETED BY MOD ——–

    mohon maaf, komen ini saya hapus, karena sudah melebar dan oot ….

    thread ini hanya membahas memelihara hewan kesayangan. kalau ingin membahas yg selainnya, silahkan cari web lainnya di internet.

    terima kasih.

    1. Wah ego banget kau hai penulis.. ok tak apa kau hapus komen ane yang kena telak meruntuhkan dalil sok tau lo… tpi logikanya lo punya uang seratus juta .. lo g boleh beli mobil lo dengan uang itu tpi lo hrus kasih ke fakir miskin … dosa lo klw g gitu.. itu konsekwensi dri yang udah lo omongin… padahal selama duit itu halal orang bisa pake duit itu untuk beli apapun yang mereka suka .. sama jga kya melihara hewan.. hukumnya mubah om.. klw dihapus lgi ni komen.. beneran lo cma ngangap doang.. kalah telak lo..

      Tanggapan Alamandang;

      Wah ego banget kau hai penulis.. ok tak apa kau hapus komen ane yang kena telak meruntuhkan dalil sok tau lo…
      .
      tpi logikanya loe punya uang seratus juta .. loe gak boleh beli mobil loe dengan uang itu tpi loe hrus kasih ke fakir miskin … dosa loe klw g gitu.. itu konsekwensi dri yang udah lo omongin…

      kok sdr membahas ini lagi??? pan sudah dibahas di atas sewaktu merespons tanggapan sdr. sdr tidak baca yaaa???? orak mudhenx yaaa???
      ,
      ini saya kopas dari dialog kita di atas. awas kalo ga dibaca …..
      ,
      sdr tulis.
      ketika manusia memiliki haknya untuk membelanjakan uangnya yang halal, maka mereka boleh membelanjakannya sesuai keinginannya selama itu mubah, contohnya anda punya uang seratus juta, bolehkan anda membeli mobil yang harganya seratus juta juga? atau haram? sebab seharusnya anda memberikannya kepada orang yang kelaparan? membeli mobil hukumnya sama dengan memelihara hewan, yaitu MUBAH, semoga dapat difahami
      ,
      saya respons dg ini.
      Mengapa anda skg jadi mempersamakan antara memelihara hewan kesayangan dg mobil??
      .
      Mobil merupakan keperluan hidup, diperlukan utk mencari uang. Tapi memelihara hewan??? Apakah ada manfaatnya selain kesenangan dan kebanggaan??
      .
      Jangan memutarbalikkan kata kata, itu tidak baik. Jangan mempersamakan antara perabotan hidup dg hewan.
      .
      Jelas sudah ada alhadisnya, mengapa anda masih juga protes??

      ,
      spt nya sdr yg tidak bisa berfikir yaaa????
      ,
      apa dasarnya sdr mempersamakan antara perabotan dg hewan peliharaan???
      ,
      tidak usah saja kita beli rumah. tidak usah sajak kita beli periuk. tidak usah saja kita beli tempat tidur… tidak usah saja beli pisau. tidak usah saja beli baju. mudhenx gaakkkk????

      padahal selama duit itu halal orang bisa pake duit itu untuk beli apapun yang mereka suka .. sama jga kya melihara hewan.. hukumnya mubah om.. klw dihapus lgi ni komen.. beneran loe cma ngangap doang.. kalah telak loe..

      siapa yg bilang bhw punya hewan peliharaan adl mubah??
      ,
      jangan mementahkan materi, bung!
      sudah jelas ada alhadisnya. dan sudah jelas ada logikanya, kok sdr masih melawan???

      -o0o-

      buat apa saya menghapus komen sdr yg ini?? bukankah komen sdr kali ini sesuai dg thread???

      kalo melebar dan tidak relevan dg thread, maka saya berhak utk delete.

      terima kasih.

