Rukun Masuk Surga

tanggamasuksurgaAllah Swt memerintahkan umatNya untuk menempuh jalan ketaqwaan. Itu artinya Allah Swt ingin seluruh umatNya masuk Surga, dan Allah Swt pun di lain pihak telah menyediakan dan memudahkan umatNya untuk menempuh jalan ke Surga tersebut. Di dalam Islam terdapat banyak ragam ibadah yang harus ditunaikan seorang Muslim untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya, karena pahala tersebutlah yang akan memudahkannya masuk Surga. Namun di luar itu juga terdapat perbedaan pandangan dan fikiran di kalangan Muslim mengenai hal mana yang harus mendapat prioritas untuk diamalkan di dalam rangka memperoleh pahala Surga.

Juga tidak dapat diingkari bahwa di dalam menjalankan Islam ini, terdapat beberapa perbedaan dan perselisihan di kalangan ulama mengenai ibadah. Satu ulama menyatakan bahwa ibadah a adalah bidah, sementara ulama lainnya menyatakan bahwa ibadah tersebut merupakan keutamaan. Ini tentunya membingungkan. Namun ingatlah, bahwa Allah Swt tidak akan pernah menyia-nyiakan niat baik umatNya di dalam beribadah.

Sekarang baiklah jalan-jalan yang harus ditempuh umat Muslim tersebut dijadikan satu paket standard sehingga Muslim dengan mudah dapat menjadikannya pedoman di dalam beramal saleh untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Paket standard amal saleh ini merupakan ringkasan seluruh bentuk amal saleh / ibadah yang diajarkan di dalam Islam, dan mencakup seluruh aspek kesalehan.

Paket standard amal saleh tersebut dinamakan Rukun Masuk Surga, terdiri atas enam butir, seperti yang dijabarkan di bawah ini.

Pertama. Islam berdiri di atas lima rukun, yaitu,

  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat,
  2. Shalat wajib lima kali sehari semalam,
  3. Puasa Ramadhan,
  4. Membayar zakat, dan terakhir
  5. Berhaji ke Mekah minimal sekali seumur hidup kalau mampu.

Kedua. Kemudian iman Islam meliputi enam rukun yaitu,

  1. Percaya kepada Allah Swt,
  2. Percaya kepada MalaikatNya dan mahluk ghaib lainnya,
  3. Percaya kepada kitabsucinya,
  4. Percaya kepada NabiNya,
  5. Percaya kepada takdirNya,
  6. Percaya kepada kiamat.

Ketiga. Di luar itu, ada empat kesalehan prima yang harus diperbuat umat untuk menjamin mudah masuk Surga, yaitu,

  1. Banyak zikir dan salawat,
  2. Banyak memberi makan kaum dhuafa. Dikatakan ‘memberi makan’, bukan uang / modal, karena setepar-teparnya orang, bukan uang atau baju atau rumah yang hangat, atau jabatan yang menguatkan manusia, kecuali makan cukup dan layak, itu sudah lebih dari segala-galanya.
  3. Rajin mengaji karena mengaji akan menjadi cahaya kubur kita,
  4. Shalat tahajud dan terakhir,
  5. Jangan lupa shalat fardhu plus perbanyak shalat sunnah. Hal pertama yang ditanya Allah di hari kebangkitan adalah shalat; kalau bagus shalatnya, maka Allah Swt akan mempermudah urusan kita (artinya masuk Surga); kalau buruk catatan shalat kita, maka Allah Swt akan mempersulit urusan kita.

Keempat. Setelah itu terdapat tiga dosa prima yang harus ditinggalkan dan dijauhi, karena kalau dilakukan maka akan berakibat dilempar ke Neraka, TIDAK PERDULI sebanyak apa pahala amal saleh, yaitu,

  1. Mati di dalam keadan atau karena bunuh diri,
  2. Mati di dalam keadaan durhaka kepada kedua orang-tua, dan terakhir,
  3. Mati di dalam keadaan murtad, kafir atau syirik / mempersekutukan Allah Swt dengan yang lain.