  7. Aduh om logika ente tuh jalan ga sih??????? Ok lo bilang mobil kebutuhan… ah masa? Emank lo ga bisa bepergian tanpa mobil lo?? Klw buat lo konsekwensinya hrus jalan kaki atau naik angkot trus uangnya kasih kepakir miskin… Lo plin plan bung… Allah menciptakan alam semesta beserta isinya untuk manusia… lo malah mengharamkan sesuatu yang jelas2 Allah halalkan… bersenang2 itu haram?? Memakai pakaian yang kita senangi jga haram dong?? Makan makanan yang kita senangi haram jg? Oh aku punya uang 10 rbu.. ingin beli baso ah.. bersenang2 dengan uang halal.. gimana?? Haram jg?? Lo bener2 kudu belajar membuka hati dan kalahkan ego lo.. Islam yang begitu indah jdi tercoreng gara2 orang2 yang selalu meributkan sesuatu yang tidak perlu… nyomot dalil asal ajalo

    Tanggapan Alamandang;

    hahahaha hahahaha hahahaha hahaha …….

    jadi maksud sdr, bersenang2 itu HALAL YAAA???? hahahaha …

    jadi bersenang2 dg nonton bokep, adl halal??

    jadi bersenang2 dg miras, halal yaa???

    jadi bersenang2 dg ngegunjing adl halal yaaaaa???

    jadi bersenang2 dg main kartu dan judi, halal yaaaa???

    yg kayak beginian ga usah ditanggapin ……. seng waras meneng wae ……

    1. dah gak usah di ladenin, orang gak waras kayak gini malah bikin emosi aja. Toh dia harus mempertanggung jawabkannya juga di akhirat nanti. Baru belajar hadist udah asal comot aja, eh kamu pikir udah bisa nulis dan ngaji udah bikin kamu udah cukup jadi ahli tafsir? mereka para ulama, ahli tafsir udah belasan bahkan puluhan tahun lebih pinter dari kamu gak ada yang ngomong sesat. nah orang tolol kayak penulis blog ini asal tafsir sudah merasa dirinya wah, bahkan Ulama di katakan salah, nanti Nabi dan Allahpun di salahkan. ck ck ck.. dasar orang keblinger, ya beginilah sampai muncul istilah tidurnya orang berilmu lebih dari ibadahnya orang tolol. nah orang ini ibadah tapi tolol, lebih baik di abaikan aja.

      Tanggapan alamandang.

      kapan saya bilang bhw muhammad saw dan allah swt salah???

      bukan sdr lah yg bikin esmosi??? kok sdr dari kemaren yg tidak mau nurut dibilangin??? pan ude ada hadisnya bhw memelihara hewan utk tujuan kesenangan dan kebanggaan adl diharamkan. kok sdr masih ngeyel???

      lho yg suruh sdr meladeni saya itu siapa???

      bukannya saya lah yg di sini yg harus meladeni sdr terus???? dan itu pun sdr masih juga ngeyel!!

      othak loe di kemanain????

      kalo ga mau ngaku kalah, ya udeh pergi aja sonoh yg jauhhhh ….. jangan balik lagi.

      silahkan sdr tanggung sendiri dosanya di akhrat krn berani melanggar ahadis muhammad saw. mampussssss aja loh!!!!

      1. Astagfirullah kok ahli agama ngomongnya gitu ya? Saya udh nyari web yg lain bls commentnya jg gk sekasar itu kok, maaf ya saya bknnya asal ngejudge aja tapi apa kita bisa percaya apabila perkataannya seperti ini?

        Dan satu lg tentunya yg dimaksud bersenang utk bpk malik adalah membeli barang baru / berjalan-jalan / rekreasi bersenang2 dpt diartikan byk. semua hal itu blh saja dilakukan apabila tdk berlebihan, kalau memang dasarnya pikirannya gk kotor tentu gk akan nyambung kesitu dong? Trims

        Tanggapan,

        saya bukan ahli agama. saya manusia biasa saja, spt sdr.

        kalo memang terlihat bhw saya ahli dalam hal agama, maka bukankah semuanya juga harus faham agama??

        terima kasih atas perhatiannya.

    2. Assalamualaikum
      Dr atas gua baca sampe balasan anda d atas saya rasa perlu comment juga. Bersenang2 dengan hal d atas jelas haram jauh benar anda memberi persamaan.
      Egois itu benar sebutan untuk anda. Balasan anda dengan tertawa itu menunjukkan ketidak dewasaan anda. Terlalu menyepelekan pendapat ulama2 lain sedangkan anda siapa? Mubah itu jawaban yang benar
      Semoga Allah memberi hidayah

      Alamandang,
      bukan mubah, melainkan haram, krn memelihara hewan utk tujuan bersenang2 itu pasti berbuat mubajir. dan kawan nya mubazir adl setan, tempatnya di neraka. terima kasih.

  8. wadduh…
    sebetulnya gak suka ikut campur, tp ini komen ahli pikir semua… ngeri..
    yaa.. kalo gak doyan kucing ya sudah, yang pro ya gak papa…

    setahu saya, gak ada larangan pelihara kucing..
    makanya sampai ada sahabat nabi dengan gelar Abu Huroiroh, toh laki juga.. ahli hadist juga..

    setahu saya, pelarangan nyiksa kucing itu sekedar contoh… sama kayak contoh sahabat nabi negur anak yang nyiksa burung,, apa ya orang trus di larang pelihara burung..?

    masalah tehnis, tehnis itu apa dulu..? sesuatu yang bermanfaat secara nyata gitu..?
    gini wes, ada salah satu peliharaan kesukaan nabi ayam jago putih.. boleh kasih penjelasan tehnisnya..?? repot kan…

    mohon maaf kalo pengetahuan saya kurang tajam, tapi menyesatkan sekali kiranya jika semua hadist dilogikakan bebas tanpa dasar keilmuan yg mumpuni….
    kalo gak tau diam ajalah..

    “karna google dan wiki tidak akan cukup membawamu menjadi profesor, maka bertanyalah pada guru….”

    Tanggapan Alamandang,

    capeeeee deeeeeee ……

    1. capek juga menangapin orang yang sok pintar seperti penulis blog ini yang tidak pernah intropeksi diri. emang anda pikir diri anda itu sapa? ahli tafsir sehingga anda berani mentrafsirkan sesuatu yang berbeda? atau memang anda itu orang sesat?

      Tanggapan Alamandang,
      saya juga capek nanggapin komen anda yg bebal …

      wong jelas ude ada alhadisnya bhw memelihara hewan utk tujuan kesenangan dan kebanggaan adl haram, kok anda masih ngeyel?????

      kalo anda masih juga komen yg spt ini, saya delete saja ….

      saya tidak akan meng akomodir kebebalan …..

      terima kasih.

  9. Wah, ane juga suka kucing Om, dulu miara kucing kampung ampe 8 ekor, sebenarnya ane ga hobi ama kucing tapi ane sayang mereka. Dan memberi makannya juga ga mahal kok, kami cuma beri insang ikan yang didapat gratis dari pasar ikan di tempat langganan emak ane beli ikan. Taraf suka ane sama kucing masih dalam taraf kewajaran kok, ga over.

    Alamandang,
    alhamdulillah, saya pribadi pun juga sayang kucing ….. saya gemes kucing ….. saya suka belai2 kucing …

    kalo ada limbah dapur spt kotoran ikan, kepala ikan, ceker ayam dll, saya berikan kepada kucing yg suka melintas di rumah saya ……

  10. Ente sembarangan saja mengatakan memelihara hewan itu diharamkan, mana lafaz dalilnya? Kalau memelihara hewan peliharaan dilarang kenapa Abu Hurairah nenelihara banyak kucing, beliau penyuka kucing dan Rasulullah tidak melarangnya. Allah Ta’ala jadikan hewan-hewan sesuai guna dan manfaatnya, ada untuk dimakan; untuk transportasi, untuk disuruh, untuk hiasan, bahkan untuk lucu-lucuan (pet), kecuali anjing, ular dan semisalnya itu dilarang.

    Saya coba mencari pembahasan tentang ini di medianya Salaf, tidak ada satu pun yang mengharamkannya, malah mereka membolehkan dengan syarat tidak berlebihan sehingga meninggalkan kewajiban. Asal urusan dunia itu mubah sampai datang dalil yang mengharamkannya. Kalau tidak ada dalil pengharamannya maka itu halal!