Kelima. Muslim harus menjauhkan diri dari lima perbuatan orang kafir, atau yang menunjukkan kekafiran, yaitu,

  1. Berbuat judi.
  2. Makan riba.
  3. Mengkonsumsi kuliner haram (mengkonsumsi miras, daging babi, anjing, dsb).
  4. Membunuh manusia.
  5. Berbuat zina (di dalam arti luas, yaitu termasuk buka aurat, pacaran, berkhalwat, film pornografi dsb).

Keenam. Dan terakhir, bergaullah dengan orang alim ulama, orang saleh, orang sidiq (orang benar), kaum ahli-ibadah. Jadi dengan kata lain, seorang Muslim harus pandai-pandai memilih teman bergaul.

-o0o-

Kalau seorang Muslim komit untuk memantapkan:

  1. Rukun Islam,
  2. Rukum Iman,
  3. Kemudian berbuat kesalehan prima,
  4. Kemudian menjauhi dosa prima,
  5. Meninggalkan lima kebiasaan dalam kekafiran.
  6. Dan banyak bergaul di tengah orang alim dan saleh, ….

Maka cukuplah Allah Swt ridha kepada Muslim tersebut sehingga kelak Allah Swt akan memasukkannya ke dalam Surga (Amin). Tidak perlu lagi seorang Muslim mencemaskan perbedaan-perbedaan ini dan itu, karena perbedaan itu pun lumrah, merupakan Hukum alam, kalau dibahas tidak akan ada habisnya sampai kiamat.

Kalau seorang Muslim terus mengkhawatirkan perbedaan-perbedaan itu, kapan ia akan ibadah? Isu sentral yang menjadi inti dari Paket Standard Amal Shaleh (PASTAS) ini yang merupakan Rukun Masuk Surga adalah, bahwa Allah Swt adalah Maha Pemurah dan juga Maha Pengampun, bahwa Allah Swt tidak akan menyia-nyiakan amal saleh umatNya, dan juga tidak akan mempersulit umatNya untuk mendapatkan ampunanNya dan kemudian masuk Surga.

Mungkin seorang Muslim akan perbuat suatu dosa, seperti menghamburkan uang, bergunjing, membunuh binatang secara keji, berprasangka buruk kepada seorang kawan, korupsi kecil-kecilan, berkelahi dengan saudaranya, melirik video porno, mengenakan perhiasan emas bagi laki-laki, mempersulit karir saudaranya di tempat kerja, dan lain lain. Namun selama seorang Muslim berteguh dengan Rukun Masuk Surga ini, insya Allah dosanya akan dihapus oleh Allah Swt.

Namun juga tidak berarti bahwa kalau seorang Muslim sudah berteguh dengan Rukun Masuk Surga ini maka ia BEBAS untuk berbuat dosa lainnya. Tentu saja tidak. Kita juga harus ingat bahwa manusia tidak ada sempurnanya, pasti akan perbuat dosa sedikit banyak: tidak mungkin ada seorang manusia yang terbebas dari dosa dan kesalahan. Namun kalau seorang Muslim selalu ingat akan dosanya sehingga ia melupakan kepemurahan Allah Swt, maka bagaimana mungkin ia akan menjadi Muslim yang berbahagia?

Intinya, Rukun Masuk Surga adalah BATAS MINIMAL bagi seorang Muslim di dalam menjaring pahala sebanyak-banyaknya, dan untuk mempermudah baginya di dalam mencerna rencana ibadatnya di dalam dosis harian. Namun ingatlah, bahwa kalau pun seorang Muslim sudah berteguh dengan Rukun Masuk Surga ini, maka ia pasti tidak mempunyai waktu yang cukup untuk berbuat yang tidak sepantasnya.

Dengan demikian hal itu akan mempermudahnya untuk masuk SurgaNya Allah Swt. Amin.

Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s