    Alamandang,

    tolong sdr perhatikan, bukankah dalil hadis sudah tersedia, yaitu hadis muhammad saw bhw memelihara hewan utk tujuan kesenangn dan kebanggaan merupakn dosa?

    mengenai abu hurairah, maka apakah sdr dapat menunjukkan riwayat bhw abu hurairah memelihara kucing dalam arti MENGELUARKAN DANA DAN ANGGARAN permanen utk sang kucing???

    apa bedanya, kalo saya juga MEMANGKU KUCING2 DI PANGKUAN SAYA, sementara saya tidak pernah keluar biaya apa2 utk MENAFKAHI kebutuhan kucing tsb???

    skg gini saja, sdr tunjukkan saja apakah ada riwayat yg mengisahkan bhw abu hurairah MENGELUARKAN DANA DAN NAFKAH PERMANEN UTK SANG KUCING????

    terima ksih.

  11. Pertanyaan saya belum di jawab kok malah mengajukan pertanyaan? Jawab dulu pertanyaan saya, MANA DALIL SHAHIH YANG MEYEBUTKAN HARAM MEMELIHARA HEWAN PELIHARAAN SEPERTU YANg ANDA MAKSUD? Tolong paparkan disini lengkap beserta perawinya? Kan anda mengharamkan berdasarkan dalil hadist, mana dalilnya. Jangan berargumen menurut tafsiran / hawa nafsu ente sendiri!

    Abu Hurayrah itu sudah jelas ada riwayatnya beliau menyukai kucing, memelihara banyak kucing dan memberinya makan, dan Rasulullah tak pernah melarang beliau. Saya tunggu dalil pengharaman ente????

    Alamandang,
    dalilnya sudah ada dalam artikel inisendiri. silahkan diperiksa. terima kasih.

    pun sdr dan siapa pun tidak butuh dalil, sebenernya. logika sudah cukup.

    logikanya, apakah etis kita mengeluarkan dana utk menafkahi hewan, yg rejeki hewan2 itu ada di sisi allahswt?

    bukankah dana nafkah kita itu sebaiknya utk santuni manusia lain yg lbh membutuhkan?

    mana logika sdr?

    kalo sdr berbakti kepada orang tua, bukankah logika sudah cukup? apakah harus ada dalil nya?

    dan mengenai abu hurairah, itu dia. tolong tulis di sini bhw ada riwayat bhw abu hurairah MENGERAHKAN DANA NAFKAH ATAU MAKAN KHUSUS UTK KUCING …. bisa kah???

    terima kasih.

  12. Abu hurayrah sudah jelas ada riwayatnya beliau menyukai kucing dan memelihara banyak kucing serta memberinya makan. Sedang ente ga jelas, memfonis haram sesuatu berdasarkan pemikiran ente sendiri. Memang siapa ente?

    Alamandang,
    kalo begitu skg tolong tunjukkan dalil / riwayat bhw hurairah telah mengkhususkan nafkah dan dana utk menyantuni sang kucing. bisa??

    kalo hanya sebatas memangku, menggendong, membelai, membawa2 kucing, itu tidak masalah SELAMA TIDAK MENGKHUSUSKAN DANA NAFKAH DAN MAKAN utk menyantuni kucing. faham??

  13. Kepada para pembaca artikel ini, di himbau agar tidak meyakini isi artikel ini karena ini DUSTA! Sipenulis tidak pernah menunjukkan dalil tentang haramnya memelihara hewan peliharaan seperti yang dia maksud. Kelihatan bahwa si penulis nenafsirkan syariat hanya berdasarkan pemikiran hawa nafsunya sendiri. Yang pasti tidak ada dalil satu pun yang mengharamkan kita memelihara hewan peliharaan, kecuali hewan yang diharamkan syariat dan dalam memelihara hewan tidak boleh menzhaliminya. Yang dilarang itu adalah yang berlebihan dalam memelihara hewan sehingga melalaikan kewajiban, bukan memelihara hewannya yang dilarang. Wallahu’alan bisshawab…

    Alamandang,
    silahkan sdr dan pembaca lainnya utk baca lagi artikel ini secara menyeluruh, krn di situ sudah saya cantumkan hadisnya.

    kemana logika kita? apakah kita pantas mengeluarkan dana, uang dan nafkah utk menyantuni kucing (atau hewan piaraan lainnya) yg mana itu berarti mengurangi hak dan jatah nafkah dan makan utk sesama manusia yg justru sebenernya lebih berhak.

    di mana logikanya????

    terima kasih.

  14. dalam hadist mengatakan Abu Qatadah Radliyallaahu ra berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Kucing itutidak najis. Ia adalah termasuk hewan yang suka berkeliaran di rumah (hewan pemeliharaan).” [HR At-Tirmidzi, An-Nasa’I, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah].

    bahkan dalam kutip nabi mengatakan “hewan yang suka berkeliaran dirumah” (hewan pemeliharaan)

    bukankah itu berarti kita manusia diperbolehkan memelihara kucing dalam rumah? siapakah anda yang berani berkata haram?

    diriwayatkan ali bin al-hasan “Ya Anas!Kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, malah tidak ada najis”.

    coba kau pahami dan artikan apa arti tanda kutip “kucing perhiasan rumah tangga”

    – siapa anda berani berkata memelihara kucing itu haram?

    saya meyakini memelihara kucing itu haram jikalau syarat2 yang anda maksud adalah

    – hasil jual beli
    – untuk tujuan kebanggaan dan kesenangan

    tujuan kebanggaan menghasilkan kesombongan tujuan kesenangan menghasilkan berlebihan

    namun jika tujuanya untuk mengasihi bagaimana? haram juga bagi anda?

    saya melihara kucing karna kasihan melihat kucing yg datang kerumah saya berharap diberi makanan. dan akhirnya kucing itu tinggal dirumah saya tanpa harus saya paksa tinggal ataupun sy berniat mengusirnya. apa anda mengerti bedanya?

    Alamandang,
    alhadis bhw kucing tidak najis, bhw kucing adl perhiasan rumahtangga, BUKAN BERARTI muslim BERHAK DAN BOLEH memelihara kucing dg cara MENGKHUSUSKAN NAFKAH DAN MAKAN utk menyantuni kucing …. sdr faham bedanya di sini?

    silahkan pelihara kucing, silahkan biarkan kucing tinggal di rumah kita, tapi JANGAN MENGKHUSUSKAN DANA DAN NAFKAH kita utk menyantuni kucing tsb. nafkah dan dana kita hanya utk menyantuni sesama manusia. itu mutlak.

    kok begini saja tidak mengerti???

    saya juga suka kucing. saya suka belai2 kucing. di rumah saya juga ada kucing yg berkeliaran. saya peluk, saya cium, saya bawa tidur ……. tapi, saya tidak pernah keluar dana dan nafkah utk menyantuni kucing …. bagian itulah yg haram ….

    1. artikel anda sudah tidak murni, ada banyak bagian yang anda edit (hilangkan) untuk menyambungkan coment (pendapat) anda yg sekarang. namun itu berarti anda sudah sadar dengan konsekunsi tafsir yg salah. . ^_^

      Alamandang,
      tanggapan sdr ini utk siapa? kepada saya (alamandang)?

      dan kalo pun tanggapan sdr ini ditujukan kepada saya, maka bagian yg mana yg saya edit spt yg sdr sebut?

      bisa lebih spesifik????

      terima kasih.

  15. yang di larang oleh Nabi saw itu memelihara anjing ,,,,hanya di perboleh untuk berburu atau menjaga kebun dll,,,,,sedang kucing gak da larangannya memeliharanya,,,,,,koplak bngt yg punya blog ne

    Tanggapan,

    apa dasarnya???

    bisa sebut di sini???

    kalo ngomong jangan ngasal. koplak!!!!

    1. aslmkm ini masalah kilafiyah, anda jgn.menjadi muqalid, kalau di alquran memelihara hewan itu bleh kcuali anjg dan babi tp anjg pun bleh asal dgunakn untk berburu, memang kalau untuk kebanggan dan smbong itu baru berdosa,tp tidak haram untk memeliharanya,memang benar kalau sesuatu dibeli hnya untk membuat kita menjadi smbong,itu berdosa….tp kesalahan anda adalah mengatakan kalau memelihara hewan itu haram kalau hanya untk kbnggan… itu ga bleh anda berasumsi…apalgi anda mngtkn kalau wnita diberi dispensasi… dan anda pun mau berdebat dgn saudara sesama muslim…sedangkan berdbat itu berdosa… jd ketika anda mghrmkn sesuatu baiknya anda sekolah yg tinggi dulu… saya hnya memberi masukan kepada anda,anda trima atau tidak..kita sesma muslim disurh hnya mengingatkan saudara kita…. intinya jgn cepat anda menarik satu kesimpulan tanpa anda ketahui dulu maknanya…

      Alamandang – –

      di sini pun saya juga mengingatkan ….

      jelas sudah ada hadisnya, bhw memelihara hewan utk tujuan kesenangan dan kebanggaan adl dosa. maka itu artinya memelihara hewan adl haram …..

      teirma kasih.

  16. Assalaamu’alaykum, saya berbeda pendapat dengan sampeyan dalam masalah ini. Saya masih berpegang pada jumhur. Tapi Ulama besar pun berbeda pendapat dalam masalah ini, dan kita mengikuti apapun yang benar sesuai usaha dan ilmu kita masing-masing. InshaaAllah dengan niat yang lurus, bagi yang benar dapat dua pahala dan yang salah dapat satu pahala.

    Barakallaahu fiik atas share ilmunya, walaupun berujung masih berbeda pendapat, tapi tetap ilmu saya nambah, alhamdulillah

    Alamandang,
    Mengapa masih bisa berbeda pendapat?
    bukankah sudah ada alhadisnya, bhw memelihara hewan yg bertujuan utk kesenangan dan kebanggaan merupakan dosa??

    bagaimana mungkin memelihara hewan itu tidak mendatangkan dosa, sementara dari perbuatan itu saja sudah terjadi tindak mubazir, dan juga menganiaya hewan itu sendiri??

    harap direnungkan terima kasih.

  17. Satu Kata saja, Ikannya Nabi Sulaiman bagaimana kabarnya ntong?

    Alamandang,
    bahkan dari kisah nabi sulaiman as dg ikan ini saja sudah terlihat bhw manusia tdk mempunyai kuasa dan hak utk memberi rejeki kepada hewan …. krn itu semua adl urusan allahswt, dan hanya allahswt saja yg dpt melakukannya. bukan begitu???

  18. Akhi / ukhti, alangkah baiknya menyertakan sumber dari setiap perkataan yang akhi/ukhti jabarkan. Jadi tidak hanya dari pandangan ukhti/akhi saja🙂 Contoh seperti yang alasan2 membenarkan memelihara hewan itu infonya dapat dari mana. lalu sanggahan mengenai Rasulullah memelihara kucing itu juga dapat darimana. Kalau hanya sekedar opini dari penulis itu tidak bisa dijadikan fakta atau kebenaran. Dan kalau mengutip hadits ya masukan lah hadits nya dari siapa. Kalau kayak gini kesannya simpang siur. Saya coba cari hadits lewat google tentang haram memelihara hewan tapi tidak ada. Jadi kalau akhi/ukhti punya hadits2 nya mohon dijabarkan. Terima kasih

    Tanggapan,
    Silahkn dibaca lagi artikel ini dg baik. Di situ semuanya ada.

    Trimakasih.

  19. Assalamualaikum akhi/ukhti mendengar penjelasan dari komentar, saya melihat bahwa dalam pengetahuan agama saya bahwa yang menjadikan dasar hukum haram atau tidaknya sesuatu yang pertama adalah Al-Quran. Jika Al-Quran tidak terdapat hukum yang mengharamkan maka hal itu adalah boleh. Selain itu ketika Al-Quran tidak terdapat perkataan haram atau halalnya maka hadist sebagai penjabarannya. Jika hadist tidak memiliki penjabarannya maka ijma ulama lah yang menentukan. Namun dalam hukum2nya tentu memiliki tingkat perbedaan mendasar. Hukum tertinggi tetaplah Al-Quran, haram halalnya diambil dari Al-Quran yang utama. Untuk kasus memelihara kucing seandainya saya adalah seorang pedagang ikan, dimana ikan saya tidak terjual seluruhnya namun jika diberikan kepada manusia sudah tidak layak karena sudah terlalu lama dipasar namun dapat diolah untuk menjadi makanan bagi kucing. Kucing itu datang setiap hari untuk meminta makanan dari saya. Jika kucing itu datang setiap hari ke saya apakah namanya bukan memelihara? Terlebih ketika seekor kucing telah menemukan manusia yang suka memberinya makan maka kucing itu akan menganggapnya sebagai orang yang sayang terhadapnya. Untuk masalah mengkhususkan uang, ikan yang saya jual itu akan menjadi uang benar?. Namun tidak semua ikan terjual seluruhnya biasanya ada yang tidak laku terjual. Apakah ketika saya mengkhususkan untuk memberi makan dari ikan yang tidak laku terjual termasuk haram?. Sedangkan anjuran Nabi Muhammad Saw adalah untuk meberi sesuatu ya baik, berkondisi baik. Berarti jika saya ingin memberikan ikan kepada fakir miskin maka saya harus memberikan ikan yang berkondisi baik yang saya jual, tetapi kebanyakan ikan yang sudah tidak laku dijual kondisinya sudah tidak baik, tidak enak untuk dikonsumsi manusia. Apakah itu termasuk haram memberikan ikan tersebut kepada kucing?. Ikan yang tidak laku pun itu merupakan uang bagi saya tetapi jika Allah menghendaki bahwa ikan yang saya jual tidak laku seluruhnya maka saya berikan ikan sisa jualan kepada kucing apakah termasuk haram?. Saya menilai bahwa memelihara kucing memang tidak haram berdasarkan dari kasus ini.

    Alamandang,
    yap, utk kasus yg spt ini TIDAK TERMASUK HARAM, krn memberi makan kucing dg makanan sisa —YG SUDAH TIDAK LAYAK UTK SESAMA MANUSIA —— saya pun juga begitu, kalau ada kepala ikan, atau ikan yg basi, atau sudah digerayangi kecoak, maka ikan2 tsb saya berikan kepada kucing yg suka ngider di rumah.

    yg haram adl, kalau kita mengkhususkan nafkah kita (spt uang, makanan, dsb) utk kucing. itulah yg haram, krn nafkah kita adl untuk manusia. kalau lebih di kita, maka berilah kepada manusia / sdr lain yg membutuhkan.

    ingat, pengertian nafkah tentunya adl barang kebutuhan kita —-DALAM KONDISI BAIK DAN THOYIB—— tapi kalo sudah tidak dalam kondisi baik, maka itu namanya bukan nafkah lagi, melainkan barang sisa. maka berikan saja kepada kucing …..

    terima kasih.

  20. saya kira semuanya simpel tdk rumit.. menurut sya Hukum Islam sudah sangat jelas dan gamblang.. dlm hal ini. Cuma berkisar pd kondisi atau situasi yg berbeda saja yang membedakannya…bknkah begitu??? Seperti halnya dlm hukum nikah…yang menurut sepengetahuan saya…ada beberapa. Karena dilihat dari kondisi dan situasi berbeda maka hukum nikah bisa berubah…dalam pembahasan diatas memank tdk sama jumlah hukum nya menurut saya,, namun pd dasarnya karena itulah sebagai bukti Maha adilnya Allah SWT….semua telah jelas di terangkan dalam Hadits atau pun Al-Qur’an dan sejarah atau kisah terdahulu tentang memelihara binatang dan memperjual-belikan nya..Sepengetahuann saya Memelihara Hewan Boleh (Mubah) saja dan Haram (Dilarang/ Berdosa) Kembali pada apa dan bagaimana situasi dan kondisinya yg menjdi dasar terjadinya hukum tersebut..(tolong dikoreksi klo salah)…mohon maaf klo saya salah memberikan tanggapan..salam sejahtera bagi kita semua..semoga Allah senantiasa bersama kita, Amin.

    Alamandang,
    intinya, memelihara hewan itu pasti berbuat mubazir, dan mubazir adl kawannya setan.

    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s